Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 26



"Aku membencimu Franssssss" teriak Natalie menjambaki rambutnya sendiri.


Frans sudah tidak bisa berkata-kata lagi kali ini, membela diri? apa yang harus dibela. Semua memang salahnya secara penuh. Dan dirinya harus bisa menerima konsekuensinya.


Flasback off


.


Setelah kejadian itu Frans tidak pernah bertemu Natalie lagi. Rumahnya kosong, tetangga samping rumahnya mengatakan pagi-pagi sekali wanita pemilik rumah itu pergi membawa tas dan koper bersama taxi online.


Menyesal? sudah pasti. Bahkan Frans sangat-sangat menyesali perbuatannya yang bejat itu. Andai saja dia bisa mengontrol nafsu dan ego nya, setidaknya Natalie tidak akan pergi dalam keadaan yang membencinya dan juga setelah apa yang dilakukannya.


"Sudah ada kabar?" ucap Frans menelpon seseorang.


"Belum Tuan, wanita itu bahkan tidak mendaftarkan pasport kemanapun"


"Itu bagus, berarti dia masih ada di Manila"


"Kami akan segera mengabari info selanjutnya"


Frans menutup telepon tanpa menjawabnya. Ada sedikit harapan dalam hatinya. Setidaknya, walaupun dia tidak bisa memiliki Natalie sekali lagi masih bisa bertemu dengan wanita itu.


.


"Saya bahkan sudah mengecek segala dokumen tentang dia tuan, tapi tidak ditemukan alamat ataupun nama sanak saudara darinya" ucap Fllora.


"Sejak kecil ayahnya menutupi semua saudaranya, kita tidak akan temukan apapun jika mencari siapa dan dimana saudaranya Fllo" balas Christian.


"Kakk Nat, kau dimana astagahhhh" Fllora terlihat frustasi.


"Saya akan membantu tuan semampu saya, kita akan temukan Kak Natalie secepatnya Tuan"


"Terimakasih Fllo" Christian semakin melemas.


.


Kini tempat ini pula menjadi saksi kerinduannya. Keresahan dan segala rasa bersalahnya, tak pernah terbayangkan oleh Christian wanitanya akan meninggalkannya seperti ini.


Lelaki itu semakin berjalan mendekati bibir pantai, membiarkan kaus kakinya basah yang entah sejak kapan sepatunya terlepas. Menatap nanar pada senja didepannya yang begitu indah saat sinar berwarna jingga itu juga seakan mengucapkan selamat tinggal padanya.


"Nnaaaaaaatttttaaaaallieeeeeeee. Kau membuat ku gilaaaaa" Christian begitu frustasi. Air matanya bahkan sudah tak tertahan. Christian tersungkur membiarkan tubuhnya jatuh diantara pasir basah yang tersapu ombak sore itu.


"Kau bahkan tidak meninggalkan jejak sayang, kau dimanaaa? kau-"


Sore itu senja benar-benar menghilang tertelan oleh malam dibawah lautan lepas. Christian masih ditempatnya membiarkan ombak terus membuat tubuhnya dingin. Lelaki itu bahkan seperti mati rasa.


Christian menarik nafasnya dengan berat, berusaha bangkit dari segala yang memberatkan langkahnya. Dia tidak boleh putus asa dan bertindak bodoh, tidak boleh membuang waktu lagi yang akan sia-sia.


Ditengah pengumpulan semangatnya sebuah benda pipih disaku celana bahannya seperti bergetar. Christian segera mengangkatnya.


"Bagaimana?" tanya Christian.


"Wanita itu sangat pintar bos. Tidak ada jejak satu pun yang bisa dibaca"


"Persetan dengan semua itu. Cari sampai dapat"


"Kami akan terus berusaha bos. Semuanya sudah saya kerahkan untuk mengatasi ini, kau cepatlah pulang semua mencarimu"


"Aku sedang mencari kekasihku, sialan!"


"Baiklah bos, lakukan yang kau suka" ucap Damian mulai kesal pada bos nya yang bucin itu.


"Segera beri kabar dan pastikan kabar baik" Christian menutup telepon dan kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.


"Apapun yang terjadi , dimanapun tempatnya dan dengan siapapun kau berada. Aku akan menemukanmu Nat." batin Christian.


To be continue>>>