Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
pesawat



pagi ini Nadia sudah siap dengan baju dress selutut nya, entah kenapa saat iya bertemu dengan daniel saat itu pula baju yang di milikinya semua nya rata-rata dress.


Nadia menatap pentulan dirinya di cermin kamar nya, iya tersenyum kecil menatap tubuh nya yang saat ini di balut dengan dress berwarna cream di padukan dengan bendo pita di kepala nya membuat nya kesan imut.


setelah beberapa saat melihat pentulan dirinya Nadia pun berjalan ke arah luar kamar nya guna melihat daniel sang tuan sudah siap atau belum.


"eh, tuan asisten Han"Nadia tersentak di kala melihat keberadaan Han yang saat ini berdiri di depan kamar nya.


"anda sudah siap nona"ucap Han.


"udah tuan, apa tuan Daniel juga sudah"ucap Nadia yang mendapat anggukan dari Han.


"kalo begitu, mari ke bawah nona tuan Daniel sudah menunggu anda"ucap Han yang langsung di angguki oleh Nadia.


______


saat ini Nadia terlihat berjalan di samping daniel dan Han berjalan di belakang mereka, terlihat raut wajah bahagia terpancar di wajah gadis tersebut.


"tuan beneran kan Kaka Lina dan Kaka Laras ada di dalam"ucap Nadia semangat Daniel yang melihat itu hanya mengangguk kecil.


"waktu"ucap daniel membuat Han dan Nadia menatap ke arah nya bingung.


"nona, maksud tuan daniel kita cuma memiliki waktu 2 jam sebelum penerbangan"jelas Han yang langsung di angguki oleh Nadia.


"kak Lina kak Laras"Laras dan Lina mereka kompak menoleh ke arah sumber suara dan terkejut ketika melihat keberadaan sosok gadis yang beberapa hari ini sudah menghilang.


"Nadia"ucap mereka kompak dan langsung berpelukan.


"kau tidak apa-apa, hemm syukur lah kau terlihat baik-baik saja"ucap Lina tersenyum ke arah Nadia yang kini tersenyum.


"kemana aja kau selama ini nad"ucap Laras yang terlihat masih khawatir terhadap nya.


"hehehe,, maaf kak udah bikin kalian khawatir"ucap Nadia yang di angguki oleh mereka berdua.


Lina menoleh ke arah belakang yang di mana sudah ada daniel dan Han yang kini berjalan ke arah mereka.


"emm,, jadi selama kau pergi kau bersama mereka"ucap Lina membuat Nadia menoleh dan mendapati daniel yang kini duduk di meja mereka.


Nadia yang melihat itu hanya bisa tersenyum simpul Lina yang paham pun mengangguk kecil.


"selamat pagi tuan dan nona mau pesan apa"ucap pegawai kafe.


"emm,, sama kan aja kali ya"ucap Lina menatap ke arah yang lain yang kini mengangguk.


beberapa saat berlalu dan sekarang mereka semua sudah selesai sarapan dan udah saat nya mereka bersantai.


"nad apa kau tidak akan kembali ke toko"ucap Laras membuat Nadia menatap ke arah daniel sekilas dan kembali menatap ke arah Laras.


"sepertinya tidak kak, maaf kan Nadia"ucap Nadia tak enak terhadap Laras dan Lina yang kini mengangguk paham.


"tidak masalah, aku harap kamu baik-baik aja di mana pun kamu berada"ucap Laras yang di angguki oleh Nadia.


"jadi kau akan ikut ke Australia Nadia"ucap Lina membuat Nadia menatap ke arah nya.


"iya kak"ucap Nadia pelan.


"huffff,,, Kaka hampir aja jantung an di saat tidak menemukan mu kemaren"ucap Lina Terkekeh kecil Nadia yang melihat itu menatap Sendu ke arah Lina.


"maaf kan Nadia kak"ucap Nadia pelan.


"sudah lah, tidak masalah"ucap Lina yang tidak mempermasalahkan semuanya.


_______


saat ini di bandara sudah ada daniel bersama Nadia dengan Han yang mendorong keranjang koper, setelah berpamitan di kafe mereka langsung berjalan ke arah bandara karena mengingat perjalanan mereka akan membutuhkan waktu 1 jam setengah.


"tuan apa di dalam pesawat kita boleh membawa makanan dari luar"ucap Nadia menatap ke arah daniel yang kini juga menatap ke arah nya.


"apa nona ingin membeli sesuatu"bukan Daniel yang berkata seperti itu melainkan han.


"ah, jika benar boleh apakah saya boleh membeli yang di makan anak itu"tunjuk Nadia ke arah sosok gadis kecil yang kini sudah belepotan karena habis makan gulali.


Daniel menatap ke arah anak tersebut dan setelahnya pandangan nya beralih ke arah wajah Nadia yang terlihat berbinar melihat hal itu daniel memberikan kode ke arah Han yang di angguki oleh laki-laki tersebut.


"eh"Nadia tersentak di kala tangan nya di tarik iya menoleh dan terdiam di kala melihat yang menarik nya adalah Daniel.


Nadia hanya bisa diam tidak berbicara apapun, sambil melirik sekitar nya sesekali iya akan tersenyum di saat ada paruh baya yang tersenyum ke arah nya.


Nadia naik ke dalam pesawat dengan masih tangan yang bergandengan iya melirik kecil tangan nya dan Tampa sepengetahuan nya Nadia malah tersenyum kecil.


"duduk"Nadia menolah ke arah Daniel yang kini menatap ke arah nya, dan setelahnya Nadia pun duduk di kursi pojok dekat dengan jendela.


"WAHHHH"kagum Nadia di saat melihat deretan pesawat di samping kanan nya.


tengah asik menatap keadaan luar Nadia terkejut di kala merasakan sesuatu di paha nya iya menoleh dan menatap ke bawah dan melihat sebuah jas yang baru saja di letak kan oleh Daniel yang kini sudah duduk di samping nya.


"biar gak dingin"ucap Daniel, Nadia yang mendengar itu mengangguk pelan.


"terimakasih tuan"ucap Nadia yang di balas dehem an laki-laki itu.


"nona ini pesanan anda"Nadia menoleh ke arah Han yang kini memberikan sesuatu ke arah nya, dan pandangan nya teralihkan ke arah gulali.


"eh,, ini beneran gak papa tuan asisten Han"ucap Nadia mengambil gulali tersebut.


"tidak masalah nona"ucap Han yang langsung mendapat senyum an dari Nadia.


"terimakasih banyak tuan asisten Han"ucap Nadia yang di angguki simpul oleh Han.


_#skip..


saat ini Nadia tengah memegang kepalanya di saat merasakan pusing, jujur iya belum pernah menaiki pesawat sebelum nya mungkin karena itu iya mereka pusing sekarang.


"pusing banget"Guam Nadia memijit pelipisnya pelan.


Daniel iya yang mendengar Guaman Nadia pun menoleh ke arah gadis tersebut dan dapat iya lihat jika saat ini wajah pucat Nadia membuat nya memegang kening gadis tersebut.


"apakah pusing"ucap. Daniel membuat Nadia tersentak kecil namun mengangguk.


"saya belum pernah naik pesawat tuan"ucap Nadia yang di angguki oleh Daniel.


"tidur lah, biar tidak merasa pusing lagi"ucap Daniel membawa kepala Nadia ke dada bidang nya.


Nadia yang merasa kan hal tersebut ingin menolaknya namun tak jadi ketika merasakan perut nya yang kini terasa tengah di pulas.


"apa kah tidak apa-apa tuan"ucap Nadia yang di balas dehem an oleh Daniel.


"tidur aja"ucap Daniel yang kini tangan kanan nya sudah berada di bahu gadis tersebut.


Nadia yang mendengar hal itu langsung mengangguk kecil dan setelahnya iya membenarkan letak kepala nya dan tak lama memejamkan matanya untuk tertidur sambil sesekali iya akan menahan mual dan juga rasa pusing di kepalanya.


Daniel merunduk kecil ketika mendengar dengkuran halus dan tak lama tersenyum melihat ke arah Nadia yang saat ini sudah tertidur pulas.


iya menatap ke arah Han yang berada di seberang kursi nya, Han yang merasa ada yang melihat nya pun menatap ke arah samping dan mendapati daniel yang saat ini menatap ke arah nya.


"ada apa tuan"ucap Han.


"jas"ucap Daniel merentangkan tangannya Han yang melihat itu menyengit iya menatap ke arah samping dan mengangguk kecil ketika melihat Nadia tertidur.


Tampa pikir panjang Han pun langsung melepas jas nya dan memberikan nya ke pada Daniel yang langsung menerimanya dan meletakkan nya ke arah tubuh Nadia.