
saat ini di bandara Nadia terlihat sudah tertidur di jok belakang mobil Doni, Doni sesekali akan melihat ke arah belakang dan bergantian ke arah jam.
"gimana ini nona muda sudah tertidur"Guam Dono ya bingung mau ngapain.
terlihat sesekali iya akan mengecek ponselnya nya untuk menghubungi Han namun sedari tadi tidak di respon membuat nya semakin bingung.
tak lama Doni tersentak di kala mendapati ponsel nya menyala Tampa menunggu lama Doni langsung menatap ponselnya.
"bawa nona Nadia ke apartemen Don"ucap Han membuat Doni menyengit.
"ada apa sebenarnya tuan"ucap Doni yang merasa penasaran.
"tuan Daniel tidak jadi berangkat sekarang, bawa nona Nadia ke apartemen"ucap Han yang di angguki oleh Doni.
"tapi nona muda sudah tertidur"ucap Doni.
"bawa pelan-pelan saya tunggu di lobi"Doni tersentak di kala mendengar suara Daniel Tampa pikir panjang iya pun langsung mengangguk.
"baik tuan"ucap Doni yang langsung melajukan mobilnya di saat sambungan telepon terputus.
setengah jam berlalu dan sekarang mobil yang di bawa oleh Doni memasuki halaman lobi apartemen.
melihat mobil tersebut tanpa pikir panjang Daniel dan Han langsung berjalan ke arah mobil tersebut dengan Han yang berjalan ke arah garasi dan Daniel yang kini mengangkat tubuh Nadia.
Daniel berjalan memasuki apartemen nya dengan Nadia berada di gendongan nya, Daniel membawa Nadia ke kamar nya Han yang melihat itu hanya diam iya langsung berjalan masuk ke dalam kamar nya setelah meletakkan koper Milik Nadia.
dengan perlahan Daniel meletakkan tubuh Nadia di atas kasur takut akan membuat gadis tersebut bangun.
"eghhh,, tuan"Daniel tersentak kecil di saat mendengar suara berat Nadia iya menoleh dan mendapati badai yang kini menatap nya dengan mata yang masih mengantuk.
"tidur lah"ucap Daniel sambil mengelus kepala Nadia yang kini kembali tertidur melihat hal itu membuat Daniel tersenyum tipis.
Daniel naik ke atas kasur dan menatap sekilas wajah Nadia tak lama iya pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Nadia.
setttt...
Daniel langsung menarik tubuh Nadia untuk masuk ke dalam tubuhnya dan memeluk tubuh gadis tersebut dengan erat.
Nadia yang merasakan hangat dan nyaman itu pun langsung mengerakkan kepalanya mencari tempat nyaman melihat hal tersebut membuat Daniel semakin memeluk nya dan mengelus kepala gadis tersebut.
"tidur ini sudah malam"Guam Daniel pelan sebelum memejamkan matanya.
Nadia menggeliat di dalam tidur nya dan tak lama membuka matanya di saat merasakan beban berat di atas perut nya, secara sepontan Nadia pun langsung menatap ke arah perut nya dan di sana iya dapat melihat sebuah tangan kekar yang melingkar dengan erat di perut nya.
tak lama Nadia pun menoleh ke arah samping dan tersentak di kala melihat sosok laki-laki tampan yang kini tertidur damay, wajah mereka yang terlalu dekat membuat Nadia menelan ludah pelan iya mengedipkan matanya beberapa kali sambil menatap intens wajah di depan nya.
badai tersenyum kecil ketika melihat dari Alis turun kemata dengan di padukan bulu mata yang lentik dan berlangsung ke arah hidung yang mancung lalu beralih ke arah bibir yang sangat menggoda.
"astaga"batin Nadia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir.
"dasar Nadia mesum"pekik Nadia dalam hati, Nadia kembali menatap ke arah Daniel yang kini masih tertidur nyenyak di samping nya hal itu entah kenapa semakin membuat Nadia nyaman.
Tampa Nadia sadari saat ini tangan nya sudah mulai terangkat dan mengelus pelan alis tebal milik laki-laki tampan di depan nya.
"sungguh ciptaan yang sangat sempurna"batin Nadia yang kini mengelus bulu mata lentik milik daniel.
tatapan Nadia tepat berhenti di bibir merah alami milik daniel, sekali lagi iya akan melihat mata daniel gue melihat sang empun masih terpejam apa sudah bangun dan setelahnya iya kembali menatap ke arah bibir laki-laki tersebut.
sangking asik nya menatap bibir tersebut Nadia sampai tak sadar jika sang pemilik bibi kini menatap nya penuh dengan intens.
Daniel terus menatap ke arah Nadia yang kini masih setia menatap ke arahnya, entah kenapa Daniel merasakan kehangatan dan kenyamanan di saat tiap pagi harus di singgahi pemandangan yang sangat indah seperti ini.
Nadia membalak terkejut di saat mendapati hidung nya yang kini sudah menyatu dengan bibir Daniel.
"tidak perlu di tatap terlalu lama jika menginginkan nya"
degggg..
Nadia iya hanya bisa terdiam kaku ketika mendengar suar berat tersebut, perlahan tapi pasti iya menggerakkan kepalanya mendongak dan membalak terkejut di saat melihat wajah tampan Daniel yang kini menatap ke arah nya.
"tu-tuan, sejak kapan anda bangun"ucap Nadia gugup Daniel yang melihat itu menyunggingkan senyum tipis nya.
"dari tadi"ucap Daniel santai.
glek...
Nadia menelan ludah nya kasar ketika mendengar hal tersebut." aaa- astaga, maa- maafkan saya tuan"ucap Nadia yang langsung membalikkan badannya karena malu.
Daniel yang melihat itu hanya terkekeh pelan iya semakin menarik tubuh Nadia ke dalam pelukan nya.
"apa wajah ku tampan"Guam Daniel membuat Nadia terdiam.
author:: PAKE NANYA LAGI,.
Nadia iya sedari tadi hanya bisa memejamkan matanya karena malu." maaf kan kelancangan saya taun"ucap Nadia.
"tidak apa-apa saya suka"ucap Daniel santai membuat Nadia terkejut.
"tuan"ucap Nadia ingin menoleh kebelakang namun di tahan oleh Daniel.
"istirahat sebentar lagi, setelah nya kita harus siap-siap karena akan berangkat ke Jerman"ucap Daniel membuat Nadia terkejut dan baru ingat soal malam tadi.
"apa malam tadi kita tak jadi berangkat tuan"Ical Nadia yang mendapat anggukan dari Daniel.
"saya lelah, makanya di tunda"ucap Daniel yang di angguki pelan oleh Nadia.
Daniel pun semakin menarik Nadia kedalam pelukannya dengan kepala yang kini berada di ceruk leher gadis tersebut.
"aku sadar ini dosa, tapi aku harus apa"batin Nadia yang terlihat pasrah.
saat ini Daniel, Nadia dan juga Han mereka sedang ada di bandara mereka sedang duduk di kursi tunggu mengingat penerbangan mereka sebentar lagi.
Nadia iya menoleh ke arah Daniel yang kini fokus akan ponsel nya begitu juga dengan Han yang terlihat akan fokus dengan tablet nya.
"hemm,, sepertinya tuan Daniel lupa akan ponsel yang iya bicarakan"batin Nadia menatap ke arah depan.
Daniel iya menatap ke arah Nadia yang saat ini menatap ke arah depan dengan tatapan lesu.
"ada apa"ucap Daniel yang membuat Nadia Terkejut.
"apa tuan"ucap Nadia.
"pakai ini"ucap Daniel yang memberikan ponsel milik nya ke arah Nadia yang menerima nya bingung.
"kenapa tuan"ucap Nadia heran.
"saya tau kamu suntuk jadi pakai ponsel saya dulu"ucap daniel membuat Nadia mengangguk kecil.
"liat apa an di sini, kan penuh akan rekan kerja tuan Daniel"batin Nadia yang melirik ponsel tersebut.