Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 4



Christian berlari meninggalkan pintu lift yang sudah terbuka dan tutup secara otomatis menuju Natalie yang hamoir saja tersungkur mengenai besi pembatas kendaraan. Hils yang dipakainya patah akibat tidak berhati-hati lari mengejar Christian yang sedang marah.


Ya, semarah apapun lelaki itu pasti akan luluh seketika jika berhubungan dengan keselamatan atau hal buruk yang menimpa Natalie.


"Kau itu ceroboh sekali" Chris membantu Natalie yang kini susah untuk berdiri, kakinya sedikit terkilir.


"Kau itu jahat sekali meninggalkan ku Chris"


Natalie meringis saat kakinya dipaksa untuk berjalan kembali meski sudah dipapah Christian.


"Yang jahat itu siapa? bukan kah dirimu sendiri yang menjahati ku dan dirimu" Chris tidak terima. "ahhh lama sekali,"


"Christian...." pekik Natalie saat Chris tiba-tiba menggendongnya karena sulit sekali berjalan dan Chris tidak sabaran.


" Jangan berteriak, nanti aku dikira macam-macam pada mu"


"Biar saja, kau memang mau macam-macam padaku"


"Tutup mulut mu, aku hanya ingin satu macam tapi tidak pernah kau kabulkan" Christian sudah mendudukan kembali Natalie dikursi mobilnya.


"Kita akan kemana Chris, ini jam kantor" panik Natalie saat lelaki itu juga masuk dan duduk disebelahnya.


"Kau pikir apa? Kita akan kerumah sakit memeriksakan kaki mu" kini dia menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya meninggalkan baseman kantor.


"Astagahhh.. ini hanya terkilir akan sembuh sendiri tidak perlu kerumah sakit aku ini bukan anak kecil yang harus dimanja seperti ini"


"Siapa yang memanjakan mu? kau ini karyawan kantor yang kupimpin keselamatanmu itu tanggung jawab ku juga"


"Tapi-"


"Sudah-sudah antarkan aku kerumah saja aku ingin istirahat" bujuk Natalie memamerkan mimik wajah memohon yang dibuat-buat. "Christiannnn" kali ini suaranya memanja.


"Ya ya baiklah tuan puteri. Istirahat ya istirahat jangan berbohong. Tapi sebelum itu ke apotek dulu beli obat untuk kakimu. Jika kau tidak bisa berjalan bagaimana kau akan bekerja kan?" Christian tidak akan bisa menolak permintaan wanita yang sangat dicintainya ini, apa lagi dengan suara manja nya yang hanya akan keluar disaat-saat tertentu seperti ini.


"Baiklah"


Mobil yang ditumpangi mereka pun berhenti didepan sebuah apotek yang lumayan besar. Christian turun dari mobilnya masuk kedalam apotek membeli beberapa obat dan saleb untuk Natalie. Setelah itu dia kembali melajukan mobilnya menuju kediaman Natalie yang tidak terlalu jauh lagi.


Kini mereka sudah tiba di rumah sederhana Natalie yang dibeli dengan uang hasil keringatnya sendiri. Rumah model klasik modern yang didominasi dengan warna abu-abu kesukaan Natalie, dan juga Chris. Dengan taman kecil yang menghiasi halaman depan rumah itu. Ditambah beberapa pohon yang nampak menghidupkan suasana nyaman dan asri. Tempat inilah Natalie menikmati kesendirian dalam hidupnya.



"Chris aku belum izin, ini jam kantor dan aku malah kau bawa pulang"


"Kau sendiri yang meminta pulang bukan?" Christian memdudukan Natalie di ranjang dan mengangkat kakinya dengan sangat hati-hati. Lelaki itu takut menyakiti wanitanya.


"Ya aku yang meminta pulang dari pada kau bawa kerumah sakit. Aku tidak suka Chris bau rumah sakit, aku teringat ibu ku" kali ini dia bersedih.


Christian membelai lembut rambut wanita itu " Baiklah ini salahku, dan apa kau lupa aku masih menjadi bos disana siapa yang akan memarahimu"


Wanita itu mengangguk pelan masih dengan mimik wajah yang bersedih. Mungkin kali ini dia begitu rindu ibunya.


"Sudahlah kenapa kau jadi mellow seperti ini, kau ini jelek sekali" ledek Chris mencoba mencairkan suasana.


Sedikit senyum terlihat dibibir wanita itu, Christian tau benar kesedihan yang ada dimata wanitanya kali ini. Dia menyesal membuatnya kemvali teringat masa lalunya.


Flashback on


Kondisi ibu Natalie semakin kritis, dengan berusaha keras Natalie yang kala itu sudah besar nekad kabur dari penjara ayah dan ibu tirinya membawa sang ibu kerumah sakit. Para iblis itu tidak pernah membiarkan ibu Natalie ke rumah sakit untuk mengobati sakitnya.


Justru semakin hari mereka semakin menyiksanya dengan berbagai kekejaman. Tapi kali ini nasib beruntung akhirnya berpihak pada Natalie.


Ayah dan ibu tirinya sedang pergi dan penjaga rumah yang sudah tidak tahan melihat keadaan nyonya nya membantu Natalie membawa ibunya kerumah sakit.


Namun semuanya terlambat, saat sudah sampai dirumah sakit dan akan ditangani. Ibu Natalie sudah meninggal dunia. Natalie sangat terpukul dan hampir kehilangan kesadarannya. Sejak saat itu Natalie sangat trauma berada dirumah sakit atau hal-hal yang berkaitan dengan rumah sakit. Tidak masuk diakal memang, tetapi sebuah pukulan keras yang mengenai dadanya hingga saat ini menimbulkan efek yang membekas begitu kuat dengan waktu yang berkepanjangan.


Meskipun begitu, beransur-ansur Christian membuat Natalie perlahan menghilangkan rasa trauma itu. Hingga sampai sekarang ini, Natalie masih engfan mengunjungi rumah sakit jika tidak dalam keadaan yang sangat darurat sekali.


Flashback off


Natalie mengambil alih tangan Chris yang sedari tadi mengusap rambutnya. "Terima kasih selalu ada untuk ku, terima kasih untuk semua yang kau beri dan yang kita lewati bersama" ucap Natalie tulus menatap manik Christian yang justru fokus pada hal lain.


Christian menatap balik manik Natalie dan turun melihat bibir pink milik wanita itu. Christian mendekatkan wajahnya, menepis jarak diantara mereka.


"Chrissss....."