Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
perkumpulan



saat ini Nadia dan Daniel kembali ke apartemen mereka, karena sekitar dua jam lagi mereka akan berangkat ke Bandung.


Daniel menatap ke arah pintu kamar mandi yang terbuka dan memperlihatkan sosok gadis yang sangat cantik yang kini sudah di balut dengan daster polos.


"mas, apa kamu tidak malu memiliki gadis yang selalu Kemana-mana pakai daster dan dress"ucap Nadia membuat Daniel tersenyum.


"bukan kah itu bagus, setidaknya dengan pakaian seperti ini kamu sudah sangat cantik aku tidak mau jika kamu memakai pakaian yang seperti orang luar itu akan menambah kecantikan mu aku tidak mau itu"ucap Daniel membuat Nadia menggeleng.


"baiklah, lalu kapan kita berangkat mas"ucap Nadia yang kini duduk di samping daniel.


"dua jam lagi, untuk sekarang bersantai lah"ucap Daniel yang di angguki oleh Nadia.


"apa mas tadi sedang berbicara sama mama"ucap Nadia menatap ke arah Daniel.


"Hem,, mama sudah tidak sabar untuk kedatangan mu"ucap Daniel memeluk Nadia dari samping.


"hehe,, mama ada-ada aja"ucap Nadia mengelus kepala Daniel yang kini merebahkan kepalanya di perut Nadia.


"apa pernikahan ini semuanya hadir"ucap Nadia menatap ke arah bawah.


"Hem,, tapi maaf aku tidak bisa menyewa siaran berita apakah tidak apa-apa"ucap Daniel membuat Nadia menatap ke arah nya.


"itu tidak masalah mas, aku Malahan senang dengan seperti itu aku tidak akan terlalu tersorot nanti nya"ucap Nadia membuat Daniel tersenyum.


"itu lah alasan ku tidak ingin terlalu berada di berita"ucap Daniel membuat Nadia Terkekeh.


"mas"panggil Nadia.


"Hem"dehem Daniel masih dengan posisi memeluk tubuh Nadia.


"apa bang Alex juga mas undang"ucap Nadia lagi menatap ke arah Daniel.


"dia akan berangkat sama pacar nya sayang "ucap Daniel membuat Nadia menaikkan sebelah alisnya.


"bang Alex ada pacar kenapa aku tidak tahu"ucap Nadia heran.


"nanti kamu juga akan tau sendiri sayang"ucap Daniel yang di angguki oleh Nadia.


_#skip.


Daniel dan Nadia saat ini sedang berada di dalam mobil jemputan, Nadia iya tengah asik memakan sate yang baru di beli nya di pinggir jalan begitu juga dengan Daniel yang asik dengan ponsel nya namun tangan sebelah kiri nya masih setia memeluk tubuh gadis di samping nya.


tak beberapa kini mobil yang di Kendari oleh Daniel dan Nadia sudah sampai di depan gerbang mewah yang sudah sedikit di dekorasi dengan sedemikian indah, Nadia iya yang melihat itu mengerjapkan matanya beberapa kali antara takjub dan kaget.


"ayok, turun kita harus ketemu mama"ucap Daniel menarik tangan Nadia membuat Nadia tersentak karena terkejut.


"mas apa di sini tempat acara kita nanti "ucap Nadia menatap ke arah Daniel.


"tidak sayang, acara kita di hotel teman papa nanti dan ini rumah kakek dulu"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk.


"kita ke sini untuk ngecek gaun dan sebagainya setelah nya kita akan ke apartemen papa"ucap Daniel membuat Nadia bingung.


"kenapa kita harus pergi lagi mas, kenapa gak di sini aja sekalian "tanya Nadia menatap Bingung ke arah Daniel.


"jika kita ikut tinggal di sini , terus bagaimana dengan keluarga mu nanti sayang"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.


"rumah ini emang di sediakan untuk tempat singgah keluarga mu nanti "ucap nya lagi.


"eh, eh ini kenapa?? kenapa anak sama mantu mama ada di sini bukan nya masuk udah di tunggu in loh sama pemilik butik "Daniel dan Nadia kompak menoleh ke arah Eva yang kini sedang berjalan ke arah mereka.


"mama"ucap Nadia yang kini sudah di peluk oleh Eva.


setelah beberapa menit berada di ruangan yang penuh akan gaun-gaun pengantin kini Nadia dan Daniel berserta kedua orangtuanya Daniel berjalan ke arah ruang tamu.


"pakai gaun tadi kamu benar-benar sangat cantik sayang"ucap Eva membuat Nadia tersenyum.


"cantik si cantik ma, tapi kenapa bahu nya terbuka gitu"kesal Daniel.


Eva, Nadia juga Malik kompak Terkekeh melihat wajah kesal Daniel yang sedari awal sudah mengamuk ketika mengetahui jika gaun pernikahan yang akan di pakai istri nya sedikit terbuka.


"cuma sekali ini doang Nadia makai gaun kaya gitu"ucap Malik membuat Daniel mendelik.


"daniel, mama mau nanya apa benar kamu ngundang keluarga Andrey "ucap Eva membuat Daniel menatap ke arah nya.


"iya ma, lagian calon mantu mu ini sudah menyelesaikan semuanya iya yang membuat sadar archika"ucap Daniel membuat Eva dan Malik tersenyum menatap ke arah Nadia.


"kamu benar-benar tidak salah mencari calon istri boy"ucap Malik menatap ke arah Daniel yang hanya menatap ke arah nya dengan datar.


"CK, ini anak nurun kesiapa dah, sifat nya sangat berbeda dengan ku"batin Malik kesal menatap ke arah Daniel malas.


________


hari ini adalah satu hari sebelum acara pernikahan Daniel dan Nadia di laksanakan, di rumah besar kakek Daniel sudah sangat ramai akan kedatangan keluarga Nadia, Eva iya yang melihat suasana ramai pun tak bisa untuk tidak tersenyum, baru kali ini iya merasakan keramaian bak memiliki keluarga.


"apa Daniel masih lama"ucap Wahyu yang kini duduk bersama Malik juga para laki-laki yang lain.


"sebentar lagi mereka akan sampai"ucap Malik yang di angguki oleh Wahyu.


"mana sih Han, bukan kah tadi dia berangkat bersama kalian"ucap Malik menatap ke arah Wahyu dan yang lain.


"dia ada urusan tadi sama tunangan nya"ucap Lukman yang di angguki oleh Malik.


"ayah"semua orang langsung menoleh ke arah pintu di saat mendengar suara perempuan tersebut, dan tak lama mereka kompak tersenyum ketika melihat keberadaan Nadia bersama Gesi di belakang mereka sudah ada Daniel juga Han.


"Nadia"ucap Wahyu yang langsung memeluk putri nya.


"apa kalian sudah lama datang "ucap Nadia menatap ke arah Sekumpulan keluarga nya.


"lumayan lah, kamu kenapa lama sekali nak"ucap Ina menatap ke arah sang putri.


"Nadia lambat bangun ma, maaf kan lah"ucap Nadia membuat yang lain mengangguk.


setelahnya semua nya pun berkumpul saling menukar cerita dengan laki-laki yang berkumpul dengan para laki-laki Begitu juga perempuan dengan para perempuan.


"emm, jadi setelah nikah kamu gak bisa langsung pulang ini ceritanya "goda mazah membuat yang lain Terkekeh.


"bibi, Nadia belum tau soal itu"ucap Nadia kiuk yang lain hanya bisa tertawa kecil.


"Hem,, baik lah seperti nya hanya kamu yang akan menikah muda mengalahkan semua sepupu mu"ucap Diah membuat Nadia tertawa.


"biar Nadia yang mencari kan mereka pasangan nek"ucap Nadia membuat yang lain menggeleng.


"aku tidak mau, aku udah punya mending kau cari kan saja pasangan untuk para abang mu"ucap Lilis anak pertama mazah.


mendengar hal tersebut membuat Nadia terdiam." benar juga ya lebih gampang mencarikan istri dari pada suami"Guam Nadia yang kembali membuat semua orang tertawa.


"kamu ini ada-ada aja"ucap Ina yang menggeleng menatap Tingkah putri nya.


"aku benar-benar menyesal pernah menyia-nyiakan nya dulu terima kasih Allah karena engkau sudah membuat Kami bersatu kembali, walaupun hanya sebentar karena mengingat iya akan menjadi seorang istri"batin Ina menatap sendu ke arah sang putri.