Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
cerita dalam pesta



"gimna para saksi sah"ucap sang penghulu menatap sekilas ke arah sekeliling.


"SAH"


cuma satu kali tarikan Daniel dan Nadia sekarang sudah sah menjadi pasangan suami istri, di mana saat ini semua orang yang berada di dalam ruangan akad tengah berdoa begitu juga dengan keluarga Nadia yang tak bisa menyembunyikan rasa haru mereka.


saat ini di ruangan lain, Nadia sosok gadis yang sangat cantik yang sudah di balut oleh gaun pernikahan berwarna silver tersebut terisak kecil ketika menyaksikan akad nikah nya yang berjalan lancar.


"selamat ya nad"ucap Laras yang kini memeluk tubuh Nadia.


"makasih ya ras"ucap Nadia yang di angguki oleh Laras.


di dalam ruangan tersebut tidak hanya ada Nadia dan Laras, melainkan juga ada Lina, Gesi berserta Cika yang akan menjadi pembawa pengantin perempuan.


"jangan kencang-kencang nangis nya entah dandanan nya pada cemong"ucap Cika membuat Gesi mendelik kecil.


"dia cuma terisak bukan nangis kejer"ucap Gesi membuat Cika menatap nya malas.


"suka-suka gue lah, mau apa Lo"tantang Cika membuat Gesi melotot.


"WAHHHH, berani Lo sama gue hah"tantang balik Gesi menatap sangit ke arah Cika.


Nadia dan yang lain yang melihat itu hanya bisa menghela nafas sambil menggeleng kecil melihat tingkah mereka berdua.


kegaduhan di dalam ruangan tersebut teralihkan ketika mendengar suara MC.


"sekarang sudah saat nya pembawa pengantin wanita untuk membawa mempelai wanita untuk menuju mempelai pria"ucap sang MC.


"udah, kalian malah ribut mulu sekarang kita Giring dulu ini bini orang "ucap Lina membuat yang lain mengangguk.


"silahkan nyonya afartcof "ucap mereka kompak membuat Nadia mengangguk sambil terkekeh kecil.


Nadia berjalan keluar ruangan di dampingi oleh Gesi dan Lina di sebelah sisi kanan dan kiri nya di belakang sudah ada keberadaan Laras dan Cika yang juga saling bergandengan.


mereka pun melangkah ke arah tangga dengan wajah kalem dan anggun tidak lupa senyuman yang terus terbit di wajah mereka semua.


tap..tap..tap..


semua orang kompak menoleh ke arah tangga ketika mendengar suara derap langkah yang kuat namun terkesan anggun, mereka semua kompak terdiam di kala melihat sudah ada lima perempuan yang tengah berjalan menuruni anak tangga dengan satu gadis yang menjadi pusat perhatian semua orang.


satu kata, cantik itu lah yang akan di ucapkan semua orang ketika melihat sosok gadis yang kini sudah terbalut dengan gaun pengantin yang menyisakan sedikit terbuka di bagian bahu nya.


Daniel iya terdiam menatap ke arah Nadia yang sekarang sudah bersetatus sebagai istri nya, iya sangat di buat terkejut ketika melihat tampilan sang istri yang sangat pas dan gak terlalu berlebihan apa lagi wajah sang istri yang sangat natural di poles sedikit saja sudah sangat cantik.


"dia sekarang istri mu boy"ucap Malik membuat Daniel menatap ke arah nya dan kembali menatap ke arah Nadia yang berjalan ke arah nya sambil tersenyum tipis.


"mas" Daniel terkejut di kala mendengar suara lembut seseorang dan tak lama membalak kecil ketika menyadari keberadaan Nadia yang sudah berada di depan nya, semua orang yang melihat itu tak bisa untuk tidak menahan ketawa mereka seakan lucu melihat wajah bengong Daniel.


"a-apa"ucap Daniel yang masih cengo membuat semua orang tertawa.


"Salim mas"ucap Nadia yang gemes melihat tingkah sang suami.


"ah ya"ucap Daniel yang benar-benar bingung sekaligus gugup melihat keberadaan Nadia yang sama sekali tak di ketahui nya.


"santai aja boy, gak usah gugup gitu"ucap Malik yang menggeleng melihat tingkah sang putra.


"CK, kaya gini aja gugup gimna entar malam pertama"ejek Alex membuat yang lain tertawa Daniel iya yang mendengar hal tersebut mendengus.


"selamat untuk kedua mempelai semoga sakinah mawadah warahmah"ucap penghulu yang di angguki oleh Nadia dan Daniel.


_______


saat ini Daniel dan Nadia sudah duduk di atas kursi pengantin menatap setiap tamu yang datang, sungguh pesta yang sangat meriah di lihat dari tamu yang hadir juga bukan lah sembarang orang.


Daniel menatap ke arah Nadia yang juga menatap ke arah nya sambil tersenyum."apa kamu lelah"ucap Daniel.


"tidak mas"ucap Nadia yang di angguki oleh Daniel.


"selamat buat kalian berdua"Daniel dan juga Nadia kompak menoleh ke arah sumber suara Nadia iya terkejut di kala melihat Alex yang kini sudah mengandeng tangan Lina membuat nya terkejut.


"wahhh,, teryata Kaka Lina pacar nya bang Alex"ucap nadia kaget membuat Lina dan Alex kompak Terkekeh begitu juga Daniel yang menarik gemes sang istri.


"ingat sudah jadi istri, gak usah bandel"ucap Alex.


"sejak kapan aku bandel"ucap Nadia membuat mereka kembali tertawa.


"abang Alex kapan lamar Kaka Lina, gak usah sok gantungin anak orang"ucap Nadia membuat Alex melotot.


"wahhh, kurang ajar nih bocah!! Tampa Lo kasih tau juga gue bisa sendiri"ucap Alex tak terima membuat Nadia Terkekeh.


"udah-udah sekarang kita turun dulu kasihan yang di belakang"ucap Lina membuat Alex mengangguk.


"selamat ya"ucap Alex menepuk bahu daniel dan tersenyum kecil ke arah Nadia yang kini mengangguk.


"wesss, saya tidak menyangka ternyata tuan sudah menemukan pelabuhan hati nya"ucap Han membuat Daniel memutar bola matanya jengah.


"setelah aku, nanti giliran Gesi yang bakal nyusul kan"ucap Nadia membuat Gesi tersenyum.


"doa in aja ya nad"ucap Gesi yang di angguki oleh Nadia.


"tuan masih nya jangan kasar ya, kasian punya istri anda kecil "ucap Han membuat Daniel melotot.


Han yang melihat itu tertawa berbeda dengan Nadia yang menatap nya bingung.


"ada apa"ucap Nadia menatap ke arah Han dan Daniel bergantian.


"tidak apa-apa jangan hiraukan dia gila"ucap Daniel membuat Han tertawa keras.


"CK, ayok turun jangan ganggu acara orang "kesal Gesi yang langsung menarik tangan Han yang tertarik pasrah Nadia yang melihat itu hanya menggeleng kecil.


setelah sesi foto keluarga selesai, saat ini Nadia dan Daniel sedang berada di salah satu meja terlihat kedua pengantin baru tersebut kini tengah makan.


"mau apa lagi"ucap daniel menatap ke arah Nadia.


"tidak ada mas, ini sudah cukup"ucap Nadia yang di angguki oleh Daniel.


"ada apa sayang"ucap Daniel mengelus pelan kepala sang istri.


"boleh jika aku meminta sesuatu"ucap Nadia pelan membuat Daniel menatap nya bingung.


"minta lah"ucap Daniel menatap serius ke arah sang istri.


"emm, apa bisa kedua abng ku berkerja di perusahaan mu mas"ucap Nadia membuat Daniel terdiam.


Nadia yang melihat Daniel diam pun langsung merunduk kan kepala nya, Daniel yang melihat itu menghela nafas pelan.


"boleh sayang, tapi itu nanti akan jadi tugas Han"ucap Daniel membuat Nadia mendongak sambil tersenyum ke arah Daniel.


"benar kah mas"ucap Nadia senang, Daniel yang melihat itu tersenyum.


"tentu, biar itu jadi tugas Han ok sayang"ucap Daniel yang langsung di angguki oleh Nadia.


________


Leon saat ini berjalan di lorong Toilet dengan tangan yang memegang ponsel nya, sesekali iya akan menatap ke. arah depan untuk melihat jalan sangking asik nya menatap ponsel Leon sampai-sampai tidak melihat jika ada seseorang yang juga baru saja keluar dari salah satu lorong Toilet..


brukkkk...


"aaaa" Leon terdiam di kala melihat wajah sosok gadis yang kini menutup matanya.


"eh, maaf gue gak liat jalan tadi"ucap Leon membuat gadis tersebut membuka matanya dan tersentak ketika melihat wajah tampan Leon.


"gak papa kan"ucap Leon lagi membuat gadis tersebut tersadar dan langsung berdiri di kala menyadari jika tubuh nya masih di tahan oleh Leon agar tidak jatuh.


"iya gue gak papa"ucap gadis tersebut membuat Leon mengangguk.


"Leon" gadis tersebut menatap bingung ke arah Leon dan tak lama tersenyum kecil membuat Leon tertegun ketika melihat senyuman tersebut yang memberi kesan manis dan imut secara bersamaan.


"Laras" ya, gadis tersebut adalah Laras di mana iya yang baru saja keluar dari dalam toilet namun naas nya tubuh nya tak sengaja menabrak tubuh orang lain.


"Lo cewek yang tadi sama adx gue kan ya"ucap Leon membuat Laras menatap nya dengan alis terangkat.


"siapa emang nya adx Lo"ucap Laras menatap heran ke arah Leon.


"Nadia "ucap Leon membuat Laras membalak karena terkejut.


"jadi dia Abang nya Nadia "batin Laras menatap ke arah Leon.


tak berbeda jauh dari Leon saat ini green tengah asik keliling di dalam gedung bersama Hendi.


green dan Hendi berjalan dengan wajah datar melihat para undangan yang benar-benar tidak main-main.


"CK, itu minuman letak dulu Napa bang hilang nih cool nya"ucap Hendi kesal menatap ke arah green mendelik.


"suka-suka gu--""


tap syut byurr.


"anjeng "


green dan Hendi kompak membalak di saat melihat sosok gadis yang kini sudah terduduk dengan baju yang sudah basah akibat tertumpah minuman milik green.


"mampus Lo bang, kan dah gue kata"ucap Hendi yang mulai panik ketika mendengar suara perempuan tersebut.


green yang melihat itu mendengus kasar." gara-gara Lo ni anjng " ucap green kesal.


"gak papa kan"Cika menggeram kesal ketika melihat gaun yang di pakai nya sudah kotor tak lama iya mendongak dengan tatapan yang tajam.


"CK, mata Lo lah--" Cika terdiam di kala melihat wajah green yang kini menatap ke arah nya dengan raut wajah bersalah.


"busetttt, ganteng banget nih cowok "batin Cika menatap green dengan diam, green yang melihat itu mengangkat alis nya heran.


"eh, gak papa kan sini gue bantuin"ucap green menjulurkan tangan nya Cika yang melihat itu tersenyum tipis iya meraih tangan tersebut.


"ekhem,, gak papa"ucap Cika tersenyum menatap ke arah green.


green yang melihat itu tampak pikir panjang langsung membuka jas nya dan memberikan ke arah Cika yang terdiam.


"maaf gue gak sengaja pake dulu ini biar gak masuk angin"ucap green memberikan jas nya yang di terima kaku oleh Cika.


"lain kali hati-hati"ucap Cika yang di balas senyuman kiuk oleh green.


"ngomong-ngomong Lo cewek yang tadi sama Nadia kan ya"Cika menoleh ke arah Hendi yang tadi bersuara.


"kenal sama Nadia"ucap Cika yang di angguki oleh Hendi.


"sepupu, dan dia Abang Nadia"ucap Hendi membuat Cika menatap ke arah green yang tersenyum.


"gila, gila ,gila serius dia Abang nya Nadia ganteng banget"jerit Cika membatin.


"kenalin gue Hendi"ucap Hendi menjulurkan tangan nya ke arah Cika.


"Cika"ucap Cika yang di angguki oleh Hendi, Cika menoleh dan menatap ke arah green.


"nama Lo siapa"ucap Cika kepada green yang kini menatap ke arah nya.


"green"ucap green membuat Cika mengangguk.


"gue Cika"ucap Cika yang di angguki oleh green.


"Lo tau tempat ganti baju"ucap green yang di angguki oleh Cika.


"ya udah antar gue ke sana"ucap nya lagi yang membuat Cika menatap nya bingung.


"buat apa"ucap Cika.


"Lo harus ganti baju, biar gak tambah masuk angin"ucap green membuat Cika terkejut namun tak lama mengangguk.


dan setelahnya mereka bertiga pun naik ke lantai dua di mana ruang ganti pengantin sebelum nya.