Pure Love

Pure Love
Ch. 06 - Gadis Berhati Malaikat Sesungguhnya



Suara angin bertiup lirih terhempas membawa dedaunan kering yang jatuh di tanah terbang melambai. Sinar matahari sore teredam dan tidak dapat menyentuh tanah akibat Awan putih yang mengambang di sekitarnya.


Baju putih berwarna polos indah melambai ringan tertiup angin. Gadis cantik yang memakai baju putih lembut itu memperlihatkan senyuman cantik layaknya malaikat seraya berjalan perlahan menyapa setiap orang yang ia temui.


"Nenek bagaimana kabarmu?" Suara lembut gadis itu kembali terdengar menyapa seseorang yang dihadapannya


Wanita paruh baya itu tersenyum menatap gadis dihadapannya seraya berbicara dengan suara paraunya yang terdengar rapuh "Sudah lama sejak kamu bermain kemari? Apakah itu karena ujian Milena?"


Milena mengangguk ringan dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibir merahnya "Hm,, ujianku baru saja berakhir 1 minggu yang lalu. Apakah nenek merindukanku?"


"Itu bagus, semoga kamu mendapatkan hasil yang bagus dan masuk sekolah yang baik nanti" nenek itu mengangguk lembut "tentu saja nenek tua ini merindukanmu! Merindukan pijatan tanganmu.hehe"


Milena turut tertawa seraya mengulurkan tangan putih indahnya untuk memijat bahu nenek di hadapannya dengan lembut.


"Lihatlah! Lihatlah! Berhenti meminta Mile memijatmu setiap kali dia datang! Jika terus seperti ini dia tidak akan mau lagi bermain kerumahku!" Mulan mendengus kesal menatap kearah neneknya


"Apa? Mile saja tidak keberatan! Kenapa kau yang keberatan? Urus saja tubuhmu itu! Bagaimana ada wanita yang terlihat bulat seperti bola,,hehhhh" Nenek Mulan mendesah menatap kearah cucunya dengan pahit


"Asal kau tahu, wanita yang terlihat seperti bola saat ini sedang banyak di sukai!" Mulan menjawab keras tidak mau kalah


"Apakah begitu?"


Mendengar neneknya memakan kebohongannya Mulan dengan semangatnya menjawab "Tentu saja"


"Pfff,,,, hahaha ..." tawa Mile pecah akibat kekonyolan kedua orang di hadapannya, jemari gadis itu terangkat untuk mengusap setetes air yang jatuh di sudut matanya akibat terlalu banyak tertawa "Nenek Mulan berbohong padamu!"


"Mulan! Kamu dasar cucu yang Nakal!" Nenek berteriak kesal kearah Mulan seraya mengayunkan sebuah tongkat di tangannya untuk memukulnya


"Haa?? Nenek aku minta maaf. Maaf oke? Aku berbohong hanya karena ingin membuat Mile tersenyum!" Mulan menjerit konyol dengan kedua tangannya yang terajut erat kearah neneknya


Mendengar perkataan cucunya, nenek Mulan berhenti untuk memukulinya dan bertanya heran "Apakah Mile sedang sedih?"


"Tidak! Aku tidak!" Mile menggeleng pelan


"Dia sedang sedih! Yakinlah nek, aku tidak akan berbohong untuk yang satu ini!"


"OMG, Mile anakku jangan sedih lagi nenek akan menghiburmu!"


Setelah bercanda gurau untuk waktu yang lama. Mereka di hentikan oleh suara Ibu Mulan yang datang "Ahh Mile bermain kemari? Kenapa kalian ada di luar dan duduk di taman sepanjang waktu? Ayo masuklah aku membuat banyak Kue untuk dimakan!"


"Mile masuklah dan bantu ibuku. Aku akan menyusulmu dengan nenek di belakang oke?" Mulan mendorong tubuh Mile untuk bergerak maju kearah ibunya


Setelah sosok Mile menghilang dari pandangan Mulan, nenek kembali bersuara "Apakah itu sulit untuknya akhir-akhir ini?"


"Sangat sulit kurasa!" Mulan bergumam lembut "Nenek tidak bisakah kita langsung saja melakukan Adopsi Mile tanpa persetujuannya? Mungkin saja ia akan menyerah saat kita sudah melakukannya?"


"Bukankah ia menolak karena pria bernama Eros itu?" Nenek bertanya ragu, namun setelah mendapatkan anggukan ringan dari Cucunya ia hanya mendesah lirih "Aku akan berbicara pada kedua orang tuamu untuk langsung datang bertamu ke keluarga GoldWind. Kurasa keluarga itu akan melepaskan Milena dengan senang hati!"


Mulan tersenyum riang dan mencium pipi keriput neneknya dengan cepat "nenek yang terbaik!"


"Ai,,aia.. lihatlah anak ini!" Nenek menggeleng pelan melihat tingkah cucunya "Ngomong-ngomong kenapa itu lengan Mile terluka?"


"Ah? Itu.. Dia menyelamatkan seekor Kucing yang akan tertabrak mobil kemarin! Bukankah dia Bodoh?"


"Kau itu yang bodoh!" Nenek memukul kepala Mulan pelan dan kembali bergumam lirih "Seorang gadis yang memiliki Hati Malaikat sesungguhnya tapi di lihat sebagai seorang Iblis. Hh, ya ampun. Kasian sekali"


"Itu benar, dia adalah wanita yang baik lebih baik dari pada siapapun" Mulan turut bersuara seraya menganggukkan kepalanya mengingat saat pertama kali ia bertemu dengan Milena


Saat itu mereka masih berusia 5 tahun, Mulan yang berusia 5 tahun adalah seorang gadis bulat yang pemalu dan penakut.


Di taman kanak-kanak tempatnya belajar, para anak gadis maupun lelaki selalu mengejek dan memukulnya karena tubuh gemuknya.


Saat itu Mulan berfikir bahwa Mile yang sangat Cantik dan bersinar di kalangan anak-anak akan melakukan hal yang sama atau mengabaikannya. Tapi siapa yang dapat menebak bahwa gadis cantik itu tidak mengolok-oloknya atau mengabaikannya.


Mile kecil mendekat kearah Mulan kecil dengan senyuman manis dan berkata "Mulan, mulai sekarang kita adalah teman. Aku akan menjadi teman pertamamu, dan kau juga akan menjadi teman pertamaku. Kita akan berbeda dengan teman yang lainnya, kita akan selalu melindungi satu sama lain. Oke?"


Mulan tertegun dan tidak menjawab pernyataan Mile dengan serius. Ia mengabaikannya karena berfikir Mile tengah bermain-main dengannya.


Tapi ternyata ia salah, Mile tidak berbohong. Ia melindunginya dari anak-anak lain yang mengoloknya dan berusaha memukulnya.


Sejak saat itulah Mulan berubah mencoba untuk menjadi kuat agar dapat melindungi dirinya sendiri serta orang-orang yang berharga untuknya termasuk Mile.