Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
Australia



Nadia sudah dua hari berada di apartemen milik daniel, selama dua hari pula yang di lakukan Nadia di sana hanya beres-beres masak itu pun kadang iya harus memakan nya sendiri karena mengingat sosok tuan nya yang teryata jarang sekali pulang.


saat ini Nadia tengah duduk di ruang tamu dengan mata yang fokus akan layar televisi di depan nya, jika di kata Nadia punya hp maka jawabannya tidak sedari iya pergi dari rumah ponsel nya sengaja di tinggal nya.


di saat asik nonton drama Korea perhatian Nadia teralihkan ke pintu apartemen yang saat ini sepertinya akan terbuka.


"apa tuan daniel sama tuan asisten Han sudah pulang"Guam nya yang kini mulai berdiri dari duduk nya.


cklek...


langkah kaki Nadia terhenti di kala melihat pintu apartemen yang kini sudah terbuka dan tak lama iya terkejut di kala melihat sosok gadis yang kini sudah masuk ke dalam apartemen tersebut.


"eh" mereka sama-sama kaget, sosok gadis yang barus aja masuk menatap cengok ke arah Nadia yang saat ini sudah merunduk takut ke arah sosok gadis di depannya.


"Lo siapa"ucap sosok gadis tersebut, Nadia yang mendengar itu langsung merunduk.


"ma-maaf kan saya nona, sa-saya pem-pembantu tu-tuan daniel"ucap Nadia gugup, sosok gadis yang ada di hadapannya hanya bisa terdiam Namun tak lama menggeleng kecil.


"sejak kapan, dia punya pembantu"ucap gadis tersebut membuat Nadia panik dan ketakutan.


sosok gadis tersebut mengutupkan bibir di saat melihat raut wajah ketakutan dari gadis di depannya iya pun memilih berjalan dan mendekat ke arah gadis tersebut.


"eh,, kenapa Lo seperti ketakutan kaya gini"ucap gadis tersebut heran namun tak lama membalak menatap kaget ke arah Nadia.


"WAHHHH,, apa jangan-jangan Lo adalah cewek tawanan bang daniel"ucap gadis tersebut membuat Nadia terjolak ke belakang.


"eh,, Lo gak papa"ucap gadis tersebut kaget di saat melihat Nadia terjungkal.


"emm,, gak papa kak"ucap Nadia cepat.


"kenapa takut sih, kenalin gue aida"ucap sosok tersebut membuat Nadia menatap ke arah aida yang kini tersenyum ke arah nya.


"nad-nadia kak"ucap Nadia gugup.


"CK,, gak usah takut, gue gak makan orang perasaan"ucap aida cengengesan.


"Lo di sini siapa nya bang daniel"ucap aida yang membawa Nadia duduk.


"emm,"Nadia bingung dan ragu mau menjawab apa aida yang melihat itu mengangkat alis nya heran.


"kenapa"ucap aida.


"enggak papa ko kak hehe"ucap Nadia kaku aida yang melihat itu hanya mengangguk santai.


"ahhh,, apa dia gadis yang di bilang sama bunda kalo bang daniel pulang membawa calon"batin aida terkik geli dalam hati.


"Kaka mau minum apa"ucap Nadia menatap ragu ke arah aida.


"ah gak usah panggil Kaka, seharusnya aku yang panggil kamu Kaka"ucap aida membuat Nadia bingung.


"aku adx angkat nya bang daniel "ucap aida membuat Nadia mengangguk paham.


"ya udah, aku buat kan minuman dulu ya"ucap Nadia yang di angguki singkat oleh aida.


dan setelahnya Nadia pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ke arah dapur, aida yang melihat kepergian Nadia hanya tersenyum tipis.


"bisa banget tuh orang cari cewek yang penakut, kalem, sama polos gitu"ucap aida Terkekeh kecil melihat kelakuan Nadia.


beberapa menit kemudian Nadia pun keluar dari dapur membawa Napan berisi air minum dan juga beberapa cemilan ke ruang tamu.


di pertengahan jalan langkah nya Terhenti di kala iya melihat sudah ada daniel dan Han yang kini duduk di sana.


aida yang tak sengaja menatap ke arah Nadia pun langsung tersenyum." sini kak"ucap aida membuat Nadia terkejut kecil. Daniel dan Han kompak menoleh ke arah pandang aida dan menatap sosok gadis yang kini sedang berjalan pelan ke arah mereka.


"ini air nya"ucap Nadia memberikan cangkir yang berisi kan air minum dan juga beberapa cemilan membuat aida tersenyum tipis.


"Kaka duduk sini"ucap aida menepuk ruang di samping nya, Nadia iya yang melihat tepat itu hanya diam karena tidak mungkin iya duduk di tengah-tengah aida dan juga daniel.


"gak papa, aku di bawah aja"ucap Nadia tersenyum.


"gak baik kak, lantai kan dingin nanti kakak masuk angin"ucap aida memegang tangan Nadia.


"eh, gak papa udah bisa ko"ucap Nadia tersenyum ramah.


aida menatap ke arah daniel yang masih terlihat diam hal itu membuat aida menatap nya kesal.


"bang"ucap aida membuat daniel menatap ke arah aida yang kini memberikan kode melihat hal itu membuat daniel menghela nafas pelan.


Han iya yang melihat itu hanya bisa diam sambil menahan ketawa ketika melihat wajah kaku daniel dan juga wajah semangat aida membuat nya berusaha menahan ketawa.


"jangan di bawah, naik"aida menepuk keningnya ketika melihat raut wajah dingin dan kaku milik daniel berbeda dengan Han yang saat ini sudah berlari ke arah dapur. melihat hal itu membuat Nadia menatap nya dengan diam.


"CK, gini amat punya Abang"gerutu aida yang kini berdiri dan langsung menarik Nadia untuk duduk di samping nya.


"eh"ucap Nadia kaget di saat iya duduk tepat di samping daniel.


"udah kak duduk aja"ucap aida yang langsung menyandarkan kepalanya ke pundak Nadia membuat Nadia diam dengan tubuh kaku.


Daniel, iya hanya menatap sekilas ke arah Nadia yang saat ini tepat berada di samping nya.


"jadi Lo bakal balik ke Australia bang" ucap aida yang masih menyender di pundak nadia.


"Hem"dehem daniel membenarkan.


"Kaka Nadia bakal ikut dong"


Nadia terdiam Kaku di saat mendengar hal tersebut iya menatap sekilas ke arah Han yang saat ini fokus ke arah ponsel nya dan tak lama Nadia menggerakkan kepalanya menatap ke arah daniel dan terkejut di saat melihat Daniel juga menatap ke arah nya.


Tampa pikir panjang Nadia langsung mengalihkan pandangan nya ke arah televisi daniel yang melihat itu entah kenapa tersenyum tipis.


"jelas lah, nona Nadia ikut orang dapetin nya aja miliaran"ucap Han membuat Nadia terdiam berbeda dengan aida yang menatap nya mendelik.


"Lo pikir dia barang anjir"kesal aida menatap sinis ke arah Han.


"jadi aku bakal pergi jauh"batin Nadia yang kini merunduk kecil.


"jadi ke Surabaya "ucap Daniel membuat aida mendongak menatap ke arah nya.


"jadi, lusa aku bakal pulang sama mama"ucap aida membuat Daniel mengangguk.


________


saat ini Nadia terdiam menatap pintu di depan nya dengan wajah ragu, tangan nya terulur untuk mengetuk pintu tersebut namun sedetik kemudian iya menarik tangan nya kembali.


"apa tuan sudah tidur"Guam Nadia bingung harus mengetuk atau tidak.


"ketuk gak nya"Guam nya lagi menatap pintu di depan nya sambil menggigit kukunya kecil.


"EKHEM,N NGAPAIN"


"astag" Nadia terlompat kebelakang karena terkejut di saat mendengar suara dari belakang serontak iya membalikkan badannya dan membalak di saat matanya menatap sosok Daniel yang saat ini berdiri menatap nya heran.


"tu-tuan"ucap Nadia gugup.


"ngapain berdiri di sana"ucap daniel menatap ke arah Nadia yang saat ini merunduk.


"emm"Daniel semakin di buat heran di saat melihat gadis di depannya terlihat ragu, di saat ingin mengatakan sesuatu terhadap nya.


"kalo gak ada yang di bahas, tidur udah malem"ucap daniel membuat Nadia terdiam.


"minggir"ucap Daniel.


"tuan ada yang ingin saya katakan"ucap Nadia cepat membuat Daniel mengangkat alis nya heran.


Tampa menunggu lama Daniel langsung berjalan maju dan hal itu membuat Nadia membalak.


"tu-tuan"ucap Nadia takut.


settt, ceklek...


Nadia terkejut di kala melihat daniel membuka pintu kamar nya dan semakin di buat terkejut di saat Daniel malah mendorong nya masuk ke dalam.


"tuan"Ical Nadia takut.


"bicara lah"ucap Daniel yang saat ini sudah berjalan ke arah lemari pakaian.


Nadia yang melihat itu hanya diam bingung harus mengatakan apa.


"apa benar-benar tidak ada yang ingin kau bahas"ucap Daniel yang saat ini membuka jubah mandi nya membuat Nadia melotot dan langsung membalikkan wajah nya, Daniel yang melihat itu hanya di sambil memakai baju nya.


"jika tidak ada yang ingin di bicarakan silahkan keluar"ucap Daniel yang saat ini sudah merebahkan tubuhnya di kasur.


mendengar hal itu, dengan ragu Nadia pun membalikkan badannya untuk menatap ke arah Daniel.


iya menghela nafas di saat melihat Daniel yang saat ini sudah rebahan di kasur dengan memakai baju santai nya yang semakin terlihat hot di mata Nadia.


"astaga, Nadia apa-apaan pikiran mu ini"ucap Nadia menggeleng pelan.


"tuan apa saya boleh bertanya"ucap Nadia ragu, Daniel yang mendengar hal itu berdehem kecil.


"Hem"dehem Daniel.


"apa anda benar akan kembali ke Australia, membawa saya"ucap Nadia lagi.


"iya, bukan kah kau sudah ku beli"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.


Nadia berjalan pelan ke arah kasur daniel dan mengambil jubah mandi Daniel yang tadi di letak kan nya di atas kasur dan langsung membawa jubah tersebut ke arah kamar mandi.


sedari tadi apa yang di lakukan oleh Nadia tidak pernah lepas oleh tatapan Daniel yang sedari tadi menatap pergerakan gadis tersebut.


"apa anda anda akan menetap di sana tuan"ucap Nadia yang saat ini sudah berjalan ke arah kasur dan berdiri menatap ke arah Daniel.


"Hem,, tugas mu rawat dan jaga ibu ku"ucap Daniel membuat Nadia terdiam sambil mengangguk pelan.


"apa ada lagi"ucap Daniel.


"tu-tuan apa saya boleh bertemu dengan kak Laras dan kak Lina"ucap Nadia membuat daniel menatap ke arah nya.


"kenapa kamu memilih bertemu dengan mereka ketimbang keluarga mu"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.


"saya hanya ingin bertemu dengan mereka berdua tuan"ucap Nadia membuat daniel mengangguk paham.


"teryata rasa sakit nya selama ini membuat nya seakan-akan tak ingin tau lagi keadaan keluarga nya sendiri "batin Daniel.


"baik lah, sekarang tidur besok sebelum berangkat kita ketemu mereka "ucap Daniel membuat Nadia mendongak menatap nya dengan wajah berbinar.


"terimakasih tuan"ucap Nadia yang di angguki oleh Daniel.


"kalo begitu saya pamit undur diri"ucap Nadia yang langsung berlalu pergi meninggalkan tatapan Daniel yang masih menatap kepergiannya intens.