Pure Love

Pure Love
Ch. 29 - PURE LOVE, End



1 Tahun Kemudian....


Mata hitam indah menatap kearah awan yang mengambang di atas kepalanya dengan sedikit menyipit. Seolah sinar matahari terik begitu menyilaukan penglihatannya, Mata hitam itu menutup rapat kelopak matanya sebelum menundukkan kepalanya ke bawah.


Suara berisik dari kendaraan yang berlalu lalang menyadarkan pria pemilik mata hitam itu untuk kembali mendongak. Saat mata hitam itu menangkap sosok wanita yang telah ia nanti, sekilas kemilau kebahagiaan dapat terlihat jelas di kedua mata indahnya.


Ia berjalan mendekat kearah sosok wanita cantik itu dengan senyuman dan semangat di hatinya "Apa sudah selesai?"


Saat pertanyaan itu keluar dari bibirnya, suasana canggung dapat terasa memenuhi udara sekitar di antara wanita dan pria itu. Pria itu mendesah sebelum menyentuh tangan wanita di hadapannya dengan lembut.


"Ayo kita kembali kerumah kita Mile"


Milena tidak mengatakan apapun, namun ia membiarkan sosok pria yang ternyata Eros itu menuntunnya untuk masuk ke dalam mobil membawanya pulang kerumah mereka.


1 Tahun yang lalu..


Milena yang telah sembuh kala itu langsung memberikan gugatan surat cerai pada Eros. Ia juga meminta Mulan untuk mengemasi barang-barang miliknya karena tidak ingin lagi kembali kerumah itu. Milena bahkan tidak bergeming ketika Eros memohon kearahnya. Seolah hati Milena telah menjadi gumpalan Es yang begitu dingin dan membeku, wanita itu menjadi sosok yang begitu tertutup dan tidak ingin dekat dengan siapa pun lagi.


Walaupun Milena menjadi seperti itu, ia tetap kembali untuk bekerja dan mengurus butiknya sama seperti kehidupannya sebelumnya. Hanya saja kali ini senyum dari bibirnya benar-benar lenyap tak terlihat.


Eros yang mendapatkan surat Cerai dari Milena tetap tidak bergeming dan tidak menandatanganinya, dengan gigihnya ia terus menerus menempel pada Milena layaknya sebuah parasit.


Mulan bahkan berkali-kali melaporkan Eros pada polisi karena mengganggu hidup Milena tanpa rasa malu.


Tanpa harapan apapun Milena hanya berusaha sekuat mungkin untuk sembuh dan menyelesaikan segalanya sebelum menghilang dari hidup Eros. Ia benar-benar berusaha sekuat mungkin untuk mengabaikan Eros dan rasa sakit yang masih membekas di hatinya.


Walau begitu perasaannya untuk Eros tentu tidak memudar secepat yang ia inginkan. Apalagi Milena telah mencintai Eros sejak kecil, bahkan tidak peduli betapa buruknya perlakuaan Eros padanya. Milena tetap mencintainya.


Kali ini ia bersikap keras kepala dan ingin pergi dari hidup Eros karena Milena merasakan sakit yang begitu dalam setiap kali mengingat anak dalam kandungannya telah pergi. Seharusnya hanya Mile yang terluka, bukan anaknya yang tidak bersalah itu. Dengan perasaan itulah Milena benar-benar memutuskan untuk bercerai dan menjauh dari Eros. Ia yakin mereka memang tidak di lahirkan untuk bersama dan hanya akan saling menyakiti.


Pada suatu pagi yang sangat cerah, Milena yang baru saja keluar dari rumah sakit untuk pemeriksaan bersama Mulan tengah berjalan beriringan kearah mobil mereka. Suasana ke dua wanita itu begitu buruk sampai di titik terendah. Hal ini dikarenakan Eros tengah membuntuti Mereka tepat di belakang.


Milena merasa sangat kewalahan dalam 1 bulan terakhir, Eros terus menerus datang ketempatnya tidak peduli ia mengusirnya. Bahkan surat cerai yang ia berikan di abaikan oleh pria tampan itu. Membuat proses perceraian menjadi tertunda.


"Berhentilah Eros! Aku tidak ingin kembali bersamamu!" Milena berteriak marah kearah Eros, menatap Pria tampan itu yang hanya diam dengan wajah polos, Milena hanya menghela nafas panjang dan mulai mengabaikannya lagi


Mulan sendiri melotot tajam ke arah Eros penuh dengan kebencian. Mulan takut dengan tingkah Eros yang seperti ini akan membuat Milena melunak dan mau kembali dengannya. Ia sangat lah tau bagaimana dalamnya perasaan cinta yang dimiliki oleh Milena. Mungkin saat ini Milena tengah terluka karena kehilangan anaknya hingga bersikap dingin dan tegas kepada Eros. Namun, saat luka dalam hatinya perlahan sembuh, Mulan tidak yakin lagi jika sahabatnya itu akan tetap bersikap dingin pada Eros.


"Berhenti, jangan selamatkan dia!"


Sebuah suara teriakan wanita bergema di iringi suara bising dari berbagai orang dan dokter yang tengah berusaha menyelamatkan seorang pria tidak sadarkan diri di tempat tidur yang di dorong.


Mulan dan Milena menatap kearah keramaian itu dengan wajah penuh keingintahuan.


"Dia telah membunuh putriku, dia seorang penjahat! Jadi berhenti menyelamatkannya!" Wanita itu kembali berteriak keras. Ia menjadi semakin marah akibat di abaikan "Sudah kubilang jangan selamatkan dia!" Sebuah pecahan botol tajam muncul di tangan wanita yang tadinya kosong itu, ia menerjang dengan tubuhnya yang kurus untuk menancapkan pecahan di tangannya kearah dokter penuh amarah yang membara.


Sebelum pecahan botol itu benar-benar dapat melukai siapapun, orang lain yang berada di dekat dokter mendorong wanita itu hingga terpental kebelakang cukup jauh. Pecahan botol di tangannya terlempar keras melayang bebas kearah tempat Milena berada.


"Milena!" Mulan menjerit ngeri mencoba mendorong Milena sejauh mungkin, namun tubuh Mulan berdiri kaku dengan Milena yang juga sama terkejut bodoh.


"Apa kau baik-baik saja?" Suara Eros terdengar penuh kelembutan menatap Milena dengan pandangan cemas.


Pecahan botol tajam itu menggores tepat di lengan Eros dan membuat luka dalam hingga darah mengalir dengan derasnya sebelum jatuh menghantam lantai.


Bibir Milena bergetar menatap wajah Eros yang tengah tersenyum lembut kearahnya "Eros?"


"Syukurlah jika kau baik-baik saja" Eros mengehela nafas sebelum tubuhnya limbung jatuh terduduk di tanah seraya memegang tanganya yang terluka.


"Eros?" Milena berteriak ketakutan dan terduduk menyentuh bahu Eros


"Tahan wanita itu!" Dokter itu berteriak kearah salah satu penjaga keamanan seraya melangkah mendekat kearah Eros berada "Lukanya tidak terlalu dalam! Kita hanya perlu menjahitnya"


Mendengar apa yang dikatakan oleh dokter itu Milena sedikit menghela nafas, ia menatap ke arah Eros dengan mata yang melotot tajam. Seolah pria tampan di hadapannya itu menyadari tatapannya, ia mengalihkan pandangan kearah lain. Melihatnya bertingkah seperti ini, entah kenapa hati Milena merasakan sedikit kehangatan.


Tanpa mengatakan apapun lagi Eros hanya mengikuti dokter itu kembali kerumah sakit untuk menjahit lukanya. Milena juga ikut mengikuti di belakang. Mulan bahkan tidak bersuara sedikit pun, ia merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Eros.


Mulan tahu dengan pasti jika pecahan botol itu tidak dapat di tebak kemana arahnya, jika pecahan itu terbang ketempat yang fatal Eros setidaknya mungkin akan terluka cukup fatal. Memikirkan hal ini hati Mulan menjadi tidak tenang. Jika Milena menjadi tersentuh karena hal ini Mulan tidak tahu lagi harus bagaimana. Ia juga jika dalam posisinya mungkin akan tersentuh. Atau mungkinkah Mulan dapat mempercayai Eros sekarang? Bahwa ia tidak akan melukai Milena?


"Baik ini sudah selesai!"


Saat Mulan berkelana dengan pikirannya sendiri, kata-kata yang di ucapkan oleh dokter memudarkan lamunannya. Ia menatap Eros dan Milena yang hanya terdiam.


"Jadi kenapa wanita tadi melakukan hal itu dokter?" Seolah tidak dapat berpikir jernih, pertanyaan aneh meluncur dari bibir Mulan dengan bebas. Ia merasa hanya ingin menampar bibirnya detik itu juga.


Mata Milena dan Mulan jatuh pada Eros yang hanya diam terduduk di tempat tidur dengan pandangan kosong. Keheningan yang begitu canggung melanda ke tiga orang itu cukup lama.


Merasa apa yang dikatakan dokter mungkin adalah hal yang benar, Milena menatap Eros dengan pandangan Rumit sebelum berbicara "Eros, mungkinkah kita perlu berbicara?"


Mulan diam tidak mengatakan apapun. Mungkin sekarang dia hanya perlu untuk membiarkan Milena memutuskan dengan kepala dingin apa yang terbaik. Mulan akan tetap berada disisinya tidak peduli apa.


Eros mengangguk ringan atas pertanyaan Milena "Aku akan sangat senang jika kita benar-benar dapat berbicara!"


....................


Mata Emas Milena menatap kearah Eros disisi lain tempatnya terduduk. Ia tengah berada di sebuah kaffe saat ini. Mulan duduk di tempat lain yang agak jauh dari mereka berdua.


Keduanya hanya diam setelah pergi dari rumah sakit dan menemukan kaffe ini.


Milena menyentuh cangkir teh di hadapannya dengan canggung "Jadi-?"


"Tentang anak kita. Aku tidak ngin kau mengugurkannya, walau awalnya aku menolak. Seiringnya waktu aku merasa mungkin akan sangat bagus jika aku menjadi ayah. Waktu itu, aku sangat marah dan cemburu karena kau menghubungi Brian-"


"Brian?" Milena menatap Eros dengan pandangan bingung


Eros tersenyum kecut menyadari Milena yang tidak mengenali Brian dan menjawab "Dia adalah orang yang berada di Video bersama Selena"


"Eros kau tahu tentang Video itu? Tentang aku?"


"Ya" Eros mengangguk ringan dengan air mata yang mulai membendung "Aku pergi ke klub dan bertemu Brian. Dia mengatakan segalanya, lalu aku membaca Diary milikmu!"


Menatap Milena yang hanya diam, Eros menundukkan kepalanya dan kembali menjelaskan "Aku tahu kau adalah tuan putri kecilku. Saat itu seharusnya aku menyadarinya, maaf. Mungkin jauh di dalam hatiku aku sudah sadar bahwa kau adalah putri kecilku. Namun, keangkuhanku membuatku buta. Hingga Video itu beredar, aku menjadi marah dan cemburu. bukan karena kau memfitnah Selena, tapi lebih tepatnya padamu yang tidak mungkin melakukan itu. Aku benar-benar marah dan cemburu padamu. Lalu saat kau sudah menjadi istriku, si Brian br3ngs3k itu masih saja menganggu dan itu membuatku marah dan cemburu Milena. Hingga aku kehilangan kendali dan melukaimu serta anak kita, maaf!"


Air mata jatuh dipipi Milena dengan lembut mendengarkan apa yang Eros ucapkan. Ia tidak pernah menyangka bahwa ia kehilangan anaknya bukan karena Eros ingin membunuhnya, tapi karena dirinya. Jika saja Milena mengingat wajah Brian dan tidak memberinya nomer hp miliknya, maka insiden ini mungkin tidak akan terjadi. Jadi pada akhirnya ini bukanlah semua kesalahan Eros.


Jemari tangan Milena terangakat untuk mengusap butiran air mata di pipinya. Ia menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya perlahan. "Eros aku-"


Eros memotong kata-kata Milena dengan sedikit ketakutan saat ia melihat Ekspresi di wajah Milena yang Mulai berubah "Milena, aku salah. Aku benar-benar minta maaf! Setelah bertahun-tahun lamanya, aku sangatlah bodoh dan tidak mengenalimu. Aku benar-benar minta maaf. Sekarang pun aku mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu, bukan karena kau adalah tuan putri kecilku. Tidak perduli kau dia atau bukan, pada akhirnya aku akan selalu jatuh cinta padamu. Hanya saja Egoku terlalu besar hingga membuatku buta. Jadi kali ini aku mohon aku benar-benar akan membaha-"


"Eros, dengarkan aku!" Milena berteriak keras membuat Eros yang terus berbicara meracau terhenti seketika "Aku tahu, aku tahu kau mencintaiku sejak lama. Namun, karena kau begitu bodoh cintamu jatuh pada orang yang salah. Walau pun begitu aku tetap mencintaimu. Namun Eros, aku butuh waktu untuk menyembuhkan luka ini. Menyembuhkan diriku sendiri. Saat semua luka yang ada di hatiku membaik aku akan memikirkan kembali tentang hubungan kita. Jadi tolong berikan aku sedikit waktu untuk sembuh!"


Menatap mata Emas Milena yang mulai menunjukkan kemilau kehidupan samar, Eros mengangguk ringan dengan air mata yang terus mengalir di pipinya "Aku akan menunggu!"


"Terimakasih" Milena bangkit dari tempatnya terduduk meninggalkan Eros yang terdiam sendirian ditempatnya seraya menangis lebih dalam


*****


Masa kini...


Menatap rumah yang telah lama ia tinggalkan itu, Mata Emas Milena merasakan sedikit kerinduan. Pada akhirnya ia kembali. Kembali ke rumah Eros, kembali pada Eros yang begitu ia cintai.


Tidak peduli seberapa jauh Milena melarikan diri,


Tidak peduli seberapa keras Milena mencoba melupakan Eros,


Pada akhirnya ia selalu kembali padanya..


Entah berapa banyak luka, rasa sakit hingga air mata yang ia peroleh. Hanya Eros satu-satunya orang yang ada di dalam hatinya.


Mulan tidak dapat mengatakan apapun, ia tentu menolak keras. Tapi pada akhirnya ia hanya dapat mengalah pada Milena yang memang hanya dengan bodohnya akan mencitai satu lelaki seumur hidupnya.


"Selamat datang kembali!" Eros tersenyum lembut seraya menangkap jemari tangan Milena untuk memasangkan sebuah cincin indah di jari kelingkingnya


Ia begitu bahagia saat Milena akhirnya telah memberinya jawaban setelah penantiannya yang sunyi dalam 1 tahun ini.


"Terimakasih," Milena tersenyum canggung menatap Eros dengan kaku, ia tidak tahu harus bersikap bagaimana jika Eros begitu lembut seperti ini. Ia terbiasa menerima perlakuan dingin darinya, jadi sekarang ia benar-benar merasa gugup.


Menyadari gadis cantik di hadapannya merasa gugup, Eros tertawa lembut sebelum memeluk tubuhnya "Kita akan memulai semuanya kembali bersama. Dan akan kupastikan hanya ada kebahagiaan untuk kita Milena, aku Mencintaimu!"


Milena membenamkan wajahnya pada pelukan Eros dengan perasaan hangat di hatinya "Aku juga Mencintaimu!"



Ketika Cinta datang membawa sejuta rasa sakit, ketika itu pula rasa Cintamu akan di uji dengan sangat buruk. Namun, saat Cintamu tetap ada dan menguat, saat itulah Cinta sejati yang benar-benar kuat dan murni akan menuntunmu pada kebahagiaan sesungguhnya....


-Pure Love Selesai