
Cahaya redup dari matahari yang mulai tenggelam menyinari bumi dengan warna kemerahan. Warna menawan dan indah itu jatuh secara merata membuat pemandangan yang sangat indah pada bumi yang mulai gelap.
Seolah keindahan matahari tenggelam itu tidak membuat sepasang mata hitam indah tergoda, mata hitam itu tampak sayu dan terlihat sedikit kesal.
Sudah hampir 3 hari Mulan mendesah panjang dengan senyuman yang benar-benar menghilang dari bibirmya. Kini ia hanya terlihat kesal dan marah setiap saat menatap sosok yang terus saja menghantuinya selama 3 hari penuh.
"Kau akan tetap membiarkannya seperti itu?" Suara pria terdengar prihatin menatap kearah Mulan yang hanya diam, Pria itu menghela nafas dan kembali berbicara "Aku tahu jika pria itu sangatlah Br3ngs3k pada Milena selama ini. Tapi untuk membiarkannya 3 hari di depan rumah kita seperti itu kurasa bukanlah hal yang baik. Kenapa kau tidak menemuinya dan berbicara padanya Mulan.."
Kepalan tangan Mulan mengeras, ia menatap kearah suaminya itu sebelum kembali menatap pada sosok pria yang mereka bicarakan. Pria itu tidak lain adalah Eros.
3 hari yang lalu, atau lebih tepatnya hampir 1 minggu yang lalu. Eros mulai datang ke rumah Mulan dan mengganggunya. Namun, Mulan yang baru saja kembali 3 hari yang lalu baru mengetahui hal ini.
Dan selama 3 hari ini juga ia tidak dapat keluar dari rumah. Hal ini di karenakan Eros pasti akan membuntutinya. Bahkan dalam 3 hari ini Eros terus berada tepat di depan rumah Mulan, ia duduk dan tertidur di atas tanah layaknya seorang pengemis.
Tentu saja Mulan sudah menelpon polisi untuk menangkap Eros, tapi pria itu dapat bebas dengan mudah karena tidak melanggar hukum yang berat.
Seolah mengambil keputusan dalam benaknya, Mulan kembali menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya perlahan. "Aku akan menemuinya"
Dengan jawaban itu, suami Mulan hanya mengangguk ringan menatap pada sosok istrinya yang telah melangkah pergi ke arah Eros berada.
Udara dingin malam hari yang perlahan berhembus membuat Eros sedikit bergidik kedinginan. Saat Eros sudah memutuskan sesuatu ia tidak akan menyerah tidak peduli berapa lama itu. Dan pada akhirnya disinilah dia saat ini.
Saat pandangan mata hitam Eros menatap tubuh bulat Mulan mendekat kearahnya, tubuhnya tanpa sadar berdiri tegap dengan kegugupan yang ketara.
"Mari bicara" dengan kalimat singkat, Mulan melangkah menjauh dari rumah yang di ikuti Eros di belakangnya tanpa sepatah katapun
..........
Setelah berjalan cukup sebentar, Mulan dan Eros kini tengah duduk di sebuah kafe kecil dekat rumah Mulan. Sebuah teh hangat berada di meja antara mereka berdua.
Mulan meminum teh hangat di hadapannya sebelum memulai pembicaraan "Apa yang kau inginkan?"
"Milena, aku ingin bertemu dengannya!" Mata hitam Eros menatap Mulan dengan nada suara yang sangat tegas, ia bahkan tidak berkedip saat kalimat tidak tahu malu itu keluar dari mulutnya.
Mulan tertawa lirih sebelum berbicara mengejek kearahnya "Apa kau bahkan memiliki rasa malu?"
"Jika untuk Milena, aku akan membuang rasa maluku. Bahkan aku akan membuang harga diriku untuk bertemu dengannya. Mulan aku mohòn.. aku benar-benar harus bertemu dengannya...."
"Cukup Eros!" Mulan meletakkan cangkir di tangannya cukup keras membuat suara hantaman kearah meja dengan nyaring.
Menatap sekelilingnya yang sunyi, Mulan mendesah lirih sebelum kembali berbicara dengan dingin "Apa kau bahkan tahu bagaimana Milena saat ini? Tidak, tentu saja kau tidak tahu, karena sejak awal kau tidak pernah peduli padanya!"
"Aku memang bre3ngs3k, aku memang tidak pantas untuk Milena. Maka dari itu aku memintamu untuk membiarkanku bertemu denganmya! Setidaknya biarkan aku memohon pengampunan darinya!" Eros menatap Mulan dengan penuh penyesalan "aku mohon, setidaknya biarkan aku meminta maaf padanya Mulan!"
"Aku tidak akan termakan oleh kebohonganmu Eros. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah membuat Milena bertemu denganmu! Tidak akan pernah!" Mulan berseru tegas seraya beranjak pergi dari tempatnya terduduk meninggalkan Eros yang hanya diam mematung di tempatnya
Eros sangat tahu bahwa membujuk Mulan memang tidak akan pernah mudah. Perjalanannya masihlah sangat panjang. Membujuk Mulan tidak berhasil maka ia harus membuat rencana baru.
****
Cahaya matahari bersinar lembut menerpa wajah putih halus dengan sinar hangatnya. Seolah sinar itu selaras dengan wajah cantik gadis itu, pemandangan menyenangkan mata itu tampak begitu indah di pandang. Namun, saat seseorang menatap ke dalam dua mata Emas sang wanita, mereka hanya dapat menghela nafas panjang dengan penuh penyesalan.
Mata Emas yang begitu indah itu tampak kosong menatap kearah depan dengan pandangan yang tidak memiliki nyawa kehidupan.
Seolah apa yang di ucapkan oleh suster itu adalah angin lewat, wanita di kursi roda yang ternyata adalah Mile tetap diam tidak bergeming layaknya sebuah patung.
Suster itu mendesah pelan menatap kearah Milena yang terlihat seperti boneka hidup sebelum kembali berbicara "Tetaplah disini sebentar, aku akan kekamar mandi. Hanya sebentar saja, kumohon tetaplah diam!"
Setelah selesai mengucapkan kalimat itu, suster wanita bergegas pergi secepat mungkin meninggalkan Milena yang hanya duduk diam di atas kursi roda.
Mata emas Milena menatap pemandangan taman di depannya dengan kosong, mata Emas indah yang dulu terlihat berpijar itu kini benar-benar terlihat abu-abu tanpa tanda kehidupan.
Setelah cukup lama menatap kosong, Mata Emas Milena bergetar lirih dengan bulu mata hitamnya yang menari ringan. Seolah getaran itu menjadi kuat, setitik air yang mulai terkumpul dan berembun di mata Emas Milena mulai menggenang dan mengalir deras saat ia menangkap sosok lelaki tampan yang tengah berdiri tegap seraya berjalan kearahnya.
"E-eros?"
Menatap Milena yang berada di kursi roda dengan pandangan kosong melihat taman di depannya, hati Eros terasa sakit. Ia mengepalkan tinju tangannya sebelum berjalan mendekat.
Sudah 1 bulan Eros mulai berhenti menampakkan dirinya di hadapan Mulan, sebagai gantinya ia akan menguntit dan mengikutinya. Kesabaran yang Eros lakukan benar-benar terbayar, setelah satu bulan penuh akhirnya Eros menemukan Milena.
Eros terus mengamati Mile pada awalnya, ia takut untuk mendekat ketika melihat kondisi Mile yang begitu menyedihkan. Namun, hatinya tidak dapat lagi bersabar. Ia menguatkan tekad dan mendekat kearah gadis yang begitu berharga untukknya.
Tubuh Eros terduduk tepat di hadapan Milena yang tengah terduduk di kursi roda seraya menatapnya dengan air mata yang terus jatuh.
Tangan Eros yang mengepal terulur untuk menyentuh jemari tangan Milena yang bergetar karena takut dan rasa sakit.
"Mile, apakah aku terlambat?" Suara serak dengan nada yang begitu lirih terdengar dari bibir Eros, pria tampan itu menatap ke dalam mata Emas Mile dalam-dalam dengan air mata yang juga mulai jatuh "Maaf!"
"Aa...aa.." erangan lirih yang tidak beraturan keluar dari bibir Milena, gadis itu menarik tangan yang di sentuh Eros untuk meremas dadanya sekuat mungkin "Seharusnya kau membunuhku! Jika kau begitu membenciku, seharusnya kau membunuhku! Bunuh aku dan bukan bayiku!"
"Mile... Milena... aku, aku benar-benar minta maaf! Kumohon!" Eros menundukkan kepalanya tepat dikaki Milena, ia terus mengulangi apa yang ia ucapkan dengan gemetar
Milena tidak mengatakan apapun lagi, ia hanya menangis dan menatap tubuh Eros yang buram karena air matanya yang membendung.
Hanya suara isak tangis dan Eros yang memohon maaf hingga waktu yang cukup lama terdengar di antara mereka.
Setelah merasa cukup tenang, Milena kembali membuka suaranya "Pergilah! Jangan pernah muncul dalam hidupku lagi!"
"Aaa...?" Seolah sebuah pedang tajam menusuk hati Eros hingga hancur, ia tercekat tidak dapat bereaksi dengan wajar.
Eros mengambil ke dua tangan Milena kedalam genggaman tangannya, ia memohon dan terus memohon ke arah Milena "Mile, aku- berikan aku satu kesempatan lagi! Kumohon setidaknya berikan aku satu kesempatan lagi! Kali ini aku benar-benar akan membahagiakanmu, kali ini aku benar-benar tidak akan menyakitimu!"
"Tidak Eros! Hubungan kita di mulai dengan kesalahpahaman. Tidak peduli apa yang terjadi itu tidak dapat di perbaiki!" Untuk pertama kalinya Milena bersuara dengan tegas "Pergilah dari hidupku! Aku akan mengirim surat Ceraiku untukmu!"
Tubuh Eros menjadi lemas dan mulai kehilangan kekuatan saat Milena mengatakan kalimat terakhir itu seraya melepaskan genggaman tangannya.
Ia mematung bodoh, menatap Milena yang tengah memutar kursi rodanya untuk pergi.
"Aku akan kembali lagi!" Seolah tidak mendengarkan apa yang Milena katakan, Eros berucap dengan tegas menatap punggung Milena. Ia juga berdiri dan berbalik pergi mebinggalkan tempat itu.
Tidak peduli berapa lama waktu yang di butuhkan. Eros memutuskan bahwa ia akan terus mengejar Milena, ia akan terus mengejar cintanya sama seperti Milena kala itu. Kali ini adalah giliran Eros.
Eros akan menunggu Milena kembali padanya. Ia akan Menunggu Milena kembali karena ia Mencintainya.