
Entah sudah berapa kali Frans mondar mandir mengamati Natalie dari kejauhan. Dia tidak boleh gagal kali ini harus bisa menemui Natalie dan mengatakan segalanya.
Frans mengambil lagi anggurnya dsn menegaknya habis. Sudah sangat frustasi dia seperti orang bodoh yang membuang-buang waktu demi seorang wanita.
Tapi rencananya sudah berjalan setengah jalan, dia berhasil membujuk ayahnya untuk segera mengurus pergantiannya dengan Christian di percepat malam ini dengan alasan yang begitu pintar.
Saat ini Natalie masih tengah berbicara dengan seorang gadis yang sepertinya adalah temannya, Frans tidak terlalu memperdulikan itu.
Senyuman dan tawaan Natalie berhasil membuat Frans tertegun. Wajah cantik yang sedang tertawa itu masih sama seperti gadis 8 tahun waktu itu. Ya, Frans masih sangat mengingat kejadian konyol namun manis baginya.
Gadis itu sudah berlalu nampak Natalie sepertinya haus dan meminta minuman pada seorang pelayan.
Ide gila merasuk pada otak Frans yang mulai dipengaruhi oleh minumannya yang tidak sadar telah di habiskan Frans selama menunggu Natalie.
Dia memanggil seseorang dan berbisik dengan orang itu, tak lama orang itu mengangguk seakan mengisyaratkan mengerti yang harus dia lakukan.
Frans menyuruh seorang pelayan menganti minuman Natalie dengan sebuah alkohil yang aromanya tidak menyengat bahkan hanya berbau dan memiliki rasa seperti soda tapi sangat memabukan.
Entah setan apa yang sudah merasuki Frans hingga niat yang tadinya hanya ingin bertemu bisa berubah ingin menjebaknya dan membuatnya mabuk.
Seperti yang sudah diperintahkan pelayan itu datang kepada Natalie membawa nampan berisi minuman itu. Natalie meminumnya dan kembali memainkan ponselnya.
1
2
3
Frans tersenyum licik melihat Natalie beransur meninggalkan tempat duduknya dengan sempoyongan.
.
Frans berhasil membawa Natalie dalam sebuah kamar di gedung itu. Frans juga sudah kehilangan konsentrasi efek minumannya dan tak ingin terlalu jauh membawa Natalie pergi.
Natalie membuka matanya berusaha melihat yang ada didepannya. Samar. Tidak jelas. Wanita itu meraba wajah Frans.
"Sejak kapan kau jadi brewok seperti ini Chris, aku tidak suka cepat cukur rambut mu ini" Natalie menepuk-nepuk rahang keras Frans.
Frans mengumpat dalam hati. Masih setengah sadar.
Brengsekkkkk...
Chriss.. Chrisss.. Chrisss...
Wanita itu kembali merangkul leher Frans yang hendak berdiri membuat sang pemilik terjatuh dalam pelukan Natalie. Frans menatap wajah Natalie lamat-lamat, sedekat ini membuat jantung Frans semakin berderak tak beraturan.
Tatapan mendamba pada bidadari di depan matanya begitu tersorot di mata Frans yang sudah memerah dan terselimuti kabut bergejolak dengan sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana.
"Jangan pergi Chris, aku tidak punya siapa pun" senyuman Frans memudar seketika.
"Diamlah" Frans mulai kesal melepaskan rangkulan Natalie.
"Aku mencintaimu"
Ucapan Natalie memanas di telinga Frans. Cinta? Natalie mencintai lelaki itu?
Tidak. Tidak boleh begitu. Selama ini Frans santai karena tau bahwa Natalie sebenarnya tidak menaruh hati pada Christian. Mereka bersama hanya karena Christisn selalu mengejar dan Natalie kasihan. Ya, kasihan. Itulah kata yang selalu Frans ucapkan menenangkan hatinya sendiri
Tapi apa sekarang, Natalie memgatakannya sendiri. Mencintai, Frans tidak terima itu.
Akal sehatnya hilang Frans berubah seperti singa lapar yang siap menerkam mangsanya karena kemarahan.
"Ja-jangan ku mohonnn.. Chrissssstiannnn"
To be continue>>>