Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
24



Rabu pagi.


Hari ini gue nggak ke kampus karena kuliah online. Dosen hanya memberikan tugas untuk membuat paper dan di submit ke platform e-learning jurusan. Jadi bisa gue kerjain dari rumah.


Mata gue masih terasa berat karena semalam cuma tidur 3 jam. Kejadian kemarin siang cukup membuat gue susah tidur.


Suasana rumah saat ini sepi. Jisung sekolah, bokap gue kerja, dan nyokap gue ada perkumpulan klub senam. Gue sendirian dirumah.


Yumi katanya mau ke rumah ngerjain tugas bareng. Mungkin bentar lagi dia sampai.


Dengan badan masih sempoyongan habis bangun tidur, gue menuju ke dapur untuk menyiapkan cemilan sambil menunggu Yumi datang.


TING TONG!


Suara bel berbunyi.


Gue langsung menuju kedepan dan membuka pintu.


"Yum..."


"Selamat pagi Lia!"


Setelah sadar siapa yang datang gue langsung reflek menutupi muka yang nggak tau gimana bentuknya karena baru bangun tidur.


"Lo kenapa?" tanya Winwin heran.


*****


Setelah mandi gue menemui Winwin yang sedari tadi duduk di teras rumah.


"Nggak mau masuk?" tanya gue.


"Engga, gue cuma mau nganterin ini" Winwin menyodorkan sebuah tas kresek berwarna putih.


"Apa ini Win?" tanya gue sambil melihat isi di dalamnya.


Ada kotak makan dan termos kecil.


"Bubur ayam sama teh bunga anchan"


kata Winwin.


"Bunga anchan?"


"Huum. Kata tantenya Lucas kalo minum teh bunga anchan pikiran lo akan lebih tenang"


*****


"Lo bilang siapa tadi namanya?" tanya Winwin.


"Jinhyuk, kating tahun ke-4" jawab gue sambil menyendok bubur ayam pemberian Winwin.


"Lo serius?"


Winwin seakan tidak percaya apa yang gue bilang barusan.


"Iya, ngapain gue bohong" ujar gue.


"Padahal citra dia itu mahasiswa teladan kebanggaan kampus, terkenal religius juga" kata Winwin.


"Sebagai gambaran, kalo mahasiswa teladan tahun ke-3 itu kak Doyoung, nah tahun ke-4 itu Jinhyuk" lanjut Winwin.


"Hah?" Gue melongo.


Kayak gitu teladan.


"Gue nggak nyangka dia orang yang gangguin lo" kata Winwin.


Winwin menengguk teh hangat yang gue sajikan.


"Pokoknya sementara lo kalo kemana-mana apalagi ke kampus jangan sendirian. Kalo lagi nggak ada gue lo cari Yumi kek atau siapa temen lo" ujar Winwin.


Gue mengangguk.


Beberapa saat kemudian, Yumi datang. Winwin lalu pamit karena ada kuliah.


"Yaudah nanti sore gue jemput ya, gue ke kampus dulu" kata Winwin.


"Hati-hati" kata gue sambil melambaikan tangan.


"Mau ngedate?" tanya Yumi


"Belanja buat persiapan makrab"


"Oh"


*****


Sorenya Winwin datang menjemput gue.


"Motor lo mana?" gue melihat ke sekeliling.


"Gue bawa mobil" kata Winwin.


"Lo beli mobil baru?"


"Enggak, gue pinjem"


"Pinjem siapa?"


"Hmm papi Siwan hehe" jawab Winwin dengan malu-malu.


Jisung tiba-tiba muncul dari dalam rumah.


"Kak Winwin.." sapa Jisung sambil mengemut permen lollipop.


Bibir dan lidahnya kini berwarna biru akibat mengemut lollipop.


"Iyaa.." jawab Winwin.


"Mau kemana?" tanya Jisung.


"Mau pergi sama kakak" jawab Winwin.


"Kamu nggak usah ikut" sahut gue.


"Ah ikuuut....."


Karena Jisung memaksa, terpaksa gue mengajak dia.


Di dalam mobil, gue duduk di samping Winwin sedangkan Jisung dibelakang.


"Kak, katanya koleksi actionnya figure kakak banyak banget? Mau dong aku kerumah kakak, pengen liat" kata Jisung ke Winwin.


"Yaudah main aja, nginep juga boleh" kata Winwin.


"Kak Lia ayo hari ini kita nginep di rumah kak Winwin!" ajak Jisung antusias.


Gue dan Winwin langsung liat-liatan.


"Nggak boleh lah, nanti dimarahin mami" kata gue.


"Tenang, nanti Jisung tinggal nangis sekencang-kencangnya biar permintaan Jisung dikabulin sama mami" kata Jisung dengan percaya diri.


Winwin langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kakak kan cewek, kak Winwin cowok, nggak boleh nginep bareng lah" gue berusaha menjelaskan.


"Emang kenapa?" tanya Jisung dengan polosnya.


Gimana ya ngomongnya? Harus hati-hati nih.


"Emm itu....."


"Ya nanti bisa terjadi hal yang diinginkan" sahut Winwin.


Winwin langsung gue tabok.


*****


Sesampainya di supermarket gue dan Winwin langsung mengambil troli dan mencari barang-barang yang kami butuhkan.


"Sandal jepit butuh nggak sih?" tanya gue.


"Butuh lah" jawab Winwin.


Gue memasukkan 2 pasang sandal jepit smallow ke troli.


Winwin tertawa kecil.


"Kenapa?" tanya gue.


Apa yang lucu?


"Sandal kita couple" kata Winwin.


"Jisung!" panggil seseorang.


Kami bertiga menoleh ke sumber suara.


"Princess?!" Jisung terkejut.


Rohee terlihat berbelanja bersama Omanya.


"Nak Lia, jumpa lagi kita" kata ibu kak Doyoung.


"Iya tante, gimana kabarnya tante?" tanya gue.


"Baik. Ayo kapan main kerumah lagi?"


"Iya tante, kapan-kapan saya main ya"


"Bener lho ya, tante tunggu"


Setelah mengobrol sebentar dengan ibu kak Doyoung dan membeli semua barang yang dibutuhkan, kami pun pulang kerumah.


Dalam perjalanan pulang kerumah Jisung ketiduran di belakang.


"Lo kok udah akrab sama nyokapnya kak Doyoung?" tanya Winwin penasaran.


"Waktu itu gue pernah kerumahnya, waktu jemput Jisung. Keponakan kak Doyoung kan temen sekolahnya Jisung" jawab gue.


"Tadi Jisung ngebisikin gue, katanya si Princess Princess itu pacarnya" kata Winwin.


Gue cuma tertawa.


"Emang pacaran beneran?"


"Jisung doang yang ngerasa pacaran, tapi Rohee engga"


"Kok gue nyesek dengernya, semangat ya Jisung" kata Winwin ke Jisung yang sedang tertidur.