
saat ini di posisi Daniel dan Han, mereka baru saja keluar dari dalam mobil dan melangkah menuju ke arah kantor.
sepanjang perjalanan, banyak yang menyapa dan menunduk di saat melihat CEO perusahaan cof dan juga banyak yang menyapanya namun yang membalas hanya Han selaku asisten pribadi nya.
Daniel dan juga Han berjalan memasuki lift khusus petinggi, dan tak lama mereka keluar berjalan ke arah ruang kerja daniel.
"Han apa kau tidak ingin mengganti pakaian mu"ucap Daniel yang kini berjalan duduk ke arah kursi nya, Han yang mendengar hal tersebut menatap tuan nya dengan heran.
"ini sangat tanggung buat saya ganti pakaian tuan, lima menit lagi pak setifen datang "ucap Han membuat Daniel diam Tampa menyahut.
tok..tok..tok.
"masuk"ucap Han di saat mendengar suara ketukan.
"selamat sore tuan"ucap seseorang perempuan yang di ketahui namun nya Laura selalu sekretaris Daniel di kantor.
"ada apa Laura"ucap Han yang kini berdiri menatap ke arah perempuan tersebut.
"meeting akan segera di laksanakan tuan, tuan setifen sudah ada di ruang meeting"ucap Laura membuat Daniel berdiri.
"kenapa tuan setifen langsung ke ruang meeting"ucap Daniel menatap ke arah sekretaris nya.
"maaf tuan Daniel, tuan setifen mengatakan jika iya terburu-buru untuk sat ini, makanya dia lebih memilih untuk menunggu di ruangan meeting"jelas Laura yang di angguki oleh Daniel.
"meeting sekarang"ucap Daniel yang langsung keluar dari ruangan nya yang di susul oleh Han juga Laura.
"ah, selamat sore tuan setifen, maaf saya tidak menyambut kedatangan anda"ucap Daniel yang saat ini sudah berjalan ke arah tamu nya.
setifen dan juga bawahan sekaligus asisten nya kompak berdiri dan menyambut kedatangan Daniel.
"tidak apa tuan, saya juga sedang terburu-buru"ucap setifen.
"silahkan duduk tuan"ucap Daniel mempersilahkan setelah selesai berjabat tangan.
"dengan senang hati tuan"ucap setifen yang langsung duduk yang di ikuti oleh rekan nya.
"apa bisa kita mulai tuan"ucap Daniel membuat setifen terdiam, Daniel yang melihat hal itu mengangkat alis nya heran.
"tuan ada apa"ucap Daniel membuat setifen menatap ke arah nya.
"tuan Daniel maaf jika saya lancang, apa kah bisa tuan Han keluar dengan mengganti pakaian setidaknya hormati daya leluhur kami "ucap asisten setifen membuat Daniel menatap ke arah Han.
"maksud anda apa tuan"ucap Han yang kini sedang memperhatikan pakaian nya.
"di keluarga saya, setiap hari Selasa akan ada pakaian khusus berwarna coksu atau cream, gun memperingati hari leluhur "ucap setifen membuat Han terdiam begitu juga dengan daniel yang kini terkejut.
"apa ini yang di maksud oleh gadis itu "batin Daniel menatap ke arah Han.
"tuan Daniel,, apa anda tidak memberitahu kan terhadap asisten anda?? bahkan anda sendiri memakai pakaian tradisi kami!!! dan hal itu sangat terkesan menghormati kami"ucap setifen membuat Daniel menatap ke arah pakaian nya.
"ah, maaf tuan setifen?? ini bukan salah tuan Daniel karena memang saya yang tidak kompeten kalo begitu mohon tunggu sebentar saya akan berganti pakaian "ucap Han yang kini sudah membungkuk meminta maaf.
"baik lah tidak masalah "ucap setifen yang langsung di angguki oleh Han, dan setelahnya iya pun pamit keluar dari ruangan tersebut.
________
di tempat lain tepat nya di posisi Nadia, saat ini Nadia hanya diam sesekali iya akan menyahut jika di ajak berbicara.
"Nadia, apa kamu mengantuk"ucap Eva menatap ke arah Nadia.
"tidur lah, hari juga sudah larut"ucap Malik yang kini menatap ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 10 malam.
"emm,, ma, boleh Nadia bertanya"ucap Nadia pelan membuat Eva menatap ke arah nya.
"tanyakan lah"ucap Eva sambil mengelus kepala gadis tersebut.
"apakah kamar yang ku tiduri tadi kamar tuan daniel"ucap Nadia menatap ke arah Eva yang saat ini tersenyum.
"apa kamu keberatan"ucap Eva membuat Nadia terdiam.
"apa bisa Nadia tidur terpisah, kami belum sah"ucap Nadia membuat Eva mengangguk.
"emm"
"kamu tidur satu kamar sama Daniel mama yakin dia gak akan berani apa-apain kamu"ucap Eva membiarkan Nadia terdiam.
"lagian tidak ada lagi kamar kosong sayang, di lantai atas cuma ada kamar Daniel dan tempat penyimpanan, sedangkan di bawah sudah penuh"jelas Eva membuat Nadia menghela nafas mengangguk pelan.
"ya sudah kamu kembali ke kamar, papa sama mama mau ke kamar"ucap malik membuat Nadia mengangguk.
"selamat malam"ucap Nadia yang di angguki oleh mereka berdua.
sepeninggal Eva dan Malik Nadia berjalan pelan ke arah tangga penghubung lantai dua sesekali iya akan Menghela nafas di saat mengetahui jika kehadiran nya sangat berdampak pada keluarga ini.
"kenapa mereka menganggap aku sebagai pacar tuan Daniel"Guam Nadia pelan sambil menaiki satu-persatu anak tangga.
"huffff,, tapi aku bersyukur setidaknya aku bisa merasakan kasih sayang dari Nyonya Eva dan tuan Malik"Guam Nadia tersenyum tipis.
cklek...
Nadia menatap ke arah kasur sambil menghela nafas pelan.
"apa aku benar-benar akan tidur satu ranjang"Guam nya sambil berjalan ke arah tempat tidur.
"bukan kah ini sama aja aku dengan perempuan penghibur"ucap Nadia yang kini merebahkan tubuhnya ke arah kasur tersebut.
Nadia menatap ke arah langit-langit kamar dan sesekali iya menghela nafas ketika merasakan matanya yang kini memanas.
"aku kangen kalian,, apa kalian juga Kangen dengan ku"Guam Nadia pelan.
"mama, ayah, bang green, dan bang Leon maafkan atas apa yang selama ini Nadia lakukan Nadia sangat sayang sama kalian"ucap Nadia sebelum iya memejamkan matanya dan tertidur.
Daniel saat ini sudah berada di depan pintu kamar nya, terlihat jika iya tengah berdiri di depan pintu Tampa ingin masuk ke dalam.
"bagaimana bisa dia tau tentang hal ini"Guam Daniel masih menatap pintu tersebut dengan diam.
sekitar 10 menit iya berdiri di depan kamar nya, iya pun memilih untuk membuka pintu tersebut dan pandangan pertama yang iya lihat adalah sosok gadis yang kini tertidur di atas tempat tidur nya.
melihat hal tersebut membuat Daniel terdiam,iya melangkah pelan ke arah ranjang tersebut dan menatap wajah kalem Nadia dengan intens.
"maaf karena sudah membuat mu harus berada di posisi ini"Guam Daniel pelan.
setelah beberapa saat melihat wajah kalem Nadia Daniel pun memutuskan untuk menuju ke arah kamar mandi guna membersihkan tubuhnya dan tak lama Daniel keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai nya, iya berjalan pelan ke arah kasur dan merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar dengan diam sesekali iya akan melirik ke arah samping yang di mana ada keberadaan Nadia.
"CK, bukan kah ini mimpi?? bagaimana bisa aku yang awal nya tidur sendiri kini malah berdua"batin Daniel tak habis pikir dengan tingkah kedua orangtuanya.
tak terasa pagi pun telah tiba, Nadia saat ini mengerjapkan matanya di kala melihat cahaya yang menebus dinding gorden di dalam kamar tersebut.
Nadia menatap ke arah gorden dan bergantian menatap ke arah samping kasur nya di saat merasakan ada kebenaran seseorang di sana.
degggg...
Nadia tersentak kecil ketika melihat di samping nya sudah ada laki-laki tampan berahang tegas yang kini tengah terlelap yang memperlihatkan wajah kalem nya yang terkesan semakin taman.
"ja-jadi aku tidur dengan tuan malam tadi"Guam Nadia tak percaya." kenapa aku tidak menyadari keberadaan tuan"ucap nya lagi yang merasa sangat heran.
karena tak ingin larut akan keberadaan Daniel Nadia memilih bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela guna menutup sedikit gorden supaya tidak menggangu tidur Daniel.
dan setelahnya iya pun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah beberapa menit Nadia keluar dengan pakaian seperti bisa di mana sudah ada dress yang kini membalut tubuhnya.
"apa tuan hari ini ada jadwal kerja"Guam Nadia yang mulai mendekat ke arah meja di samping Tempat tidak dan meraih laptop Daniel.
Nadia menatap sekilas ke arah Daniel yang masih tertidur dan tak lama iya tersenyum tipis menatap ke arah laptop dan mencari jadwal pada hari ini.
"emm,, tuan akan ada pertemuan sekitar jam 9"Guam Nadia di saat melihat jadwal Daniel di laptop nya.
dan tak lama Nadia menatap ke arah jam yang masih menunjukkan pukul 7 pagi.
"tuan masih ada waktu untuk istirahat, lebih baik aku mempersiapkan semuanya"ucap Nadia yang langsung melangkah keluar setelah iya sudah menyiapkan pakaian kerja Daniel.