Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
28



Jam 18:00, Kun Hospital


Daritadi Winwin nggak ngajak ngomong gue sama sekali. Dia cuma ngajak ngobrol Jisung.


Si Jisung cuma ketawa-ketiwi nggak tau situasi yang sedang terjadi.


Se'i sapi di meja yang tadi gue beliin sama sekali belum dia sentuh.


"Win, dimakan se'i sapinya.." kata gue.


"Hm" jawabnya tanpa menoleh ke gue.


Dia lanjut bermain dengan Jisung. Mereka terlihat asyik bercanda dan tertawa tanpa menghiraukan gue.


Gue merasa terpinggirkan di ruangan ini.


Jisung kalo udah sama Winwin udah nggak inget lagi kalo punya kakak.


Jam 9, Jisung dan Winwin tertidur. Mereka berdua tidur berdempetan di ranjang Jisung.


Padahal biasanya Winwin jam 9 belom tidur. Dia sering begadang.


Mungkin dia tidur lebih awal karena menghindari interaksi sama gue. Padahal tadinya gue mau ngajak ngomong dia kalau Jisung udah tidur.


Gue masih belajar sampai jam 11.30.


Gue baca-baca materi jaringan komputer, mata kuliah yang diampu pak Soman.


Gue belajar sambil dengerin musik chill lofi beat biar lebih konsentrasi.


Dapet nilai B di kelas pak Soman katanya cukup sulit, apalagi dapet nilai A. Pak Soman emang terkenal pelit nilai.


Kata anak-anak kampus, pak Soman pernah bilang kalau nilai A itu untuk tuhan, B untuk dosen, dan C untuk mahasiswa.


IPK gue di tahun pertama nggak nyampe 3.50. Gue harap nilai gue di semester ini bisa ngangkat IPK gue jadi diatas 3.50.


Setelah bosan belajar, gue mendekat ke Jisung dan Winwin. Mereka berdua tertidur dengan sangat pulas.


Ini kedua kalinya gue liat Winwin tidur didepan mata gue. Ngeliat dia tidur itu rasanya lebih healing daripada ikut kelas yoga. Coba dia lagi nggak marah, gue rela nggak tidur semalaman cuma buat ngeliatin dia tidur.


"Jangan pergi..."


"Jangan pergi..."


Winwin mengigau.


Siapa yang pergi?


Apa dia kangen mamanya yang pergi ke China?


Gue genggam telapak tangannya.


"Iya nak... Mama nggak akan pergi" jawab gue iseng.


Dia lalu lebih tenang dan berhenti mengigau.


Gue menaikkan selimutnya sampai ke leher. Setelah itu gue langsung kembali ke sofa panjang di pojokan dan bersiap untuk tidur.


*****


Pagi harinya.


Tok.. tok.. tok...


Seseorang mengetuk pintu.


Gue masih dalam posisi tiduran di sofa dengan selimut tebal.


Mata gue terasa berat untuk gue buka, badan gue juga terasa sangat berat untuk bangun dari tidur.


Gue berusaha sekuat tenaga membuka mata gue sedikit sampai akhirnya gue bisa melihat Winwin jalan kearah pintu.


Ceklek!


"Iya?" terdengar suara Winwin.


"Kok lo ada disini?" seperti suara kak Doyoung.


"Semalem gue tidur disini nungguin adik gue, Jisung" kata Winwin. "Emang udah jam besuk kak? Kok bisa masuk?" lanjutnya.


"Gue emang dari semalem disini nungguin ibu. Oiya ini buah-buahan buat Jisung" jawab kak Doyoung.


"Oh, makasih kak. Ibu sakit kak?"


"Iya. Ngomong-ngomong lo bener tidur disini semalem?" tanya kak Doyoung.


"Iya, semalem gue tidur disini"


"Lia juga tidur disini?"


"Iya, gue sama dia tidur disini. Tuh orangnya masih tidur" kata Winwin. "Sini masuk kak" lanjutnya.


Gue langsung reflek bersembunyi didalam selimut.


"Oh, enggak. Gue mau balik ke ruangan ibu gue. Lagian masih pada tidur" kata kak Doyoung.


"Oh gitu"


"Yaudah kalo gitu gue balik" kata kak Doyoung.


"Makasih ya kak buahnya"


Ceklek!


Gue lari ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Setelah itu gue kembali ke sofa tempat gue tidur.


"Tadi kak Doyoung ya?" tanya gue basa-basi ke Winwin.


Winwin menoleh ke gue dan langsung membuang muka.


"Eh Jisung udah bangun. Mau makan buah?" tanya Winwin ramah.


Winwin mendekat ke Jisung dan memberikan buah-buahan dari kak Doyoung.


"Mau..."


"Oiya.. nanti malem kak Winwin nginep sini lagi kan?" tanya Jisung.


"Jisung mau kakak (Winwin) nginep disini lagi?" tanya Winwin.


"Huum" jawab Jisung.


Jisung mengangguk. Dia terlihat senang.


"Anak pinter.." kata Winwin sambil mengusap rambut Jisung.


*****


Gue sendirian menuju ke kantin RS untuk mencari sarapan.


Gue memesan set nasi kuning dan ayam goreng. Setelah makanannya siap, gue mencari meja yang kosong sambil membawa makanan gue.


Gue memilih meja dekat jendela.


Pandangan gue lalu tertuju kearah kak Doyoung yang sedang antri di bagian soto ayam. Dia melihat gue dan melambaikan tangannya. Gue membalas lambaian tangan dia.


Setelah mendapatkan makanannya, kak Doyoung menuju kearah meja gue.


Sebelum kak Doyoung sampai ke meja gue, tiba-tiba Winwin yang entah datang darimana langsung duduk di sebelah gue dan meletakkan makanannya di meja.


Gue menoleh ke Winwin.


Winwin menoleh ke gue.


"Ada nasi" tangan Winwin menyeka pipi gue.


Perasaan nasi gue masih utuh, belom gue makan.


Apa dia udah nggak marah?


Kak Doyoung lalu duduk di depan kami.


"Eh kak Doyoung, ketemu lagi kita" kata Winwin.


"Hmm... kalian pacaran?" tanya kak Doyoung.


"Ya begitulah" jawab Winwin.


"Sejak kapan?"


"Sebelum makrab" kata Winwin sambil menyendok nasinya.


"Gue ganggu dong? Gue pindah ke meja sebelah ya.." kata kak Doyoung bersiap mengangkat nampan makanannya.


"Eh nggak usah kak, nggak papa disini aja kita ngobrol-ngobrol" kata Winwin.


*****


"Gimana persiapan responsi kalian?" tanya kak Doyoung sambil menyendok sotonya.


"Gue masih matengin belajar source code nya kak" kata gue.


Pengunjung kantin semakin ramai.


"Oiya kak Doyoung dulu ambil jarkom (jaringan komputer) pak Soman kan? Dulu dapet nilai berapa?" tanya gue.


"Jarkom? Berapa ya dulu?" kak Doyoung terlihat mengingat-ingat.


"Bentar gue cek akun WaySys gue dulu.." kak Doyoung meraih hp nya.


(WaySys: website kampus yang berisi tentang informasi akademik seperti: mata kuliah, nilai, tagihan spp, KRS, dll)


"Gue Jarkom dapet B/C" kata kak Doyoung.


Kak Doyoung aja dapet B/C, gimana gue?


"Bang Yuta dapet berapa ya.." gumam Winwin.


"Yuta dapet D, dia ngulang lagi semester ini. Tapi ngulangnya ambil kelas Jarkom bu Tiffany, kapok dia sama pak Soman" sahut kak Doyoung.


"Kasian banget tu orang, jarkom ngulang, praktikum ngulang" gumam Winwin.


Stop.. baby don't stop..


Hp kak Doyoung berbunyi.


"Halo..."


"........."


"Di ruang 305, lo langsung masuk aja. Gue lagi sarapan"


"........"


"Di kantin RS"


"........"


"Ada temen gue. Kenapa?"


"........"


"Mau kesini?"


"........"


"Yaudah kesini aja"


Kak Doyoung menutup telfonnya.


"Temen gue mau kesini" kata kak Doyoung.


"Oh gitu" ujar gue.


Minuman yang kami pesan baru datang. Kak Doyoung pesan es teh, gue jeruk anget, dan Winwin jus sirsak.


"Selalu ya lo, jus sirsak" kata gue ke Winwin.


Winwin langsung menyeruput minumannya tanpa mempedulikan gue.


"Kak Doy!" panggil seseorang.


Gue menoleh ke sumber suara.


"Hey! Sini..." kata kak Doyoung.


Gue terkejut melihat siapa yang datang.


"Guys kenalin ini temen gue, Yeji..."