Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
hak sepenuhnya



"sayang"Daniel dan Nadia menoleh ke arah suara dan melihat keberadaan Eva yang kini berjalan ke arah mereka.


"mama"ucap Nadia yang tersenyum ke arah sang mertua.


"apa kamu udah lelah"ucap Eva menatap ke arah sang menantu, Nadia yang mendengar nya menoleh ke arah Daniel dan tersenyum.


"hanya sedikit ma"ucap Nadia, Daniel yang mendengar hal tersebut langsung menatap ke arah sang istri.


"kenapa gak bilang dari tadi"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.


"CK, Daniel sekarang bawa Nadia ke kamar nya"ucap Eva membuat Nadia terkejut.


"ma, tapi acaranya masih berlanjut"ucap Nadia tak enak.


"untuk acara bisa mama hendel sayang, kamu pergi lah istirahat"ucap Eva lembut.


"Daniel bawa istri kamu ke kamar dia harus istirahat"ucap Eva membuat Daniel mengangguk.


"ayok ke kamar"ucap Daniel menatap ke arah sang istri.


"apa benar tidak apa-apa "ucap Nadia tidak enak terhadap Daniel.


"kamu lebih penting dari pada acara ini"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.


Daniel yang melihat Nadia malah diam pun menghela nafas Tampa pikir panjang Daniel memilih mengangkat tubuh Nadia.


grebb..


"eh, mas turunkan aku mas"ucap Nadia kaget namun Daniel tidak menghiraukan Itu iya memilih berjalan menuruni panggung.


semua orang yang ada di sana kompak menoleh ke arah sepasang pengantin tersebut dan tak lama tersenyum.


"ekhem, ingat pelan-pelan" goda Han yang tak di hiraukan oleh Daniel yang terus melangkah meninggalkan gedung pesta.


Daniel terus berjalan menaiki tangga dan tak lama masuk ke dalam lift, Nadia iya hanya bisa diam sambil menatap wajah tampan suami nya dari dekat tak terasa bibir gadis tersebut melengkung membentuk sebuah senyuman.


di tempat pesta saat ini keluarga besar Nadia juga dengan Daniel berserta yang lain sudah kumpul di kursi bundar, dan tak jauh dari mereka juga sudah ada para anak muda yang duduk saling berhadapan.


"kalian kapan nikah"ucap Cika menatap ke arah Gesi dan Han.


"dua bulan lagi"ucap Gesi yang di angguki oleh Cika.


"enak ya pada mau nikah lah gue pacar aja kaga punya"ucap nya miris Gesi yang melihat itu mendelik.


"ya udah nikah sama gue aja"semua orang yang mendengar suara itu kompak menoleh ke arah green yang kini menatap polos semua orang.


"CK, Lo gak usah mainin anak orang juga ******"kesal Leon menatap jengah ke arah adx nya.


"apa sih Leo gue ini serius yaelah"ucap green memutar bola matanya jengah.


"CK, gak ada yang bakal percaya bang Lo aja baru ketemu tadi"ucap Hendi yang di angguki oleh yang lain.


"emm,, boleh deh kalo emang Lo serius"


doeng...


semua orang kompak melongo tak percaya menatap ke arah Cika yang kini tersenyum malu ke arah green.


"ekhem,, jadi kaget"ucap Hendi sambil cengengesan kiuk.


"gue kalo sekali ngomong emang serius tapi untuk saat ini gue gak bisa, gue belum ada pegangan buat bahagia in anak orang"ucap green menatap datar ke arah Cika yang juga menatap ke arah nya.


"tidak apa-apa, aku bakal temanin dari nol gimna"ucap Cika membuat semua orang saling pandang.


"hehehe,,, beneran nih kayanya"ucap Hendi yang tertawa hambar.


"kita bicarakan nanti"ucap green yang di angguki oleh Cika melihat hal tersebut membuat green tersenyum.


"yang baru kali ini loh aku liat manusia cinta pada pandangan pertama"ucap Alex menatap ke arah Lina yang kini memutar bola matanya jengah.


"CK, jangan lebay"ucap Lina membuat Alex cengengesan.


"ekhem,, kita beralih ke pembicaraan serius"ucap Han membuat semua orang menatap ke arah nya.


"untuk Leon dan green, entar malam ikut gue"ucap Han menatap ke arah kedua Abang Nadia.


"ada apa"ucap Leon menatap bingung ke arah laki-laki itu.


"entar juga tau"ucap Han yang di angguki oleh mereka berdua.


"itu doang"ucap Alex menatap Han tak percaya.


"Hem,, emang apa lagi"ucap Han santai membuat Alex menjatuhkan rahang nya.


gubrak..


di sebuah kamar pengantin saat ini Daniel tengah sibuk dengan laptop nya sesekali iya akan melihat ke arah kamar mandi guna melihat sang istri sudah kelar ataupun belum.


"kenapa dia lama sekali"Guam Daniel menatap heran ke arah kamar mandi.


"jangan bilang dia menghindari aku gara-gara malam pertama"Guam nya yang tak lama menjadi tersenyum.


Daniel bangkit dari duduk nya dan berjalan pelan ke arah kamar mandi.


tok tok tok..


"sayang apa sudah selesai"ucap Daniel menatap ke arah pintu tersebut.


"bentar mas aku lagi kesusahan"ucap Nadia membuat Daniel mengangkat alis heran.


"kamu gak papa kan"ucap Daniel lagi.


"aku gak papa ko mas, Bentar ya"ucap Nadia, Daniel yang mendengar hal tersebut menghela nafas iya kembali ke arah ranjang nya dan duduk di sisi ranjang.


cklek..


sekitar lima menit Nadia akhirnya keluar dari dalam kamar mandi masih dengan memakai gaun pengantin nya, Daniel yang melihat itu menatap nya heran.


"kenapa belum di lepaskan gaun nya sayang"ucap Daniel yang mendekat ke arah sang istri.


"tangan ku gak sampe untuk melepaskan resleting nya mas"ucap Nadia membuat Daniel Terkekeh.


"kenapa gak bilang dari tadi sih sayang"ucap Daniel membuat Nadia cengengesan.


Daniel berjalan ke arah belakang sang istri lalu membuka resleting pada gaun pernikahan nya.


degggg..


glek..


tangan Daniel terhenti di kala melihat punggung mulus dan putih milik sang istri iya menelan ludah nya kasar di saat merasakan wajah nya yang kini sudah memanas.


"sayang"desis Daniel membuat Nadia terkejut ketika mendengar suara tertahan itu.


"ada apa mas"ucap Nadia yang ingin Menoleh ke arah Daniel namun segera di tahan oleh laki-laki itu.


Nadia terkejut di kala merasakan sebuah tangan yang kini sudah melingkar di perut nya yang memperlihatkan urat-urat tangan tersebut.


"Honey, are you tired?"lirih Daniel sambil menenggelamkan wajahnya di curuk leher sang istri.


"sedikit, ada apa mas"ucap Nadia yang kini tangan kirinya sudah mengelupas pelan kepala sang suami dengan tangan kanan yang memegang tangan sang suami.


Daniel iya yang mendengar hal tersebut hanya diam sambil sesekali menghirup aroma sang istri Nadia yang merasakan hal tersebut terkejut dengan detak jantung yang berdetak kencang.


"ah, a, ahahaha!! kenapa aku jadi gugup begini"batin Nadia.


"sayang"disis Daniel.


"iya sayang"balas Nadia membuat Daniel tertegun.


"a-apakah, ak-aku boleh meminta nya sekarang"Daniel berucap dengan ragu, Nadia yang mendengar hal tersebut tersenyum tipis.


Nadia membalikkan badannya yang kini sudah saling berhadapan dengan laki-laki yang sudah bersetatus suaminya itu.


Nadia mengalungkan tangannya ke arah leher sang suami sambil menatap Daniel dengan pandangan hangat, di sini Nadia akui jika Daniel benar-benar lah hot dengan setitik keringat di leher laki-laki itu tatapan yang tajam namun mengisyaratkan rasa tertekan membuat Nadia mengulum bibir.


Nadia mendekat kan kepala nya ke arah leher sang suami Daniel yang melihat hal tersebut mengencangkan pelukan nya di pinggang sang istri.


Fiuh.. deg..


Daniel terdiam saat merasakan hembusan nafas panas di area leher nya, laki-laki itu merunduk dan menatap ke arah Nadia yang masih setia meniup-niup leher nya.


"Nadia"desis Daniel kepada Nadia.


"semua tubuh ku hak mu mas"ucap Nadia dengan lembut Daniel yang mendengar hal tersebut tersenyum.


cup..


"boleh ku ambil sekarang sayang"ucap Daniel dengan Pelan setelah tadi iya sempat mencium kening sang istri.


"ambillah"ucap Nadia yang langsung membuat Daniel tersenyum lebar.


Tampa menunggu lama Daniel langsung mengangkat tubuh sang istri untuk berbaring di ranjang dan mengurung tubuh sang istri dengan tubuh.


Daniel tersenyum sebelum menciumi wajah sang istri yang hanya terdiam sesekali terkekeh ketika merasakan kegelian.


dan selanjutnya hanya barang-barang yang ada di sekitar yang tau apa yang akan terjadi kepada sang suami istri tersebut, seakan-akan alam ikuti bahagia dengan acara sakral mereka detik ini langit yang di penuhi akan bintang kini menjadi gelap dan tak lama hujan pun turun memberikan kesan dingin kepada dunia bawah yang semakin membuat pergulatan suami istri itu semakin panas dengan adanya hawa dingin tersebut.