Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 16



Christian kini merasa kesal telah dibuat banyak pekerjaan secara mendadak oleh keluarga Eddison. Selepas aktivitas panas di balkon gedung mewah tadi bersama Natalie, Christian belum lagi menemui wanita cantik itu.


Lelaki tampan itu mengangkat tangannya melihat arloginya yang menunjukan waktu sudah sangat malam. Sudah saatnya memghantarkan Natalie pulang. Wanita itu pasti sangat kelelahan beberapa hari mengurusinya dan sekarang datang kesebuah pesta bodoh yang seharusnya tidak mereka datangi.


Persetan dengan pekerjaan, Natalie lebih penting dari segalanya. Christian menyerahkan beberapa dokumen penting itu kepada seorang asisten milik keluarga Eddison.


Christian segera mengayunkan langkah meninggalkan ruangan itu.


"Maaf tuan, tuan Eddison meminta anda untuk mengurus menyerahan pergantian posisi malam ini juga bersama dengan dokumen yang dia minta" ucap asisten itu.


"Malam ini? Apa dia tidak ada waktu lain? Apakah aku masih harus bekerja keras untuk perusahaan mereka di hari libur dan tengah malam seperti ini?


"Ma-maaf tuan itu saya hanya diperintahkan untuk mengatakan itu" ucap asisten yang juga masih muda dan cantik itu ketakutan.


Christian tidak menghiraukan penjelasannya, lekali itu mengambil benda pipih dari saku celananya.


Maaf belum bisa menemui mu, aku akan menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Tunggu. Aku yang hantar kau pulang, jangan nekad pulang sendiri atau dengan siapapun


Chris🐵


Natalie memajukan bibirnya kesal membaca pesan singkat dari kekasihnya itu. Sebuah hal yang begitu menyebalkan bukan? Disini sangat membosankan untuk Natalie. Semenjak kejadian diawal kedatanganya bersama Christian kesini tadi dan sampai sekarang wanita-wanita di pesta itu yang tidak lain adalah karyawan juga masih saja berbisik dan menatap begitu sinis padanya.


Tidak ada temannya selain Christian. Bukan, kini bahkan Christian bukan temannya lagi, tapi kekasihnya. Natalie menertawakan dirinya sendiri. Lelaki yang sejak dulu mengejarnya kini perlahan meluluhkan hatinya. Sedikit demi sedikit bisa meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini dibangun kuat oleh pemiliknya.


Natalie tak pernah ambil pusing perkataan bahkan cacian dari pada rekan sesama karyawan sepertinya. Mungkin memang benar perkataan Christian, mereka iri. Jelas saja, Natalie bahkan bukan seperti karyawan biasa untuk Christian.


Sedari dulu mereka semua sudah menduga ada hubungan antara Christian dan Natalie. Tapi keduanya tidak pernah memastikannya secara umum sebelum malam ini, dipesta Frans.


"Maaf nona, boleh aku duduk disini?" Ucap seorang gadis bergaun merah muda dengan rambut tersanggul indah membuyarkan lamunan Natalie.


"Oh, ya silakan"


"Maaf aku mengganggumu ya. Perkenalkan aku Flora, baru seminggu bergabung di perusahaan ini" ulurkan tangan Flora memperkenakan diri.


Natalie tersenyum manis, agak sedikit aneh ada seseorang yang mau menyapa bahkan mengajaknya mengobrol seperti ini.


Tangan Natalie membalas uluran tangan gadis itu masih dengan senyuman manisnya. " Aku Natalie, senang bertemu dengan mu Flora".


"Ahh.. aku sudah banyak mendengar tentang mu Nona"


Flora tersenyum namun agar ragu mengiyakan perkataan Natalie. " Kau calon istri bos, tidak sopan jika aku memanggil seperti itu".


"Anggap saja aku karyawan seperti mu. Dan dia bukan bos kita lagi, sudah berganti" jawab Natalie.


"Maaf, Nat...." ucap Flora ragu, sepertinya dia salah berusaha berbaur dengan Natalie.


Wanita ini bukan orang sembarangan harusnya dia mempertimbangkan niatnya untuk berteman dengan Natalie.


"Jangan memandang ku seperti itu, katakan ada apa? aku tidak sejahat yang mereka katakan atau yang kau fikirkan" Natalie tersenyum ramah.


"Aku hanya tidak nyaman bersama mereka" tunjuk Flora kumpulan wanita yang sedang asik mengobrol di sebuah meja sudut ruang itu. " Mereka terus membicarakan keburukan orang lain, memamerkan perhiasan, menceritakan pacar mereka yang adalah lelaki beristri dan-" Flora tiba-tiba menghentikan ucapannya.


"Dan aku juga?" tebak Natalie.


"Aku tidak berfikir seperti yang mereka katakan Nat. Walau baru seminggu bekerja aku melihat kau wanita yang baik bukan seperti yang mereka bilang. Dan Tuan Christian terlihat memang sangat mencintaimu"


"Kau bisa menilai secepat itu?"


"Mungkin kau lupa aku adalah gadis yang waktu itu kau tolong saat para pencopet itu hampir merampas tas ku dan membunuhku Kau juga yang telah menolong ibu ku saat tersesat karena lupa jalan pulang, waktu itu aku melihatnya sendiri dari sebrang jalan. Dan saat di Basemen kantor aku melihat Tuan begitu khawatir saat kau tersandung pagar pembatas kendaraan" ucap gadis yang 3 tahun lebih muda dari Natalie itu.


Natalie tersenyum, "Kau gadis itu? itu sudah sangat lama sekali dan kau masih ingat?"


Flora mengangguk.


"Berapa usia mu sekarang?"


"23 tahun, beda 3 tahun darimu"


"Kau bahkan tau usia ku?" Natalie tertawa.


"Aku penggemar mu kak" gadis itu tersenyum lagi.


Kakak?


Ini terdengar sangat aneh di telinga seorang Natalie.


To be continue>>>