
Di ch*time, gue ngobrol banyak sama kak Doyoung. Kami ngobrolin hal random, termasuk tentang perkuliahan. Dari cerita kak Doyoung gue jadi tau kalau rumor pak Soman pernah maki-maki mahasiswa itu ternyata bener. Ternyata itu kejadiannya jaman kak Doyoung semester 3, pas ambil kelas pak Soman. Mahasiswa yang kena maki adalah kak Yuta, gara-gara keseringan dateng telat dan duduk dibelakang. Iya, kak Yuta yang kemarin papasan waktu asistensi. Dia seangkatan kak Doyoung.
Nggak lupa, gue juga minta tips dari kak Doyoung "Do & Don't" buat ngadepin kelasnya pak Soman.
"Oiya, ngomong-ngomong kapan kalian mau asistensi lagi?" tanya kak Doyoung sambil menyeruput minumannya.
"Minggu ini, tapi belum tau hari apa kak, belum ngomongin lagi sama Winwin" jawab gue.
"Gue minggu ini agak full sih, palingan bisanya hari kamis kaya kemarin" kata kak Doyoung.
"Oh gitu, yaudah nanti aku bilang ke Winwin kak" kata gue.
"Uncle, minumku nggak habis" kata Rohee.
"Yaudah sini uncle habisin, sayang kalo dibuang, udah dibeliin Jisung" Kak Doyoung kemudian menyeruput minuman Rohee yang tinggal setengah.
"Whoa.. kok berasanya kak Doyoung kayak papanya Rohee ya haha" celetuk gue.
"Masa sih? Dia juga lebih deket sama gue sih daripada sama papanya" kata kak Doyoung.
"Iya kak, muka kak Doyoung sama Rohee juga agak mirip nggak sih?" Gue berpendapat.
"Masa? Emang muka kita mirip, Rohee?" tanya kak Doyoung ingin tau pendapat Rohee.
"Engga, aku miripnya sama mamah, nggak mirip uncle Doy" kata Rohee.
"Berarti mamanya princess cantik dong? Kan princess cantik" sahut Jisung.
"Hahaha Jisung bisa aja" ujar kak Doyoung.
"Kapan-kapan aku mau ketemu mamanya princess" kata Jisung.
"Yaudah kalo main kerumah hari minggu aja biar ketemu mamanya princess" saran kak Doyoung ke Jisung.
"Berarti yang kakaknya kak Doyoung papanya Rohee?" tanya gue.
"Iya bener" jawab kak Doyoung.
"Mirip nggak sama kak Doyoung?" tanya gue.
"Kata orang-orang nggak terlalu mirip sih"
"Lebih ganteng siapa kak? Haha"
"Ganteng uncle Doy!" sahut Rohee.
"Uh bisa aja kesayangan uncle Doy ini!" kata kak Doyoung sambil mengelus rambut Rohee.
"Uncle, pulang sekarang yuk" kata Rohee.
"Oh, udah puas ketemu Jisung nya?" tanya kak Doyoung.
"Udah" jawab Rohee.
"Tapi Jisung masih kangen ga?" tanya kak Doyoung ke Jisung.
"Gapapa, princess udah keliatan capek, nanti kan bisa chat pas dirumah" jawab Jisung.
"Yaudah yuk kita juga pulang dek.." ajak gue ke Jisung.
"Btw, makasih ya Jisung traktirannya" ujar kak Doyoung ke Jisung.
"Makasih juga kak udah bayarin bukunya Jisung" sahut gue.
Kami lalu beranjak dari tempat duduk.
"Bye Jisung!" kata Rohee sambil melambaikan tangan.
Jisung membalas melambaikan tangan.
"Iya kak, hati-hati di jalan ya. Bye Rohee!" kata gue sambil melambaikan tangan.
Kami pun berpisah karena tempat parkir kendaraan kami di lokasi yang berbeda.
"Oiya dek, nanti kita mampir beli takoyaki ya, yang lagi viral itu" kata gue.
"Oh yang pemiliknya orang asli jepang itu?"
"Kok tau?"
"Jisung liat di taktok" kata Jisung.
"Iya, bu nakamoto apa siapa itu namanya" kata gue.
"Tapi uang Jisung habis"
"Kan pake uang kakak. Kita mampir atm dulu ya"
Kami kemudian mampir ke atm yang letaknya di dekat basement parkiran. Atmnya lumayan antri.
Setelah mengantri selama 5 menit, giliran gue tiba. Gue masukin kartu atm gue ke mesin atm.
Kartu atm gue nggak bisa masuk ke mesin atm.
Kenapa ini?
Gue paksain terus tapi tetep nggak bisa masuk.
Gue tengok kearah layar.
Tulisannya bukan "masukkan kartu atm anda" tapi "keluar dan ambil kartu"
Gue berusaha tenang dan mencerna situasi.
Gue coba pencet "keluar dan ambil kartu".
Tiba-tiba keluar kartu atm lain dari mesin atm yang mau gue pake. Gue kaget.
Berarti kartu atm ini punya orang yang make atm sebelum gue?
Bisa gawat nih.
Seinget gue tadi yang pakai atm sebelum gue seorang laki-laki (gue nggak tau mukanya karena cuma liat dari belakang), rambut pendek, terus bajunya warna biru.
Gue juga sempet liat, habis pake atm orangnya jalan kearah kiri, yang artinya menuju kearah parkiran.
"Jisung, tunggu disini" kata gue.
Gue berlari kearah parkiran. Mata gue mencari-cari mana orang yang tadi antri didepan gue.
Ah ketemu! Orangnya baru mau masuk ke mobil.
Syukurlah.
Gue langsung lari kearah orang itu sambil teriak sekenceng-kencengnya...
"Mas....mas....." teriak gue.
"Mas, ini atmnya ketinggalan tadi" kata gue sambil terengah-engah.
Orang itu menoleh, seketika gue kaget.
"Loh, kamu kan..."
"Loh, pak Siwan?"
Kami sama-sama terkejut.