Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
18



*Pagi hari di kampus*


"Menurut kalian siapa dosen paling ganteng di kampus kita?"


"Pak Kai lah!"


"Hmm kalo menurut gue pak Dio"


"Menurut gue kak Doyoung"


"Kak Doyoung bukan dosen kali"


"Tapi kan ngajar"


"Bisa ngebedain dosen sama asisten lab nggak sih?"


"Hahahahaha"


"Kak Doy vibe dosen banget tau"


"Kalo menurut Lia sama Yumi pasti pak Soman paling ganteng hahaha"


"Ngejek lo?"


"Eh eh kalian ada yang udah nyobain takoyaki yang viral itu?"


"Yang mana?" "Viral?" "Yang di Taktok?"


"Iya, katanya yang jual orang asli Jepang."


"Itu punya anak jurusan kita tauu, katanya anak tahun ke-3"


"Siapa?" "Punya kating?"


"Yu..yu..siapa gitu"


"YUTA"


"Hah serius?" "Oh bang Atuy"


Sembari menunggu pak Kai datang, kami mahasiswa bercengkerama di depan ruangan kelas yang masih terkunci.


"Yum!" panggil gue ke Yumi yang ada disamping gue.


"Hm?"


"Cek wa"


Yumi mengecek wa nya


*****


Lia


U ok?


Yumi IT


????


Lia


Kata lucas lo marahan sama mark?


Yumi IT


Iya hehe, biasa sih kita emang sering berantem, ntar paling baikan lagi


Moga cepet selesai masalah lo


Kalo lu butuh curhat bisa ke gue loh


Yumi IT


👍👍


*****


Tak lama pak Kai datang. Kami langsung masuk kedalam ruangan dan menempati kursi satu per satu. Kelas pun dimulai.


"Selamat pagi semuanya, kita quiz dulu ya.." kata pak Kai di depan kelas.


"Waduh gue belum belajar lagi"


"Contekin gue"


"Bentar bolpen gue jatoh"


"Kertas kertas... minta kertas dong"


Bisik beberapa mahasiswa.


Pak Kai menampilkan laptopnya ke layar.


"Soalnya ada di layar ya, saya beri waktu 30 menit" kata pak Kai.


*****


Selesai kelas pak Kai, gue masih duduk-duduk di depan kelas bareng Yumi dan yang lain.


Tiba-tiba Lucas nelfon..


"Nanti sore ke apartemen Winwin bisa kan?!" tanya Lucas.


"Emang ada apa?" tanya gue balik.


"Menyambut Winwin dari rumah sakit"


"Oh udah boleh pulang? Jam berapa?"


"Jam 3 ya."


"Sama siapa aja?"


"Gue, Mark, ada tante gue juga. Bisa dateng kan?"


"Mmmm bisa sih"


"Yumi ajakin sekalian ya!"


"Iya, ini orangnya disamping gue, entar gue bilangin"


"Sip. Yaudah gue tutup. Sampai jumpa entar sore"


Lucas menutup telfonnya.


Ajakan Lucas lalu gue sampein ke Yumi.


"Ada Mark ya?" tanya Yumi.


"Huum" jawab gue.


"Emm gue nggak ikut dulu deh" kata Yumi.


*****


Sorenya gue dateng ke wudaoying hutong, apartemen tempat tinggal Lucas dan Winwin.


Penyambutan Winwin diadakan di unit Lucas yang berada di samping unit Winwin.


"Masuk Lia!" kata Lucas.


Di dalem apartemen ada Lucas, Mark, dan tantenya Lucas.


"Tante kenalin ini Lia temen kampus kita" kata Lucas.


"Halo tante" sapa gue sambil mengajak tante Lucas berjabat tangan.


"Hai" tante Lucas membalas jabat tangan gue.


"Btw gue tinggal ke rumah sakit ya jemput Winwin" kata Lucas.


Lucas kemudian pergi menjemput Winwin


Gue mendekat ke tantenya Lucas yang sedang menyiapkan makanan.


"Ini namanya masakan apa tante?" tanya gue.


"Ini chinese hot pot, makanan kesukaan Winwin" jawab tantenya Lucas.


"Wah dari baunya aja udah enak banget tante" kata gue.


"Enak dong, kan tantenya Lucas jago masak" sahut Mark yang sedang menata balon dekorasi.


"Haha makasih lho Mark. Lia mau coba cicipin?"


"Ngomong-ngomong, Yumi nggak mau ikut ya Lia?" tanya Mark.


"Iya, kenapa sih kalian marahan segala? Tumben banget" tanya gue.


"Ya namanya juga hubungan, pasti kadang ada pasang surutnya" jawab Mark.


******


"SURPRISE!!"


Winwin terkejut.


"Kalian nyiapin semua ini?" ujarnya terlihat senang.


"Nih tante juga udah masakin makanan kesukaan kamu" kata tante Lucas


"Ya ampun ada tante juga" kata Winwin.


"Makasih banyak guys, gue jadi terharu" lanjut Winwin.


"Jangan sakit lagi lo!" kata Mark.


"Tapi kalo gue sakit kan kalian jadi perhatian" kata Winwin.


"Mau ditabok?" ujar Lucas.


"Sabar cas sabar..." kami tertawa.


"Yaudah yuk kita makan dulu" kata tante Lucas.


*****


Selesai makan kami lanjut ngobrol-ngobrol.


"Eeee jangan lupa diminum obatnya Win"


kata gue ke Winwin yang duduk disamping gue.


"Iya, hehe. Btw kemarin bang Yuta nengokin gue bawa takoyaki. Pasti tau dari lo ya"


"Iya soalnya kemarin dia nanya gue darimana"


"Hmm lo nanti mau mampir ke unit gue nggak? Unit gue disebelah" ajak Winwin.


"Boleh?"


"Boleh lah"


Setelah beberes di unitnya Lucas, Mark langsung buru-buru pulang karena mau mabar. Sementara itu, gue mampir ke unit Winwin.


"Sini duduk" Winwin mengajak duduk di sofa.


"Iya"


Gue melihat sekeliling. Mata gue tertuju ke sebuah foto anak kecil yang dibingkai di dinding. Gue lalu mendekat ke foto itu.


Gue seperti familiar dengan anak kecil di dalam foto tersebut


"Emm itu gue, hehe" kata Winwin.


"Btw mau ngemil apa? Gue punya apa ya di kulkas..." lanjut Winwin sambil membuka kulkas.


"Gausah, masih kenyang gue"


Gue kemudian duduk di sofa.


"Oh ternyata gue ga punya apa-apa di kulkas" Winwin kemudian menutup kulkas.


"Hahaha gimana sih"


"Kita enaknya ngapain yaa.." Winwin mencari ide.


"Emm lo mau gue tunjukkin koleksi action figure gue nggak?" tanya Winwin.


"Action figure?"


"Iya, sini-sini"


Gue mendekat ke Winwin.


Winwin menunjukkan lemari kaca kecil yang didalamnya tertata action figure anime.


"Banyak juga koleksi lo"


"Iya, ini aja udah ada yang gue jual ke bang Yuta."


"Ini namanya apa?" tanya gue sambil menunjuk ke salah satu action figure.


"Oh, itu Eren"


Gue sebenernya nggak begitu ngerti tentang anime, tapi gue berusaha antusias aja biar Winwin seneng.


"Jisung kan suka one piece, ini gue kasih buat Jisung ya" kata Winwin sambil memberikan action figure nya ke gue.


"Bukannya ini mahal?"


"Emm yang ini nggak mahal kok"


"Wah makasih loh Win"


Kemudian kami duduk kembali ke sofa.


"Ga minum obat?" tanya gue.


"Oiya, mana ya tadi obatnya"


Winwin merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah kantong kecil bertuliskan Kun Hospital. Dia mengeluarkan semua obat yang ada di dalam kantong itu. Setelah itu dia minum obatnya satu per satu menggunakan pisang sisa dari rumah sakit kemarin.


"Udah" katanya setelah selesai minum obat.


"Yaudah lo istirahat aja, gue mau balik sekarang takut kemaleman" gue bersiap untuk pergi.


"Naik apa pulangnya?" tanya Winwin.


"Naik ojol"


"Gue anterin sampe bawah ya, bentar gue ambil jaket dulu."


Winwin beranjak dari sofa menuju lemari.


"Sebenernya nggak perlu dianterin sih" kata gue.


Winwin mengambil jaketnya dari lemari.


"Yuk!" kata Winwin.


Kami lalu turun ke bawah.


Sesampainya dibawah..


"Udah sampai mana ojolnya?" tanya Winwin.


Gue cek hp gue.


"Udah di lampu merah depan nih" kata gue.


"Udah deket berarti" kata Winwin.


Winwin tiba-tiba memakaikan jaket yang tadi ia bawa ke gue.


"Nih gue pinjemin, biar lo ga masuk angin kayak kemarin"


"Eh?" gue sedikit terkejut.


"Udah pake aja!"


Setelah itu driver ojol datang.


"Atas nama Mba Lia ya?"


"Iya bang"


Abang ojol lalu memberikan helm ke gue.


"Hati-hati ya bang bawa motornya" kata Winwin ke abang ojol.


"Siap" jawab abang ojol.


"Pulang dulu ya" kata gue ke Winwin.


"Kabarin kalo udah sampe rumah!"