
"Happy birthday Rohee...."
"Happy birthday Rohee...."
"Happy birthday Happy birthday"
"Happy birthday Rohee...."
*****
Pesta ulang tahun Rohee diadakan di ballroom Ten Hotel. Tamu yang diundang lumayan banyak, sekitar 500 orang. Pestanya cukup mewah untuk ukuran pesta ulang tahun anak kelas 5 SD.
Setelah prosesi ulang tahun, tamu undangan dipersilahkan menikmati hidangan.
Jisung berkumpul bersama teman-teman SD nya, sementara gue menjelajah makanan.
"Nggak sia-sia gue dateng, makanannya enak-enak semua" batin gue.
"Hey..." kak Doyoung tiba-tiba menghampiri saat gue mau mengambil cupcake.
"Hey kak!" sapa gue.
"Makasih ya udah nyempetin dateng" kata kak Doyoung.
"Makasih juga udah diundang kak, hehe" kata gue.
"Dari latihan fisik langsung kesini?" tanya kak Doyoung.
"Engga dong, pulang mandi dulu"
"Oiya, nanti kita foto bareng ya sama Rohee juga" ajak kak Doyoung.
"Siap kak"
*****
Hari Senin.
Lab komputer.
"Foto-foto di ulang tahun Rohee kemaren udah gue tag ke IG lo" kata kak Doyoung.
"Oke kak"
"Ngomong-ngomong, si Winwin kok belom dateng?" tanya kak Doyoung sambil melihat ke tempat duduk Winwin di sebelah gue.
"Tadi habis kelas pak Soman langsung pergi, nggak tau ini kok belum ke lab" kata gue.
"Katanya dia masuk rumah sakit kemaren?" kata kak Doyoung
"Huum kak, kecapekan nglembur job freelance" kata gue.
"Oh gitu"
Gue mengeluarkan modul praktikum.
"Btw, aku mau belajar buat pre-test dulu ya kak" kata gue.
"Yaudah, gue juga mau siap-siap" kata kak Doyoung.
"Yang ngajar hari ini kakak?"
"Bukan, hari ini gue dibelakang layar aja"
Beberapa saat kemudian, praktikum dimulai.
Winwin datang 5 menit setelahnya dengan nafas terengah-engah.
"Baru dateng?" tanya gue basa-basi.
"Iya, tadi ngeprint tugas dulu, terus ngumpulin ke ruang jurusan" kata Winwin
"Hah tugas apa?" tanya gue kaget.
"Pak Dio. Lu nggak ambil kelasnya kan?"
"Oh, pak Dio. Iya gue nggak ambil. Kirain gue kelupaan kalo ada tugas" kata gue lega.
Seperti biasa, sebelum masuk ke materi kami mengerjakan pre-test terlebih dahulu.
Selama mengerjakan pre-test, Winwin beberapa kali bersin. Hal ini cukup mengganggu konsentrasi gue dalam mengerjakan pre-test.
"Lo sakit lagi?" tanya gue setelah kami menyelesaikan pre-test.
"Gapapa kok, cuma flu, sorry kalo lo jadi nggak nyaman" jawab Winwin.
Hidung Winwin terlihat sedikit merah.
"Lia, boleh minta tolong?" lanjutnya.
"Minta tolong apa?" tanya gue.
"Tutupin gue dari asisten lab bentar, gue mau minum. Tenggorokan gue kering" pinta Winwin.
"Yaudah buruan"
Gue menyampingkan badan gue agar asisten lab yang didepan nggak melihat Winwin.
"Udah" katanya setelah selesai minum.
Gue kembali ke posisi semula.
"Jumat kita udah makrab ke Lawu loh, jaga kesehatan lu" kata gue.
"Iyaa" kata Winwin sambil memasang masker di wajahnya.
*****
Asisten lab yang mengajar menunjuk praktikan secara acak untuk menjawab pertanyaan. Gue yang pertama kena tunjuk, tapi untung gue bisa jawab pertanyaannya.
"Baik, kali ini giliran siapa ya..." asisten lab melihat sekeliling.
"Ah! masnya yang pake sweater abu-abu!" asisten lab menunjuk kearah Winwin.
Winwin tidak mendengar asisten lab, ia malah terlihat fokus ke komputernya sambil memainkan mouse.
"Masnya...?!" panggil asisten lab ke Winwin.
Setelah gue amati sebentar, meski tangan kanannya sedang memainkan mouse namun pandangan matanya ternyata bukan ke layar komputer melainkan kosong.
"Win!" bisik gue.
Dia masih tidak menggubris.
"Win!" bisik gue lagi sambil menepuk pundaknya.
Dia menoleh ke gue.
"Suruh jawab pertanyaan" kata gue lirih.
Winwin lalu sadar dan segera mencerna situasi.
Winwin tidak seperti biasanya. Padahal dia biasanya selalu fokus memperhatikan. Tapi kali ini, pikiran dia seperti entah kemana.
*****
"Habis praktikum lo kemana?" tanya Winwin tiba-tiba.
"Paling langsung pulang, emang kenapa?" jawab gue
"Ke festival kewirausahaan yuk, ada stand nya bang Yuta" ajak Winwin.
"Lo ga pulang aja istirahat?" tanya gue.
"Engga, gue pengen beli takoyaki dulu" kata Winwin.
Selesai praktikum, gue bersama Winwin menuju ke festival kewirausahaan yang diadakan di auditorium kampus.
Di festival ini banyak banget stand makanan, kerajinan tangan, dan produk-produk lain buatan mahasiswa.
"Hey kalian!" sapa bang Yuta ketika kami sampai di stand takoyakinya.
"Bang!" sapa gue balik.
"Udah sembuh lo Win?" tanya bang Yuta sambil melayani pembeli lain.
"Kayanya sakit lagi dia bang" sahut gue.
"Ringkih banget sih" omel bang Yuta.
"Engga gue udah nggak sakit" Winwin membela diri.
Pelanggan yang antri untuk membeli takoyaki cukup banyak. Bang Yuta terlihat cukup kewalahan. Tapi untung ada satu karyawan yang membantunya. Selain itu, bu Nakamoto yang merupakan ikon dari NY Takoyaki juga ikut melayani pembeli.
"Yaudah mau pesen takoyaki apa?" tanya gue ke Winwin sambil melihat menu.
"Gue mau takoyaki spesial, lo apa Li?" Winwin langsung menentukan.
Gue berpikir sebentar.
"Hmm... gue juga mau yang spesial" kata gue.
"Yang spesial..... gue dong?" sahut Winwin.
Setelah transaksi takoyaki selesai, gue dan Winwin mencari tempat untuk duduk untuk makan takoyaki.
Di luar auditorium disediakan meja dan kursi untuk pengunjung festival. Gue dan Winwin lalu memilih tempat ini untuk makan takoyaki.
"Win kapan lo ada waktu? Gue mau minta ajarin source code project kita" tanya gue sambil membuka wadah takoyaki.
"Hari ini? Otak gue belom siap. Lagian lu juga keliatan nggak enak badan gitu"
"Terus kapan?" tanya Winwin.
"Besok selasa bisa?" tanya gue.
"Yaudah" Winwin memakan takoyaki bulat-bulat.
"Di perpus ya" kata gue.
Takoyaki bang Yuta memang beda dari takoyaki yang lain. Kadang takoyaki di tempat lain kalau digigit ada rasa adonan bakwan nya. Tapi kalau takoyaki bang Yuta nggak ada rasa adonan bakwan nya sama sekali. Memang beda kalau resepnya bikinan orang Jepang asli. Selain adonannya, kelebihan takoyaki bang Yuta adalah sausnya. Sausnya dibuat sendiri secara homemade.
Setelah menghabiskan takoyaki gue merasa haus.
"Mau beli minum nggak?" tanya gue ke Winwin.
"Gue ada minum, lo mau? Gue beli 2 tadi sebelum praktikum" kata Winwin.
"Boleh" kata gue.
Winwin mengambil minuman dari dalam tasnya.
"Gue bukain sekalian" kata Winwin sambil membukakakan tutup botolnya.
"Nih" Winwin memberikan botol air mineral yang tutupnya sudah dibuka.
Setelah minum, gue dan Winwin masih duduk-duduk sambil menunggu makanan turun ke perut sepenuhnya.
Gue melihat sekeliling. Tampak pengunjung festival semakin ramai berdatangan.
"Lia, habis ini temenin gue ke perpus bentar yuk, gue mau rebahan di sofa perpus" ajak Winwin tiba-tiba.
"Gue cuma disuruh nungguin lo rebahan?" tanya gue.
"Ya lo sambil baca buku lah" ujar Winwin.
"Ga ah, gue mau pulang habis ini" kata gue.
"Ada yang mau gue ceritain" kata Winwin.
"Yaudah cerita disini aja" kata gue.
"Rame. Ayo di perpus aja" ajak Winwin.
"Hmm tapi gue males jalan"
"Kalo kak Doyoung yang ngajak pasti lo langsung mau" gumam Winwin.
"Eh apasih kenapa bawa-bawa kak Doyoung?"
"Bercanda, yaudah kalo ga mau"
Gue membereskan sampah bungkus takoyaki yang tadi gue makan, kemudian gue buang ke tempat sampah. Setelah itu gue kembali ke tempat gue duduk.
"Emang mau cerita tentang apa?" gue jadi penasaran.
"Hm makanya ayo ke perpus..." kata Winwin.
"Huft yaudah ayok"
Akhirnya gue turutin.
*****
*Flashback Jumat Sore (3 hari yang lalu)*
Pak Siwan CEO Shewants.com
Hai Winwin, apa kabar?
Winwin
Halo pak
Kabar saya baik
Bagaimana dengan bapak?
Pak Siwan CEO Shewants.com
Saya juga baik
Apa besok sabtu kamu ada acara?
Saya mau ajak kamu memancing
Winwin
Sabtu saya ada latihan fisik jam 3 pak di kampus
Jam berapa pak?
Pak Siwan CEO Shewants.com
Pagi saja, jam 7
Ketemu di lokasi ya
Saya shareloc
Winwin
Baik pak.
Esok paginya di tempat pemancingan...
"Jago juga kamu mancingnya Win, dapet banyak" kata pak Siwan sambil menarik pancingan.
"Bapak juga jago, hehe" kata Winwin.
"Nanti kita masak hasil tangkapan kita ya, kita makan disini sekalian" ajak pak Siwan.
"Siap pak hehe" kata Winwin.
Setelah dapat ikan lumayan banyak. Ikannya langsung dimasak di tempat.
"Win, duduk disana yuk" kata pak Siwan.
Winwin lalu mengikuti pak Siwan ke meja makan yang terletak di dekat jendela yang mengarah ke kolam.
"Sebenarnya selain memancing, ada hal lain yang ingin saya sampaikan ke kamu"
Pak Siwan menyodorkan sebuah album foto.
*****
*Perpustakaan*
"Serius lo Win?" gue terkejut.
"Huum" Winwin mengangguk.
"Terus yang di China?" tanya gue.
"Papa tiri gue. Mama sama pak Siwan pisah waktu gue umur 1 tahun" kata Winwin.
Kami duduk di sofa panjang berwarna hitam yang sangat empuk. Suasana gedung perpustakaan saat ini cukup sepi karena masih jam makan siang. Di lantai 3 hanya ada sekitar 3-5 pengunjung ditambah gue dan Winwin.
"Tapi lo sebelumnya emang udah tau kalo yang di China bukan bokap kandung lo?" tanya gue.
"Udah. Tapi gue nggak berusaha nyari tau bokap kandung gue siapa, karena gue udah bahagia sama keluarga gue, ya walaupun sekarang LDR" jawab Winwin.
"Terus gimana perasaan lo setelah tau semua ini?" tanya gue.
"Hmm..masih nggak percaya sih bisa ketemu bokap kandung gue, sedikit lega juga"
Winwin menyenderkan kepalanya ke punggung sofa.
"Pantesan aja lo jago coding, bokap lo aja pak Siwan" canda gue.
"Nggak gitu lah, semua orang bisa coding kalo mau belajar, yang bener itu 'pantesan gue ganteng, bokap gue aja pak Siwan' hehehe" ujar Winwin dengan percaya diri.
"Kaya Lucas ya lo lama-lama" ujar gue.
Wangi pengharum ruangan menyerbak ke seluruh penjuru perpustakaan. Aromanya lembut seperti sabun bayi.
Gue beranjak dari sofa dan menuju rak buku bagian pengembangan diri. Gue ambil buku dengan sampul bernuansa putih berjudul Filosofi Teras. Setelah itu gue kembali ke sofa tempat gue duduk tadi.
Winwin yang tadinya duduk berganti posisi jadi rebahan. Dia rebahan layaknya di rumah sendiri.
"Sejak kapan pak Siwan tau kalo elo itu anaknya?" tanya gue.
"Semenjak gue daftar kuliah disini. Tapi pak Siwan masih maju-mundur mau nemuin gue dan bilang kalo dia bokap gue. Eh malah nggak sengaja ketemu waktu di cafe itu. Berkat lo" kata Winwin.
"Ah ya ampun, pantesan waktu itu pak Siwan kayak kaget waktu ketemu lo" kata gue
"Iyaa"
"Kalau boleh tau, kenapa pak Siwan sama nyokap lo pisah?" tanya gue.
"Utamanya sih masalah ekonomi, terus berbuntut kemana-mana. Mama yang minta pisah"
"Oh gitu"
"Semenjak itu pak Siwan bertekad mau kerja keras sampe sukses dan membawa mama dan anak-anaknya kembali ke dia. Eh ternyata mama keburu nikah lagi" kata Winwin.
"Hmm kasian juga pak Siwan" ujar gue.