
Tampa pikir panjang lagi, Gesi pun langsung melepaskan cincin nya dan memberikan ke Nadia yang langsung memakai cincin tersebut.
"huffff,, semoga aja aku berhasil"ucap Nadia yang di angguki semangat oleh Gesi.
"Daniel punya Lo Nadia jadi ambil"ucap Gesi membuat Nadia mengangguk kiuk.
Nadia berdiri dari duduk nya menatap datar ke arah tiga orang yang tak jauh dari tempat nya yang di susul oleh Gesi.
"ayok"ajak Nadia yang kini berjalan ke arah tiga orang tersebut yang di ikuti oleh Gesi.
"mas"Daniel menoleh ke arah samping di Amna sudah ada Nadia yang kini memeluk tangan nya sambil tersenyum tipis.
"maaf lama sayang"ucap Daniel mengusap pelan kepala Nadia yang mengangguk.
Cika perempuan itu menatap terkejut ke arah gadis yang ada di samping daniel dan semakin terkejut di saat mendengar pembicaraan mereka.
"kurang ajar"batin Cika menatap tajam ke arah Nadia.
"dia siapa mas"ucap Nadia menatap ke arah Cika yang kini menatap tak suka ke arah nya.
"bukan siapa-siapa, ya udah ayok kita makan"ucap Daniel membuat Nadia.
"Daniel"Daniel terdiam di saat melihat Cika yang kini menahan tubuh nya.
"lepas in gue"sentak Daniel membuat Cika terkejut.
"ko kamu gitu sih sama aku"pekik Cika membuat semua orang menatap ke arah nya.
Daniel iya yang melihat hal tersebut berdecak kesal menatap tajam ke arah Cika.
"heh kamu, kamu ngapain goda calon suami aku hah"teriak Cika membuat semua orang menatap ke arah mereka Nadia iya yang mendengar hal tersebut menatap ke arah Daniel.
"mas"panggil Nadia membuat daniel menatap ke arah nya.
"aku bisa jelasin maaf ini gak seperti yang kamu pikirkan"ucap daniel cepat berharap jika Nadia akan percaya sama kata-katanya.
"dasar pela*or, jangan sentuh calon suami saya"ucap Cika berniat mendorong Nadia.
brukkkk..
"akhhhh"
Cika menatap tajam ke arah Gesi yang kini menatap nya sinis." Lo bisa gak sih gak usah ganggu rumah tangga orang, dan apa tadi Lo bilang Daniel calon suami Lo gak salah tuh"ucap Gesi kuat membuat semua orang semakin penasaran.
"kurang ajar Lo"ucap Cika yang kini berniat maju ke arah Gesi.
"maaf embak nya siapa ya"ucap Nadia membuat Cika menatap ke arah nya.
"seharusnya gue yang nanya elo siapa hah? Daniel ini calon suami gue"ucap Cika menatap tajam ke arah Nadia.
"jika benar mas Daniel calon Suami embak seharusnya sedari tadi kehadiran embak tidak di tolak dong"ucap Nadia membuat Cika terdiam.
pengunjung kafe yang mendengar hal tersebut mulai berbisik-bisik heboh, Cika ya melihat itu menggeram kesal.
"gara-gara Pela*or kaya Lo jadi calon suami saya menghindari saya"ucap Cika.
"huffff,,, saya bukan pela*or nona, jika benar saya pela*or apa anda bisa membuktikan semua nya ke pada saya bukan kah di sini seharusnya saya yang mengatakan hal tersebut "ucap Nadia santai membuat Cika mengepalkan tangannya kuat.
Daniel dan Han kompak saling pandang mereka merasa bingung dan kaget ketika melihat keberadaan sosok Nadia yang selama ini selalu bersikap ramah dan penurut.
"apa maksud kamu"sentak Cika marah.
"nona mengatakan saya pela*or jelas-jelas anda tidak ada hubungan apapun dengan mas Daniel, sedangkan saya"jeda Nadia menatap Cika Dewayani datar.
"perkenalkan, Nadia Vega afartcof istri sah tuan muda daniel Afrian afartcof"ucap Nadia tegas membuat semua orang terkejut ketika mendengar marga tersebut begitu juga dengan Cika yang saat ini sudah melotot.
Daniel iya yang mendengar hal tersebut tersenyum miring." ternyata ada yang tidak aku ketahui dari sikap mu sayang"batin Daniel menatap takjub ke arah Nadia.
"gak- gak mungkin, Daniel belum menikah Lo pasti bohongin gue kan dasar perempuan jal*ng" teriak Cika membuat Daniel menatap nya tajam.
"Lo berani bilang istri gue jala*ng, bukan nya di sini elo yang jala*ng, berani menggoda suami orang "desis Daniel membuat Cika terjolak kaget.
"hahahaha,"semua orang menatap heran ke arah Cika yang kini malah tertawa bak orang gila.
"gue gak percaya Daniel, gue tau elo itu kaya gimna orang nya gue tau kalo elo paling anti sama cewek selain sama gue"ucap Cika membuat Nadia tersentak kecil.
"Niel mending Lo kasih tau deh tuh cewek gila"ucap Han membuat Cika menatap nya melotot.
"nona saya tegas kan ke pada anda sekali lagi jangan dekati suami saya jika anda tidak ingin di cap sebagai pela*or"ucap Nadia membuat Cika menatap nya tajam.
"Lo pikir gue bakal percaya hah, gue gak percaya sama yang kalian bilang"marah Cika.
"mungkin dengan ini Lo dan juga orang-orang yang ada di sini bakal percaya"ucap Daniel yang kini menarik pinggang Nadia membuat Nadia tersentak.
"mas"Guam Nadia menatap ke arah Daniel yang kini juga menatap ke arah nya.
"enjoy it honey"desis Daniel yang langsung menarik tengkuk Nadia dan mencium bibir gadis tersebut membuat semua orang terkejut begitu juga dengan Cika yang kini menutup mulutnya tak percaya.
Nadia iya yang melihat hal tersebut langsung memejamkan matanya di kala melihat Daniel memejamkan matanya, tangan kanan Nadia memegang pundak Daniel dengan tangan kanan yang kini sudah terangkat memperlihatkan sebuah cincin berlian murni yang terpasang di jari manis Nadia membuat semua orang semakin terkejut begitu juga dengan Cika yang saat ini sudah terduduk lemas.
Han, laki-laki tersebut yang awal nya terkejut ketika melihat hal itu tak lama menjadi membalak ketika mengenali ukiran cincin tersebut.
iya meraih tangan sang tunangan dan menganga ketika melihat tidak ada cincin nya di sana.
"sayang"ucap Han cengo menatap ke arah Gesi yang kini mengelus pipinya.
"biar lah, aku pinjam kan sebentar"ucap Gesi membuat Han mendengus kesel namun mengangguk mengiyakan.
"gak, gak mungkin"teriak Cika membuat Daniel menyudahi ciumannya begitu juga dengan Nadia yang kini menatap ke arah Cika.
"ini pasti gak benar, kapan kalian menikah nya gue gak percaya ini pasti akal-akalan kalian kan ngaku"teriak Cika.
"maaf nona Cika namun ini adalah kebenaran nya, apa anda lupa jika kemaren kami ke Jerman bukan kah anda juga tau jika keluarga besar afartcof juga pergi "ucap Han membuat Cika terdiam dengan tatapan kosong.
Nadia yang melihat hal itu tersenyum tipis tak lama menjadi Menghela nafas pelan, iya berjongkok menyamai Cika ya saat ini sudah duduk di lantai.
"nona"ucap Nadia membuat Cika menatap ke arah nya benci.
"dasar pela*or, Lo berani-berani nya ngerebut punya gue"teriak Cika membuat Nadia menghela nafas.
"saya tidak ngerebut nona, melainkan takdir "ucap Nadia membuat Cika menatap nya tajam.
"Lo tau ha, dia cowok yang gue suka sedari SMA seharusnya Lo gak datang"teriak Cika lagi membuat Nadia menggeleng.
"nona apa nona tau, jika nona saat ini bukanlah mencintai mas Daniel melainkan sebatas obsesi semata"ucap Nadia membuat Cika terdiam.
"cinta tidak bisa di paksakan nona apa lagi menyangkut dengan rasa obsesi bukan nya menyatu semua nya malah menjadi kacau"ucap Nadia lagi.
"apa yang Lo tau hah, Lo gak tau apa-apa "ucap Cika.
"saya memang tidak tau apa-apa, tapi coba nona raba raba hati nona apakah dengan cara seperti ini yang di namakan cinta"cika terdiam mendengar ucapan Nadia.
"nona, saya tau nona adalah perempuan yang baik tapi bukan dengan cara seperti, ini sama aja dengan nona yang terobsesi bukanlah cinta sesungguhnya. coba nona raba hati nona dan katakan apa ini benar-benar cinta atau hanya sekedar mengagumi seseorang"jeda Nadia menatap Cika tersenyum kecil.
" karena pada dasarnya perempuan yang benar-benar mencintai laki-laki dia tidak akan melakukan sesuatu yang di luar nalar nona dan laki-laki yang paham akan perasaan perempuan dia tidak akan membiarkan perempuan tersebut menyukai nya terlalu jauh jika pada dasarnya laki-laki itu tidak lah mencintai perempuan tersebut, mereka akan memilih untuk mengatakan nya walaupun dengan harus menyakiti hati perempuan itu"ucap Nadia lagi membuat semua orang terdiam mendengar perkataan nya.
Cika iya menatap ke arah Nadia dengan tatapan yang sulit di artikan antara malu, sadar dan hal lain membuat nya merunduk dengan tubuh bergetar, Nadia iya yang melihat hal itu menghela nafas.
"makasih "ucap Nadia menatap ke arah Cika yang kini menatap ke arah nya.
"makasih kenapa, bukan nya seharusnya gue yang salah udah ganggu rumah tangga kalian "ucap Cika membuat Nadia tersenyum.
"terimakasih karena sudah pernah mencintai suami saya, dan terimakasih karena nona mencintai nya di batas wajar tidak berlebihan di kebanyakan orang "ucap Nadia membuat Cika tertegun.
"saya yakin, di suatu saat nanti nona pasti akan menemukan laki-laki yang jauh lebih mencintai nona, laki-laki yang rela berkorban demi mendapatkan hati nona saya yakin saat itu pasti anda tidak akan di sia-sia kan lagi"
"untuk semuanya terimakasih nona, dan maaf karena suami saya tidak bisa membalas perasaan anda"ucap Nadia merunduk kecil membuat semua orang terkejut.
"eh, eh, gak ko jangan seperti ini. lagian ini semua juga salah gue"ucap Cika yang langsung menahan tubuh Nadia.
"mari"ucap Nadia yang mengandahkan tangan nya ke arah Cika.
Cika yang melihat itu tersenyum kecil, iya meraih tangan tersebut dan langsung berdiri mengikuti Nadia yang juga berdiri.
"bukan kah sekarang lebih bagus, jadi tidak ada yang saling membenci"ucap Nadia membuat yang lain tersenyum.
"pintar banget sih mom"ucap Daniel membuat Nadia terkejut sedangkan yang lain hanya terkekeh begitu juga dengan Cika yang menatap Daniel dan Nadia tersenyum tipis.
"dia wanita yang baik, Lo pantas mendapatkan dia Niel semoga bahagia"batin Cika menatap ke arah Daniel dan Nadia tersenyum.