
Christian mendekatkan wajahnya, menghilangkan jarak diantara mereka berdua. Natalie yang tadinya tidak fokus pada kelakuan Chris kini mulai berwaspada. Saat kini jarak antara wajah mereka yang hanya beberapa senti saja. Chris menatap penuh bibir berwarna pink milik wanita itu dan...
"Kau ini selain ceroboh juga sangat jorok yaa" terkekeh Chris saat mengusap sisa saus diujung bibir Natalie. Makan terburu-buru membuat Natalie lupa membersihkan sisa makanan yang dimakannya tadi siang.
"Chrissssss..." pekik Natalie memukul dada Christian. Seketika Natalie mengusap-usap bibirnya dengan kasar, bukan malu karena dikatai jorok tapi Natalie malu sudah berfikir yang bukan-bukan.
"Apa?" tanya Chris masih tetap tertawa mencoba menghentikan tangan Natalie yang terus mengusap bibirnya. "Kau pikir aku akan mencium mu?" goda Chris kemudian.
Natalie menghentikan aksinya menepis tangan Chris yang memegangi lengannya.
"Tidak. Dan jangan berani-berani kau macam-macam dengan ku" marah Natalie.
"Kalau aku mau bagaimana?" dekatkan kembali wajah Chris kedepan wajah Natalie.
"Chrissssssssssssssstiaaannnn" cubit Natalie tepat diperut sobek-sobek Christian. Kemudian memukul keras pundaknya. Christian meringis menahan sakit juga tawanya.
"Ini penyiksaan Nat, kau ini KDRT yaa" rintih Christian.
"KDRT KDRT siapa yang mau menikah dengan mu" kesal Natalie lagi. Natalie benar-benar kesal pada kejailan Chris yang tak henti-hentinya. Natalie tau semua itu hanya candaan saja, karena seorang Christian tidak akan macam-macam padanya. Bagaimana seorang lelaki yang selama ini melindunginya bisa melakukan hal itu.
"Aku yakin suatu hari nanti kita akan menikah, kita tunggu saja takdir akan membawa kita kesitu" kali ini Chris tersenyum penuh arti menatap luar jendela yang nampak basah sebab gerimis yang tiba-tiba datang.
"Omong kosong" jawab Natalie
"Hujan Chris kau akan pulang atau masih ingin disini?"
"Aku menginap yaa" mohon Chris memelas.
"Big No. Kau bilang kemarin yang terakhir aku males mulut tetangga pada pedes semua dikira kita ngapa-ngapa lah. Lagian gak boleh tau wanita dan laki-laki tidur serumah cuma berdua lagi" tolak Natalie panjang lebar.
"Aku kan masih pengen nemenin kamu jagain kamu lagi sakit. Kita juga kan memang gak ngelakuin apa-apa ngapain dengerin tetangga. Aku juga udah bilang pindah ke apartement deket kantor, lebih enak di kamu dan di aku juga kan"
"Enak di kamu sesukanya nginap tanpa aku bisa nolak. Lagian juga yaa, ini rumah aku beli fungsinya kan buat ditempatin kalo aku ke apartement kamu sayanglah"
"Rumah yang tetangganya risuh buat apa sih Nat, udah lah pindah aja ya" bujuk Chris. "Yaudah deh kamu beli aja dicicil"
"Sampai kau jadi milik ku" tertawa Chris meninggalkan kamar Natalie bersiap ingin mandi.
"Punya teman satu nggak waras lagi" gerutu Natalie melihat punggung Chris yang semakin menghilang diambang pintu kamar.
Selesai mandi Christian yang hanya menggunakan handuk terlilit di pinggang masuk dengan santainya kekamar Natalie membuat Natalie berteriak histetis menyaksikan Chris yang bahkan tidak ada rasa malu.
"Sudah gila ya kenapa gak pake celana dulu sih" tutup Natalie matanya menggunakan telapak tangan.
"Ini mau ngambil celana yang kemaren udah dicuci kan, mana?" mendekat Chris pada Natalie yang berusaha terus menjauh darinya sambil menutup mata.
"Dilemari kamar yang kau tiduri lah, mana ada ku taro di lemari ku"
Christian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sambil nyengir kuda memperlihatkan raut wajah tak bersalah sama sekali.
"Sudah sana menjauh dariku cepat, pakai celana mu dulu aku ngeri liatnya Christiannn"
"Iya iyaaa gini aja gak kuat" terkekeh Chris pada Natalie yang begitu histeris melihatnya telanjang dada dan hanya berbalut handuk saja.
Christian sudah kembali lagi kekamar Natalie membawa nampak berisi semangkuk sup hangat dan segelas air. Tentu saja sudah memakai pakaiannya yang diambil dari lemari kamar tamu.
"Makan dulu Nat, masih hangat" letakan Chris nampan diatas meja mengambil mangkuk siap menyuapi Natalie.
Natalie yang sedari tadi memainkan polsen sambil berbaring diatas ranjang merileks kan kakinya yang baru diolesi obat luar semacam salep mengubah posisinya duduk bersandar di daseboard ranjangnya. Wanita itu terkekeh melihat perlakuan Chris yang begitu berlebihan, hanya kakinya yang sakit tapi Chris bersikap seolah Natalie sudah tidak bisa bangun saja.
"Aku tau yang kau pikirkan. Sudah jangan banyak protes, makan saja biar cepat sembuh" suapkan sup pada mulut Natalie.
Natalie tak menjawab, dia hanya tersenyum penuh arti. Ada rasa bersalah dan terimakasih yang melebur jadi satu. Rasa bersalah karena dia tidak bisa membalas semua yang sudah Chris lakukan untuknya dengan cintanya. Sungguh Natalie tidak bisa melakukan itu, itulah yang terus membuat Natalie berkata "Sudah cukup Chris, aku tidak bisa membalas semuanya" tapi lagi-lagi Christian tidak perduli itu. Lelaki itu terus meyakinkan Natalie bahwa biarlan semuanyq mengalir dengan sendirinnya, pada alur yang sesungguhnya. Christian yakin semua akan terjadi sesuai keinginan dan harapannya.
Dan rasa terimakasih karena Tuhan yang sudah mengirimkan malaikat di kehidupannya yang gelap ini. Menuntun Natalie untuk kembali bangkit menuju kehidupan yang lebih terang dan lebih baik. Memberikannya kasih sayang, membuatkan merasa ada keluarga, mengisi kekosongan hidupnya yang begitu hampa. Hingga sebuah buih-buih cinta tumbuh dihati Chris diantara kebersamaannya dengan Natalie. Dan yang membuat Natalie bersedih adalah dia tidak bisa membalas itu, dia tidak bisa memberikan cintanya. Natalie, dia tidak bisa membalas cinta dari malaikatnya yang memberinya banyak cinta.
To be continue>>>