Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 9



Tiba-tiba saja ditengah suasana romantis dua sejoli ini hujan turun dengan sangat deras. Beruntung mereka sudah menyelesaikan makan malam romatis itu. Christian melepaskan jasnya menutupi kepala wanitanya berlari mencari tempat berteduh disekitar pantai. Mereka berhenti disebuah gubuk dipinggir sebuah pohon besar. Bukan merasa kesal mereka justru tertawa terbahak-bahak di gubuk beratap ilalang kering itu.


"Kau masih ingat saat kita bolos kuliah semester 5" ucap Christian berhenti sejenak tawanya.


Saat itu mereka membolos dan bermain hujan ditaman belakang kampus hingga keduanya jatuh sakit dan saling rawat.


"Mana mungkin aku lupa, kau membuatku menjadi nakal mulai saat itu" pukul Natalie dada Christian.


"Hei, kau sendiri yang ingin ikut. Aku memang tidak suka dengan dosen kiler sok keren itu, apa lagi saat dia berani-benarinya menatap mu. Sungguh memalukan. Cih!!"


"Coba pikirkan jika aku tidak ikut dengan mu, kau akan marah dan mendiamkan ku berhari-hari"


"Tentu, aku tidak suka kau dekat dengannya"


"Aku tidak dekat dengan siapapun, dia hanya dosen mana mungkin aku menjauhinya" terkekeh Natalie sikap Christian yang berlebihan.


"Apapun dan siapapun aku tidak perduli" tatap tajam mata Christian.


"Ucapanmu seperti kau adalah suamiku saja"


Tangan Christian menggenggam jemari Natalie, menatap netra cantik itu lekat-lekat. Ada desiran aneh didada Natalie tak seperti biasanya.


Natalie tak bergeming. Entah sudah berapa kali Christian menyatakan ini dia terus menolaknya. Ada rasa bersalah dalam diri Natalie yang tak bisa membalas cinta dari lelaki baik didepannya. Lelaki yang selalu memberikan kebahagiaan dalam hidupnya. Lelaki yang selalu menjaganya, memastikannya baik-baik saja.


Kali ini Natalie tak mampu menolak ataupun menerimanya. Bibirnya bungkam, netranya mengeluarkan bening air menatap mata Christian yang juga sudah basah lebih dulu.


Natalie tau, kali ini Christian berharap ada sebuah balasan cinta untuknya. Tapi Natalie tidak bisa, rasa traumanya belum benar-benar pulih. Namun rasa sayangnya pada Christian juga semakin besar.


Christian mulai kehilangan akal, tidak mendapat respon penolakan atau menerima membuatnya kalut. Wajahnya mendekat menepis jarak diantara keduanya, Natalie masih diam saja. Perlahan, bibir Christian mendekat menyentuh lembut bibir Natalie yang sudah basah sebab air mata. Christian memejamkan mata menahan tengkuk Natalie dengan tangannya yang satu sedangkan yang satu lagi masih menggenggam tangan Natalie.


Natalie sedikit melonjak mendapat perlakuan itu dari Christian. Namun tubuhnya tidak bisa menolaknya. Christian mulai ******* lembut bibir manis itu, Natalie masih diam saja. Makin lama pangutan itu terasa makin panas, Natalie mulai menikmati permainan Christian dan membalasnya. Merasa mendapat balasan Christian semakin bersemangat memasukan lidahnya mengabsen setiap inci lidah Natalie.


Ditengah hujan deras diiringi deburan ombak malam itu menjadi saksi bisu mereka. Dalam hati Christian begitu bahagia, Natalie sepertinya akan membuka hatinya kali ini. Perjuangan cintanya mungkin sebentar lagi akan berakhir indah.


Sedangkan Natalie masih bimbang dalam hatinya, entah apa keputusan yang harus diambilnya setelah ini. Andai saja trauma itu tidak ada, dengan senang hati dia akan menerima Christian masuk dalan hatinya, menjadi pasangan hidupnya, ayah dari anak-anaknya. Entahlah, dia tak bisa berfikir jernih kali ini.


Pangutan dari keduanya masih beradu, Christian seperti enggan melepaskan bibir yang membuatnya hampir gila itu. Setengah mati dia menahan hawa panas meminta lebih saat ini dan sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana. Tidak. Dia tidak ingin menyentuh Natalie lebih jauh, dia harus menjadikannya miliknya seutuhnya.


"Ku mohon terimalah kali ini Nat, aku bisa gila karena mu" batin Christian saat melepaskan pangutannya dengan nafas tersenggal-senggal.


To be continue>>>>