Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
17



Perut gue mulai lapar.


Tadi Lucas ngebolehin gue buat ambil cemilan didalem kresek XiaoMart yang ia tinggal di kursi.


Gue buka kreseknya, didalemnya ada homran ball, potato chips, garlic bread, dan beberapa mie cup.


Gue pilih homran ball, sejenis kue sus mini yang kalo dimakan, coklat didalemnya langsung lumer.


Sambil nyemil, gue nonton drakor di hp.


Setelah agak bosen nonton drakor gue beranjak dari kursi dan melakukan peregangan.


Gue liat kearah Winwin. Dia masih tidur pules.


Tidur aja imut banget.


Gue mendekat ke Winwin.


Jadi pengen pegang pipinya.


Tangan kanan gue otw. Tapi kemudian berhenti karena ragu.


Gue sama aja kayak kak Jinhyuk dong kalo main pegang-pegang pipi orang sembarangan?


"Tapi asal ga ketahuan gapapa sih" bisik setan didalam diri gue.


Gue coba bangunin dia dulu buat mastiin seberapa lelap tidurnya.


"Win...win...."


Dia nggak bangun.


Aman.


Gue usap pipi Winwin dengan punggung jari gue.


Halus banget pipinya.


Kemudian gue sentuh pipi Winwin dengan telapak tangan gue.


"Kok bisa orang seimut ini!" ucap gue tanpa sadar.


Winwin tiba-tiba membuka mata dan menarik tangan kanan gue yang sedang menyentuh pipinya. Badan gue otomatis ketarik ke badan dia.


Muka gue jadi deket banget sama muka dia. Sekitar 10 cm.


Gue kayak maling yang ketangkep basah.


"Jangan pernah lakuin ini ke cowo lain" bisiknya.


Jantung gue serasa berhenti.


Gue langsung bangkit ke posisi semula dan melepaskan diri dari tangan Winwin.


"Sorry... gue cuma penasaran soalnya kulit lo bagus" kata gue berusaha menahan gugup.


*****


Setelah dari rumah sakit gue langsung ke NY Takoyaki dan pesen 2 bungkus. Disana gue ketemu bang Yuta (gue jadi ikut-ikut Winwin manggilnya "bang").


"Loh temennya Winwin kan?" tanya bang Yuta.


"Iya bang, hehe"


"Kok tau jualan gue disini? Biasanya cuma anak otaku yang tau"


"Dikasih tau Winwin"


"Oh gitu, dari kampus nih?"


"Engga bang, dari rumah sakit"


"Loh siapa yang sakit?"


"Winwin"


"Hah? Tu anak sakit apa?"


"Demam sama kecapekan, habis nglembur job freelance katanya"


"Oh, gue ga tau. Entar gue tengokin juga deh, di rumah sakit mana dia?"


Bang Yuta menuang adonan ke takoyaki pan. Setelah itu dia menaruh potongan octopus ke masing-masing bulatan.


"Btw lo jadi panita makrab?" tanya bang Yuta.


"Iya bang, gue divisi kesehatan"


"Oh gue divisi konsumsi, tapi gue jarang ikut rapat soalnya ngurusin dagangan juga. Kesehatan sama Johnny ya?"


"Iya bang, kalo konsumsi siapa?"


"Si Doy, sohib gue sendiri, makanya gue bisa jarang ikut rapat"


"Kak Doyoung aslab (asisten lab)?"


"Yoi. Btw lo kapan itu dibentak Soman?"


"Hahaha berani banget bilang Soman ga pake 'Pak'"


"Mumpung ga ada orangnya"


"Iya bang, kok tau kalo gue dibentak?"


"Di tongkrongan ada yang bilang, tapi gue lupa siapa"


"Jadi malu gue beritanya ampe nyebar, bang Yuta juga pernah kena omel Pak Soman kan? Hahaha"


"Heh kok lu tau?"


"Kata kak Doyoung"


Setelah takoyaki pesanan gue matang, bang Yuta memasukkannya ke wadah plastik bundar.


"Berapa bang?" tanya gue.


"20ribu aja"


"Berarti dua 40rb?"


"Engga, dua 20rb"


"Serius bang? Di streetfood kemarin beli dua 40rb an"


"Gapapa gue kasih diskon buat temennya Winwin"


"Ah serius bang?"


"Yap"


"Ya ampun jadi enak, makasih ya bang, semoga semakin laris jualannya"


"Amin. Jangan lupa minggu depan mampir ke stand gue di festival kewirausahaan di auditorium kampus"


"Siap bang"


*****


*Malam harinya*


Selesai mengajari Jisung mengerjakan PR, gue balik ke kamar.


Gue lanjutin nonton drakor yang tadi gue tonton di rumah sakit.


Tadi drakornya seru banget, tentang kelompok yang mengusir roh jahat.


Karena nontonnya sambil rebahan gue malah ketiduran.


Paginya gue bangun dengan hp yang masih ada di tangan.


Gue cek hp ternyata semalem ada chat masuk...


Winwin IT


Facial wash gue henka perfect whip


Winwin IT


Tadi lo bilang kulit gue bagus