Programmer Prince | Winwin

Programmer Prince | Winwin
8



Pagi harinya..


"Kak, mau sarapan pake apa?" tanya Jisung.


"Tumben nanya. Emang kenapa?" tanya gue.


"Nanti Jisung masakin"


"Ah mending kakak ga sarapan"


"Atau mau jisung beliin bubur ayam di gang depan? Biar kakak cepet sembuh"


Kesambet apa ini anak jadi perhatian gini. Padahal kemarin malem udah ngejek gue.


"Hmm bubur ayam? Boleh deh."


Jisung kemudian pergi keluar dan kembali dengan membawa sekantong plastik bubur di tangannya.


Setelah menyantap bubur ayam yang dibelikan oleh jisung, gue kembali ke kamar dan lanjut rebahan.


"Nih kak, pisang sama air putihnya buat minum obat" kata Jisung sambil meletakkannya di meja kamar gue. Padahal gue ga nyuruh.


"Icung baik banget sih tumben, Icung lagi pengen apa sih? Sini bilang ke kakak"


"Jangan panggil Icung!"


"Iya deh Jisuung"


"Masa Jisung perhatian ke kakak dikira ada maunya"


"Emang engga?"


"Jisung kan adik yang baik"


"Nah gitu dong, kamu harus jadi adik yang berbakti kepada kakak"


"Ehm, jadi gini kak...."


Udah curiga gue kalo ada maunya.


**********


Hari minggu ini gue nganterin Jisung ke mall buat beli buku. Yah walaupun ini anak emang lucknut kadang gue ga tega kalau nolak permintaannya. Apalagi ini dia minta dianterin beli buku. Rasanya seneng kalau anak seumuran dia suka baca buku, sementara anak sekarang kan jarang yang suka baca buku, seringnya main smartphone. Kebetulan hari ini kata Jisung ada pameran buku, jadi diskonnya gede-gedean.


"Buruuuan kak!" teriak Jisung dari luar rumah.


"Iya iya sabar..." jawab gue sambil jalan kedepan rumah.


"Baby Icung udah siap?"


"Aku bukan bayi!"


"Eh kok keren amat pake headphone segala"


"Ayooooo kaaaak!"


"Iya iyaaa, kenapa sih buru-buru"


Gue dan Jisung lalu menuju mall.


Pameran buku tersebut ada di atrium mall. Setelah memarkirkan motor di basement, kami langsung menuju ke atrium. Pameran sudah dipenuhi banyak pengunjung. Karena ini hari minggu maka tak heran jika pengunjungnya ramai.


Gue dan Jisung lalu masuk kedalam pameran.


"Jisung mau beli buku apa?"


Jisung tidak menjawab. Dia terlihat mencari-cari sesuatu.


"Ah disana..." kata Jisung lirih.


Kemudian dia berjalan kearah yang dituju. Gue mengikuti dibelakang. Dia ternyata menuju ke bagian ensiklopedia.


Oh ensiklopedia.


"Princess!" sapa Jisung ke seorang gadis kecil yang sedang melihat-lihat ensiklopedia.


"Jisung?! Kamu dateng beneran?"


"Iya dong, cowok sejati ga pernah ingkar janji"


Merinding gue.


"Ini siapa sung?" tanya gue.


Jisung mendekat ke gue seolah mau ngebisikin sesuatu.


"Ini Rohee pacar Jisung" bisiknya.


"Rohee... Kamu uncle cari-cari ternyata disini!" seseorang yang familiar tiba-tiba menghampiri gadis kecil tersebut.


"Eh? Kak Doyoung?" gue terkejut.


"Loh Lia? Kamu kesini? Eh ada Jisung juga.."


"Kak Doyoung kok kenal Jisung?"


"Kenal dong, Jisung kan sahabatnya Rohee, keponakanku, Jisung juga sering main kerumah"


Baru tau gue.


"Lah, Jisung adik aku kak"


"Serius? Wah dunia sempit ya"


"Jisung nakal ga kak kalo kerumah? Kalo nakal dimarahin aja gapapa kak"


"Engga, baik banget malah. Rohee juga jadi lebih happy semenjak ada Jisung"


"Masa sih kak?"


"Iya, jadi Rohee ini kan baru pindah kesini sebulan yang lalu. Sekolahnya otomatis pindah. Jadi harus adaptasi lagi ke lingkungan yang baru. Kebetulan anaknya agak susah bergaul. Lumayan introvert gitu, sukanya cuma baca buku. Tapi semenjak ada Jisung dia bisa bergaul sama temen yang lain"


"Hah? Serius kak?"


"Iya, Rohee sendiri yang bilang"


"Uncle Doy, aku mau beli yang ini" kata Rohee.


"Yaudah, Jisung mau yang itu? Sini sekalian" kata kak Doyoung.


"Ga usah om biar Jisung sendiri"


"Iya kak, biar Jisung sendiri" kata gue.


"Eh gapapa, sini jadi satu aja, kamu kan udah aku anggep adek sendiri" kata kak Doyoung ke Jisung.


Kak Doyoung mengambil buku yang dipegang Jisung kemudian membawanya ke kasir.


"Princess, kamu haus ga? Aku beliin ch*time yuk" kata Jisung.


Rohee mengangguk.


"Kak, aku mau ke ch*time dulu sama Princess"


"Kakak dibeliin ga?"


"Kakak tunggu om Doy dulu, nanti nyusul ke ch*time. Jisung traktir semua"


"Emang kamu bawa uang berapa?"


"Tenang, uang Jisung banyak"


Kemudian Jisung pergi ke ch*time bersama Rohee. Sementara gue menunggu kak Doyoung.


Beberapa lama kemudian kak Doyoung datang.


"Huft.. antriannya panjang tadi. Loh mana Rohee sama Jisung?"


"Mereka ke ch*time kak, kita disuruh nyusul"