Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
25



Peserta makrab yang merupakan maba teknik informatika sudah berkumpul di boulevard kampus. Mereka tampak sangat gembira dan antusias mengikuti acara ini.


Acara makrab ini sifatnya tidak wajib, jadi mahasiswa baru boleh ikut boleh tidak. Tahun ini yang ikut jumlahnya sekitar 100 peserta. Lebih banyak dari tahun kemarin.


Divisi acara terlihat melakukan presensi dan mengarahkan peserta untuk berbaris sesuai dengan posisi yang telah ditentukan. Setelah itu ketua panitia makrab memberikan sambutan sebagai pembukaan acara makrab ini.


Setelah sambutan selesai, divisi acara mengarahkan peserta makrab untuk masuk ke bus masing-masing.


Kak Johnny dan beberapa ketua divisi sudah berangkat duluan ke lokasi makrab dari H-1. Mereka mempersiapkan segala sesuatunya di lokasi bersama divisi perkap.


Setelah prosesi pembukaan beres, bus diberangkatkan. Ada 6 bus yang menampung peserta dan panitia makrab.


Kami sampai di lokasi sekitar jam 1 siang. Sampai di lokasi, divisi acara melakukan presensi kembali. Setelah itu, peserta langsung membangun tenda dibantu oleh panitia.


Lokasi makrab adalah di bumi perkemahan yang berada di lereng gunung, sehingga udaranya dingin. Di area bumi perkemahan ini ada danau kecil yang katanya airnya bisa berubah warna.


Gue dan anggota divisi kesehatan lainnya termasuk Yumi dan Winwin mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di posko kesehatan. Selain divisi kesehatan, ada juga perwakilan dari anak PMI.


Perlengkapan seperti obat-obatan, tandu dan lainnya telah selesai kami siapkan di posko. Posko kami adalah sebuah tempat seperti pendopo.


Tak terasa sudah jam 4 sore. Udara terasa semakin dingin.


Sebagian kecil peserta dan panitia tampak mengantri untuk mandi. Kalau gue sih nggak kuat mandi.


Jam 6 sore, divisi konsumsi yang diketuai oleh kak Doyoung mulai membagikan makan malam untuk peserta dan panitia. Menunya sederhana. Ada nasi, tempe, dan sup. Menyesuaikan budget. Walaupun menunya sederhana tapi terasa nikmat karena kebersamaan kami semua.


Selesai makan, peserta dikumpulkan melingkari api unggun untuk menghangatkan diri.


Sembari menghangatkan diri, perwakilan dosen memberikan sambutan dan nasehat untuk peserta makrab.


Gue dan yang lain berjaga di posko, sesekali ada yang datang dan mengeluhkan sakit.


"Eh ada tolak angin nggak?" bang Yuta tiba-tiba datang.


"Ada bang, masuk angin emang?" tanya gue.


"Iya nih" kata bang Yuta.


Gue lalu mengambil tolak angin di kotak obat dan memberikannya ke bang Yuta.


"Katanya lo mau cari cewek, tapi baru hari pertama udah masuk angin" celetuk kak Johnny.


"Tau aja lo John. Gimana dong nih" kata bang Yuta.


"Udah ada yang lo incer belom?" tanya salah satu kating.


"Belom, tadi gue sibuk ngurusin tempe goreng noh, jadi belom sempet keliling liat maba" jawab bang Yuta.


"Sama Yumi aja nih, single dia sekarang" celetuk kating yang lain sambil menunjuk Yumi.


"Emang udah nggak sama si itu lagi? Siapa tuh yang suka ngomong inggris?" tanya bang Yuta.


"Mark"


"Nah iya. Mag" ujar bang Yuta.


"Mark! Bukan Mag"


Bang Yuta pergi dan kembali sambil membawa teh hangat untuk dia sendiri. Kemudian dia rebahan di tandu yang sedang tidak digunakan.


"Dulu padahal gue juga ngedeketin Yumi waktu ospek, tapi ternyata malah jadian sama si Mag" curhat bang Yuta tiba-tiba. "Gue yang TOEFL nya cuma 300 langsung sadar diri" lanjutnya.


"Berarti kalo mau ngedeketin Yumi TOEFL minimal harus 550 ya" canda salah satu kating.


"Bener, syaratnya sama kayak kalo lo mau daftar beasiswa keluar negeri" kata bang Yuta.


"Apaan sih, udah deh" Yumi terlihat bad mood dengan pembicaraan para kating.


"Eh atau sama Lia aja nih Yut, katanya dia jomblo dari masuk kuliah" celetuk kak Johnny.


"Kenapa jadi gue yang kena" kata gue.


Pada nggak tau aja gue udah punya pacar.


"Gue nggak mau makan temen" kata bang Yuta.


*****


Beberapa anggota divisi kesehatan ada yang keliling dari tenda ke tenda menanyakan apa ada keluhan (sekaligus tebar pesona) dan ada yang keluar dari bumi perkemahan untuk melarikan salah satu peserta yang sakitnya cukup parah ke klinik terdekat.


Gue dan Winwin termasuk yang ditugaskan menjaga posko. Kami duduk bersebelahan. Di depan kami ada box obat tertata rapi diatas meja.


"Lucu banget deh kita pakai sandal couple" kata Winwin sambil melihat kearah bawah sambil tertawa kecil.


Dia mensejajarkan kakinya dengan kaki gue.


Padahal sandal smallow sama semua bentuknya.


Kebahagiaannya sesederhana itu.


Tiba-tiba salah satu anggota divisi kesehatan datang.


"Win ada yang mau pingsan, bantuin bawa ke pendopo yuk" katanya.


Winwin beranjak dari tempat duduknya.


"Gue kesana dulu ya" kata Winwin ke gue.


Gue mengangguk.


Winwin lalu pergi bersama salah satu panitia tadi ke tenda peserta sambil membawa tandu dan barang yang dibutuhkan.


Gue lalu bermain hp. Untung disini masih ada sinyal.


Gue baru inget kalo 2 hari lalu Yeji ngechat gue "Hai".


Chatnya udah gue bales "Hai" juga tapi sampai sekarang belum ada balasan lagi.


Gue bingung. Kenapa dia bisa tau IG gue? Terus apa tujuan dia ngechat gue?


Tiba-tiba kak Doyoung datang ke posko kesehatan dengan kondisi siku yang lecet-lecet.


"Ada obat merah nggak?" tanyanya.


"Ada kak, bentar.."


Gue mengambil obat merah dari kotak.


Gue lalu melihat kearah luka kak Doyoung dengan seksama.


"Eh kak itu harus dibersihin dulu, masih ada kotorannya tuh. Nih pake kapas dibasahin pake air terus di tap-tap" gue menyodorkan kapas ke kak Doyoung.


"Tolong lo tap-tap in dong.."


"Gue takut liat luka gue sendiri"


"Eh?"


Ini yang katanya dulu suku tawuran?


Kak Doyoung duduk di kursi yang tadinya dipakai Winwin. Gue lalu men tap-tap luka kak Doyoung dengan kapas yang udah gue basahin dengan sedikit air.


"Kok bisa luka kenapa kak? Jatuh?" tanya gue.


"Dijorokin Yuta tadi, kurang ajar tu bocah"


Gue mau ketawa tapi gue tahan.


Setelah lukanya bersih, gue tap tap pakai obat merah.


"Aduh.." kak Doyoung meringis perih.


Gue cume terheran-heran.


"Waktu SMA kak Doyoung beneran sering tawuran?" gue memastikan.


Kak Doyoung tertawa kecil.


"Nyokap gue ya yang cerita?"


"Iyaa, gue kaget dengernya"


Ups, maaf tante, saya keceplosan. Padahal nggak boleh bilang.


"Lo nggak percaya ya kalo gue dulu suka tawuran? Muka gue kan keliatan kayak cowok baik-baik" kata kak Doyoung dengan percaya diri.


Gue mengangguk.


"Lagian masa cowok yang dulunya suka tawuran takut liat lukanya sendiri" ujar gue.


"Kan tawurannya udah lama" kata kak Doyoung.


Setelah gue selesai membersihkan lukanya, kak Doyoung kembali ke tenda.


Jam menunjukkan pukul 21.00.


Di posko gue sekarang cuma ada gue sama satu anak PMI cewek.


Gue masih di posisi semula jagain meja obat sedangkan dia rebahan di tandu sambil main hp. Anaknya pendiem banget, sedangkan gue lagi males basa-basi. Jadi kami nggak ngobrol sama sekali.


"Winwin kenapa lama banget. Yang lain juga kenapa nggak balik-balik?" batin gue. Gue mulai bosan.


Tanpa sadar gue ketiduran di meja obat.


*****


"Lia..." seseorang membangunkan gue.


Gue lalu terbangun dan membuka mata..


"Pindah ke tenda aja yuk tidurnya" kata Winwin.


Eh?


Gue masih loading mencerna perkataannya.


"Gantian gue yang jaga"


"Oh!"


Anggota divisi kesehatan mulai berdatangan satu persatu ke posko.


"Yang cewek-cewek tidur sekarang aja, biar yang cowok-cowok yang jaga posko" perintah kak Johnny.


Gue dan panitia cewek lainnya kemudian beranjak ke tenda untuk tidur, termasuk anak PMI cewek.


"Jepit rambut lo bagus" celetuk Yumi sambil melihat kearah jidat gue.


Jepit rambut?


Gue meraba rambut gue dan menemukan sebuah jepit rambut kecil berwarna rose gold dan berbentuk hati.


Kenapa jepitan ini ada di rambut gue?


*****


Semua panitia di tenda gue sudah tertidur pulas kecuali gue. Kami tidur berdempet-dempetan seperti ikan yang sedang dijemur. Semakin malam, suhu semakin dingin.


Gue masih memandangi jepit rambut berbentuk hati yang tadi tiba-tiba ada di rambut gue.


Siapa yang masang ini di rambut gue? Apa mungkin Winwin?


"Yang sikunya lecet tadi pacar kakak ya?" tanya si anak PMI pendiam yang berbaring di samping gue.


Gue kaget dia belum tidur.


"Dia yang masang jepitan itu di rambut kakak"