Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
14



Selesai praktikum, gue berkemas untuk pulang.


Baru ini gue melalui praktikum tanpa Winwin.


Winwin kemana ya?


Tiba-tiba ada chat masuk..


Mami


Lia pulang kuliah jam berapa?


Lia


Ini udah selesai, knp mam?


Mami


Bisa jemput dedek ga? Mami mau nengok anak temen mami yang lahiran nih


Lia


Oke biar aku jemput mam.


Mami


Ini mami shareloc ******


"Lia! Udah mau balik?" Kak Doyoung yang tadinya sedang menghapus tulisan di whiteboard menghampiri meja gue.


"Iya kak, tapi mau jemput Jisung dulu sih dirumah temennya."


"Kerumah gue dong?"


"Maksudnya?" tanya gue bingung.


"Iya, Jisung kan lagi dirumah gue. Barusan ibu gue bikin story Rohee lagi main sama Jisung."


"Bentar bentar.... " kata gue.


Gue cek shareloc dari mami gue.


"Ini di Guri Residence nomer........."


"0102?" sahut Kak Doyoung.


"Loh iya kak."


"Iya itu rumah gue, bareng gue aja turunnya."


"Emang udah ga ada kerjaan lagi kak?"


"Udah kelar, habis ini asisten lain yang ngajar. Bentar ya gue ambil tas dulu"


"Iya kak"


Kak Doyoung mengambil tasnya di ruang asisten.


"Yuk cabut" ajak kak Doyoung.


"Yuk kak."


"Lia naik mobil aja bareng gue, motornya tinggal disini, nanti baliknya gue anterin sampe rumah."


"Malah ngrepotin kak Doyoung dong?"


"Ga, santuy"


"Beneran nih kak?"


"Hm."


"Mampir minimarket dulu ya, gue mau beli cilok buat Rohee" kata kak Doyoung.


Kami lalu menuju ke minimarket kampus.


"Oi bang." sapa Kak Doyoung ke abang cilok.


"Eh mas bos, lama ga keliatan kemana mas?"


"Kan abang yang pulang kampung lama banget."


"Eh iya ya, haha. Loh sama eneng juga?"


"Halo bang" sapa gue.


"Pacaran?" bisik abang cilok ke Kak Doyoung. Tapi kedengeran.


"Enggak."


"50rb ya bang" kata Kak Doyoung.


"Wuidih borong nih" celetuk abang cilok.


"Buat keponakan dirumah"


"Oh kakaknya mas bos udah punya anak?"


"Udah lama kali."


"Mas bos kapan nih?"


"Kapan apanya?"


"Kapan nyusul punya anak?"


"Heh! nikah aja belom."


"Buruan atuh."


"Yee...buruan buruan..."


Setelah menyelesaikan transaksi cilok, kami menuju parkiran mobil.


*******


Sesampainya dirumah kak Doyoung, gue takjub karena rumahnya di perumahan elite.


Rumah kak Doyoung terdiri dari 3 lantai dan bergaya mediterranean.


"Yuk masuk!" ajak kak Doyoung.


"Ibu...?! Doy pulang" seru kak Doyoung.


"Iya nak" ibu kak Doyoung muncul.


Kak Doyoung lalu bersalaman dan mencium tangan ibunya.


"Eh? Siapa ini Doy?"


"Halo tante, saya Lia kakaknya Jisung."


"Oh gitu, kok bisa sama kamu Doy?"


"Kebetulan saya adek tingkatnya kak Doyoung tante, tadi bareng dari kampus, hehe" jawab gue.


"Bisa kebetulan ya? Yaudah sini Lia, ikut makan siang dulu yuk" ajak ibu kak Doyoung.


"Aduh, kok malah jadi ngrepotin tante?"


"Ga ngrepotin kok, tante malah seneng kalo ada temennya Doyoung dateng kerumah. Ayo sini duduk!"


"Iya tante"


"Makan dulu, nanti gue anterin pulang" kata kak Doyoung.


Gue mendekat ke meja makan dan duduk di samping ibunya kak Doyoung.


"Nih, tante masak macem-macem. Ada lobster asam manis, abalone, pilih yang mana hayo"


"Wah menunya mewah banget" batin gue.


"Saya coba abalone nya ya tante"


"Coba semua lah" kata kak Doyoung.


"Iya kak hehe. Btw Jisung sama Rohee dimana tante?"


"Itu diatas, lagi disetelin babybus sama emba, jadinya pada anteng"


"Oh gitu"


Setelah selesai makan, kak Doyoung menuju ke kamarnya.


"Gue kekamar dulu rebahan bentar, nanti jam 3 gue anterin pulang"


"Oke kak"


Gue membantu ibu kak Doyoung membereskan meja makan.


"Aduh kok malah jadi bantuin" kata ibu kak Doyoung.


"Gapapa tante"


"Ditaruh ke cucian piring aja biar nanti si emba yang nyuci piring"


"Baik tante"


Setelah membereskan meja makan, gue diajak ibu kak Doyoung ke lantai atas untuk melihat Rohee dan Jisung. Mereka sedang menonton kartun di TV. Jisung terkejut dengan kehadiran gue.


"Loh kakak?"


"Kakak disuruh mami jemput kamu"


"Bentar kak mau nonton babybus dulu"


"Iya"


Ibu kak Doyoung mengajak gue duduk di sofa yang menghadap ke TV.


"Nak Lia udah semester berapa?"


"Semester 3 tante"


"Berarti tahun kedua ya?"


"Iya"


"Doy tahun ketiga, kok bisa kenal?"


"Iya, kak Doyoung jadi asisten lab di kelas praktikum saya tante"


"Doy kalo dikampus gimana?


"Saya belum lama kenal secara personal sih tante, tapi kak Doyoung terkenal sebagai mahasiswa teladan"


"Syukurlah"


"Emang kenapa tante?"


"Hm jangan bilang Doy kalo tante cerita ya"


"Apa tante?" gue penasaran.


"Tante sebenernya sempet khawatir, Doy waktu SMA itu sering ikut tawuran, antar geng SMA itu lho"


"Hah? Serius tante? Kak Doyoung tawuran?" gue tercengang.


"Iya, tante sampe pernah dipanggil ke sekolah gara-gara itu"


"Masa sih tante?"


"Iya, tante sama om sampe pusing cara nanganin Doy. Untung ga sampe dikeluarin dari sekolah"


"Tapi sekarang kok bisa jadi mahasiswa teladan tante? Ga keliatan kalo dulunya suka tawuran"


"Hmm... jadi beberapa bulan sebelum ujian kelulusan, dia tiba-tiba ga nongkrong lagi sama geng sekolahnya itu, kalo pulang sekolah juga selalu tepat waktu. Keluar rumah juga jarang. Pokoknya semenjak itu dia berubah. Dia juga minta maaf ke tante sama om sambil nangis-nangis karena selama ini ga dengerin nasehat orang tua"


"Syukurlah sekarang udah berubah ya tante"


"Apaan yang syukurlah?"


Tiba-tiba kak Doyoung muncul dari tangga.


Gue dan ibu kak Doyoung kaget.


"Eee itu si Rohee maksudnya udah bisa bergaul lagi, syukurlah" jawab ibu kak Doyoung.


"Oh, btw gue ganti baju dulu ya" kata kak Doyoung ke gue.


"Iya kak"


"Rohee sayang, uncle mau anterin Jisung pulang loh" kata kak Doyoung ke Rohee.


"Ikuuuut"


"Yaudah ayok siap-siap"


"Kok buru-buru amat sih Doy. Ibu kan masih mau ngobrol" kata ibu kak Doyoung.


"Doy mendadak ada perlu bu. Oiya, Ibu mau titip apa?"


"Apa ya? Ah, nitip takoyaki yang punya temen kamu itu aja. Buat ngebawain anaknya si emba"


"Oh yaudah nanti Doy beliin"