Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 17



"Kakak?" Natalie berkerut dahi.


"Yaaa. Kau 3 tahun lebih tua dari ku tidak pastas jika ku panggil nama. Oh ya, jika tidak keberatan boleh aku menjadi teman mu kak?"


"Teman?" Natalie lagi-lagi tertawa.


"Maaf jika aku berlebihan"


"Ahh tidak Flo, ini hanya aneh ditelinga ku. Baiklah kita berteman tapi ada syaratnya"


"Syarat?"


"Ya. Panggil aku Natalie saja hanya 3 tahun tidak terlalu jauh aku berasa tua sekali kau panggil kakak"


"Baiklah Natalie terimakasih."


Mereka asik mengobrol dan tertawa Flora bercerita tentang hidupnya yang konyol mencoba berbagi kisah. Flora tau Natalie tidak punya teman selama ini. Bukan karena Natalie pernah menolongnya dan juga ibunya tapi sosok Natalie mengingatkan Flora juga pada seseorang yang begitu dia rindukan.


Sejak Flora menginjakan kaki di kantor itu sudah merasa risih dan tidak nyaman dengan para rekan lainnya. Setiap harinya selalu saja membicarakan Natalie yang tidak-tidak. Flora tau itu tidak benar, Natalie bahkan begitu baik sangat baik.


Mereka juga mengatakan bahkwa Natalie tak punya teman dikantor, hanya Christian dan hanya bersama Christian selalu.


Baru kenal berapa menit mereka sudah saling akrab satu sama lain. Natalie yang awalnya ragu mulai terbuka membiarkan teman barunya perlahan mencoba menepiskan keasingan diantara mereka.


Flora melihat jam di layar ponselnya sudah hampir pukul 1 dan dia harus segera pulang. Para karyawan yang tadinya menggosip pun satu persatu mulai pulang.


"Nat, aku pulang dulu yaa.. Sampai ketemu hari senin aku tidak sabar bertemu dengan mu dan bercerita banyak hal" Flora memeluk Natalie sekilas kemudian berlalu.


.


Christian masih belum datang juga, entah berapa lama lagi Natalie harus menunggu lelaki itu.


Natalie haus mengambil gelas miliknya yang ternyata habis. Wanita itu meminta minumannya lagi pada pelayan dan tak lama langsung membawakannya minuman.


"Maaf apa jusnya sudah habis, tadi aku minta jus sama seperti yang ku minum sebelumnya"


"Maaf nona, persediaan jus kami sudah habis. Ini hanya air soda ada bisa meminumnya dengan aman" jawab pelayan itu.


Natalie mengambil gelas itu dengan ragu, lalu menciumnya. Benar, ini hanya soda biasa tidak akan membuatnya mabuk. Tenggorokannya sudah sangat kering tertawa bersama Flora tadi.


1 tegukan


3 tegukan


Aman.


Natalie kembali meletakan gelas itu di meja kaca besar didepanya dan kembali memainkan ponsel miliknya.


Chris🐵


Masih lama?


Aku sudah mengantuk.


Natalie kembali mengetik.


Chris, aku pulang sendiri yaa???


Natalie sudah tidak sabar lagi. Sudah pukul 1 lewat tapi Christian masih belum ada kabar lagi. Wanita itu beranjak dari duduknya hendak melangkahkan kaki untuk pulang sendiri dengan memesan sebuah taxi online.


Tiba-tiba saja kepala Natalie terasa begitu pusing hebat, pandanganya samar-samar dan begitu sempoyongan.


Wanita itu masih memaksa berjalan dengan berpegangan pada tembok dan meja-meja jamuan.


Bruakkk..


Sebuah kursi terjatuh dan hampir saja Natalie ikut terjatuh tapi sebuah lengan kekar dengan jemarinya yang besar menangkap tubuh Natalie.


Natalie sudah tidak bisa melihatnya dengan baik, dia masih terus memegangi kepalanya.


"Aku hantar pulang ya" ucap lelaki itu.


"Yaa.. Chris aku sudah menunggu mu dari tadi" jawab Natalie sudah seperti orang mabuk.


Sial!


Dalam keadaan tidak sadar kau masih saja menyebut nama itu,Nat.


Kau milik ku.


Yo be continue>>>