Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 13



"Cepat tidur dari tadi bangun-bangun terus. Aku mau mandi" kesal Natalie Christian yang tidak tidur-tidur tapi minta di elus kepalanya dan pangkuan Natalie yang dijadikan bantal.


Christian tertawa mengejek membuat Natalie semakin kesal. " Sudah tidur sendiri, dasar bayi tua" Natalie acuh meletakan kepala Christian pada bantal empuknya.


Wanita itu berlalu dan menghilang dibalik pintu kamar mandi besar itu. Christian masih terkekeh melihat punggung Natalie yang menghilang. Sudah kebiasaannya jika sakit akan merepotkan wanita itu. Bukan apa-apa. Christian menjadikan itu sebagai sebuah kesempatan untuk bermanja-manja dengan wanita yang kini adalah kekasihnya yang sah.


Masih tidak percaya, Christian begitu bahagia dengan buah hasil perjuangannya. Sekian lama mengejar cinta dan akhirnya berhasil masuk dalam hati yang dia inginkan sedari dulu.


.


Waktu semakin sore dua sejoli itu masih betah didalam apartement mewahnya. Christian sudah mulai membaik, walaupun sebenarnya lelaki itu melebih-lebihkan sakitnya untuk mendapat perhatian Natalie.


Mereka duduk berdua didepan televisi yang menayangkan film action kesukaan Christian. Tentu itu adalah hal yang membosankan untuk Natalie yang lebih suka yang berbau kartun.


Natalie memainkan ponselnya sembari mengunyah ceminal kesukaanya. Menyentuh dan menggerak-gerakan layar entah apa yang dicari.


"Astagahhh.... acara nanti malam.. Chris apa kau juga lupa" histeris Natalie tiba-tiba.


Christian tak menjawab malah fokus dengan televisinya hanya menengok sekilas menaikan kedua alisnya mengisyaratkan ada apa?


"Pesta penyambutan Frans, bukankah kau wajib datang"


"Lalu?"


"Lalu? Kau hanya berdiam disini, menonton televisi, memakai kolor mu yang jelek itu?


"Sayanggg.. sudahlah aku tidak tertarik. Disini saja bersamamu"


"No.. Nanti papa mu marah. Tidak enak juga kan sama yang lain pasti mikirnya jelek lagi ke aku"


"Nattt..."


"Cepat siap-siap acara mulai jam 7"


"Kau juga ikut?"


"Hmmmmm"


"Kau akan datang?"


" Pertanyaan macam apa? Aku masih karyawan disitu sudah pasti aku datang"


" Tidak masalah jika tidak datang, tidak berpengaruh" Christian mulai cemburu mengingat tempo hari Frans sempat mengunjungi Natalie saat Christian ingin berkunjung.


"Kenapa? Kau bisa datang kenapa aku tidak? Kau aku izinkan kenapa aku tidak?" Natalie mulai kesal.


"Aku tidak niat datang, juga tidak meminta izin siapapun"


"Ayolahhhh... aku benar tidak enak. Aku tidak mau mencari gara-gara dengan lelaki kaku itu"


"Siapa? jadi itu panggilan sayang mu?"


"Ohh Godd.. Christian Anderson. Bisa tidak cemburunya ditunda atau dikurangi. Nanti kalo aku jadi istrimu apakah aku akan kau kurung didalam kamar? Apa aku tidak boleh bertemu orang lain? Apa aku tidak diizinkan untuk keluar?" Natalie menari-nari frustasi.


***Flasback on


Pagi itu seperti biasa Christian akan mengunjungi Natalie dikala libur, kali ini dia membawakan ponsel baru sebagai ganti ponsel milik Natalie yang rusak kemarin. Namun netra Christian langsung memanas melihat mobil Frans yang terparkir di halaman rumah milik Natalie.


Entah tahu alamat dari siapa, Christian masih tak percaya untuk apa Frans datang.


Didepan pintu Natalie nampak berbicara dengan lelaki bernama Frans itu, terlihat juga sebuah paper bag berwarna cokelat diberikan Frans kepada Natalie tapi Natalie menolaknya.


Christian turun dari mobilnya berjalan gagah yang langsung di lihat oleh Natalie begitu pun Frans.


"Ada apa Nat?" sidik Christian.


"Pak Frans membawa ponsel katanya untuk ganti ponselnya yang rusak Chris" bisik Natalie.


"Sudah Frans tidak usah repot, aku sudah belikan untuknya. Simpan saja itu" ucap Christian sedikit kesal. Bisa-bisanya Frans menemui Natalie hanya karena urusan sebuah ponsel.


Frans tak menjawab bahkan langsung pergi. Didalam mobil Frans membuang asal paper bag itu, memukul stang mobil.


"Berengsek, kenapa dia harus datang" Frans mengacak-acak rambutnya frustasi.


Christian masuk kedalam tanpa di persilakan menaruh paper bag miliknya di atas meja tamu.


Natalie mengambil paperbag itu dan langsung membukanya. Melihat Christian yang sepertinya cemburu dengan berani dan senang dia mendekati Christian.


Cup


Satu kecupan mendarat dipipi Christian. "Terimakasih" ucap Natalie


Cukup sekali. Jangan pernah dia datang lagi.


"Cemburu? dia teman mu. aku tak berharap dia datang juga."


"terserah"


flasback off***


.


"Tentu. Kau milik ku dan hanya milik ku. Orang lain tidak berhak" teringat kejadian waktu itu saat Frans pernah datang.


" Kalau begitu aku tidak mau jadi istrimu, aku tidak mau menikah dengan mu. Sudahlah kita puuu....


Hussstttt... Christian membungkam bibir Natalie dengan bibirnya melesatkan seketika lidahnya dalam mulut wanita itu. Mengabsen setiap isinya memberi sensasi manis pada keduanya. Tangan Christian mulai memeluk pinggang Natalie, yang satu lagi menahan tengkuk Natalìe semakin memperdalam ciuman mereka.


Natalie tersentak kaget namun tak bisa memberontak. Tangan kekar Christian memeluknya erat tidak ingin melepaskan. Mereka mulai kehilangan nafas masing-masing.


Christian melepaskan pangutannya dengan nafas yang tesenggal-senggal begitu pun Natalie yang kini air mukanya sudah merah entah kesal atau malu.


"Jangan pernah katakan itu, ku mohon" Christian menatap lamat netra Natalie, seketika rasa marahnya padam berganti rasa yang entah tidak bisa dijelaskan olehnya.


To be continue>>>