Nadia&Daniel

Nadia&Daniel
meminta persetujuan



saat ini Nadia dan Daniel Sudah kembali ke Australia namun mereka tinggal di apartemen milik daniel.


Daniel beralasan karena orang tuanya masih belum datang sehingga hal tersebut Daniel membawa Nadia untuk tetap di sana aja.


"tuan makan malam nya sudah selesai"ucap Nadia yang baru keluar dari arah dapur, mendengar hal tersebut Daniel pun langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah Nadia yang kini berada di kursi meja makan.


"nanti temui aku di kamar"ucap Daniel membuat Nadia terdiam dengan mengangguk kecil.


"ada apa, tumben tuan seperti ini"batin Nadia menatap heran ke arah Daniel yang saat ini menyuapkan makanan ke arah Mulut nya.


_#skip.


Nadia berdiri di depan kamar dirinya dan juga Daniel sambil menghela nafas entah Kenapa saat ini iya rasanya gugup untuk masuk bahkan mengetuk pintu tersebut pun rasanya iya ragu.


sesekali Nadia akan berdehem kecil sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal menatap ke arah belakang yang jelas-jelas tidak apa siapa-siapa.


"kenapa aku gugup seperti ini sih"Guam nya pelan menatap ragu ke arah pintu tersebut.


untuk Sekian kalinya Nadia menghela nafas untuk menenangkan diri nya yang sangat gugup saat ini.


"huffff,, tenang Nadia kamu harus masuk jika tidak takut nya tuan Daniel akan marah besar"ucap Nadia mengangguk yakin menatap mantap ke arah pintu tersebut.


ceklek...


"tuan"ucap Nadia setelah menutup pintu tersebut, Daniel iya yang sedari tadi fokus akan laptop nya kini menoleh ke arah sumber suara.


"iya"ucap Daniel sambil meletakan laptop tersebut.


"ke sinilah"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk kecil.


"ada apa tuan"ucap Nadia yang saat ini sudah duduk di samping daniel.


Daniel Napak terdiam menatap wajah Nadia dengan intens begitu juga Nadia yang kini terdiam menatap wajah Daniel.


"tuan"panggil Nadia membuat Daniel tersentak kecil.


"saya mau berbicara"ucap Daniel membuat Nadia menatap nya heran namun masih mengangguk.


"bicaralah tuan, siapa tau ada yg bisa saya bantu"ucap Nadia membuat Daniel menghela nafas pelan.


"huffff,,Nadia maaf kan saya tapi selama ini saya sadar jika apa yang saya lakukan Sangatlah salah"ucap Daniel menatap ke arah Nadia yang kini menatap ke arah nya.


"saya minta maaf sudah bikin kamu masuk ke dalam perjalanan hidup saya sampai sejauh ini, saya minta maaf telah melakukan hal seperti ini!! selama ini saya salah membawa mu dengan setatus yang tidak jelas walaupun saya tau apa yang saya lakukan kan tidak lah di luar batas tapi saya tau dan sadar jika selama ini saya salah dan ini dosa"ucap Daniel lagi.


"tuan, bukan kah ini kewajiban saya sebagai budak yang anda beli"ucap Nadia membuat Daniel terdiam.


" saya tidak masalah tuan lagian anda tidak melewati batas dengan masih menghargai saya sebagai perempuan "ucap Nadia yang kini tersenyum melihat hal tersebut Daniel menggeleng.


"tidak, tidak seharusnya kamu seperti ini Nadia, kamu harus tau jika saya membeli kamu bukan lah Ingin di jadikan budak"ucap Daniel membuat Nadia menatap ke arah nya.


"tuan, jika ada ingin berbicara maka berbicara lah saya akan mendengarkan semuanya"ucap Nadia menatap ke arah Daniel yang kini juga menatap ke arah nya.


"kita selama ini sudah tidur satu ranjang jadi saya putuskan akan bertanggung jawab saya akan menikahi kamu dengan sah"


degggg...


Nadia terdiam ketika mendengar hal tersebut iya menatap Daniel dengan tatapan tak percaya, kaget'karena baru kali ini laki-laki itu berbicara panjang lebar dan kaget karena ucapan laki-laki tersebut.


"tuan apa anda tidak salah"ucap Nadia yang mendapat gelengan kepala dari Daniel.


"tuan, anda tau saya hanya lah wanita yang di jual dan keluarga saya bukan lah keluarga berada tidak akan pantas bersanding dengan keluarga anda tuan"ucap Nadia membuat Daniel menatap ke arah nya tak suka.


"berhenti berbicara seperti itu Nadia, apa kamu pikir saya selama ini mencari pasangan yang setara dengan saya apa kamu tidak sadar dengan apa yang mama saya katakan waktu kedatangan kami, mereka sudah sangat menyukai kamu bahkan mereka mengira jika kamu pacar saya"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.


"bagi saya kamu pantas untuk menjadi istri saya dan juga ibu dari anak-anakku tidak ada wanita yang pantas selain dirimu"ucap Daniel , Nadia iya hanya bisa diam mendengar hal tersebut iya masih kaget akan hal ini.


"tuan"


"dan kamu harus tau, kamu bukan lah wanita yang di jual karena kehadiran kamu saat ini itu karena kemauan saya, saya yang menyuruh Alex untuk mencari kan pendamping untuk saya menemui orang tua saya, jadi jangan pernah mengatakan jika kamu wanita yang di jual karena semua itu tidak lah benar"ucap Daniel meyela ucap an Nadia.


"saya harus apa tuan"ucap Nadia yang sangat bingung sekarang.


"seperti yang saya katakan tadi, saya akan tanggung jawab atas kehidupan kamu selama ini jadi Terimalah lamaran saya"ucap Daniel menatap ke arah Nadia yang terdiam.


"aku harus apa sekarang "batin Nadia yang sangat bingung.


degggg...


Nadia kembali terkejut mendengar hal tersebut iya menatap Daniel dengan tatapan tak percaya nya.


"bagaimana bisa secepat itu tuan"ucap Nadia yang tak mengerti.


"semua persiapan sudah di bereskan sama orang tua saya,, tugas saya hanya memastikan jika kamu akan mau menerima saya"ucap Daniel membuat Nadia membalak.


"tuan bagaimana bisa, ini sangat membuat saya kaget dan gimna dengan keluarga saya"ucap Nadia pelan Daniel yang mendengar hal tersebut menghela nafas.


"saya juga masih menunggu jawaban dari keluarga mu"ucap Daniel membuat Nadia mendongak menatap ke arah nya.


"waktu kita ke Jerman, saat itu saya sudah mengurus semuanya dan sekarang saya tinggal menunggu keputusan keluarga mu dan juga diri mu"ucap Daniel menatap tulus ke arah Nadia.


"tuan boleh beri saya waktu tiga hari"ucap Nadia menatap ke arah Daniel.


"tidak masalah, saya akan tunggu hal tersebut "ucap Daniel tersenyum hangat ke arah Nadia membuat Nadia mengalihkan pandangan nya ketika merasakan wajah nya memanas.


"sekarang sudah malam kamu istirahat lah"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk.


"apa tuan tidak istirahat "ucap Nadia menatap ke arah Daniel yang kini meraih laptop nya.


"saya masih ada kerjaan sedikit, istirahat lah dulu"ucap Daniel membuat Nadia mengangguk.


beberapa menit kemudian Daniel menoleh ke arah samping dan tersenyum ketika melihat Nadia sudah tertidur.


"saya harap kamu bakal menerima saya"ucap Daniel yang kini meletakkan Laptop nya dan ikut berbaring.


Daniel menarik Nadia ke arah pelukan nya dan mencium sekilas kening pertemuan tersebut.


"selamat malam my girl"ucap Daniel yang langsung memejamkan matanya.


_#skip.


di tempat lain tepat nya di negara Jerman saat ini do rumah besar Lukman sudah berkunjung keluarga besar guna mendengarkan apa yang akan di katakan anak ketiga dari Diah tersebut.


Lukman iya menatap keluarga nya dengan tatapan datar sesekali iya akan Menghela nafas pelan di saat mengingat apa yang di ucapkan oleh Daniel.


"man ada apa"ucap Diah menatap ke arah putra pertama nya.


"aku akan membicarakan soal Nadia"ucap Lukman membuat semua orang saling pandang.


Lukman menatap ke arah Kaka nya dan menghela nafas melihat sang Kaka saat ini terlihat lebih kurus.


"kak, aku bukan nya tak ingin membantu mu tapi percayalah dengan kita menyerahkan Nadia ke tangan tuan Daniel aku rasa hidup nya akan lebih aman"ucap Lukman menatap ke arah Ina.


semua orang saling tatap karena bingung akan ucapan Lukman.


"apa maksudnya mas"ucap Mala menatap ke arah sang suami.


"tuan Daniel menyukai Nadia dia ingin menikahi Nadia"ucap Lukman membuat semua orang membalak terkejut.


"kita gak bisa kaya gini dulu Lukman, di sini belum tentu Nadia menyukai dia apa lagi kita sama sekali belum ketemu Nadia"ucap mazah.


"aku tau, tapi sebesar apa pun kita mengambil Nadia habis banyak uang sama aja kita tidak akan bisa memisahkan apa yang sedari awal sudah di miliki tuan Daniel"ucap Lukman.


"bagaimana bisa ini terjadi "ucap Diah yang benar-benar bingung harus bagaimana.


"kita tak ada pilihan lain kak, selain ketika menerima kehadiran tuan Daniel sebagai keluarga biar semuanya selesai apa kalian mau tidak bertemu sama Nadia untuk selamanya "ucap Lukman membuat semua orang terdiam.


"setidaknya sebelum dia menikah dia menemui kita dulu, bagaimana pun kita keluarga nya yang otomatis akan menjadi wali nanti "ucap Wahyu membuat Lukman menatap ke arah nya.


"setidaknya kalian mengiyakan semuanya apa yang di inginkan tuan Daniel, percaya lah tuan Daniel laki-laki yang baik"ucap Lukman.


"huffff,, seperti nya cuma ini satu-satunya cara bukan kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain memberikan izin itu"ucap Mala membuat Lukman menatap ke arah nya.


"jika Kaka memberikan izin tuan Daniel untuk menikahi Nadia aku akan memberitahu kan semua nya biar urusan yang lain akan di tentukan oleh keluarga mereka "ucap Lukman membuat Ina menatap ke arah sang suami.


"udah saat nya dia bahagia, kita tidak bisa memaksa nya terus aku sudah cukup menyesal untuk semuanya aku harap mereka tidak akan saling melukai "ucap Wahyu membuat Ina menghela nafas.


"baik lah, aku sebagai ibu menerima semuanya "ucap Ina membuat yang lain mengangguk begitu juga dengan Lukman yang kini bernafas lega.