Natalie'S Marriedlife

Natalie'S Marriedlife
Chapter 22



Kini Natalie sudah berada dirumahnya, sejak kejadian tadi pagi wanita itu tidak bertemu lagi dengan Frans. Wanita itu langsung menuju kamarnya melempar tasnya sembarangan kemudian menjatuhkan tubuhnya di kasur nyamanya.


Jangan ditanya apa yang sedang wanita itu pikirkan, tentunya banyak bahkan sangat banyak. Natalie bahkan belum mengangkat panggilan telepon dari Christian yang sedari tadi masih saja berdering atau sekadar membalas pesan singkatnya.


Wanita itu tidak bisa berfikir lagi, apa lagi kata-kata yang harus dia rangkai untuk menjawab semua pertanyaan yang akan dilontarkan oleh sang kekasih. Pilihannya pulang sendiri tadi malam menimbulkan masalah yang sangat besar, bahkan lebih besar dari apa yang Christian takuti.


Jika saja dia mau bersabar sedikit lagi dan tetap menunggu Christian sampai pekerjaannya selesai tidak akan pernah terjadi kejadian seperti ini, dia akan aman pulang bersama Christiannya. Natalie menjambak rambutnya kasar, menyesali keputusannya semalam.


Sekarang apa yamg harus dia lakukan?


apa yang harus dia katakan atau jelaskan pada Christian?


.


Christian tiba di kediaman Natalie berlari dengan tergesa-gesa.


"Nattt" ketuknya pintu masuk rumah itu "Kau ada didalam kan? kau baik-baik saja? Natttt.... " Christian masih mengetuk hingga semakin lama menjadi sebuah gedoran.


Natalie yang tadinya tertidur menjadi terjaga mendengar ketukan pada pintu dan suara diluar memanggil-manggil namanya. Wanita itu sudah tahu itu pasti Christian.


"Nattt... Sayanggggg.... jawab aku. Setidaknya jawab telepin ku atau balas pesan ku jika kau masih marah dan tidak ingin bertemu denganku. Aku khawatir ku mohon mengertilah sayang"


Bukan.


Itu bukan salah mu Chrisss, ini salahku. batin Natalie


"Sayanggggggggg.... Nattttttt... Hukum aku tapi tidak seperti ini, aku tidak bisa sayang aku tidak kuat ku mohon" teriak Christian mulai putus asa.


Harusnya aku yang dihukum Chris, kau lelaki yang baik tidak pernah menyakitiku. Tapi aku selaku menyakitimu, dan sekarang.


"Nattttt.. Aku dobrak pintu mu jika tidak keluar" ancam Christian. Lelaki itu menarik nafas panjang mengendalikan emosinya tidak boleh sampai berbuat sesuatu yang menyakitinya. Walau dia tidak habis fikir pada Natalie yang begitu marah hanya karena menunggu terlalu lama dan pulang sendiri.


Christian berjalan kesamping rumah dan berhenti disebuah jendela yang merupakan kamar Natalie.


"Sayangg aku tau kau didalam, jawab aku" ucap Christian yang sebelumnya mengintip dari kaca dan melihat Natalie berada di tempat tidur.


"Bicaralah sayang. Apa kau sakit? kau lelah? ku mohon maafkan aku karena pekerjaan yang harus segera aku selesaikan semalam membuatmu lama menunggu" jelas Christian.


"Sayang mendekatlahh ku mohon" lanjutnya.


Christian tersenyum Natalie masih mau mendengarkannya. "Kau marah?" Natalie menggeleng.


"Maafkan aku sayang" ucapnya lagi yang masih merasa bersalah.


"Kau tidak salah" jawab Natalie yang masih terdebgar Christian meski begitu kecil sampai luar.


"Lalu kenapa tidak menjawab telepon ku? atau membalas pesan ku?"


Natalie hanya menggeleng.


"Apa kau benar sakit sayang? kita kerumah sakit yaa periksakan keadaan mu" bujuk Christian lagi.


Natalie masih menggeleng.


Christian menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar, rasanya dia hampir menyerah menghadapi wanita ini.


"Lalu apa yang kau mau?"


"Aku mau sendiri"


"Apa maksud mu?"


"Biarkan aku sendiri sebentar saja"


"Kenapa?" Christian mulai panik dia tak menyangka Natalie semarah itu.


Tapi Natalie masih saja menggeleng.


"Kamu serius dengan ucapan mu Nat?"


"Pergi Chris, aku mau sendiri" ucap Natalie kemudian meninggalkan Christian.


Biarkan seperti ini dulu Chris, aku belum siap dengan apalun termasuk kamu. Lebih baik lagi jika kita mebjauh saja mulai sekarang.


To be continue>>>