Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
toko



Nadia iya terdiam di dalam kamar nya yang berada di dalam toko dengan tangan yang memegang perut nya.


"laper banget"Guam Nadia pelan.


"Naida kenapa kamu"ucap laras mendekat ke arah Nadia.


Nadia terkejut di kala mendengar suara Laras iya menatap ragu ke arah Laras yang kini menatap ke arah nya dengan pandangan bingung.


"hehehe, aku laper kak dari semalem belum makan"ucap Nadia cengengesan membuat Laras terkejut.


"apa-apaan kamu Nadia, ini cepet cari makan"ucap Laras yang memberikan uang 10 ribu.


"loh, loh gak usah kak, aku belum ada uang buat ganti"ucap Nadia menolak.


"apa an sih nad, aku gak minta di ganti? cepetan cari makan, takut nya nanti kamu malah maag lagi"ucap Laras membuat Nadia mau tidak mau mengangguk pelan.


"makasih ya kak, nanti klo dah gajian aku ganti"ucap Nadia yang di angguki oleh laras.


"itu gampang nanti, kamu cari makan dulu"ucap Laras yang di angguki oleh Nadia.


Nadia pun berjalan di pinggir jalan saat ini tujuan nya adalah penjual nasi goreng, sesekali Nadia akan Menatap ke arah jalanan yang penuh akan kendaraan.


"mudahan aja ada sekitar sini"ucap Nadia menatap ke arah penjual kaki lima.


Nadia terus berjalan menelusuri pinggir jalan menatap satu-satu pedagang kaki lima, dan tak lama pandangan nya berbinar di saat menatap sebuah gerobak yang bertuliskan Nasi goreng. Tampa pikir panjang lagi Nadia pun langsung berjalan cepat ke arah penjual tersebut.


"mang, nasi nya berapa seporsi"ucap Nadia menatap tersenyum ke arah sang penjual.


"neng mau berapa bisa beli 8 ribuan atau 10 ribuan"ucap sang penjual ramah.


"yang 8 aja mang"ucap Nadia yang di angguki oleh sang penjual.


"makan sini atau bungkus neng"ucap sang penjual lagi sambil mercik bahan-bahan nasi goreng.


"bungkus aja mang"ucap Nadia yang di angguki oleh sang penjual.


"duduk dulu neng"suruh si penjual yang di angguki oleh Nadia .


sekitar 15 menitan akhirnya pesanan Nadia pun sudah selesai dan saat ini Nadia sedang di perjalanan untuk pulang ke tempat kos yang memang sudah di sediakan untuk perkerja di toko serba 35 itu.


"kak"ucap Nadia di saat iya sudah sampai di dalam kamar nya.


"eh, nad udah balik, gimna udah beli makan"ucap Laras yang kini sudah merebahkan tubuh nya karena memang setiap kamar memiliki dua kasur.


"ini"ucap Nadia sambil mengangkat bungkusan berisi nasi goreng.


"ya udah makan dulu, lepas tu tidur"ucap Laras yang di angguki oleh Nadia.


_#skip.


di tempat lain tepat nya di rumah Nadia saat ini keluarga besar tengah berkumpul dengan salah satu pemuda yang kini berdiri dan terlihat sedang menahan amarah nya.


sosok pemuda itu menatap ke arah dua paruh baya yang kini hanya bisa diam dan tak lama pandangan nya teralihkan ke salah satu sosok pemuda yang kini sudah terduduk lemes di lantai, iya memandang semua orang yang berada di rumah tersebut dengan tatapan datar nya membuat semua orang hanya bisa terdiam.


"arghhhhh,, sekarang adx gue di mana hah?? apa kalian semua gak ada yang bisa jaga dia"ucap nya yang terlihat masih kesel.


"dan Lo green, apa Lo bodoh hah kenapa Lo biar kan adx Lo pergi tanpa sepengetahuan Lo"sentak nya lagi menatap tajam ke arah green yang hanya bisa terdiam.


"green juga gak tau permasalahan kemaren le"ucap Lukman yang kini sudah berdiri menatap ke arah sang keponakan.


"tetap aja om, seharusnya dia jadi Kaka gak kaya gini?? apa perkejaan dia selama ini kenapa harus Nadia yang nanggung semuanya sedangkan dia main-main."jeda Leon menatap tajam ke arah green.


"emang gak ada gunanya ya Lo"sentak Leon murka membuat semua orang semakin cemas dan panik.


"cih, kalo tau kaya gini bakal ku bawa adx ku gak akan ku biar kan dia ada di lingkup manusia gak tau diri seperti ini"ucap Leon yang langsung pergi membuat semua orang menghela nafas menatap kepergian pemuda tersebut.


"puas kalian"ucap Diah menatap tajam ke arah anak dan menantu nya.


"lihat, lihat ini gara-gara kalian semua nya menjadi kacau sudah tiga hari kita gak ada kabar tentang Nadia apa kalian puas Sekarang"ucap Diah lagi.


bungkem, Wahyu dan Ina hanya bisa diam di tempat tak berani menyahut akan perkataan Diah begitu juga dengan kemarahan Leon yang bisa aja lepas kendali apa lagi mengingat Nadia adalah adx kesayangan nya.


Lukman iya hanya bisa diam tidak tau harus seperti apa lagi sekarang iya pun juga sebenarnya bingung akan mencari keberadaan Nadia di mana apa lagi mengingat iya sudah melapor ke polisi cuma sampai sekarang tidak menemukan hasil apapun membuat nya terdiam pasrah.


__________


di sisi lain nya tepat nya di dalam sebuah mobil sedan saat ini sudah ada dua laki-laki yang berada di dalam mobil tersebut dengan satu laki-laki yang berada di jok belakang.


terlihat jika laki-laki tampan berahang tegas itu kini tengah mengetuk-ngetuk jari nya di paha depan tatapan yang kini menatap luar jendela.


"apa kita jadi ke tempat Alex tuan"ucap laki-laki yang kini berada di kursi pengemudi.


"Hem"dehem laki-laki yang berada di jok belakang.


"Han, tunda penerbangan menjadi tiga hari lagi"ucap sosok di belakang membuat laki-laki yang bernama Han menatap nya heran.


"ada apa tuan, bukan kah anda janji sama Nyonya akan kembali besok"ucap laki-laki yang bernama Han.


"ada urusan sedikit sama Lina"ucap laki-laki tersebut tanpa mengalihkan pandangan nya.


"baik lah tuan, setelah pulang dari tempat Alex saya akan mengurus semuanya"ucap Han yang di angguki oleh laki-laki tersebut.


tepat di lampu merah mobil yang di Kendari oleh Han berhenti di urutan pertama Daniel sosok laki-laki yang duduk di bangku belakang menatap ke arah depan di mana sudah banyak pejalan kaki yang sudah menyeberangi jalan tersebut.


mata Daniel Terhenti di kala melihat sosok gadis berambut sepinggang yang kini menyeberang dengan memakai pakaian yang longgar terkesan imut, di saat jaman sekarang para anak muda memperlihatkan pakaian trend mereka justru gadis yang di liat Daniel terkesan bodoh amat akan hal itu membuat bibir Daniel terangkat membentuk senyuman miring.


Han iya yang tak sengaja menatap Daniel melalui kaca belakang pun terkejut kecil namun tak lama iya berdehem.


"ekhem,, tuan apa ada yang menarik perhatian anda"ucap Han menatap ke arah depan untuk melihat apa yang membuat daniel si batu es bisa tersenyum miring.


Daniel yang mendengar suara Han pun langsung merubah wajah nya dan tak lama berdehem kecil.


"lanjut Han, lampu hijau"ucap daniel membuat Han mengangguk dan menjalankan mobil nya.


saat ini di dalam ruangan yang luas namun terkesan sangat sunyi sudah ada tiga orang yang berada di sana dengan kondisi hawa yang sama-sama di dingin mengingat tidak ada percakapan sama sekali di sana.


"bagaimana"ucap daniel yang kini menatap ke arah ponsel nya.


"kalo tau kaya gini orang nya mending Lo aja datang ke sini sendiri deh Han"ucap Alex membuat Han meringis kecil berbeda dengan daniel yang tak perduli akan hal itu semua.


"keluar kan cepat kita gak ada banyak waktu"ucap Han membuat Alex mengangguk.


"Lo, bawa mereka"ucap Alex kepada anak buah nya yang kini mengangguk dan setelah nya pergi dari sana.


"sekitar berapa orang"ucap Han menatap ke arah Alex.


"15 mungkin"ucap Alex membuat Han melotot terkejut namun tak lama mengangguk pelan.


sekitar 2 menit dan tak lama ruangan yang awal nya sepi itu kini sudah sedikit berisik akan suara paksa an dari laki-laki dan tak lama muncul lah beberapa gadis yang bisa di hitung ada sekitar 15 orang Han iya yang melihat itu terdiam menatap kearah daniel yang kini masih menatap ke layar ponsel nya.


"ekhem, tuan apa di antara mereka ada yang cocok"ucap Han menatap ke arah daniel yang kini mengangkat kepala nya dan menatap sekilas ke arah Han.


terlihat raut menilai dari wajah Daniel di saat menatap satu-persatu perempuan di depan nya dan tak lama Daniel berdiri yang membuat Han dan Alex berdiri.


"cari lagi sekitar 3 orang di antara mereka gak ada yang cocok"ucap Daniel datar dan setelahnya pergi Han yang melihat itu menghela nafas iya menatap ke arah Alex yang kini mengangguk kecil.


"dua hari datang lagi"ucap Alex yang di angguki oleh Han dan setelahnya mereka pun pergi dari sana.


"jadi ini gimna"ucap salah satu anak buah Alex.


Alex menatap ke arah Sekumpulan gadis yang kini menatap mereka dengan takut Alex yang melihat itu tersenyum miring.


"seperti biasa"ucap Alex membuat anak buah nya bersorak kesenangan.


beralih dari sana saat ini hari sudah menjelang sore mobil sedan berwarna hitam kini terparkir rapi di sebuah toko pakaian serba 35.


Daniel, sosok yang berada di dalam mobil tersebut menatap sekilas bangunan besar itu dan setelahnya iya pun keluar dari mobil setelah pintu di buka kan oleh Han.


"tuan, kenapa anda memilih mengunjungi nona Lina kenapa ke tempat biasa"ucap Han menatap bingung ke arah Daniel.


"dia sendang sibuk"ucap daniel yang di angguki oleh Han.


"nona permisi"ucap Han yang kini memberhentikan salah satu pegawai toko.


Laras, sosok itu adalah Laras iya baru saja kembali dari luar karena tadi sempat membeli minuman untuk anggota toko, langkah nya Terhenti di kala mendengar ada yang memanggil nya.


"ada apa tuan"ucap Laras sopan menatap ke arah sosok laki-laki yang memanggil nya.


"emm, apa anda pegawai sini"ucap Han berbasa-basi.


"benar tuan, apa anda butuh bantuan"ucap Laras tersenyum kecil.


"ah, apa anda bisa membawa kami bertemu dengan pemilik toko"ucap Han membuat Laras menatap ke arah daniel dan tak lama tersentak kecil ketika melihat tatapan dan raut wajah tegas tersebut.


"ah, baik lah tuan mati ikut saya"ucap Laras kiuk dan berjalan terlebih dahulu ketika mendapat anggukan dari Han.


"siapa mereka, laki-laki itu tampan sekali tapi kenapa dingin sekali"batin Laras sambil berjalan ke lantai dua.


tok tok tok..


sosok perempuan dewasa yang kini sekiranya berumur 23 tahun iya menatap ke arah pintu sekilas ketika mendengar suara ketukan.


"masuk"ucap nya yang kembali menatap ke arah layar laptop.


"sore kak"Lina menoleh ketika melihat keberadaan Laras di ruangan nya tak lama iya menatap ke arah belakang Laras yang sudah ada berdiri dua laki-laki yang di kenali nya.


"sore juga Laras, terimakasih sudah mengantar tamu Kaka"ucap Lina membuat Laras mengangguk.


"kalo begitu Laras pamit kak"ucap Laras yang di angguki oleh Lina.


"suruh Nadia antar minum di ruangan Kaka"ucap Lina membuat Laras mengangguk dan setelahnya pergi dari ruangan tersebut.


Lina menatap ke arah dua laki-laki yang kini masih berdiri menatap ke arah nya.


"silahkan duduk dulu tuan Daniel dan juga asisten Han"ucap Lina menunjuk ke arah sofa membuat Daniel dan Han mengangguk.


tak beberapa lama perhatian Ketiga orang yang berada di dalam ruangan tersebut teralihkan di saat mendengar suara ketukan pintu.


"masuk"ucap Lina seakan tau siapa yang mengetuk pintu tersebut.


dan tak beberapa lama mereka dapat melihat ada Sosok gadis yang kini masuk ke dalam ruangan sambil menunduk jangan lupakan kedua tangan nya yang kini sudah ada Napan berisi 3 cangkir.


"maaf lama kak"ucap Nadia ke pada Lina yang saat ini Terkekeh dan mengangguk kecil.


"gak papa nad"ucap Lina membuat Nadia menghela nafas pelan dan mengangguk singkat.


"kasih ke tamu saya"ucap Lina membuat Nadia mengangguk.


Nadia pun berjongkok di bawah lantai sambil meletakkan Napan di atas meja perlahan iya meletakkan cangkir di hadapan tamu Lina.


"ini tuan"


degggg..


pertepatan Nadia meletakkan cangkir di depan Daniel di saat itu juga Daniel tersentak kecil ketika melihat wajah dan senyuman gadis di hadapannya saat ini.


"gadis ini kan, yang tadi di penyeberangan"batin daniel menatap intens ke arah Nadia.


Lina yang melihat raut intens Daniel dalam menatap Nadia pun hanya bisa terdiam sambil tersenyum tipis.


"kalo begitu saya pamit kak"ucap Nadia yang kini berbalik setelah mendapatkan anggukan kepala dari Lina.


setelah kepergian Nadia Lina menatap serius ke arah daniel yang kini kembali menatap ke arah laptop nya.


"apa ada yang menarik perhatian mu"ucap Lina membuat perhatian Daniel dan Han menatap ke arah nya.


"apa kau tertarik sama Nadia"ucap Lina lagi seakan tau raut bingung dari daniel.


"nama nya Nadia"ucap Han yang di angguki oleh Lina.


"anak nya cantik"ucap Han yang membuat Lina Terkekeh kecil.


"silahkan cari tau latar belakang nya tuan daniel Afrian afartcof"ucap Lina membuat Han menatap ke arah daniel yang saat ini hanya diam.