
"Gue udah putus sama Mark"
Perkataan Yumi cukup mengagetkan gue.
"Kenapa putus?"
"Gue belum bisa cerita detailnya"
Yumi menyeruput es jeruk yang tadi ia pesan.
"Palingan bentar lagi balikan" celetuk gue.
Yumi menggeleng.
"Kayanya kali ini bener-bener berakhir"
Mark dan Yumi pacaran sejak masuk kuliah. Mereka pertama bertemu saat berada di kelompok ospek yang sama. Semenjak saat itu mereka jadi dekat dan akhirnya pacaran.
Kadang kala mereka berantem, tapi nggak lama mereka bakal baikan lagi. Gue selalu tau pasang surut hubungan mereka karena Yumi selalu cerita ke gue.
"Masalahnya apa sih? Jadi penasaran gue"
Gue menyendok nasi goreng yang barusan gue pesen.
Suasana kantin cukup ramai karena sedang jam makan siang. Semua meja penuh, tak ada satupun meja yang kosong.
"Ya intinya kami udah nggak cocok lagi" jawab Yumi sambil mengotak-atik hp nya.
"Yang mutusin duluan siapa?" tanya gue.
"Nggak ada sih. Kami sepakat putus bareng-bareng" jawab Yumi. "Ngomong-ngomong, lo gimana sama Winwin?"
Yumi menaruh hp nya dan lanjut menyeruput es jeruknya.
"Engggg, kami udah jadian, hehe" jawab gue dengan malu-malu.
"Serius?!"
Gue mengangguk
"Kemarin sore dia confess ke gue"
"Akhirnya..... Dia udah lama suka sama lo tau" kata Yumi.
"Eh?"
"Dulu sebelum KRS Winwin nanya ke gue jadwal kelas yang mau lo masukin. Makanya semester ini lo banyak sekelas sama dia kan?" tanya Yumi.
"Hah serius?"
Yumi mengangguk.
Kalau gue inget-inget, bener juga, gue banyak sekelas sama Winwin semester ini.
"Maaf ya lama" Ibu kantin datang ke meja kami dan membawakan ayam bakar madu pesanan Yumi.
Drrrt.... Drrrt....
Ada chat masuk...
Winwin IT
Dimana?
Lia
Bentar baru makan di kantin
Winwin IT
Gue otw dari apartemen sekarang yaa
Lia
Okee
Hati2 di jalan
Jangan ngebut
Winwin IT
Iyaa
****
Gue buru-buru menghabiskan nasi goreng gue.
"Buru-buru amat" kata Yumi.
"Mau ke perpus"
"Sama Winwin?" tanya Yumi.
Gue mengangguk.
"Lo kemana habis ini?" tanya gue.
"Belanja perlengkapan makrab" jawab Yumi sambil memainkan hpnya.
"Gue malah belom persiapan apa-apa buat makrab"
Setelah selesai makan dan membayar di kasir, gue langsung menuju ke perpus.
*****
Sembari menunggu Winwin datang, gue melihat-lihat buku yang ada di rak.
Gue ambil satu buku dan gue buka daftar isinya.
Tiba-tiba ada yang menutup kedua mata gue dengan tangan.
"Winwin...?" tanya gue.
Dia lalu melepas tangannya. Gue lalu berbalik badan.
"TARRAAA!!!"
"Kak Jinhyuk?"
Kenapa gue harus ketemu orang ini lagi?
"Kok nggak pernah bales chat gue sih?" tanyanya.
Tampilan fisik Kak Jinhyuk yang garang dan sifatnya yang agresif membuat gue takut.
"Jangan cuekin chat gue dong! Mentang-mentang cantik." katanya.
"Jangan berisik kak, ini di perpus" kata gue.
"Sini ikut gue" Kak Jinhyuk menarik tangan gue.
Gue berusaha melepas genggaman tangannya.
"Apaan sih kak? Lepasin tangan gue"
Genggaman tangan kak Jinhyuk semakin erat. Gue semakin sulit melepaskan diri.
Kak Jinhyuk menyeret gue ke lorong yang sepi.
"Lo harus tanggung jawab karena udah bikin gue suka sama lo" kata kak Jinhyuk.
Dia mendorong gue ke tembok dan mendekatkan wajahnya seperti akan menempelkan bibirnya ke bibir gue.
"JANGAN KAK!"
Gue berusaha sekuat tenaga melepaskan diri. Gue nggak mau dia ambil first kiss gue!
"Kak Lia?!"
Belum sampai Kak Jinhyuk mendaratkan ciuman kotornya, sesorang tiba-tiba datang.
"Jungwoo?!"
Mantan gue, si anak STM. Sekarang dia maba teknik mesin di kampus ini.
Jungwoo mendekat ke gue dan kak Jinhyuk.
"Lepasin pacar gue!" kata Jungwoo.
P—pacar?
Dia mengatakan itu dengan suara lembutnya.
"Pacar? Cewek ****** ini menggoda banyak cowok ternyata" kata kak Jinhyuk.
Jungwoo meraih kerah kak Jinhyuk.
"Jaga mulut lo" ujar Jungwoo.
Jungwoo lalu melayangkan tinju ke ulu hati kak Jinhyuk sampai dia terjatuh.
Kak Jinhyuk terlihat sangat kesakitan.
"Sekali lagi lo macem-macem, lo akan menyesal!" kata Jungwoo. "Ayo By..." ajak Jungwoo sambil menarik tangan gue.
Gue dan Jungwoo keluar dari lorong.
"Gimana akting gue tadi kak?" tanya Jungwoo.
Gue mengacungkan jempol
"Kalo nggak ada lo gue nggak tau bakal gimana" kata gue.
"Tadi gue liat waktu dia nyeret kakak, feeling gue nggak enak, terus gue buntutin kalian sampe kesini"
"Makasih banget ya Jungwoo"
"Ngomong-ngomong, lama nggak ketemu ya kita. Kakak sendirian?" tanya Jungwoo.
"Yaudah ke meja gue dulu aja yuk kak, sambil nunggu pacar kakak dateng, takutnya si mesum tadi nyamperin lagi" ajak Jungwoo
Gue mengikuti Jungwoo ke mejanya. Disana ada teman-teman Jungwoo yang sedang mengerjakan tugas.
Gue menempati meja kosong sebelah mereka.
"Ini kak, minum dulu, kakak pasti shock kan?" Jungwoo menyodorkan botol air mineral.
Gue menerima air mineral pemberian Jungwoo.
Winwin tiba-tiba nelfon..
"Di sebelah mana?"
"Di lantai 1, sayap kanan"
"Okee"
******
"Lia..." Winwin datang menghampiri gue.
"KAK WINWIN?!" sahut Jungwoo dari meja sebelah.
Mereka kenal?
Winwin menoleh ke Jungwoo.
"Eh Jungwoo.. nugas?" tanya Winwin.
"Iya nih kak huhu"
Winwin lalu duduk disebelah gue dan menaruh tas.
"Udah lama ya nunggunya?" tanya Winwin ke gue.
"Nggak juga kok"
"Lo baik-baik aja? Muka lo kok pucet?" tanya Winwin sambil menempelkan punggung tangannya ke dahi gue.
"Emang iya?" Gue lalu ngecek pantulan wajah gue dari layar hp.
"Kalo lo sakit kita tunda besok aja belajarnya" kata Winwin.
"Nggak papa kok"
Winwin mengeluarkan laptopnya. Gue juga mengeluarkan laptop.
Kami membuka source code project.
Hari ini otak gue akan bekerja sangat keras.
*****
"Gue ke kamar mandi dulu ya.." kata Winwin.
Winwin lalu beranjak pergi ke kamar mandi.
Jungwoo menghampiri meja gue.
"Jadi pacar kakak itu kak Winwin?" tanya Jungwoo.
"Iya, kalian kok bisa kenal?" tanya gue penasaran.
"Dia mentor gue di club programming" jawab Jungwoo.
"Lo teknik mesin kok ikut club programming?" tanya gue.
"Kan siapapun boleh ikut asal masih mahasiswa sini"
"Oh gitu"
"Ah gue ngefans banget sama kak Winwin, skill dia jago banget, gue pengen deket sama dia" kata Jungwoo heboh.
"Emang kalian nggak deket?"
Jungwoo menggeleng.
"Belom terlalu deket, baru sebagai mentor dan murid" kata Jungwoo.
"Ajak ngobrol tentang anime aja, Winwin suka anime, sampai koleksi action figure juga" saran gue.
"Anime? Wah kebetulan gue juga suka" ujar Jungwoo antusias.
"Nah yaudah.."
"Ngomong-ngomong, kakak nggak bilang kejadian tadi ke kak Winwin?" tanya Jungwoo.
"Enggak, takut dia kepikiran" jawab gue.
"Kakak ini dari dulu suka memendam masalah sendiri ya" ujar Jungwoo.
*****
Jam menunjukkan pukul 15:00
"Kak kami duluan ya!" kata Jungwoo.
"Iya, hati-hati" kata Winwin.
"Daa..."
Jungwoo dan teman-temannya pergi.
Gue meletakkan kepala gue di meja.
Otak gue udah nggak kuat lagi belajar coding.
"Capek ya?" tanya Winwin.
"Huum"
"Yaudah diterusin besok aja"
Winwin mematikan laptopnya.
"Win..."
"Hm?"
"Mulai kapan lo suka gue?" tanya gue.
"Hmm kapan ya? Rahasia hehe"
Setengah jam kemudian gue dan Winwin pulang. Winwin mengantar gue sampai kerumah.
"Lain kali kita ngedate beneran ya, tanpa ngomongin tentang kuliah" ujar Winwin.
"Iyaa"
"Yaudah gue cabut"
"Hati-hati di jalan Win"
*****
Jam menunjukkan pukul 22.00. Sudah hampir tengah malam.
Gue masih marathon drakor. Kali ini drakor yang gue tonton tentang kedai mistis.
Jisung dan orang tua gue udah tidur dikamar masing-masing. Tadi sore gue udah baikan sama Jisung setelah gue beliin dia mie cup di warung.
"Drrrt....drrrrt...."
Ada telfon masuk..
Setelah gue cek ternyata dari Winwin.
"Halo.."
"Halo Lia.."
"Ada apa?"
"Gue di depan rumah lo"
"Hah?"
Winwin menutup telfonnya.
Gue lalu beranjak dari kamar dan menuju ruang tamu. Gue mengintip lewat jendela untuk memastikan apakah Winwin benar-benar ada disana.
Ternyata dia memang disana. Dia berdiri di depan gerbang.
Ngapain dia kesini malem-malem?
Gue lalu membuka pintu dan menghampiri dia di depan gerbang rumah gue.
"Winw..."
Winwin tiba-tiba meluk gue. Aroma parfumnya langsung tercium.
"Kenapa win? Lo kangen sama gue?" tanya gue bingung.
"Gue udah tau dari Jungwoo" kata Winwin.
Pelukan Winwin semakin erat. Terasa sangat hangat dan nyaman ditengah hembusan angin malam yang dingin.
"Sorry tadi gue datengnya telat, lo jadi sendirian" kata Winwin.
"Bukan salah lo" kata gue.
Winwin melepaskan pelukannya. Kedua tangannya kemudian mengusap pipi gue.
"Lain kali kalo ada apa-apa lo harus kasih tau gue ya"