Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 7



Acara selesai saat Frans yang sudah terlebih dahulu meninggalkan ruangan pertemuan mereka semua. Pertemuan kali ini dianggap kacau karna kelakuan Natalie. Wanita itu mendapat teguran keras karena memainkan ponsel disaat acara penting sedang berlangsung. Natalie juga baru tau lelaki yang membuang ponselnya tadi adalah pemimpin baru perusahaan ini.


Kesal tapi bagaimana lagi, Natalie mengakui ini semua kesalahannya. Moodnya yang sedang tidak baik, kekesalan pada Christian yang selalu memaksannya membuatkan sangat bosan hingga ceroboh melakukan kesalahannya tadi.


Namun Natalie sangat tidak menyukai perlaku Frans yang semena-mena padanya. Walaupun dia adalah bos, bagi Natalie dia tidak ada hak untuk merusak barang pribadi karyawannya.


Christian yang akhirnya terbebas dari para rekannya kini menemui Natalie yang sedang duduk di ruang kerjanya.


"Natalieeeeeeee" pekik Chris mengacak-acak rambut wanita itu.


"Christiannn... apasih rambutku jangan diacak-acak" kerucutkan bibir Natalie kesal membuat Christian semakin gemas mencubit pipinya.


"Udahh ya jangan bikin tambah kesal"


"Sudah ku bilang jangan ceroboh bisa?"


"Aku bosan, juga tidak tertarik dengan acara tadi"


"Tapi tidak begitu juga kau memainkan ponsel mu seperti tadi? Untung saja ponsel mu saja yang dilempar bukan kau"


"Bukankah itu keinginan mu?"


"Ya benar itu keinginan ku tapi aku tidak ingin kau keluar dengan tidak hormat dari disini, apa lagi karna si songong itu."


"Sungguh dia orangnya Chris?"


"Kenapa kau tertarik? atau menyukainya?"


"Issss aku hanya bertanya"


Chris mengerutkan dahinya memandang jengah pada Natalie.


"Apasihh.. aku sudah bilang hanya bertanya gak usah cemburu buta"


"Salah kalo aku cemburu sama kamu?" perkataannya berubah jadi serius.


"Salah.."


"Salah dimananya?"


"Salah waktu salah orang salah semua"


"Kapan sih aku bener dimata kamu"


"Baperr" keluarkan ponsel Natalie yang sudah berantakan bentuknya.


"Rusak?"


Natalie tak menjawab.


"Gak usahhh... Gak usah beli beliin lagi"


"Kenapa?"


"Aku mau usaha sendiri kan ini salah aku"


Christian menganggukan kepalanya.


"Terus gimana kita saling menghubungi?"


"Biasanya juga dateng gak dijemput gak mau pulang" Natalie memutar bola matanya.


"Ohh iyaaaa" Christian nyengir kuda.


Hari ini full tidak ada pekerjaan di kantor, Frans akan datang langsung kesetiap ruang dan bidang mengecek keadaan dan pekerjaan di dalamnya.


Frans memasuki ruangan satu persatu ditemani tuan Jimmy dan beberapa rekan lain setelah sebelumnya makan siang bersama di restauran tak jauh dari kantor.


Semua ruangan dan isinya sudah di cek Frans dan kali ini tiba di ruang kerja Natalie yang baru saja kemarin di pindahkan itupun paksaan dari tuan Jimmy yang mengharuskan Natalie pisah ruang dengan para staf lain berhubungan dengan privasi perusahaan.


Christian sudah keluar dari ruangan tersebut 10 menit yang lalu setelah tau Frans sebentar lagi akan datang. Natalie nampak kesal akan bertemu kembali dengan lelaki yang baru saja merusak ponsel kesayangannya.


Frans kini masuk bersama yang lainnya keruangan Natalie, Natalie berdiri memberi tanda hormat melampirkan senyum keterpaksaan dibibir pink miliknya.


Frans yang sekilas selirik Natalie terkekeh atas senyum Natalie yang terpaksa. Setelah semua dicek dengan baik sambil tuan Jimmy menjelaskan pekerjaan yang dikerjakan Natalie Frans meminta tuan Jimmy beserta rombongan untuk keluar lebih dulu karena ingin berbicara sebentar dengan Natalie.


Natalie yang bingung harus berbuat apa hanya bisa terdiam tak berani menatap Frans sedikitpun.


"Jadi anda sudah tau siapa saya?


"Iya pak. Maafkan-"


"Sudah lupakan saja" potong Frans yang kini mulai duduk dikursi Natalie, reflek Natalie langsung menjauh dari kursinya yang didudukin oleh Frans. Kini wanita itu berdiri disudut ruang dengan memainkan kukunya pertanda dia sedang gugup.


"Kenapa anda gugup?"


"Aaa.. tidak pak"


Frans melihat ponsel Natalie yang rusak ditelakan diatas meja.


Setelah beberapa menit berada diruang Natalie dengan beberapa pertanyaan yang diajukannya Frans kemudian keluar dari ruangan itu. Membuat Natalie akhirnya bisa bernafas dengan lega.


Wanita itu meminum habis air di gelasnya mengusap wajahnya dengan kesal. Lagi lagi lelaki itu membuat Natalie kesal dengan pertanyaan-pertanyaan bodohnya. Natalie seperti tercekik, hampir tidak bisa bernafas berada satu ruangan dengan Frans yang entah mengapa lagi dan lagi membuatnya merasa begitu dekat walaupun sepertinya baru bertemu beberapa waktu yang lalu.


.


To be continue>>>