
*Frans masih terdiam menatap wanita didepannya yang kini wajahnya sudah memerah menahan amarah pada Frans.
"Kau tidak bisa menjawab Frans?" sarkas Natalie lagi.
"Atau justru kau yang merencanakan semua ini? kau tega? kau gila Frans!!" teriak Natalie.
"Aku melihat mu mondar-mandir malam itu dan memperhatikan gerak-gerik ku. Aku masih berfikir positif melihat tingkah mu yang memang mencurigakan. Aku bahkan tak berfikir sedikit pun kau punya niat buruk pada ku meski Christian selalu mengatakan aku harus menjauhi mu dan-"
"Jangan sebut nama itu didepan ku, Nat" bentak Frans mulai kesal mendengar Natalie menyebut nama Christian saat bersamanya.
"Kenapa? kenapa aku tidak boleh menyebut namanya? dia kekasih ku. Lelaki yang selama ini menjaga ku, melindungi ku, menyayangiku lebih dari dirinya sendiri, yang setia menunggu cinta ku, yang bahkan tak berani menyentuh ku lebih sebelum hubungan kami ini sah. Dan kau? kau siapa? kau yang menghancurkan hidup ku, mimpi-mimpi ku, cinta yang bahkan baru ku bangun, yang baru ingin ku mulai, dan hati yang kembali ku buka setelah sekian lama tertutup rapat." Natalie sudah bergelimang air mata.
Dadanya naik turun menahan gemuruh hatinya yang begitu meluap-luap. Begitu pun Frans yang sudah memanas mendengar semua tentang Christian yang kenyataannya jauh lebih baik dari dirinya sendiri.
"Aku bahkan baru mulai ingin membahagiakannya,dan sekarang-" Natalie menahan sakit didadanya yang teramat. "Aku yang harus aku katakan padanya?"
"Tinggalkan dia Nat, aku akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada kita" ucap Frans enteng.
Plakkkkkk
Sebuah tamparan mendarat dipipi tampan milik Frans, Natalie sudah sangat muak pada lelaki itu.
"Omong kosong Frans, jangan bicarakan pernikahan pada ku. Aku tidak akan pernah menikah dengan mu apa pun yang terjadi. Dan untuk Christian jikapun aku harus meninggalkannya itu tidak ada urusannya dengan mu sama sekali" lanjut Natalie.
"Cinta ku hanya untuk Christian, meski ketidakmungkinan sekarang untuk kami bersama tapi tidak ada kesempatan pula untuk seseorang bisa dengan mudah masuk menggantikannya dalam hatiku, termasuk kau. Kau bahkan tidak berhak menerima cinta Tuan Frans Leonard Eddison, jangan karena kekuasaan mu kau bisa seenaknya pada siapapun" tambahnya.
"Apa aku harus mengatakan segalanya pada mu? semua perasaan dan isi hatiku? 5 tahun lebih dia bersama ku, justru bohong jika aku tidak mempunyai perasaan padanya"
"Tidak. Kau milik ku Nat, hanya milik ku" ucap Frans memeluk erat Natalie.
"Lepassss.. kau gila Franssss.. Brengsekkkk" Natalie mencoba melepaskan pelukan Frans.
"Kau gilaaaaaaa... Benar kau yang melakukan itu brengsek? kau menjebak ku?"
"Iyaaa. Aku yang menyuruh pelayan pencampurkan minuman mu dengan sesuatu. Aku sengaja membuat mu mabuk dan tidak sadar agar bisa bersama ku. Tapi apa? dalam keadaan tidak sadar bahkan kau masih saja menyebut nama lelaki itu. Kau membuat ku kesal dan semakin terobsesi pada mu. Aku mencintaimu Nat, sama seperti Christian aku juga menunggu cinta mu. Aku tidak kuasa menahan semuanya, segala kemarahan dan keinginan ku terhadap mu membutakan ku, ditambah alkohol itu yang semakin mempengaruhi ku. Aku tidak bisa mengontrol segalanya. Tapi sungguh aku tidak bermaksud sampai seperti itu" jelas Frans panjang lebar.
Natalie segitu terkejut mendengar pengakuan Frans yang begitu menyakitkan. Dia benar-benar tidak menyangka Frans segila itu, mencintainya?
Maniknya sangat basah dan tangisannya sudah begitu pecah. Isakannya semakin terdengar berat bahkan sampai sesenggukan. Natalie sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
Mencintai? Seperti ini caramu mencintaiku? Dengan menghancurkan masa depan ku?
Dan sekarang aku baru sadar Christian, jika saja semua perkataan mu aku dengarkan. Lihatlah lelaki yang kau anggap buruk ini bahkan jauh lebih buruk dari yang kau fikirkan. Maafkan wanita bodoh ini.
Hikssss hiksss hikssss
To be continue*>>>