Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
19



*Kamis Pagi*


Kelas Sistem Operasi.


"Selamat pagi, hari ini presentasi kelompok ya?" tanya dosen.


"Iyaa pak" jawab mahasiswa.


"Ada yang sukarela mau maju duluan sebelum saya tunjuk?" tanya dosen.


"Saya pak!" sesuai dugaan gue, Mark mengangkat tangan.


"Baik silahkan"


Mark maju bersama Winwin.


*****


30 menit sebelum kelas berakhir, suasana kelas menjadi semakin santai.


Dosen masih memperhatikan mahasiswa yang sedang presentasi sambil melakukan penilaian, sedangkan mahasiswa lain yang tidak presentasi asyik mengobrol dengan teman di sampingnya tanpa menghiraukan presentasi yang sedang berlangsung, termasuk gue.


Tempat duduk gue persis menghadap ke pintu. Kebetulan pintu dalam kondisi terbuka, jadi bisa melihat orang lalu lalang di koridor, termasuk kak Doyoung yang baru saja lewat.


Kak Doyoung melihat gue dan memundurkan langkahnya. Dia menengok isi kelas. Dosen tak menghiraukannya. Setelah itu dia nyelonong masuk ke kelas.


Dia mendekat dan duduk di kursi kosong sebelah gue.


"Lia! Liat ini" kak Doyoung menunjukkan hp nya.


"Apa kak?" tanya gue.


"Menurut lo mana yang bagus? Buat Rohee" Kak Doyoung menunjukkan IG toko tas.


"Hmm coba aku liat" kata gue.


Kak Doyoung memberikan hp nya ke gue.


Gue liat satu persatu foto produknya.


"Yang ini kak" gue menunjuk salah satu foto.


"Hm. Oke" katanya.


"Habis kelas lo kemana?" tanya kak Doyoung.


"Pulang, emang kenapa kak?" jawab gue.


"Temenin gue yuk ke toko tas ini" kata kak Doyoung.


"Nggak bisa beli online emang?"


"Bisa sih. Tapi gue pengen liat barangnya langsung sebelum beli. Bisa kan temenin gue?"


"Eee, yaudah nanti aku temenin kak"


*****


Selesai kelas, kak Doyoung langsung "menarik" gue kedalam mobilnya.


"Tokonya disebelah mana kak?" tanya gue.


"Lo tau Yangyang Chicken kan?"


"Tau, terus mananya?"


"Utaranya kan ada jalan kecil, nah itu jalan isinya toko-toko baju sama aksesoris gitu. Salah satunya toko tas tadi"


"Baru tau aku, jarang main ke daerah situ soalnya"


"Yaudah nanti habis ini jadi tau kan"


Kak Doyoung menyalakan mobilnya. Kami pun meninggalkan parkiran kampus.


"Mau permen?" Kak Doyoung merogoh laci mobil dan mengambil beberapa permen.


Gue mengambil satu permen dari tangan kak Doyoung.


"Oiya, ngomong-ngomong, gimana progress belajar source code project lo?" tanya kak Doyoung sambil menyetir.


"Ya gitu kak"


"Susah?"


"Iya, huft"


"Lo bisa chat gue kalo ada materi yang kurang paham, gue bales kalo nggak sibuk" kata kak Doyoung.


"Tapi kayanya sibuk terus deh kalo kak Doyoung."


"Coba aja chat gue, siapa tau gue lagi nggak sibuk"


*****


Kak Doyoung memarkirkan mobil di depan toko tas. Kami lalu masuk kedalam toko. Penjaga toko menyapa kami dengan ramah.


"Ada yang bisa dibantu kak?" tanya penjaga toko.


"Mau liat yang ini mba"


Kak Doyoung menunjukkan foto tas yang tadi gue pilih.


Setelah selesai mengecek kondisi tas, kak Doyoung langsung membayarnya.


"Mampir nyapa temen gue di cafe sebelah dulu gapapa kan?" tanya kak Doyoung.


"Gapapa kak" Gue ngikut aja.


Kita lalu ke sebuah cafe yang letaknya sekitar 5 blok dari toko tas tadi.


"Bu.." panggil kak Doyoung ke seseorang.


Orang itu menoleh.


Baru ini gue liat orang mirip karakter anime.


"Eh? Doy. Sini-sini. Sama siapa nih?" tanya orang itu.


"Kenalin ini Lia adek tingkat gue, Lia kenalin ini Bubu, temen SMA gue, yang punya cafe ini" kata kak Doyoung.


"Hai Lia, salam kenal!" kak Bubu mengulurkan tangannya untuk jabat tangan.


"Salam kenal juga kak Bubu" gue membalas jabat tangan kak Bubu.


"Sekalian makan siang aja disini gimana Lia?" tanya kak Doyoung


"Yaudah makan disini aja kak" jawab gue.


"Lantai 2 masih ada yang kosong engga bu?" tanya kak Doyoung


"Lantai 2? Masih kok" jawab kak Bubu.


Gue mengekor kak Doyoung naik ke lantai 2.


Setelah memilih tempat duduk, kami memesan makanan dan minuman.


"Hmm makan apa ya enaknyaa..." gumam kak Doyoung sambil melihat buku menu.


Tiba-tiba cafe memutar lagu yang tidak asing. Gue menikmati lagunya. Tanpa sadar mulut gue komat-kamit ikut bernyanyi.


"Lo tau lagu ini?" tanya kak Doyoung.


"Huum. Ini playlist jaman SMA. Jadi inget jaman SMA kalo denger lagu ini" kata gue.


"Playlist lo jaman SMA?"


"Iya. Ini lagunya The 7th Sense kak, band indie lokal yang sering perform di pensi-pensi SMA daerah sini"


"The 7th Sense band gue sama Bubu" kata kak Doyoung.


"Band kakak sama kak Bubu?"


"Hm. Coba buka fanpage nya di fesbuk"


Gue buka fesbuk dan mengetikkan The 7th Sense Band di kolom pencarian. Setelah ketemu, gue buka profilnya.


"Loh iya, vocalist Bubu, drummer Doy. Daebak! Sekarang masih kak?" tanya gue.


"Udah bubar" kata kak Doyoung.


"Kenapa?"


"Waktu itu ada sedikit masalah. Biasalah namanya juga anak SMA"


"Yah.. sayang banget"


"Lo suka emang?"


"Iya, lagunya enak"


"Jarang-jarang cewek suka musik hardcore"


"Tapi sekarang lebih suka kpop sih"


"Berarti lo belum pernah liat band gue perform ya?"


"Belom kak, cuma sebatas dengerin lagunya aja."


*****


Selesai makan di cafe, kami langsung balik ke mobil.


"Besok bisa dateng kan ke ulang tahun Rohee?"


"Aku ada latihan fisik sih, paling nanti nyusul"


"Latihan fisik?"


"Huum, buat makrab"


Dari dalam mobil, gue tiba-tiba melihat Yeji masuk ke cafe kak Bubu.


"Itu kan mantannya Winwin" batin gue.


Kak Doyoung memundurkan mobilnya. Pandangan gue masih kearah Yeji yang sekarang sedang berpelukan dengan kak Bubu. Eh.. gimana gimana? Pelukan sama kak Bubu?!


Otak gue langsung berspekulasi macem-macem.


"Jangan lupa pakai sabuk pengamannya!" kak Doyoung memecah lamunan gue.