Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
kembali



saat ini Daniel dan Nadia sedang berada di dalam mobil di mana tujuan mereka adalah ke rumah keluarga Nadia yang berada di Jerman.


"aku gugup mas"ucap Nadia yang gelisah di tempat duduk nya membuat Daniel Menatap ke arah nya.


"tenang lah"ucap Daniel meraih satu tangan Nadia dan menggenggam nya erat guna menenangkan membuat Nadia menghela nafas pelan.


jika kalian bertanya seperti apa soal kejadian waktu di Australia, maka jawabannya adalah baik-baik saja karena Nadia tidak menyalahkan bahkan marah sama Daniel karena dia tau cerita sebenarnya Tampa harus mendengar penjelasan dari laki-laki yang akan bersetatus suami nya Tersebut.


dan Nadia sudah berjanji, jika iya sudah memutuskan menerima Daniel maka iya akan percaya sama laki-laki itu Selagi tidak ada yang di tutupi nya.


dan hal itu membuat Daniel Merasa lega sekaligus bersyukur mendapatkan gadis langka seperti Nadia.


sudah lima belas menit berlalu dan saat ini mobil yang di Kendari oleh Nadia dan Daniel sudah berada di depan rumah yang sangat di kenali oleh Nadia, Nadia menatap bangunan tersebut dengan mata yang sudah memanas.


"apa kamu sudah siap sayang"ucap Daniel menatap ke arah Nadia yang masih terdiam menatap rumah tersebut.


"jika belum siap kita kembali saja dulu"ucap nya lagi yang paham akan wajah gadis di samping nya.


"huffff" Nadia menghela nafas pelan menatap mantap bangunan tersebut iya melirik ke arah Daniel yang masih menatap ke arah nya.


"mari kita turun mas"ucap Nadia yang di angguki oleh Daniel.


nadia dan Daniel berjalan berdampingan menuju rumah Lukman di mana hanya rumah tersebut tempat perkumpulan keluarga.


"assalamualaikum"ucap Nadia di saat melihat pintu rumah paman nya terbuka.


"wa'alaikum sal--"


Nadia tersenyum di saat melihat keberadaan Hendi anak dari paman nya, berbeda dengan Hendi yang sangat terkejut melihat keberadaan nya.


"mama ayah, di depan ada Nadia"teriak Hendi membuat semua orang yang ada di dalam rumah keluar Nadia yang melihat itu tersenyum kiuk iya menoleh ke arah Daniel yang kini tersenyum kecil ke arah nya.


"huffff,,"untuk kesekian kalinya Nadia menghela nafas pelan berusaha menghilangkan rasa gugup nya.


"Nadia" Nadia tersentak di kala mendengar suara tersebut iya menoleh dan terdiam melihat keberadaan mama nya yang kini sudah berlari ke arah nya.


greb...


"hiks hiks hiks, maaf kan mama nak maaf kan mama, mama mohon kamu jangan pergi ninggalin mama lagi Nadia mama mohon"Nadia memejamkan matanya di kala mendengar hal tersebut iya membalas pelukan mama nya.


"mama kenapa kurusan sekarang"ucap Nadia pelan sambil menggigit bibir bawahnya.


"mama gak kurusan, mama Rindu sama kamu"ucap Ina yang masih terisak di dalam pelukan sang anak.


"Ina bawa lah dulu anak mu masuk"ucap Diah nenek nya Nadia, mendengar hal tersebut Ina langsung membawa sang anak untuk masuk.


"mari tuan"ucap Lukman kepada Daniel yang di angguki oleh Daniel.


ruang tamu#


"gimana kabar kamu nak"lirih Wahyu menatap Sendu ke arah Nadia, Nadia menoleh ke arah sang ayah sambil tersenyum kecil.


"aku baik yah, ayah gimna kenapa ayah dan mama terlihat kurusan bukan kah aku mengatakan jika kalian harus hidup lebih baik lagi"ucap Nadia membuat Wahyu terdiam dengan tubuh bergetar.


"hiks hiks hiks, maaf kan ayah Nadia maaf kan ayah, ayah tau ayah salah maaf kan ayah"Isak Wahyu membuat Nadia berjalan ke arah nya dan memeluk tubuh laki-laki paruh baya tersebut.


"ayah, hentikan lah, ini tidak salah ayah ini salah Nadia yang pergi tidak berpikir lebih panjang ayah tidak boleh menyalahkan diri ayah"ucap Nadia membuat Wahyu menggeleng.


"ini salah ayah, bahkan ayah sudah berani main tangan sama kamu hiks hiks maaf kan ayah nak"lirih Wahyu memeluk Nadia erat.


"aku juga minta maaf, karena belum bisa menjadi anak yang baik untuk ayah dan mama"ucap Nadia.


"tidak kamu adalah anak yang baik yang kami miliki hanya saja kami yang tutup mata akan semua nya"ucap Ina membuat Nadia tersenyum kecil.


"di mana kedua Abang ku"ucap Nadia menatap ke arah sekeliling.


"apa kah bibi dan paman tidak memberitahukan kedatangan ku"ucap Nadia menatap ke arah mazah dan Lukman.


"mereka di sana sudah satu Minggu jadi tidak ada waktu untuk memberitahukan nya"ucap Lukman yang di angguki oleh Nadia.


Nadia menoleh ke arah daniel yang juga menatap ke arah nya, setelah nya nadia berjalan ke arah laki-laki tersebut.


"semua nya, mungkin kalian sudah kenal akan laki-laki yang di samping ku dia laki-laki yang menyelamatkan Nadia waktu itu namanya tuan Daniel"ucap Nadia menatap ke arah Daniel semua orang juga menatap ke arah laki-laki tersebut.


"terimakasih tuan Daniel sudah menyelamatkan putri saya"ucap Wahyu.


"tidak masalah, jangan panggil aku tuan ayah panggil lah Daniel bagaimana pun kelak aku akan menjadikan putri anda seorang istri"ucap Daniel membuat semua orang terdiam.


"Nadia"ucap Ina menatap ke arah sang putri.


"ah, iya mas daniel pernah meminta persetujuan hal ini terhadap ku hanya saja aku juga butuh restu kalian semua"ucap Nadia yang paham akan tatapan sang mama.


"jadi kamu menerima lamaran nya Nadia"ucap Lukman Nadia hanya mengangguk singkat.


"emm,, apakah paman tidak menyukai nya"ucap Nadia membuat Lukman membalak.


"bukan begitu Nadia, kamu tau kan tuan Daniel orang nya seperti apa kita hanya lah orang biasa"ucap Lukman membuat Nadia terdiam.


"paman, harta dan tahta tidak akan bisa di sama kan oleh perasaan dan pilihan saya , dan di sini saya tidak perduli tentang latar belakang Nadia karena saya menikahi nya tulus"ucap Daniel membuat semua orang terdiam.


"dan paman panggil lah saya Daniel aja"ucap Daniel membuat semua orang kembali terdiam.


"bahkan sebelum menjadi Suami tuan Daniel sudah menganggap kami keluarga"batin Lukman yang entah kenapa jadi segan.


"aku tidak menyangka jika Nadia bisa menjadi istri dari pengusaha sukses yang di segani oleh banyak orang"batin Lukman lagi menatap tak percaya ke arah Daniel dan keponakan nya.


"paman, apa paman mengijinkan mas Daniel untuk menikahi ku"ucap Nadia membuat Lukman tersentak kecil karena sempat melamun.


"Nadia sebelum kedatangan kamu Daniel pernah datang kerumah ini untuk menanyakan hal tersebut dan di sana kami semua menerimanya "jelas Lukman membuat Nadia menatap ke arah Daniel.


"benar kah mas"ucap Nadia yang di angguki oleh Daniel.


"terimakasih untuk pihak keluarga Nadia sudah mau menerima saya"ucap Daniel.


"nak Daniel akan menjadi bagian dari keluarga ini jadi tidak perlu seperti ini"ucap Mala membuat semua orang mengangguk.


"untuk dua hari kedepannya kalian siap-siap lah, aku sudah mempersiapkan pesta pernikahan ku dengan Nadia di Bandung "ucap Daniel membuat semua orang kembali terkejut.


"apa ini tidak terburu-buru "ucap Ina menatap ke arah Daniel.


"lebih cepat lebih baik mama, karena bagaimanapun saya sama Nadia sudah tinggal bersama "ucap Daniel membuat semua orang terdiam.


"kalian jangan salah paham dulu,mas Daniel sama sekali tidak pernah menyentuh ku dengan berlebihan mas Daniel sangat menjaga ku sebagai perempuan "jelas Nadia takut akan keluarga nya salah paham.


"paman tau Nadia, paman juga percaya akan Daniel"ucap Lukman membuat Nadia menghela nafas pelan.


"untuk malam ini bisa kah kalian tinggal di sini"ucap Ina menatap mohon ke arah sang putri.


Nadia yang melihat itu menatap ke arah Daniel." kita tidak bisa di sini Nadia kita harus segera ke Bandung"ucap Daniel membuat Nadia menatap keluarga nya tak enak.


"ma, yah"lirih Nadia menatap ke arah orangtuanya sendu.


Wahyu yang paham pun mengangguk sambil tersenyum." tidak apa-apa lain kali pasti kalian akan ada waktu tinggal di sini kan, Daniel ayah titip Nadia ya jaga dia"ucap Wahyu menatap ke arah Daniel.


"pasti ayah"ucap Daniel membuat yang lain tersenyum.


"dua hari lagi akan ada Han yang membawa kalian ke Bandung jadi siap-siap lah pastikan semua keluarga akan hadir"ucap Daniel membuat Lukman dan yang lain mengangguk.