
Setelah membeli bingkisan berisi buah-buahan, gue langsung menuju ke RS.
Sebelumnya Lucas udah kasih tau gue lokasi ruangan Winwin dirawat.
Sesampainya di rumah sakit, gue langsung tanya ke bagian informasi biar lebih jelas.
Menurut info, ruang perawatan Winwin terletak di lantai 3, ruang nomor dua dari lift.
Dari bagian informasi, gue kemudian berjalan menuju ke lift. Setelah pintu lift terbuka, gue masuk kedalamnya. Selain gue, ada seorang perawat yang juga masuk ke dalam lift.
Ketika pintu lift akan tertutup, seseorang dari luar tiba-tiba menahan pintunya.
"Lucas?!"
Dia membawa kantong plastik bertuliskan XiaoMart. Wajahnya terlihat lesu seperti kurang tidur.
"Lia?!"
*****
Setelah sampai di lantai 3, gue dan Lucas keluar dari lift dan menuju ruangan Winwin. Gue berjalan mengikuti Lucas dibelakang.
"Win, liat siapa yang dateng!"
Winwin yang tadinya sedang rebahan sambil membaca buku kaget dengan kehadiran gue.
"Lia? Kok bisa tau gue ada disini?" tanya Winwin yang kemudian bangkit dari rebahannya.
"Sorry, gue yang kasih tau, hehe" ujar Lucas
"Gimana kondisi lo?" tanya gue.
"Udah mendingan kok, demamnya udah turun" jawab Winwin.
Gue lalu mendekat ke samping Winwin dan meletakkan bingkisan buah-buahan di meja.
"Ini ada apel sama pear"
"Makasih.. Jadi ngrepotin"
"Ga repot kok"
"Btw gue mandi dulu ya guys, mau ke kampus habis ini" kata Lucas sambil melingkarkan handuk di lehernya.
"Ada kelas?" tanya gue ke Lucas.
"Yup. Lo temenin Winwin ya selama gue di kampus! Jam 10 balik kok gw. Lo free kan?" tanya Lucas ke gue.
"Eh? Iya gue free"
"Itu di kursi sebelah lo ada cemilan kalo lo mau, yang di kresek XiaoMart"
"Oke"
****
"Emm.. Win, mau gue kupasin apel?" tanya gue basa-basi
"Boleh hehe"
Apel gue cuci bersih dan gue kupas menggunakan pisau buah yang sebelumnya udah gue siapin. Sambil mengupas apel, gue ajak Winwin ngobrol.
"Btw lo baca buku apa itu?" tanya gue.
"Machine learning, mau baca juga?"
"Engga ah, emang ga pusing?"
"Engga"
"Oiya gue tadi malem buka source code project kita, tapi ada yang gue ga ngerti" kata gue.
Padahal gue ga ngerti semuanya.
"Oh gitu? Yaudah nanti gue ajarin"
Gue memberikan apel yang udah gue kupas ke Winwin.
"Btw lo kemarin dicariin kak Johnny" kata gue.
"Iya, dia wa. Kemarin gue lupa ngabarin dia kalo ga berangkat latihan fisik"
"Lo sakit dari sabtu?"
"Engga, gue ada project freelance"
"Oh lo freelance? Freelance apa?"
"Bikin aplikasi web"
"Aaa keren, gue juga pengen kerja freelance"
"Cari-cari info aja, siapa tau ada yang cocok"
"Jangan-jangan lo sakit karena nglembur job freelance?"
"Kayanya. Minggu sore gue drop"
"Gimana ga drop, dari jumat sore sampe minggu siang di depan laptop mulu. Udah gitu lupa makan lagi, cuma minum kopi" omel Lucas yang tiba-tiba sudah selesai mandi.
"Apaan orang gue makan"
"Makan apa lo?"
"Keripik kentang, kan kentang karbohidrat"
"Bener sih. Tapi kan......... Sini gue jitak pala lo"
Gue tertawa.
"Ya ga keripik kentang juga kali win, kalo kentang rebus mah gapapa" kata gue ke Winwin.
Lucas dan Winwin kembali berargumen.
******
Setelah mereka lelah berargumen...
"Tadi suster yang ngasih obat pagi udah ke ruangan belom?" tanya Lucas sambil memasukkan baju kotor yang dibawanya dari kamar mandi.
"Belom"
"Oiya si Yumi ga ikut lu kesini?" tanya Lucas ke gue.
"Engga, dia katanya ada acara. Jadi nitip salam aja buat kalian"
"Mungkin dikiranya ada Mark kali disini" kata Lucas.
"Emang kenapa kalo ada Mark? Kan pacarnya" tanya Winwin.
"Mereka lagi marahan" kata Lucas.
"Masa sih? Perasaan kemarin habis kelas pak Soman mereka masih pergi bareng. Yumi juga ga ada cerita apa-apa" gue bertanya-tanya.
"Gatau pokoknya si Mark sampe marah banget. Yaudah gue cabut dulu ya, keburu telat" kata Lucas.
"Iya, hati-hati dijalan cas!" kata gue.
"Lia, pastiin Winwin minum obatnya ya. Takutnya sama dia dilepeh!"
"Hahaha siap!"
"Apa sih lo! Emang gue bocil?!" ujar Winwin.
Tanpa meladeni Winwin, Lucas menggendong tasnya lalu pergi.
Tak lama suster masuk ke ruangan untuk memberikan obat.
Obat Winwin terdiri dari 3 tablet, salah satunya vitamin.
"Gue ga bisa kalo ga pake pisang" kata Winwin.
Winwin mengambil pisang di meja yang ada disampingnya. Kemudian ia gunakan untuk minum obat.
Setelah Winwin minum obat, dia lanjut membaca buku.
"Emm lu kalo udah bosen mau pulang gapapa, gue jadi ga enak" kata Winwin.
"Gapapa. Gue sekalian nunggu kedai takoyaki buka. Nanti gue mau mampir"
"Takoyaki mana?" tanya Winwin.
"Yang viral di Taktok itu loh, yang punyanya bu Nakamoto"
"Itu kan punya bang Yuta"
"Bang Yuta jurusan kita?"
"Iya, yang kita ketemu di asistensi kak Doyoung. NY takoyaki kan namanya?"
"Gue lupa namanya, cuma inget kalo yang punya namanya bu Nakamoto. Serius punya bang Yuta?"
"Iya, kan namanya Nakamoto Yuta. Bu Nakamoto yang sering muncul di Taktok itu emaknya. Dia 'ngejual' emaknya"
"Baru tau loh gue"
"Kenapa ga 'ngejual' diri dia sendiri?"
"Ga tau juga gue, mungkin kalo emaknya biar kesannya mom's touch"
"Hmm iya juga sih"
"Eh tapi kalo hari selasa jualannya bukan di streetfood, tapi didepan rumahnya"
"Dimana rumahnya?"
"Selatan Ten Hotel persis"
"Oh disitu"
"Ah gue jadi pengen takoyaki" kata Winwin.
*****
Winwin masih membaca buku, sedangkan gue main hp.
"Lia, boleh minta tolong ga?"
"Apa?"
"Kepala gue nyeri, mau tiduran, bisa tolong bacain bukunya?"
"Hah? Yaudah sini bukunya"
Winwin memberikan bukunya ke gue.
"Bukunya pake bahasa inggris?!" kata gue kaget.
"Huum" Winwin mengangguk.
"Gapapa kok kalo aksen lo lokal, gue tetep paham" lanjutnya.
"Lo ngetes kemampuan speaking gue?"
*****
"Application of machine learning methods to large databases is called data mining................"
"...........................................control, and troubleshooting"
"In telecommunications, call patterns are......................."
"...................provide solutions for all possible situasions"
"Hmmm... menarik juga. Berarti intinya data mentah bisa diolah menjadi dasar dalam pengambilan keputusan gitu ya Win?" tanya gue.
"Win?"
"Yah dia tidur"
Berasa ngedongengin bayi.