Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
bertamu



saat ini Daniel dan Nadia sudah berada di dalam apartemen milik daniel yang terletak di Jerman, Nadia saat ini tengah menyusun beberapa belanjaan nya tadi dan sesekali menatap ke arah Daniel yang fokus ke arah ponsel nya.


Nadia Terus mencari celah untuk melihat Daniel dengan beragam pertanyaan di dalam benak perempuan tersebut.


"aku ingin sekali bertanya soal yang di minimarket tadi, tapi aku takut"batin Nadia melirik kecil ke arah Daniel.


Daniel iya yang sedari tadi sadar dan paham akan tingkah Nadia memilih untuk diam dam memberikan waktu buat Nadia bertanya dengan nya sendiri.


selama ini Daniel tau jika sebenarnya Nadia masih takut dan enggan terhadap nya, Daniel melakukan ini supaya kelak Nadia tidak perlu lagi takut apabila berharapan dan berbicara dengan nya.


di tempat lain tepat nya di Australia saat ini Cika menggerutu kesel di dalam kamar nya sendiri, sedari kemaren semenjak kepergian Daniel ke Jerman iya juga harus pulang ke rumah nya ketika mengetahui jika kedua orangtuanya Daniel akan pergi hal ini membuat nya kesal karena tidak bisa tinggal di sana.


"kenapa seakan-akan om Malik dan Tante Eva menghindari ku"ucap Cika menatap lurus keluar jendela.


"aku tidak mau tau, ketika Daniel kembali aku akan memaksa ayah untuk membuat Daniel menikah dengan ku, aku tidak mau tau tentang hal lain itu"ucap nya penuh akan obsesi.


"aku harus mendapatkan Daniel, karena dia akan menjadi milikku selamanya "ucap nya lagi sambil menatap tajam ke arah depan.


kembali lagi ke Jerman saat ini Nadia sedang berada di ruang tamu iya tengah menonton televisi.


cklek...


pandang Nadia teralihkan di saat mendengar suara pintu di buka dan tak lama iya dapat melihat sosok Daniel yang saat ini keluar dari dalam kamar nya.


"apa tuan akan berangkat berkerja "ucap Nadia membuat Daniel menoleh ke arah nya.


"apa kau mau ikut "tanya Daniel membuat Nadia menggeleng kecil.


"tidak tuan, saya akan di sini aja"ucap Nadia yang di angguki ke kecil oleh Daniel.


"jika nanti malam aku tidak pulang maka tidur lah terlebih dahulu"ucap Daniel datar.


mendengar nada bicara Daniel yang kini berubah membuat Nadia tersentak kecil, namun tak lama iya mengangguk.


"baik tuan"ucap Nadia.


"aku berangkat, di dalam kamar ada ponsel baru untuk mu jadi ambil lah"ucap Daniel membuat Nadia terkejut.


"anda benar-benar membeli kan nya tuan"ucap Nadia tak percaya yang mendapat anggukan dari Daniel.


" jangan pernah ada nomor laki-laki yang tidak penting di dalam ponsel tersebut, kalo sampai ada akan ku pastikan ponsel itu hancur tidak berbentuk "ucap Daniel membuat Nadia menelan ludah kasar dengan mengangguk kiuk.


"jika ada sesuatu hubungi aku dan Han di sana sudah lengkap nomor yang setidaknya akan kamu butuhkan"ucap Daniel yang sekarang sudah melangkah menuju pintu apartemen.


"baik tuan, terimakasih"ucap Nadia pelan yang di angguki kecil oleh Daniel.


"aku berangkat, berhati-hati lah"ucap Daniel yang di angguki lagi oleh Nadia.


Nadia menatap kepergian Daniel dengan tatapan bingung namun setelahnya iya menghela nafas panjang dan kembali duduk di atas sofa.


________


Daniel saat ini duduk di dalam mobil sambil menatap ke arah sebuah bangunan yang sangat sederhana namun terlihat sangat asri dan nyaman.


Daniel menoleh ke arah depan di amma sudah ada keberadaan Han yang kini juga sedang menatap ke arah bangunan tersebut.


"berkas nya"ucap Daniel yang membuat Han menoleh ke arah belakang.


"sudah tuan, bahkan saya sudah menghubungi tuan dan juga Nyonya besar"ucap Han yang di angguki singkat oleh Daniel.


"apa semua nya sudah berkumpul "ucap Daniel lagi yang di angguki oleh Han.


"seharusnya sudah tuan"ucap Han menatap sekilas ke arah Daniel.


"katakan kalau kita sudah sampai"ucap Daniel yang kini tengah membenarkan kemeja nya.


Han yang mendengar hal tersebut mengangguk setelahnya iya meraih ponsel nya terlihat sedang mengotak-atik benda tersebut.


"tuan mereka sudah ada di dalam sedang menunggu kita"ucap Han yang langsung di angguki oleh Daniel.


Daniel keluar dari dalam mobil yang di ikuti oleh Han setelah nya laki-laki tersebut berjalan menuju ke arah rumah tersebut yang di ikuti oleh Han dari belakang.


"selamat sore tuan Daniel dan tuan Han, maaf karena menyambut kalian di gubuk sederhana ini"ucap laki-laki menyambut kedatangan Daniel dan Han.


"ah, anda tidak perlu seperti itu tuan Lukman"ucap Han yang di angguki oleh Lukman.


ya saat ini Daniel dan juga Han sedang berkunjung kerumah Lukman entah apa yang di rencanakan laki-laki tersebut sepertinya iya akan mengatakan hal yang penting sehingga mereka yang turun tangan untuk ke tempat tinggal Nadia.


"baik lah kalau begitu silahkan masuk tuan"ucap Lukman yang mempersilahkan kedua laki-laki itu untuk masuk.


"apa keluarga besar sudah hadir taun"ucap Han yang kini melangkah beriringan dengan Lukman.


"sudah tuan Han"ucap Lukman yang di angguki oleh Han.


"silahkan duduk tuan"ucap Lukman lagi yang mempersilahkan Daniel dan Han untuk duduk.


"kita langsung ke inti saja tuan Daniel, bisa anda panggil kan keluarga besar anda"ucap Daniel yang membuat Lukman tersentak kecil dan setelahnya mengangguk.


"baik lah, saya akan ke dalam tulu tuan"ucap Lukman yang di angguki oleh Daniel berserta Han.


tak perlu menunggu lama saat ini di ruang tamu sudah ada keluarga besar Lukman yang duduk di sofa lingkar berhadapan dengan Daniel juga Han.


Han yang melihat tatapan keluarga tersebut sesekali akan tersenyum kecil ketika melihat raut penasaran juga bingung itu.


"tuan semuanya sudah ada , apa kita mulai sekarang"ucap Han menoleh ke arah Daniel yang kini fokus akan ponsel nya.


Daniel yang mendengar gak tersebut menoleh dan menatap ke arah Han sambil mengangguk pelan.


"pimpin lah dulu"ucap Daniel yang di angguki oleh Han, setelahnya Daniel kembali fokus ke arah ponsel di mana di sana sudah memperlihatkan hasil rekaman cctv yang sudah merekam apa saja yang di lakukan Nadia di dalam apartemen nya.


"saya akan mulai, dengan apa tujuan saya dan tuan saya kesini saya harap kita bisa berkerja sama Tampa ada yang menghalangi "ucap Han membuat keluarga Lukman menatap nya bingung.


"baiklah tuan Han, apa bisa kita mulai sekarang "ucap Lukman yang di angguki oleh Han.


"pertama-tama kalian silahkan liat video ini terlebih dahulu"ucap Han memberikan laptop nya.


keluarga besar Lukman kompak menatap ke arah layar laptop tersebut dan tak lama mereka terkejut dengan mata membalak di saat melihat keberadaan Nadia di sana, di mana Nadia tengah mencari perkejaan Samapi di mana Nadia di culik.


melihat hal tersebut membuat semua orang menatap ke arah Han dan Daniel begitu juga dengan Nia yang saat ini sudah lemes dengan tubuh bergetar hebat di dalam dekapan Wahyu yang terlihat menyesal.


"bisa jelaskan ini semua tuan"ucap Lukman yang terlihat sudah tidak sabar.


"Nadia Vega darwanti keponakan anda ada bersama kami tuan"


degggg...


semua keluarga Lukman terdiam kaku dengan Jantung yang berdetak kencang entah lah mereka saat ini sangat bingung ingin senang atau bahkan terkejut.


"benar kah, ka-kalau begitu saya mohon tuan kembalikan putri saya"ucap Ina memohon ke arah Han.


Daniel yang mendengar hal tersebut langsung mematikan ponselnya dan menatap satu keluarga itu dengan tatapan datar, Lukman yang melihat itu hanya bisa diam siapa yang tidak tau akan sifat Daniel yang terkesan dingin dan gak banyak ngomong.


"apa anda salah Nyonya, karena meminta saya mengembalikan putri anda sedangkan saya sudah keluar banyak untuk putri anda"ucap Daniel membuat Ina terdiam begitu juga dengan yang lain.


"saya akan menebus adx saya, berapa harganya "semua mata menoleh ke arah laki-laki yang kini berdiri.


"apa anda yakin tuan muda Leon"ucap Han tersenyum tipis.


"saya akan merebut adx saya kembali, jadi katakan lah"ucap Leon menatap Han dan Daniel datar.


Daniel yang mendengar hal tersebut berdiri yang di ikuti oleh yang lain, Daniel menatap ke arah Leon Dengan tatapan datar.


"tidak semudah itu, apa yang sudah menjadi milikku tidak akan ku kasih sama orang lain"ucap Daniel membuat semua orang terdiam.


"apa maksud mu"sentak Leon menatap tajam ke arah Daniel.


"Han, lakukan dengan cepat tidak perlu menghubungi keluarga besar"ucap Daniel yang langsung melangkah pergi melihat hal tersebut membuat semua orang terdiam sambil terkejut.


Han iya menatap ke arah Daniel sambil menghela nafas dan setelah nya iya menatap ke arah Lukman.


"seharusnya anda tau sifat tuan saya bukan"ucap Han membuat Lukman terdiam.


"dia tidak akan mudah memberikan sesuatu yang sudah di cap sebagai milik nya"ucap Han membuat semua orang terkejut.


"lalu bagaimana dengan putri ku hiks hiks"Isak Ina membuat Han menoleh ke arah nya.


"anda tenang aja Nyonya, putri anda akan jauh lebih aman bersama tuan saya"ucap Han membuat semua orang menatap nya bingung.


"dia jauh tidak akan tersiksa lagi bersama tuan Daniel"ucap Han membuat semua orang terdiam begitu juga dengan Ina dan Wahyu yang kini terdiam kaku.


"kedatangan kami kesini hanya memberi tahu tentang keadaan nona Nadia jadi saya harap kalian tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan nya, karena nona Nadia hidup nyaman"ucap Han lagi.


"tetap saja dia adx ku, aku akan membawa nya kembali ke sini"ucap Leon menatap tajam ke arah Han yang kini tersenyum tipis.


"silahkan jika anda bisa, dan satu hal lagi jika anda berhasil mengambil nona Nadia pastikan anda harus memiliki uang sebanyak dua kali lipat dari tuan menebus nona Nadia di pedagang pasar gelap"ucap Han membuat semua orang menatap ke arah nya.


"emang berapa tuan"ucap Lukman menatap ke arah Han.


"15 miliar "ucap Han membuat semua orang terkuat bahkan Ina Samapi pingsan saat ini ketika mendengar hal tersebut.


"bagaimana bisa semahal itu"ucap Lukman tidak percaya.


"apa anda lupa tuan saya kaya jadi seberapa pun harganya dia akan menebus nona Nadia di sana"ucap Han membuat Lukman terdiam.


"tuan saya akan bayar cicil"ucap Leon membuat Han menatap ke arah nya sambil menghela nafas.


"apa anda tuli, bukan kah saya mengatakan jika apa yang jadi milik tuan saya tidak akan pernah mudah untuk di lepas"ucap Han memperjelas ucapan nya..


"apa lagi anda hanya akan membayar nya cicil itu sangat mustahil untuk tuan saya mengiyakan ucapan anda"ucap Han membuat Lukman dan yang lain terdiam.


"tuan Lukman, boleh saya kasih saran soal ini"ucap Han membuat Lukman menatap ke arah nya.


"apa tuan"ucap Lukman.


"ikhlas kan keponakan anda untuk tuan saya, biar kan dia hidup lebih lama bersama tuan saya"ucap Han membuat Lukman terdiam.


"apa tuan mu ingin menjadikan adx ku babu"ucap green membuat Han menatap ke arah nya.


"itu tergantung apa yang di inginkan tuan saya"ucap Han lagi.


"apa mereka tidak bisa mencerna ucapan ku"batin Han yang menggeleng tak habis pikir.


"tuan lukman, saya yakin anda akan paham dengan ucapan saya bukan jika anda setuju maka saya akan mengatakan nya ke pada tuan saya"ucap Han menatap ke arah Lukman serius.


terlihat jika saat ini Lukman terdiam sambil berfikir soal apa yang di ucapkan oleh Han barusan membuat nya terkejut juga tidak menyangka.


"apa kami bisa bertemu dengan nya"ucap Mala membuat Han menatap ke arah nya.


"tentu bisa, jika apa yang saya ucapkan di terima oleh tuan Lukman maka saya akan membuat nona Nadia untuk bersedia bertemu dengan kalian karena selama ini nona takut atau bahkan trauma akan perlakuan keluarga nya"ucap Han membuat Wahyu dan yang lain terdiam.


"saya kasih waktu dua bulan untuk hal ini tuan Lukman, jika anda menolak saya kasih dalam waktu satu bulan untuk mencari uang tersebut"ucap Han yang langsung pergi meninggalkan semua orang yang kini hanya bisa terdiam.


"mas apa maksudnya mas"ucap Mala menatap ke arah sang suami yang kini hanya diam.


"beri aku waktu, setelahnya aku akan menjelaskan semuanya"ucap Lukman memilih pergi dari sana dengan tangan yang memegang kening nya yang berdenyut.