
"sudah selesai"Nadia terjolak kecil di saat mendengar suara berat tersebut iya menatap ke arah kasur di mana sudah ada daniel yang kini sedang bersandar sambil menatap ke arah nya.
"apa tuan ingin mandi"tanya Nadia menatap balik ke arah Daniel.
"saya akan, menyiapkan air hangat untuk tuan"ucap Nadia yang ingin berbalik.
"tidak perlu saya masih ada urusan sebentar"ucap Daniel membuat Nadia tak jadi kembali ke kamar mandi.
"baiklah kalau begitu saya akan kedapur untuk membuat sarapan pagi"ucap Nadia yang di angguki oleh Daniel.
saat ini Daniel dan Nadia sudah berada di Jerman, Nadia Berjalan menuju dapur dan berjalan ke arah lemari es guna melihat bahan-bahan yang bisa di masak.
saat membuka lemari es, Nadia terdiam di saat tidak mendapati apapun di sana Nadia menatap ke arah keranjang di samping lemari es yang biasanya ada bahan-bahan perasa namun habis tidak ada apa-apa di sana.
"aku harap ada mie instan"Guam Nadia yang berjalan ke arah lemari penyimpanan.
"tidak ada stok apapun di dapur"Guam Nadia di saat melihat tempat tersebut kosong.
"aku harus berbelanja"Guam Nadia yang berjalan masuk ke dalam kamar nya dan juga Daniel.
"tuan"panggil Andia membuat Daniel menatap ke arah nya.
"apa sudah selesai"ucap Daniel yang mendapat gelengan kepala dari Nadia.
"tuan, di dapur tidak ada persediaan apa-apa"ucap Nadia membuat Daniel mengangguk.
"duduk lah, saya akan menyuruh Han membeli sarapan dia sedang di jalan"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk.
Nadia pun berjalan ke arah kasur di mana keberadaan Daniel, iya naik ke ke kasur dan duduk di samping daniel.
"tuan boleh saya bertanya " ucap Nadia membuat Daniel menoleh dan menatap nya.
"apa"ucap Daniel menatap ke arah gadis di samping nya.
"kenapa anda tiba-tiba mengajak saya ke sini"ucap Nadia membuat Daniel terdiam.
"apa kau tak suka ada di sini"ucap Daniel membuat Nadia menggeleng cepat.
"bukan begitu tuan"sela Nadia cepat.
"jika saya tinggal di mansion yang ada kamu hanya sendiri soal nya papa sama mama ada tugas di Bandung"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk.
"lalu saya di sini Ngapain aja tuan, bukan kah anda di sini akan sibuk masalah perkejaan "ucap Nadia membuat Daniel menatap ke arah nya.
"jika ingin ikut silahkan, kalo tidak tetap diam di sini"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk kecil.
tok..tok..tok..
Nadia dan Daniel kompak menoleh ke arah pintu kamar mereka dan tak lama Nadia bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu tersebut.
cklek..
"nona Nadia"ucap Han menunduk kecil membuat Nadia menunduk kecil.
"ini pesanan tuan nona"ucap Han memberikan beberapa kotak ke arah Nadia yang menerima nya.
"tuan asisten Han tidak ikut makan bersama"ucap Nadia menatap ke arah Han.
"saya sudah makan nona, dan saya akan kembali ke kantor"ucap Han membuat Nadia mengangguk kecil.
"kalau begitu terimakasih tuan asisten Han"ucap Nadia membungkuk hormat yang di ikuti oleh Han.
"kalo begitu saya permisi nona"ucap Han yang berlalu pergi Nadia yang melihat itu langsung masuk ke dalam kamar.
"tuan, ini makanan nya sudah sampai apa anda akan makan di atas kasur"ucap Nadia menatap ke arah Daniel yang masih fokus dengan kegiatan nya di layar ponsel.
"ke balkon "ucap Daniel yang kini berdiri dan berjalan ke arah balkon, melihat hal itu membuat Nadia langsung mengikuti nya dari belakang.
"makan lah"ucap Daniel yang saat ini sudah duduk di kursi yang tersedia di balkon yang di ikuti oleh Nadia.
"tuan juga makan"ucap Nadia yang di angguki kecil oleh Daniel.
"akan saya temani"ucap Daniel membuat Nadia menatap ke arah nya.
"apa anda tidak sibuk tuan"ucap Nadia yang mendapat gelengan dari Daniel.
"kalau begitu baik lah tuan"ucap Nadia yang kembali memakan pizza.
_#skop.
saat ini Nadia sudah ada di dalam minimarket bersama Daniel yang sudah mendorong keranjang, Nadia membawa Daniel dari lorong ke lorong sambil melihat-lihat apa saja yang akan di beli oleh gadis tersebut.
"tuan saya rasa ini sudah cukup"ucap Nadia menatap ke arah ranjang yang penuh tersebut.
"ya sudah saya antar ke kasir"ucap Daniel yang di angguki oleh Nadia.
Nadia menatap ke arah sekeliling sesekali iya akan melihat sesuatu yang di rasa nya ingin di ambil.
dan tak lama tatapan Nadia berbinar di saat iya menemukan sebuah cemilan kesukaan nya namun iya menatap bungkus an tersebut dengan lesu karena melihat hanya ada bungkusan kecil dan cuma satu di sana.
"yah,, apa kah sudah habis"Guam Nadia dengan pelan iya pun langsung mengambil bungkusan cemilan tersebut.
pertepatan tangan nya akan menyentuh cemilan itu pertepatan itu juga iya di buat terkejut di kala ada yang merampas cemilan tersebut sambil sengaja mendorong tubuh nya membuat Nadia oleng samping.
Grep..
"eh" Nadia terkejut di kala merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di pinggang nya iya mendongak dan membalak kecil ketika melihat wajah tampan milik daniel.
"tuan"ucap Nadia membuat Daniel menatap ke arah nya.
"apa tidak apa-apa"ucap Daniel yang kini sudah menatap tubuh Nadia.
"saya tidak apa-apa tuan"ucap Nadia sambil tersenyum kiuk.
Daniel yang melihat itu menatap tajam ke arah ibu-ibu yang kini hanya menatap mereka datar.
"apa anda tidak bisa hati-hati Nyonya, anda hampir akan mencelakai istri saya"tekan Daniel di kalimat istri membuat Nadia terkejut.
"cih,, emang saya perduli"ucap ibu-ibu itu menatap tak suka ke arah Daniel dan Nadia membuat Daniel menatap nya nyalang.
"anda mencari masalah dengan saya, bukan nya minta maaf anda malah seperti ini"desis Daniel Menatap tajam ke arah ibu-ibu itu.
"cih, emang kalian siapa yang harus saya takutkan kalian gak akan sebanding dengan saya"angkuh ibu-ibu itu.
Nadia iya yang melihat itu meringis kecil menatap ke arah daniel." tuan anda tenang lah saya tidak apa-apa "ucap Nadia memegang ujung lengan baju Daniel.
"kau hampir saja jatoh jika aku tidak melihat mu tadi"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.
"dan anda Nyonya, anda salah sudah hampir mencelakai istri saya!! saya pastikan kehidupan anda hancur "ucap Daniel membuat Nadia terkejut.
"heh, emang kamu siapa berani ngancem saya hah?? apa kamu gak tau suami saya pengusaha sukses "ucap ibu-ibu itu dengan sinis.
"oh ya, boleh saya tau siapa nama suami anda dan di bidang apa"ucap Daniel masih dengan tatapan tajam nya.
"suami saya pengusaha sukses di bidang properti dan mama Hendro, kau masih kenal bukan beritanya saja sudah tersebar luas "angkuh ibu-ibu tersebut membuat Daniel tersenyum miring.
"ingat kata-kata saya Nyonya, dalam waktu 5 menit perusahaan suami anda bangkrut "ucap Daniel yang langsung menarik pergi Nadia yang terdiam.
ibu-ibu tersebut nampak terkejut mendengar perkataan daniel namun setelahnya iya menatap sinis ke arah Daniel sambil mencemooh.
"cih, kamu pikir saya akan perduli dengan kata-kata ancaman kamu itu "ucap ibu-ibu itu yang menatap tajam kepergian Daniel dan Nadia.
dan tak lama ibu-ibu yang baru saja beradu suara dengan Daniel tak lama dia di buat tersentak di saat mendengar suara telpon nya berbunyi.
"ada apa yah"ucap ibu-ibu tersebut setelah mengangkat panggilan telepon dari sang suami.
"apa yang kau lakukan Nina apa kau tau perusahaan ku di blokir habis oleh pemimpin perusahaan cof "Nina ya, perempuan yang tadi ada sangkut masalah dengan Daniel saat ini hanya bisa terdiam mendengar ucapan suami nya.
"ap-apa, ja-jadi dia CEO perusahaan cof"Guam Nina dengan raut tak percaya nya.