Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
2




Duh deg-degan banget gue hari ini ada kelas Jaringan Komputer Pak Soman. Katanya kelas ini adalah kelas yang paling dihindari mahasiswa. Tapi gue dengan sialnya  terjebak masuk di kelas ini.


Rumornya Pak Soman killer banget. Kalau bicara nylekit. Bisa sampai menggoblok-goblokan mahasiswa kalau nggak bisa menjawab pertanyaannya.


Minggu lalu beliau absen karena mengisi seminar di luar kota. Jadi baru hari ini beliau bisa mengisi kelas.


Jam baru menunjukkan  pukul 6:30, tapi hampir semua mahasiswa yang mengikuti kelas Pak Soman  sudah datang. Padahal kelas baru akan dimulai jam 7:00. Mungkin mereka takut kalau datang terlambat. Katanya dulu ada kating yang pernah datang telat langsung dimaki dan dipermalukan di depan kelas oleh Pak Soman.


Seperti biasa kalau dosen belum datang, ruangan kelas masih dikunci. Jadi, kami menunggu di depan kelas.


Ada sekitar 50-an mahasiswa yang sudah datang. Semua terlihat tegang. Tak satupun terlihat santai.


Pukul 7:00 tepat Pak Soman datang dari arah tangga. Suasana semakin terasa tegang.


Ceklek!


Beliau memasukkan kunci ke lubang kunci pintu kelas.


Pintu kelas terbuka.


Pak Soman memasuki ruang kelas diikuti kami mahasiswa dibelakangnya. Gue berusaha secepat mungkin mendapatkan tempat duduk yang paling invisible karena takut langsung ditunjuk atau ditanya-tanya.


Pak Soman menarik layar lcd dan mengatur agar komputernya bisa tampil di layar. Setelah komputernya tampil, beliau membuka slide presentasi yang isinya perkenalan dan penjelasan penilaian. Beliau kemudian mulai menjelaskan.


Setengah jam berlalu, tiba-tiba terdengar suara pintu kelas terbuka. Pak Soman menghentikan penjelasannya dan melihat kearah pintu. Semua mahasiswa juga reflek  melihat kearah pintu yang letaknya di belakang.


Dari pintu muncul seseorang yang tak asing.


"Maaf pak, terlambat!"


Winwin?! Dia kelas ini? Ya ampun berani banget dia. Pasti bakal dimarahin nih dateng telat.


"Oh, ya, masuk!" jawab pak Soman.


Winwin langsung menuju ke kursi paling depan yang masih kosong dengan santainya. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan binder. Tak ada sedikitpun ketegangan dalam raut wajah Winwin.


Pak Soman melanjutkan penjelasannya.


Kirain Winwin bakal kena marah.


Setelah materi perkenalan, Pak Soman lanjut ke materi kuliah. Semua mahasiswa memperhatikan dengan serius.


"Ada pertanyaan?" tanya Pak Soman.


"Pak..! Saya mau tanya!" kata Winwin sambil mengangkat tangan.


"Ya, Winwin..", kata Pak Soman.


Lah kok udah tau namanya Winwin?


Waktu berlalu. Jam menunjukkan pukul 9:00.


"Baik, cukup sampai disini... Oiya belum saya absen tadi ya?"


"Belum pak.."


"Untuk pertemuan  selanjutnya nanti saya absen jam 7:30, jadi kalo berangkat lebih dari  itu dihitung nggak masuk" tegas Pak Soman.


Selesai Pak Soman melakukan absensi, mahasiswa meninggalkan kelas satu persatu.


"LIA....!" seseorang memanggil nama gue.


Gue menoleh ke sumber suara. Ternyata Winwin.


"Eh Winwin? Lo kok telat tadi?"


"Ban motor gue bocor tadi, ke bengkel dulu deh" jawabnya santai.


"Untung tadi lo nggak  dimarahin. Lo emang nggak tau rumornya? Kan ada kating yang dimaki-maki Pak Soman gara-gara datang telat, jadi pada datang pagian tadi."


"Emang iya? Mungkin mood nya lagi bagus tadi"


"LIA! IKUT KE KANTIN YUK!" teriak Yumi dari jauh. Dia terlihat bersama Mark dan Lucas.


"WIN! IKUT JUGA KUY!" teriak Lucas.


Gue dan Winwin lalu mendekat ke mereka dan kita berlima pun menuju ke kantin yang ada di basement.


Kantin belum terlalu penuh karena belum jam makan siang. Kami pilih meja yang posisinya tepat di bawah kipas angin. Gue duduk di pinggir, Yumi di kanan gue.


"Pesen apa Yum?" gue bersiap menuliskan pesanan.


"Emmmm...kok gue pengen nasi goreng ya, lo?" tanya Yumi.


"Sama deh, nasi goreng" jawab gue.


"Gue juga nasi goreng deh" sahut Winwin.


"Kok pada nasi goreng semua, lo apa Cas?" Mark menoleh ke Lucas.


"Gue mie goreng spesial, dari fotonya kayanya enak" jawab Lucas sambil memandang ke arah foto mie goreng spesial yang ada di dinding.


"Yaudah gue sama kayak Lucas aja, mie goreng spesial." kata Mark.


"Okey, kalo minumnya apa?" tanya gue.


"Es teh.."


"Gue juga es teh..."


"Es teh juga.."


"Gue enggak, udah bawa minum.." kata Winwin.


"Okey, kalo gitu es tehnya 4." kata gue sambil menulis pesanan.


Gue lalu memberi kertas pesenan ke Bu Kantin, setelah itu balik lagi ke meja.


"Mark, lo beneran nggak pengen ikut jadi panitia makrab?" tanya Winwin.


"Nggak ah, males gue, mending ngegame." jawab Mark.


"Ayolah nemenin gue, baru gue doang cowok angkatan kita yang join divisi kesehatan." ajak Winwin.


"Lah lagian lo sok sokan ikut, tumbenan banget, biasanya juga lo kan lebih suka ngegame daripada bersosialisasi." sahut Mark.


"Ya gue kan pengen sekali-kali ikut kepanitiaan biar dapet pengalaman, biar bisa ditaruh di CV nanti." kata Winwin.


"Kalo lo gimana Cas? Daftar panitia makrab nggak lo?" tanya Winwin ke Lucas.


"Masuk divisi lapangan dong gue. Jadi yang bentakin adek tingkat." jawab Lucas dengan bangga.


"Serius lo Cas?"


"Lo divisi lapangan nanti adek tingkat bukannya takut malah ketawa." Yumi menimpali.


"Hahaha bener banget, lo diem aja gue udah ketawa Cas!" kata Mark


"Enak ajaa, gue bisa serem tau, liat aja nanti pas gue berwibawa kaya gimana.." kata Lucas.


Beberapa menit kemudian pesanan datang. 3 nasi goreng, 2 mie goreng spesial, dan 4 es teh.


"Lah kok mie gorengnya nggak kayak yang di gambar? Di gambar ada kejunya, terus sosisnya  banyak, ini sosisnya dikit banget" Lucas terheran.


*****


Selesai makan kami masih duduk sebentar menunggu makanannya turun ke perut.


"Habis ini pada mau kemana?" tanya Yumi.


"Gue balik sih, udah nggak ada kelas lagi" kata Lucas.


"Gue masih ada praktikum PBO nih jam 10." kata gue sambil melihat jam tangan.


"Sama dong kita" sahut Winwin.


"Yaudah kalo gitu kita duluan ya."


Yumi dan Mark lalu pergi. Lucas mengikuti.


Gue tinggal berdua sama Winwin. Suasana jadi awkward.


"Hmm... nanti bareng aja ke lab nya" kata Winwin memecah suasana.


Gue mengangguk.