Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 6



Hari itu Chris benar-benar menginap dirumah Natalie. Bukan hal yang baru lagi, lelaki itu sudah terbiasa menginap di kediaman sahabat sekaligus wanita yang di cintainya itu.


Natalie yang sedari awal tidak mengizinkan sudah tidak bisa berbuat apapun jika Chris sudah ingin. Lelaki itu hanya ingin menjagai Natalie dan ingin selalu berada di sisi wanitanya.


Sudah menjadi jurus andalan Chris jika Natalie mengatakan tidak boleh akan tidak baik timbul omongan tidak enak lagi nanti dari tentangga, Chris akan mengatakan "kalau begitu ayo kita menikah saja" atau "pindah saja ke apartemen".


Ya, bukan ingin berbuat macam-macam atau yang tidak baik. Christian hanya tidak ingin berada jauh dari Natalie saat Natalie membutuhkannya. Benar-benar sangat membutuhkannya.


Christian dengan telaten merawat Natalie nya sabar. Menuruti setiap keinginnan kecil hingga keinginan konyol wanita itu. Semua orang yang menyaksikannya akan mengira bahwa mereka adalah pasangan yang serasi nun nyatanya cinta hanya ada di hati Christian saja, hanya Christian yang mencintai Natalie tidak sebaliknya.


🌼


.


.


.


Suasana kantor hari ini sangat ramai. Seperti yang sudah diagendakan beberapa hari yang lalu bahwa hari ini akan ada pertemuan seluruh staf karyawan dengan pemimpin baru menggantikan Christian yang akan keluar dan mengurus perusahaan milik keluarganya sendiri.


Dan sampai detik ini sayangnya Christian belum juga bisa membujuk Natalie untuk ikut pindah di perusahaan baru yang dipimpinnya. Natalie ingin tetap tinggal di perusahaan itu, tapi jika kepemimpinan dari bos baru nya membuatnya tidak nyaman maka Natalie akan ikut bersama Chris di perusahaan baru milik keluarga Christian.


Seluruh staff karyawan beserta jajarannya dan para pemimpin lain berkumpul di aula gedung kantor yang cukup besar. Sebentar lagi mereka semua akan bertemu dengan bos baru yang akan memimpin perusahaan mereka bekerja. Christian selaku pemimpin saat ini sudah menunggu bersama para petinggi lainnya. Natalie nsmpak sibuk dengan polselnya sendiri karena memang tak banyak rekan kerja yang berteman dengannya. Mungkin hanya berapa gelintir saja, sisa nya adalah rapa netizen syirik yang selaku menjadikannya bahan gosip di kantor.


Pintu aula terbuka lebar nampak dua penjaga menunggu di ambang pintu lalu beberapa lelaki berdasi dan berjas rapi masuk kedalam aula. Dari beberapa orang tersebut nampak satu lelaki yang paling muda tampan. Menggunakan setelan jas hitam senada dengan celana, sepatu mengkulat dan rambut tertata sangat rapi. Wajah blasteran Indo Italia dengan mata yang sangat indah.


Beberapa karyawan wanita nampak berbisik dan berdecak kagum melihat penampilan dari lelaki tersebut. Sudah bisa di tebak, lelaki itu lah bos baru mereka yang akan di perkenalkan pada mereka semua saat ini.


Acara berlangsung dengan sederhana. Hari ini hsnya akan ads perkenalan sedikit dari sang pemimpin baru. Karena nantinya akan di adakan acara khusus perkenalan sekaligus penyerahan kepemimpinan.


Tuan Jimmy selaku orang kepercayaan tuan Evander sang pemilik perusahaan kali ini yang berbicara.


"Dan inilah yang kalian semua tunggu, pemimpin baru perusahaan Evander Group putera tunggal tuan Evander. Tuan muda Frans Leonard Evander...."


Natalie masoh sibuk dengan ponselnya sendiri tak sekit pun antusian akan acara ini. Saat yang laiinya ingin maju mendekat pada sisi inti acara melihat Frans pemimpin baru mereka. Natalie justru berada di paling ujung sisi ruangan dengan tangan yang masih sibuk memainkan ponselnya.


Saat acara masih berlangsung dengan perkenalan Frans dan sedikit tanya jawab antara Frans dan para karyawan tak sengaja Frans melihat Natalie.


"Nona yang berdiri disana" ucap Frans dengan sangat keras menunjuk keberadaan Natalie.


Seketika semua pandangan tertuju pada Natalie. Natalie masih belum sadar menjadi pusat perhatian kini masih sibuk dengan ponselnya.


"Natalieeeee" Christian menepuk jidatnya sendiri menyaksikan kebodohan sahabatnya itu.


"Nattt... Nattt" seorang karyawan wanita lain berusahan memanggil Natalie.


Frans yang tak direspon oleh Natalir pun akhirnya turun dari panggung mengayunkan langkahnya mendekati Natalue berada. Perhatian semua mata semakin terpusat pada Natalie saat kini Frans berjalan semakin dekat dengan Natalie, hingga kini Frans sudah berdiri dihadapan Natalie namun wanita itu masih belum sadar.


Frans mengerutkan dahi melihat jelas wajah Natalie. Nampak tidak asing tali dia tidak ingin siapa wanita dihadapannya itu. Masih belum sadar juga Frans akhirnya maju lagi selangkah mengambil alih ponsel Natalie.


"Ponsel ku" pekik Natalie kaget. Kini mereka saling berpandangan. Manik keduanya saling bertemu. Manik coklak dengan bulu mata lentik dan mata kebiruan dengan bulu mata yang tebal. Manik mereka saling memadu seperti tidak ada keasingan pernah saling menatap.


"Ada apa diponsel anda Nona, sepertinya asik sekali" Frans memperhatikan ponsel Natalie dengan membolak balikkannya.


"Anda siapa?" pertanyaan polos dari mulut Natalie membuat seisi ruangan menertawakannya. Christian yang berdiri di belakang Frans meletakan jari telunjuknya ke bibir mengisyaratkan Natalie untuk diam.


"Saya siapa?" Frans membalikan pertanyaan Natalie terkekeh dengan perlakuan wanita ini. "Karyawan seperti dia di perusahaan ini tetap dipertahankan?"


"Maaf tuan, dia salah satu karyawan terbaik disini" jawab tuan Jimmy yang juga mengamati detail jalannya perusahaan.


"Oh yaa... Saya penasaran dengan keahlian anda Nona" tekankan Frans kalimatnya melempar ponsel Natalie sembarangan membuat pekikan kencang Natalie menyaksikan ponselnya terjun ke lantai denfan bebas. Memandang kesal Frans yang sama sekali tidak perduli ataupun merasa bersalah sedikit pun.


Frans tidak perduli lagi kini pergi meninggalkan ruangan dengan senyuman yang sulit diartikan. Seperti sebuah misteri ketika melihat Natalie saat ini Frans dibuat penasaran dengan wajah tak asingnya.


To be continue>>>