Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
gadis itu Nadia



"daniel, kapan kamu pulang nak"daniel menghela nafas di saat mendengar suara lembut mama nya.


"maaf ma, daniel ada urusan di sini"ucap daniel ke arah sang mama.


saat ini daniel berada di dalam ruangan kerja nya bersama dengan Han yang juga saat ini sedang mengecek beberapa berkas.


"urusan apa daniel,, apa kamu mau menghindari mama Hem"ucap Eva mama daniel membuat daniel menghela nafas pelan.


"Daniel, benar-benar ada urusan di sini ma"ucap daniel membuat Eva menghela nafas panjang.


"baik lah, sayang ingat bawa calon mu nanti "ucap Eva membuat Daniel menghela nafas lagi.


Han iya yang melihat hal itu hanya terkekeh geli namun kembali fokus ke arah berkas nya di saat melihat tatapan daniel ke arah nya.


"baik ma"ucap daniel akhirnya dan tak lama panggilan pun terputus.


"tuan masalah di sini sudah terkendali apa anda akan kembali ke Australia lalu bagaimana dengan keponakan tuan Lukman "ucap Han menatap ke arah daniel yang saat ini Menatap ke arah luar jendela.


"empat hari lagi nona muda akan datang untuk salam perpisahan "ucap daniel membuat Han mengerutkan keningnya.


"maksud anda nona aida"ucap Han yang di angguki oleh Daniel.


"memang nona aida akan ke mana tuan"ucap Han bertanya.


"dia ada misi di Surabaya, hufff adx laknat itu lihat lah dia!! dia terlalu banyak melampiaskan organisasi nya ke pada kita"ucap daniel membuat Han mengangguk.


"anda harus mengatakan jika anda akan balik ke Australia tuan , biar nona aida akan mencari pengganti untuk mengurus organisasi nya di sini"ucap Han yang di angguki oleh Daniel.


yah,, satu rahasia adalah daniel memiliki sosok gadis yang berjabat menjadi adx angkat nya. aida sosok gadis yang sukses di bidang organisasi rahasia di Jerman tempat nya berada saat ini, dan satu-satunya sosok perempuan yang membuat daniel ingin menjadi kan nya adx sendiri, hal itu daniel lakukan karena iya sedari dulu ingin memiliki sosok adx yang sangat kuat seperti aida.


beralih ke topik gaes,,, Han perhatian nya teralihkan ke arah ponsel nya yang saat ini berdering tampa menunggu lama iya pun langsung mengangkat sambungan telepon tersebut.


"ada apa"ucap Han, daniel iya yang mendengar nya hanya diam Tampa melihat ke arah asisten nya tersebut.


"orang yang Lo cari ada, silahkan datang ke markas"ucap Alex yang tadi menelpon Han.


"yakin, pilih Lo kalo ini gak salah"ucap Han lagi sambil melirik ke arah daniel yang terus fokus ke arah laptop nya.


"ada Lima pilih salah satu nya harga di atas 3 miliar, jika masih kurang pas, ada cadangan harga di atas 5 miliar gimana"ucap Alex membuat Han terdiam.


"apa tuan akan tetap membeli Gadis ini bahkan harganya tidak main-main jika hanya untuk di ajak kerja sama "batin Han menatap ragu ke arah daniel.


"ingat akan peringatan Lex, akan ada kabar selanjutnya"ucap Han yang di angguki oleh Alex.


Daniel iya yang sudah paham siapa yang menelepon Han pun hanya diam menunggu sang asisten memberi tahu nya.


"tuan"ucap Han menatap ke arah daniel.


"ada apa"ucap daniel.


"Alex, sudah mendapatkan apa yang kita cari cuma harganya tidak main-main tuan!! apa kah tidak sia-sia jika harga setinggi itu cuma untuk di ajak kerja sama"ucap Han membuat daniel terdiam.


"berapa harganya"ucap daniel.


"lima orang yang terpilih seharga 3 miliar tuan, jika anda ingin yang lain ada dan harganya 5 miliar"ucap Han membuat daniel tersentak kecil.


"jika ada yang standar dengan mama, ambil"ucap daniel membuat Han menghela nafas.


"kita akan pergi sore besok tuan"ucap Han yang di angguki oleh Daniel.


tak terasa hari sudah berganti di mana di keluarga Nadia sudah dua bulan lebih tidak mendapat kabar dari gadis tersebut. dengan kehilangan Nadia yang kini mencapai 2 hari.


tentu aja hal itu membuat yang bersangkutan panik dan Bingung akan mencari ke mana lagi gadis tersebut.


di tempat lain tepat nya di sebuah rumah megah yang berada di kawasan terpencil sosok Nadia saat ini terduduk termenung di dalam ruangan nya sendiri, tak jarang gadis itu akan ketakutan di saat mendengar suara Tangis dan penyiksaan yang senyap senyup iya dengar.


dan sekarang iya tau jika tempat di mna iya berada adalah tempat orang-orang dunia gelap yang mengekspor organ tubuh manusia semakin membuat nya ketakutan namun tak jarang iya merasa heran karena tidak ada satu pun yang berusaha menyentuh nya bahkan setiap ada yang datang ke kamar nya mereka akan memperlakukan nya dengan baik.


tak lama, Nadia tersadar dari lamunan nya di saat mendengar suara pintu yang terbuka dan sekarang iya dapat melihat sosok Alex yang kini mendekat ke arah nya meletakkan pakaian baru.


"mandi lah, hari ini tuan baru mu akan datang menjemput mu"ucap Alex pelan Nadia yang mendengar nya menatap sendu ke arah Alex.


"apa aku gak bisa di sini aja kak, aku mohon jangan jual aku"mohon Nadia.


Alex yang mendengar itu menghela nafas, iya berkali-kali akan memalingkan wajahnya di saat melihat wajah permohonan dari gadis di depannya.


"tidak bisa, mereka suda membayar mu seharga 5 miliar"ucap Alex membuat Nadia terdiam kaku.


"patuh lah, mereka orang-orang yang baik kau Pasti akan hidup enak sama mereka "ucap Alex meyakinkan karena iya tau bagaimana kelakuan Han dan atasan itu.


"pakai ini, dan makan ini kau harus terlihat segar ketika bertemu mereka "ucap Alex membuat Nadia mengangguk pelan.


Alex yang mendengar itu tertegun kecil iya menatap intens ke arah gadis di depan nya terlihat tulus dan polos hal itu membuat Alex mengepalkan tangannya kuat di saat hati nya sudah mulai goyah seperti ini.


"CK, sejak kapan manusia jahat seperti ku bisa ada rasa kemanusiaan seperti ini"Guam Alex pelan.


Nadia iya yang tak sengaja mendengar hal itu pun memiringkan kepalanya." walaupun Kaka jahat aku pernah jika di hati Kaka ada perasaan itu makanya Kaka masih memiliki rasa empati"Alex tersentak kecil iya menatap ke arah Nadia yang saat ini menatap ke arah nya lucu.


"masa iya"ucap Alex yang saat ini duduk di samping ranjang, Nadia yang melihat itu mengangguk.


"jika Kaka tak punya perasaan gak mungkin Kaka punya empati seperti ini terhadap ku bukan"ucap Nadia lagi membuat Alex mengangguk membenarkan.


Nadia yang melihat itu langsung tersenyum senang."jadi bagaimana apakah Kaka akan menebus ku kembali"seketika Alex terkejut mendengar ucapan gadis di samping nya.


"gak, pake ini baju"ucap Alex yang langsung pergi meninggalkan Nadia yang kini menatap nya Sendu.


"jangan lama"ucap Alex lagi yang di angguki lemah oleh Nadia.


______


"gimna apa di antara mereka ada yang cocok"ucap Alex menatap ke arah Han dan Daniel yang sedari tadi diam.


Han terlihat menatap ke arah lima perempuan yang kini berdiri ketakutan dan tak lama pandangan nya menatap ke arah daniel.


"bagiamana tuan"ucap Han.


"kenapa harga mereka beda"Alex terlihat menatap ke arah Han ketika iya tak paham akan perkataan daniel.


"kenapa mereka berlima beda dengan satu orang yang kau katakan terhadap ku waktu itu"ucap Han membuat Alex mengangguk.


"gak tau, tapi yang jelas ketika melihat wajah nya seakan-akan sempurna dan sepesial"ucap Alex membuat Han penasaran.


Daniel yang melihat tidak ada raut kebohongan itu pun juga menatap penuh akan penasaran.


"foto"Han menatap ke arah daniel dan tak lama menatap ke arah Alex.


"apa ada foto gadis tersebut Lex"ucap Han Alex yang mendengar itu terdiam dan tak lama mengangguk.


"ada"ucap nya yang langsung mengambil ponsel milik nya dan memberikan nya terhadap Han.


Han menatap foto di dalam ponsel Alex dan tak lama terkejut di kala mengenali gadis tersebut.


"tuan ini"ucap Han yang langsung memberikan ponsel nya ke arah daniel yang kini menerima nya.


Daniel terdiam menatap foto sosok gadis yang kini tersenyum di samping foto Alex yang juga tersenyum sambil memegang kepalanya terlihat tidak ada senyuman paksaan dari wajah gadis tersebut.


"kenapa kau menculik nya Lex"tanya Han Alex yang merasa penasaran akan raut mereka pun hanya menjawab seadanya.


"jaga-jaga jika kalian tidak tertarik di antara mereka"ucap Alex.


"apa kau menyentuh gadis tersebut"ucap Han lagi dan hal ini membuat Alex semakin bingung.


"apa kalian mengenal nya"ucap Alex.


"jawab"perhatian mereka berdua teralihkan orang ucapan dingin nan menusuk daniel Alex yang melihat itu menelan ludah kasar.


"tidak pernah, aku memperlakukan nya seperti adx ku sendiri maka dari itu aku mengatakan jika dia sepesial"ucap Alex membuat Han mengangguk.


Han iya Kembali menatap ke arah tuan nya yang kini terlihat masih setia menatap foto gadis tersebut.


"tuan bagaimana sekarang"ucap Han membuat daniel menatap ke arah nya.


"ambil gadis itu, bayar dua kali lipat dari harganya"ucap daniel membuat Han dan Alex terkejut begitu pula dengan orang-orang yang ada di sana.


"apa kalian mengenal nya"ucap Alex lagi.


"benar, dia nona Nadia gadis yang pernah kita temui"ucap Han membuat Alex terdiam.


Alex tersenyum tipis, namun iya tak bisa menolak karena ini tujuan awal nya entah kenapa rasanya berat untuk melepaskan gadis yang di culik nya itu karena iya benar-benar sudah menganggap nya sebagai adx nya sendiri.


"Lex, bawa gadis itu"ucap Han yang di angguki pelan oleh Alex.


"to bawa Gadis itu"perintah Alex ke pada bawahan nya.


"jangan di sentuh "langkah kaki bawahan Alex yang bernama to pun terhenti.


Tito, menatap ke arah Alex yang kini mengangguk dan hal itu di iya kan oleh bawahan nya tersebut.


"aku harap kamu baik-baik aja bersama mereka dex"batin Alex pelan sambil menekan ujung matanya yang kini Merasa memanas.