
saat ini di kamar Daniel sudah ada Nadia yang kini duduk di atas kasur sambil menatap pergerakan Daniel yang tengah memasang dasi.
Daniel yang sedari tadi sadar ada yang memperhatikan nya pun memilih diam karena dia tau siapa yang sedari tadi memperhatikan nya.
"tuan"ucap Nadia memanggil Daniel, entah kenapa iya sangat ingin berbicara terhadap laki-laki kaku itu.
"Hem"Guam Daniel membalikkan badannya membuat Nadia tertegun kecil melihat wajah tampan tersebut.
"aa, anu tuan apa kah boleh saya meminjam ponsel"ucap Nadia ragu Daniel yang melihat itu mengangkat alis nya heran.
"untuk"ucap Daniel membuat Nadia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"saya hanya bosan tuan, Nyonya juga hari ini akan pergi bersama teman-temannya tidak mungkin saya ikut"ucap Nadia membuat Daniel menatap ke arah nya.
"mama gak akan nolak jika kau ingin ikut"ucap Daniel membuat Nadia menggeleng cepat.
"tidak tuan, saya tidak ingin dengan kehadiran saya membuat nyonya bercerita hal lebih terhadap teman-temannya tentang siapa saya"ucap Nadia memberikan Daniel tertegun.
"emm,, untuk sekarang guna kan tablet saya nanti Han mengantarkan ponsel baru"ucap Daniel membuat Nadia kembali menggeleng.
"saya tidak perlu ponsel baru tuan, cukup milik tuan yang tak di pakai aja untuk saya main kan"ucap Nadia membuat Daniel kembali terdiam.
"tidak apa-apa, tunggu aja Han nanti"ucap Daniel membuat Nadia menghela nafas mengangguk mengiyakan.
setelahnya Daniel pun keluar dari dalam kamar yang di ikuti oleh Nadia yang saat ini membawa tas kerja nya.
sampai di teras Nadia langsung memberikan tas tersebut kepada Han yang menerima nya dengan senang hati.
"tuan kita akan kembali ke Jerman"ucap Han membuat Nadia menatap ke arah mereka.
"apa kalian akan ke Jerman"ucap Nadia menatap ke arah Han dan Daniel bergantian.
"benar nona karena tuan Daniel akan ada urusan beberapa hari di sana"ucap Han membuat Nadia terdiam.
Daniel menatap sekilas ke arah Nadia." apa kau ingin ikut"ucap Daniel membuat Nadia tersentak.
"bukan kah kau sudah lama tidak bertemu dengan keluarga mu ini sudah 4 bulan semenjak kepergian bukan kah begitu"ucap Daniel membuat Nadia meneguk ludah kasar.
"tu-tuan sa-saya"ucap Nadia dengan terbata-bata melihat reaksi itu membuat Han menatap ke arah Daniel yang kini menatap ke arah Nadia.
"kalo begitu tinggal lah di sini, saya tau kau belum siap bertemu mereka bukan"ucap Daniel membuat Nadia menatap ke arah nya.
"anda akan berangkat kapan tuan"ucap Nadia menatap ke arah Daniel.
"lusa"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk.
"saya titip salam sama Kaka Lina dan Laras tuan"ucap Nadia yang di angguki singkat oleh Daniel.
"jadi nona tidak akan ikut"ucap Han membuat Nadia menatap ke arah nya.
"untuk sekarang sepertinya belum bisa"Guam Nadia membuat Han menatap ke arah nya dengan lirih.
"apakah selama ini kehidupan nona sangat menyakitkan"batin Han melirik kecil ke arah Nadia.
"kalo begitu kita pamit nona, untuk malam ini dan seterusnya tuan Daniel tidak akan pulang "ucap Han memberitahukan membuat Nadia mengangguk pelan.
"hati-hati tuan"ucap Nadia yang di angguki oleh Han dan setelahnya Han berserta Daniel pun berjalan ke arah mobil dan melajukan mobil tersebut meninggalkan pangkaran halaman rumah afartcof.
di dalam mobil Han melirik ke arah Daniel yang kini fokus akan jalanan, entah apa yang di pikirkan oleh tuan nya itu membuka Han bersuara.
"tuan apa kita benar-benar akan menemui tuan Lukman"ucap Han membuat Daniel menatap ke arah nya.
"Hem"dehem Daniel mengiyakan.
"apa anda akan menyerahkan nona Nadia "ucap Han lagi membuat Daniel terdiam.
"Han, apa boleh saya bertanya "ucap Daniel membuat Han menatap ke arah nya heran karena tak biasa nya tuan nya akan meminta izin seperti ini.
"silahkan tuan"ucap han.
"apa kah salah laki-laki berumur seperti saya, mendapatkan gadis seperti Nadia"ucap Daniel santai membuat Han tersedak ludah sendiri.
"uhuk, tuan apa maksud anda"ucap Han yang masih tak paham.
"saya ingin mengembalikan Nadia namun saya tidak ingin kehilangannya"ucap Daniel jujur membuat Han terdiam.
"apa tuan benar-benar mencintai nona"batin Han bertanya-tanya.
"tuan sejak kapan anda sangat ingin mempertahankan nona Nadia untuk di sisi anda"ucap Han.
"satu bulan yang lalu, entah kenapa kehadiran nya yang berada di sisi saya!! yang selalu menyiapkan kebutuhan saya membuat saya nyaman"ucap Daniel polos membuat Han terkejut bukan main.
"wahhh,, jangan sampai tuan bucin ini"Guam Han dengan pelan.
"tuan menurut saya anda tidak salah mencintai nona Nadia hanya satu"ucap Han menggantung ucapan nya membuat Daniel penasaran.
"apa"ucap Daniel.
"anda berhak memiliki nona muda asal nona muda menerima keberadaan anda tampa paksaan tuan"ucap Han membuat Daniel terdiam.
"jadi saya harus apa"ucap Daniel polos membuat Han menahan tawa.
"cukup bikin nona Nadia jatuh cinta terhadap anda tuan"ucap Han membuat Daniel terdiam.
"anda harus bikin nona Nadia Percaya jika dengan bersama anda nona Nadia akan jauh lebih bahagia dan merasa aman"ucap Han lagi yang kini melirik ke arah belakang di mana Daniel sedang mengangguk kecil.
"astaga, bagaimana bisa tuan jatuh cinta sama gadis yang jauh di umur nya"batin Han yang tak habis pikir.
_______
saat ini Nadia tengah termenung di dalam kamar Daniel iya menatap ke arah kasur yang biasa di tiduri oleh laki-laki itu membuat nya sekilas tersenyum kecil.
bayangan tentang iya dan Daniel yang selalu tidur barang Tampa ada percakapan panjang atau bahkan merasa membuat nya Terkekeh melihat tingkah kaku laki-laki dewasa tersebut.
dan tak lama iya di buat tersentak di kala mengingat waktu di mana iya bangun tidur membuat nya terkejut di kala merasakan tubuh nya berada di pelukan laki-laki itu, satu kata yang iya ucapkan adalah rasa hangat ketika bersama laki-laki tersebut.
ketika mengingat hal tersebut membuat Nadia tersadar dan menggeleng kan kepala nya cepat.
"astaga apa yang aku lamun kan"Guam Nadia tak habis pikir dengan tingkah nya.
"tidak mungkin aku jatuh cinta sama tuan Daniel, aku hanya lah gadis biasa tuan Daniel berhak mendapatkan perempuan yang pantas untuk nya"ucap Nadia sambil menghela nafas.
"lagi pula aku yakin tuan Daniel pasti sudah memiliki kekasih mengingat umur nya yang sudah 25 tahan, jadi aku harus sadar kehadiran ku di sini hanya lah sebagai wanita yang di beli nya"ucap Nadia lagi dengan tersenyum kecut.
_#skip.
di tempat lain tepat nya di perusahaan cof saat ini daniel dan Han di buat pusing akan kehadiran perempuan yang sedari tadi selalu menempel dengan Daniel.
"apa kau tidak mau pulang Cika ini sudah larut malam"ucap Daniel berusaha menghindari perempuan tersebut.
Han iya yang melihat wajah tertekan sekaligus risih itu hanya bisa menghela nafas.
archika Andrey sosok anak pengusaha kaya di bidang properti sosok perempuan yang sudah mengejar Daniel dari masa SMA.
kehadiran archika sangat lah tidak menguntungkan untuk Daniel karena perempuan itu tidak akan segan-segan untuk menghukum atau segala hal macam dengan rekan bisnis atau apapun itu yang berhubungan dengan perempuan.
archika termasuk perempuan yang sangat terobsesi dengan ketampanan Daniel, apa lagi mengingat hubungan orang tua mereka sangat lah dekat membuat archika berlaku seenaknya terhadap siapapun itu.
padahal jika Daniel ingin dia bisa aja langsung menyuruh papa nya untuk menghentikan pengeluaran dana untuk perusahaan Andrey selaku ayah archika.
"aku sudah mengatakan ke mama dan ayah bahwa aku akan nginep di rumah mu"ucap Cika membuat Daniel terkejut begitu juga dengan Han.
"nona kami tidak akan pulang karena dua jam lagi kami akan berangkat ke Jerman"ucap Han langsung membuat Cika menatap ke arah nya.
"benar kah, kalau begitu aku akan ikut"ucap Cika semangat membuat Daniel menghela nafas panjang.
"nona, bukan kah lebih baik anda di sini aja karena di Jerman anda gak akan bisa bebas"ucap Han membuat Cika terdiam.
Cika adalah sosok perempuan yang bebas akan kemana iya pergi sesuka hati nya namun jika iya ke Jerman otomatis iya akan terus berada di samping daniel tidak bisa keluar jalan-jalan.
ketika mengingat hal tersebut membuat Cika terdiam memikirkan sesuatu melihat hal tersebut membuat Han dan Daniel saling pandang.
"beberapa lama, kamu ke Jerman"ucap Cika yang kini memeluk Daniel erat.
"dua Minggu"ucap Daniel membuat Cika manyun.
"emm,, kalo begitu selama dua Minggu aku akan tinggal di rumah mu"ucap Cika membuat Daniel membalak terkejut.
"kenapa harus di rumah"ucap Daniel cepat.
"kenapa, aku akan menunggu kepulangan mu di rumah, bukan kah di rumah hanya akan ada Tante!! pasti nya Tante Eva akan kesepian apa lagi om Malik selalu berkerja"ucap Cika membuat Daniel menatap ke arah Han.
"apa nona tidak ingin menunggu di rumah nona saja"ucap Han berusaha membujuk.
"tidak aku akan tetap tinggal di rumah kamu"ucap Cika memeluk tubuh Daniel.
Daniel yang melihat hal tersebut hanya bisa menghela nafas, iya sadar jika Cika adalah perempuan yang keras kepala.
Daniel meraih ponsel nya dan mengetikkan sesuatu untuk di kirim ke arah Han.
Han yang merasa kan ponsel nya bergetar pun langsung mengambil benda pipih tersebut dan mengangguk setelah membaca pesan dari Daniel.
"Han, suruh Doni bawa Nadia ke bandara dia ikut ke Jerman"
"tuan saya akan menyiapkan mobil untuk kita pulang "ucap Han yang di angguki oleh Daniel yang kini terlihat sangat risih akan perlakuan Cika.
setelahnya Han pun keluar dari ruangan kerja Daniel iya berjalan ke arah ruangan kerja nya dan langsung menghubungi Doni.
"Don, pergi ke mansion jemput nona Nadia bawa di bandara "ucap Han langsung.
"baik tuan"ucap Doni, Han yang mendengar nya hanya bisa menghela nafas iya langsung keluar dari ruangan kerja nya untuk mengambil mobil nya.
_____
di posisi Nadia saat ini Nadia tengah tertidur namun tiba-tiba iya terbangun di kala mendengar suara seseorang berada di depan pintu nya.
"Nadia"
"eh, mama"kaget Nadia di saat melihat Eva ya kini berjalan masuk ke dalam kamar.
"maaf mama mengagetkan mu"ucap Eva yang kini berjalan ke arah lemari.
"tidak apa-apa ma, mama kenapa belum tidur"ucap Nadia heran.
"kamu sekarang siap-siap di bawah sudah ada anak buah Han yang akan membawa kamu ke bandara, kamu akan ikut ke Jerman"ucap Eva membuat Nadia terkejut.
"kenapa mendadak sekali ma"ucap Nadia yang kini berjalan ke arah Eva.
Eva yang mendengar nya hanya diam karena iya tidak ingin memberitahukan tentang keberadaan Cika.
"tidak apa-apa sekarang ganti pakaian mu menjadi tebal"suruh Eva cepat membuat Nadia bingung namun tetap melakukan apa yang di suruh Eva terhadap nya.
setelah selesai Eva langsung menarik tangan Nadia dengan tangan sebelah nya membawa koper sedangkan Nadia iya hanya bisa terdiam melihat hal itu.
"doni, hati-hati bawa Nadia ya"pinta Eva yang di angguki patuh oleh Doni.
"kamu tunggu lah di Banda ya sayang"ucap Eva yang mencium kedua pipi Nadia yang kini mengangguk.
"berangkat lah"ucap Eva membuat Doni mengangguk dan setelah nya iya melajukan mobilnya melihat hal itu membuat Eva mendengus kesel.
"kenapa perempuan itu harus datang di kehidupan anak ku"Guam Eva kesal ketika harus melihat kehadiran Cika.
"aku harus kasih alasan, untuk anak itu tidak tinggal di rumah ini"ucap nya lagi yang langsung berlari masuk ke dalam kamar.
pertepatan dengan mobil Nadia keluar dari jalan perumahan elit pertepatan itu pula mobil yang di Kendari oleh Han memasuki jalanan tersebut.
melihat hal itu membuat Han juga Daniel menghela nafas pelan karena sudah di pastikan Cika dan Nadia tidak akan bertemu.