
Christian memeluk tubuh wanitanya erat, ada sebuah asa yang menyelimuti hatinya takut kali ini Natalie akan menolaknya lagi. Christian memang sudah kehilangan akal hingga sampai menangis memohon cintanya dibalas.
"Ku mohon Nat, beri aku kesempatan"
Natalie melepaskan pelukan mereka, menggenggam kembali tangan Christian berusaha tegar menatap netra memerah lelaki itu.
"Aku hanya takut menyakitimu" ucapnya lirih.
"Tidak. Aku tidak akan merasa tersakiti karena mu"
"Omong kosong, setiap hubungan pasti juga akan menyakitkan pada akhirnya, aku tidak mau menyakitimu nantinya. Cobalah untuk mengerti Christian"
Christian melelaskan tangannya dari genggaman Natalie.
"Lalu kau fikir dengan menolakku terus menerus tidak akan menyakitiku? begitu maksudmu"
Christian mulai kesal, rasanya Natalie terus menerus memberikan alasan yang menurutnya aneh. Takut menyakiti dengan menyakiti. Apa maksudnya? Apa dia tidak berfikir berapa kali dia sudah menyakiti.
"Sudahlah Nat, sekuat apapun aku mengejarmu aku tidak akan terlihat olehmu."
Christian melampirkan senyuman mengejek pada dirinya sendiri, hatinya hancur mungkin kata menyerah akan menjadi pilihannya nanti.
"Terimakasih untuk malam ini, besok aku sudah tidak ada lagi dikantor itu. Aku akan memimpin perusahanan papa. Jaga dirimu, kau akan bahagia tanpa pengganggu"
Christian menghapus air matanya mengayunkan langkahnya beranjak dari gubuk itu.
"Mau kemana, masih hujan. Christiannnnnnn" teriak Natalie yang ditinggal Christian begitu saja.
Seperti biasa, saat marah Christian akan meninggalkan Natalie sendirian tapi beberapa menit kemudian dia akan kembali lagi.
"Christiannnnnn.... Chrissss... Christiannnnn" teriak Natalie semakin kencang.
Natalie langsung memeluk lelaki itu dari belakang dengan posesif. Tidak ingin kehilangan, Natalie tak ingin kehilangan lelaki yang sudah berkorban banyak untuknya.
"Apa lagi Nat, jangan menahanku seperti ini aku lelah, lepaskan"
"Tidak".
"Apa mau mu?" kesal Christian melepaskan pelukan Natalie.
Natalie dengan cepat memeluk Christian kembali saat lelaki itu akan beranjak lagi. " Baiklah aku akan mencobanya, aku akan membuka hatiku, aku akan belajar mencintaimu sebagai kekasihku. Jangan pergi" teriak Natalie yang sontak saja membuat kaget Christian.
"Apa katamu Nat, coba ulangi" Christian tak percaya.
"Aku menerimamu Christian" Natalie menangis tersedu-sedu.
Christian melepaskan pelukan Natalie berbalik badan memeluk erat wanita itu dari depan. Mendekapnya penuh cinta, hatinya berkecambuk lega dan bahagia. Natalie menangis didada lelaki itu. Entah ini keputusan yang benar atau tidak yang jelas Natalie tak ingin kehilangan Christiannya. Tidak ada salahnya membuka hati, Natalie tak ingin menyesal dikemudian hari.
Natalie melepaskan pelukan mereka menatap netra Christian yang kini berubah bahagia. " Apa kau bahagiia?"
"Sangat" tersenyum haru bibir Christian " Terimakasih sayang". Natalie mengangguk.
Christian kembali memangut bibir Natalie ditengah guyuran hujan yang sangat deras. Lelaki itu bahagia, akhirnya Natalie luluh dan menjadi miliknya.
Natalie mengalungkan tangannya dileher Christian membalas pangutan kekasihnya itu. Tidak lagi seperti tadi, kini Natalie dengan senang hati membalasnya. Menikmati setiap sentuhan dan ******* Christian yang hangat dengah hawa dingin. Christian semakin memeluk Natalie dan menahan tengkuknya memperdalam ciuman mereka. Christian hampir gila dan bahagia, tidak pernah didapatkannya kebahagiaan ini sebelumnya dalam hidupnya.
Aku akan membuatmu mencintaiku secepatnya, aku akan menjagamu dan tidak akan pernah menyia-yiakan mu seperti ketakutanmu. aku akan menjadikan mu ratu dalam istanaku. Kita akan memiliki malaikat-malaikat kecil yang lucu. Kau adalah segalanya untuk ku, Natalie.
Aku tidak tau harus bagaimana setelah ini. Yang jelas, sebisa ku aku akan membuatmu bahagia meski tak sepandai dirimu yang bisa membuatku bahagia sejak dulu. Bantu aku perlahan pulih dari keadaan, kau adalah satu-satunya yang kupunya, ku percaya dan ingin ku cinta. Aku menyayangimu, Christian.
To be continue>>>