Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 20



Frans melepaskan jasnya membuangnya asal kemudian membuka kancing kemejanya dengan terburu-buru. Menindih Natalie yang masih saja beracau memanggil-manggil Christian. Membuat Frans semakin marah dan hilang kendali.


Dengan bringas Frans memangut bibir Natalie semakin rakus tanpa sabar, membuat sang pemilik kaget dan berusaha melepaskan.


Percuma, Frans sudah gila padahal Natalie sudah menendangi kaki nya tapi masih saja di acuhkan bahkan dia semakin rakus. Natalie kehabisan nafas memukul-mukul dada Frans meminta dilepaskan.


"Diam!" Frans melepaskan pangutannya. "Tadi kau diam saja bersama lelaki brengsek itu kenapa dengan ku menolak?" Kesal Frans.


Natalie mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal mencoba untuk berdiri namun ditahan oleh Frans lagi. Wanita itu memegangi kepalanya yang rasanya semakin hebat sakitnya sudah tidak bisa bertenaga lagi.


Frans memangut bibir itu lagi tapi kali ini lebih pelan, lelaki itu sadar tak seharusnya sekasar itu. Natalie yang tadinya menolak mulai membalas. Wanita itu sudah sangat mabuk tidak bisa mengendalikan dirinya lagi bahkan sudah tak mampu melawan.


Perlahan Frans melepaskan pakaian Natalie juga pakaiannya yang tersisa. Menikmati setiap inci tubuh wanita ini dengan penuh cinta. Menyentuh semua bagian tubuhnya yang indah hingga berhenti disuatu titik.


"Jangan Chriss" ucap Natalie sangat pelan.


Frans lagi-lagi tersulut emosi mendengar nama itu. Jadi sedari tadi Natalie fikir melakukannya dengan Christian? Sejenak lelaki itu terdiam menatap wajah cantik dibawahnya.


Persetan dengan dia Nat, batin Frans.


Lelaki itu siap membelah memposisikan dirinya untuk memulai.


"Ja-jangann Chrisss" Natalie menangis dengan mata tertutup namun tanpa perlawanan, tubuhnya sudah lemah dan pasrah.


Frans tak menghiraukan masih terus melanjutkan aksinya. Menembus yang masih terjaga begitu rapat membuat sang pemilik menjerit tanpa suara dan berlinang air mata.


"Chris.... ja-jangan Chrisssstiannnnn" Natalie berteriak dengan sisa suara dan tenaganya kala sesuatu terasa begitu sakit memasuki dirinya.


Netranya semakin membasah, Natalie sudah tak bersuara bahkan pasrah menerima setiap gerakan seseorang diatasnya. Perlahan matanya tertutup membiarkan rasa sakit itu yang menjalar keseluruh tubuh hingga tulang-tulangnya begitu ngilu.


.


.


Frans masih belum terpejam, kini kesadarannya sudah kembali. Ada rasa penyesalan dalam dirinya mengingat apa yang dilakukannya itu sangat keterlaluan. Rasa cemburu, marah dan pengaruh dari alkohol nya membuatnya gelap mata. Wanita yang dicintainya kini sudah dia nodai dengan sangat kasar.


Rasa bersalahnya semakin besar, wanita ini adalah wanita baik-baik. Frans berfikir mungkin Natalie sudah melakukannya sebelumnya bersama Christian. Tapi ternyata dirinya lah yang pertama. Dirinya lah yang merusaknya. Christian bahkan menjaganya selama ini.


Frans perlahan mendekati tubuh wanita itu yang masih polos, menyilakan anak rambut yang menempel di wajahnya kemudian mencium keningnya.


Sebuah deringan ponsel menyadarkan lamunan Frans yang masih menatapi wajah Natalie.


***Calling


Chris🐵***


Frans tersenyum sinis menekan tombol merah dilayar itu. Ada beberapa pesan dari Christian, tangan Frans membukanya.


Maafkan aku sayang mereka benar-benar tidak membiarkan ku pergi.


***Sayang kau sudah pulang?


Kau benar-benar pulang sendiri?


Sayang maafkan aku.


Sudah sampai rumah?


Kau marah?


Sudah tidur kah?


Natalie***!!!!


.


Dia sedang bersamaku brengsek, kau mengganggu moment indahku.


To be continue>>>