Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 12



"Sayanggggg...." Christian tersenyum melihat Natalie yang ternyata sudah meringkuk diatas ranjang besarnya.


Sebenarnya ada rasa bersalah dihati Christian karena sudah membuat wanita yang kini kekasihnya itu basah kuyup secara konyol karena mengejar dirinya. Karena jarak tempuh rumah Natalie masih jauh dan situasi hujan yang bercampur seperti badai diluar sana Christian memutuskan untuk membawa Natalie menginap di apartemen miliknya selama satu malam. Natalie yang tak bisa menolakpun akhirnya pasrah menurut pada Christian.


Lelaki yang kini hanya memakai piyama tidur motif garis-garis itu mengayunkan kaki mendekat pada ranjang. Perlahan Christian naik pada ranjang itu berusaha tidak membangunkan wanitanya.


Dengan pelan Christian mengusap wajah cantik itu, menyilakan anak rambut yang ada di sekitar pipi dan kening kemudian mengusap rambut panjang yang masih setengah basah.


Dengan sayang lelaki itu menatap lamat-lamat wanita yang begitu dicintainya, lalu mencium kening Natalie dengan lembut. Ada rasa yang begitu kuat yang dia tanamkan. Rasa tak ingin kehilangan, tak ingin berada jauh dari kekasihnya itu.


Dengan berani Christian memposisikan tubuhnya sejajar dengan Natalie ikut tidur disampingnya. Memeluk dengan peluh kasih sayang. Hatinya bergejolak begitu kuat seperti memohon.


Tetap seperti ini sayang, aku tak bisa jauh darimu walau hanya sebentar. Kuharap setelah ini tidak akan ada embel-embel penghalang diantara kita. Sudah cukup bertahun-tahun aku memperjuangkan segalanya. Aku mencintaimu Natalie.


.


Mentari bersinar cukup terang setelah semalaman badai menerjang kota. Natalie terjaga dari tidurnya melihat jam sudah pukul 6 namun rasanya sudah sangat panas dari balik hordeng putih.


Wanita itu bangun dari ranjang membuka penutup jendela yang cukup besar dan panjang membuatnya nampak keindahan kota dari atas apartement Christian.


Hari ini kebetulan libur, Natalie begitu senang karena tidak ada kesibukan dikantor selama dua hari kedepan dikarenakan pergantian pimpian . Ditambah Christian yang sudah tidak memimpin perusahaan membuat Natalie sebenarnya agak malas bekerja disana.


Natalie melangkah keluar kamar mencari keberadaan Christian. Lelaki itu ternyata tidur disofa dengan televisi yang menyala.


"Kebiasaan banget sih, tv yang nonton orangnya" ambil Natalie remote lalu mematikannya.


Tidak ada jawaban.


"Christiannn... sudah siang cepat bangunnn aku lapar" karena masih tidak ada jawaban Natalie pun menggoyang-goyangkan bahu lelaki itu.


"Astagaaa" seketika wanita itu panik memeriksa kening Christian dengan tangannya. "Kau demam, oh God" dengan cepat Natakie berlari kedapur mencari wadah dan handuk kecil.


Dengan telaten Natalie mengopres kening Christian menggunakan air dingin. Ini bukan kali pertama, jika Christian sakit maka Natalie lah yang akan merawat lelaki manja itu. Memasak untuknya bahkan menyuapinya sampai sembuh. Lelaki itu tidak akan mau makanan manapun kecuali dari tangan Natalie.


Setelah beberapa kali perasan Natalie segera dedapur lagi hendak memasak untuk Christian. Lelaki itu sangat suka sup saat sedang sakit. Niat ingin dimanja agak dimasakan justru dirinya sendiri yang memasak.


Natalie sedikit kesal mengingat kejadian semalam, setelah mandi pun Natalie sengaja langsung tidur untuk menghindari Christian. Dan sekarang sepertinya dia harus stay disamping lelaki itu karena sakit.


Setelah bergelut dengan sayuran, bahan-bahan dapur serta rempah-rempah selama empat puluh menit kini sup kesukaaan Christian pun siap saji. Natalie menyiapkan satu mangkuk sup, sedikit nasi dan segelas air mineral beserta obat penurun demam.


Christian sudah terjaga menatap sayu Natalie yang berjalan kearahnya membawa nampan. Dengan isyarat Natalie menyuruhnya bangun untuk makan. Sendok demi sendok Natalie menyuapkan makanan yang dibuatnya kemulut kekasihnya.


Lelaki itu tersenyum mengisyaratkan ucapan terimakasih kepada wanita didepanya. Jemari Natalie disentuh kemudian digenggam begitu erat. Natalie melonjak menatap Christian penuh tanya.


"Jangan pernah pergi" ucapnya lirih namun sampai dilubuk hati Natalie.


Semampuku aku akan berusaha selalu ada didekatmu, Christian.