
Milena berdiri di depan pintu toko miliknya untuk mengantarkan kepergian Dion yang baru saja selesai berbelanja baju untuk putrinya. Saat hendak ia akan melangkah masuk kembali kedalam tokonya, Angin lembut menerpa tubuhnya ringan, membuat gadis itu mengalihkan pandangan matanya.
Mata Emas Milena menatap kaget dan melotot kearah Seorang pria yang tengah berjalan mendekat kearahnya dengan pandangan marah dan tajam. Milena mengangkat kedua tangannya untuk menutup mulutnya dari berteriak karena bahagia.
Pria itu, dia adalah Eros. Seseorang yang sangat ia Rindukan, satu-satunya pria yang telah mengisi hati miliknya. Dan hanya Eros juga yang dapat membuat jantungnya berdetak kencang dengan gugup.
Menyadari tatapan mata Eros kearahnya, entah kenapa Tubuh Milena merespon dengan tidak nyaman. Tidak peduli seberapa Rindu dia dan ingin melihat Eros saat ini, tubuhnya berbicara dan memberitahunya untuk lari.
Dengan gemetar karena kebahagian dan juga gugup, Milena menenangkan jantungnya yang meletup dan berusaha keras untuk kabur.
Namun, apalah daya. Tangan besar dan hangat menarik lengannya terlebih dahulu dan menggenggamnya dengan erat.
Mata Emas Mile yang terkejut menatap tepat kearah Mata Hitam Eros yang dingin dan sedikit niat membunuh. Bibir pria itu terbuka mengeluarkan nada suara yang sudah akrab ditelinga Mile "Milena Goldwind, Sepertinya kau hidup dengan Baik!"
"..." Milena terdiam tidak tahu harus bagaimana menanggapi perkataan Eros
Eros menatap lekat-lekat gadis di hadapanya yang hanya diam dan menatap kearahnya dengan Mata Emasnya. Tanpa sadar dada Eros berdebar dengan lebih cepat secara tidak normal. Merasa tidak nyaman dengan tatapan itu genggaman Eros mengendur.
Mile yang terdiam menyadari bahwa genggaman tangan Eros di lengannya mengendur, ia mencoba meronta agar terlepas dan dapat kabur.
Namun, sial untuknya Eros tersadar sangat cepat dan kembali mempererat genggaman tangannya seraya menyeret tubuh Mile hingga terjatuh tepat didadanya.
Aroma harum dan segar seperti buah Stroberi keluar dari tubuh Mile terkena angin lembut dan terhirup oleh hidung Eros. Mencium aroma yang begitu segar dan nyaman, tubuh bagian bawah Eros bereaksi dengan tidak wajar. Seluruh tubuh Eros terasa terbakar dengan dentuman detak jantungnya menjadi lebih cepat dan memburu.
Menyadari keanehan pada tubuhnya karena Aroma Mile, Eros dengan Marahnya mendorong tubuh halus dalam dadanya hingga tersungkur jatuh dilantai.
"Tidakkah kau merasa bersalah karena Hidup bahagia?" Eros berteriak marah kearah Mile yang terduduk di lantai, adegan ini mengingatkannya saat Video di sekolah itu tersebar. Mengingat hal itu Eros hanya menjadi lebih marah "Apakah kau begitu bahagai karena Selena telah Mati? Tentu saja kau bahagia, kau sangat membencinya bukan? Dan lagi dengan kematian Selena kau memiliki kesempatan untuk mendekatiku dengan wajahmu! Tapi, aku Eros tidak akan pernah Jatuh Cinta ataupun tergoda oleh Iblis sepertimu! Aku akan membencimu dan mengutukmu seumur hidupku!"
Mendenger Eros yang berteriak dan berbicara banyak Hal padanya, Mile hanya diam dan tidak mengatakan apapun. Mile merasa bahwa apapun yang ia katakan Eros tidak akan pernah mendengarnya.
Namun, saat Mile mendengar Eros berbicara, ia menyadari ada yang aneh. Dengan suara gemetar Mile membuka mulutnya untuk bertanya "Apa maksudmu dengan kematian Selena?"
Mata Emas Mile menumpahkan cairan bening air mata dan perlahan mengalir dipipi putihnya. Mile memegang mulut kecilnya erat-erat dan bergumam lirih "Tidak mungkin! Tidak mungkin Selena akan Meninggal begitu saja! Bagaimana mungkin? Itu tidak mungkin!"
Walaupun Selena telah banyak melakukan kesalahan dan jahat pada Mile, ia tetaplah saudaranya. Jadi saat berita mengenai kematian Selena ia dengar dari mulut Eros, dada Mile terasa sesak dan sakit. Air mata dipipinya mengalir dengan deras dan tidak mau berhenti.
Sejak Mile sembuh dari depresinya, ia tidak pernah mencari tahu ataupun ingin tahu lagi tentang keluarganya dan juga tentang Eros. Mile hanya akan terus bergerak maju kedepan dengan keyakinan bahwa mereka semua baik-baik saja dan hidup bahagia bersama di suatu tempat yang lain.
"Sudah kukatakan berhentilah untuk berpura-pura baik! Itu menjijikkan dan merusak pemandangan!" Eros kembali berkata dengan tajam seraya menarik tangan Mile yang menutupi mulutnya dan melemparkan tangan itu keras membuat Mile yang terjatuh duduk di lantai ikut terseret jatuh seolah mencium lantai.
"Tuan, Hentikan itu!" Kiara mendekat kearah Mile dan membantu tubuhnya "Penjaga! Penjaga! Tolong usir Tuan ini dari sini. Dia menyakiti ibu Mile!"
Seorang Satpam datang dan menarik tubuh Eros untuk menjauh dari butik, Eros meronta marah dan terus mengeluarkan kata makian "Kau adalah j4l4n9 dan aku tidak akan pernah memaafkanmu! Kau seharusnya mati dan bukan Selenaku! Kau seharusnya tidak pernah dilahirkan! Mati! Mati saja kau dan Musnah dari Dunia!"
Kiara yang menopang tubuh Mile melotot tajam kearah kepergian Eros dan turut mengutuknya "Bagaimana seorang pria tampan sepertinya begitu jahat? B4j1ng4n sepertimulah yang harus mati!"
Untung saja Butik Mile tidak terlalu ramai, jadi pemandangan memalukan yang berlangsung selama beberapa menit itu dengan cepatnya terlupakan. Kiara juga kembali pada pekerjaannya setelah melihat Milena telah memasuki kantornya. Ia tidak bertanya apapun, bukan karena Kiara tidak peduli, ia hanya merasa tidak pantas. Itu adalah masalah pribadi bosnya dan tidak ada hubungannya dengannya. Yang ia lakukan disini adalah bekerja, dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi bos.
Mile yang tengah berada di dalam kantor miliknya mendesah sedih sebelum kembali menangis. Ia meneguk beberapa gelas air putih sebelum menenangkan dirinya sendiri. Setelah merasa cukup tenang, Mile menghapus air mata di matanya dan beranjak pergi dari kantornya untuk kerumah Mulan, mencari tahu tentang kematian Selena.
----
Eros yang telah di usir oleh satpam pria, kinì tengah mengamuk di dalam mobil miliknya, ia benar-benar marah dan ingin merobek Milena menjadi hancur.
Kemarahan Eros semakin meletup setelah ia melihat kontak di Hpnya ada Nomer dan nama Mile tertera. Ia meremas Hpnya kuat-kuat dan ingin melemparkannya. Namun, entah kenapa tangan Eros hanya menyerah dan melemparkan Hpnya di dasbor mobil.
Saat Eros kembali mengingat Wajah Mile yang tersenyum ceria kearah seorang pria dengan mata bahagia dan berkilauan, entah kenapa jantung Eros kembali berdetak kencang. Lalu ingatan akan aroma stroberi segar dan nyaman yang keluar dari tubuh Mile, terhirup oleh hidungnya juga tiba-tiba muncul, hal ini membuat Tubuh bagian bawahnya juga mengeras tidak nyaman dan merasa sesak. Ia juga merasakan sensasi terbakar di sekujur tubuhnya.
"Apakah aku sudah gila? Dia jelas-jelas bukan tuan putri kecil yang aku temui di taman! Tidak! dia jelas bukan dia! Itu hanya wajahnya saja yang mirip!" Eros memukul kepalnya sendiri agar tersadar dari kebodohannya "Ini pasti karena aku sudah lama tidak b3rc1nt4!"
Eros menghidupkan mobil yang ia kendarai untuk melaju menjauh dari tempat itu, ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia sedang membutuhkan kepuasan hasrat s3ksu4l.