
"tuan"Daniel menoleh ke arah sumber suara dan melihat keberadaan Han yang kini berjalan masuk ke dalam ruangan kantor nya.
"ada apa"ucap Daniel yang kembali fokus ke arah laptop nya.
"tuan Lukman berserta keluarga menyetujui nya tuan namun mereka ingin nona Nadia berserta anda untuk berkunjung ke sana"ucap han langsung membuat Daniel menatap ke arah nya sekilas.
"untuk sekarang tidak bisa, aku masih menunggu jawaban dari Nadia"ucap Daniel membuat Han mengangguk paham.
"gimna persiapan di Bandung"ucap Daniel membuat Han menatap ke arah nya.
"80% sudah akan selesai dalam waktu kurang dari satu Minggu tuan"ucap Han membuat Daniel mengangguk.
"apa anda tidak ingin kabar ini di sebar tuan"ucap Han lagi.
"belum saat nya, akan ada pesta besar-besaran di sini nanti"ucap Daniel membuat Han mengangguk.
"tuan sebaiknya anda pulang ini sudah mulai malam kasihan nona sendiri di apartemen "ucap Han yang langsung berjalan keluar.
"Hem"dehem Daniel yang melihat sekilas kepergian Han.
_#skip.
Nadia saat ini menatap ke arah jam dinding dan kembali menatap ke arah pintu apartemen.
"apa tuan Daniel masih lama"ucap Nadia yang kini menatap ke arah ponsel baru nya.
"em, lebih baik aku mandi sebelum tuan Daniel Samapi"ucap Nadia yang langsung bangkit dari duduk nya dan melangkah ke arah kamar.
Nadia merendamkan tubuh nya di bathtub sambil memejamkan matanya di saat merasakan kenyamanan.
"huffff,, semoga pilihan ku tidak salah"Guam nya sambil sesekali mengayunkan tangan nya untuk mengambil sabun dan meletakkan nya di tubuhnya.
sekitar lima belas menit Nadia pun sekarang berdiri di depan wastafel sambil menatap wajah nya di cermin.
iya menggerakkan tangan nya guna mengeringkan rambutnya yang basah sekali iya akan tersenyum di kala mengingat aksi ini sudah beberapa kali di lakukan oleh Daniel di saat iya selesai mandi.
di rasa rambut nya sudah kering Nadia pun melangkah keluar dengan celana pendek nya dan juga kemben ( bara Tampa tali) yang masih bertengger di tubuhnya.
Nadia berjalan ke arah lemari pakaian dan meraih daster tidur nya dan membawanya kembali ke kamar mandi.
cklek..
"Nadia"
"aaaaaa, Allahuakbar" pekik Nadia terkejut ketika mendengar suara tersebut.
bukan hanya Nadia saat ini Daniel, yah suara yang mengagetkan Nadia adalah suara Daniel yang tiba-tiba masuk kedalam membuat Nadia terkejut bukan main bahkan iya tak sadar sudah menjatuhkan daster yang tadi di pegang nya membuat Daniel terdiam kaku Ketika melihat tubuh Nadia yang kini terekspos.
glek..
Daniel menelan ludah nya kasar menatap ke arah Nadia dengan pandangan yang sulit di artikan.
"ohh, shitttt,,, kenapa jadi gini sih, CK laki-laki kaya gue bakal tersiksa ngeliat nya"batin Daniel prustasi.
bagaimana gak tersiksa coba, di saat matanya di sungguhi oleh tubuh perempuan yang di cintai nya jelas aja mengingat usia Daniel yang sang pas akan menjadi ayah ataupun suami membuat iman nya goyah.
Daniel terdiam dengan tubuh kaku ketika merasakan tubuh dan wajah nya yang kini memanas iya menatap ke arah bawah sambil memejamkan matanya.
"jangan bangun dulu, ya elah dia belum sah buat Lo cicipi"gerutu Daniel memakai miliknya yang kini entah kenapa bergerak tak nyaman di dalam sana.
Daniel menatap ke arah Nadia yang masih terdiam hal itu membuat Daniel berdecak tertahan.
"pakai baju kamu dulu atau mau saya terkam sekarang Hem"disis Daniel membuat Nadia tersentak.
"ah, ma-maaf tuan"ucap Nadia yang langsung mengambil daster nya dan ngacir ke dalam kamar mandi.
Daniel yang melihat itu menghela nafas panjang iya menarik dasi nya kasar dan langsung keluar dari kamar tersebut.
"CK, gue harus ke kamar mandi bawah"Guam nya yang langsung berjalan ke arah kamar lantai satu.
Daniel masuk ke dalam kamar nya dan melihat keberadaan Nadia yang saat ini sudah rebahan di atas kasur melihat hal tersebut membuat Daniel menggeleng ketika bayangan yang sebelumnya malah terlintas di benak nya.
"CK, sialan Lo, pergi sana gak usah datang di otak gue"maki Daniel yang kini menggeleng kan kepalanya.
Nadia iya yang mendengar suara pintu terbuka menoleh dan menatap heran ke arah Daniel yang kini terlihat menggeleng kan kepalanya.
Nadia pun memilih bangkit dan duduk di atas kasur sambil melihat kelakuan Daniel yang terbilang langka menurut nya.
tak lama pandangan Nadia beralih ke arah tubuh Daniel dan membalak ketika melihat dada bidang laki-laki tersebut mengingat iya memakai baju kemeja namun kancing atas nya terbuka dengan tetesan air di rambut dan di leher Daniel memberikan kesan hot laki-laki tersebut.
glek...
"astaga, kenapa tuan Daniel sangat menggoda"batin Nadia yang kini malah ikut menggeleng.
jika tadi Nadia yang di buat heran akan tingkah Daniel maka sekarang bergantian di Amna Daniel yang heran melihat tingkah Nadia yang kini Mala memukul kepalanya sambil menggeleng.
"kenapa"
"eh" Nadia di buat tersentak di kala mendengar suara berat tersebut iya menoleh dan terkejut ketika ketika melihat Daniel yang saat ini sudah berada di samping nya.
"sejak kapan tuan ada di sini"ucap Nadia bingung Daniel yang mendengar hal tersebut mengangkat alis nya heran.
"sejak kamu geleng-geleng kepala"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.
"tuan" Daniel menoleh ke arah Nadia yang memanggil nya.
"Hem"dehem Daniel sambil menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
"boleh saya jawab ya kemaren "ucap Nadia pelan membuat Daniel menatap ke arah nya.
"jika masih ragu tidak perlu di paksakan saya mengerti "ucap Daniel membuat Nadia terdiam menatap wajah Daniel yang terkesan serius dan tulus.
"apa kamu meragukan ucapan saya"ucap Daniel membuat Nadia menggeleng.
"saya merasa hanya benar-benar tidak pantas tuan" ucap Nadia membuat Daniel menghela nafas.
"jika saya sudah memilih kamu itu berarti hanya kamu paham"ucap Daniel sambil menekan kata paham di dalam ucapan nya.
Nadia yang mendengar tersebut hanya bisa menghela nafas iya masih ragu namun entah kenapa iya seakan-akan ingin menjawab semua saat ini.
"pikiran lah baik-baik, saya akan menunggu tidak perlu terburu-buru"ucap Daniel membuat Nadia menatap ke arah nya.
"saya ingin menjawab semuanya, tapi saya takut akan tanggapan keluarga saya"ucap Nadia membuat Daniel mengangguk.
"untuk itu kamu tenang aja, saya sudah mengurus semuanya dan sekarang hanya tinggal kamu"ucap Daniel.
"tuan untuk semuanya saya mau katakan maaf kar--"
"CK,"
Daniel iya yang mendengar hal tersebut mengeram marah iya menatap tajam ke arah Nadia.
"AAAAAAA, tuan"ucap Nadia terkejut di kala melihat pergerakan Daniel yang sekarang mengekung tubuh nya dari bawah dengan tatapan tajamnya.
"CK, kau mau menolak saya hah?? jika benar tidak perlu kau ucapkan hal tersebut"sentak Daniel membuat Nadia terkejut dengan mata terpejam.
"tu-tuan saya belum selesai berbicara"ucap Nadia berusaha menahan tubuh Daniel yang saat ini menindih tubuh nya.
"bukan kah kau menolak saya hah,"ucap Daniel lagi menatap tajam ke arah Nadia yang kini menggeleng.
"tidak tuan, izinkan saya berbicara dulu"jawab Nadia yang kini menatap takut ke arah Daniel.
Daniel iya yang melihat itu masa bodoh iya mengeraskan rahangnya ketika belum siap jika benar-benar harus di Tolak.
"jika kamu menolak saya ,maka jangan salahkan saya jika saya akan mengambil hak saya dari gadis yang sudah saya beli dengan mahal"disis Daniel membuat Nadia terdiam dengan tubuh yang bergetar.
"tu-tuan"ucap Nadia dengan bibir yang bergetar Takut.
"jawab, pertanyaan saya apa kamu menolak saya"tekan Daniel yang kini sudah melepaskan setiap kancing baju nya, melihat hal tersebut membuat Nadia menjerit kecil ketika melihat tubuh telanjang dada Daniel Tampa di tutupi apapun.
"aaaaa, tuan jangan apa-apakan saya, saya mohon hiks hiks hiks"Isak Nadia yang kini sudah bergetar ketika melihat wajah menyeramkan Daniel.
"silahkan jawab pertanyaan saya, sebelum saya benar-benar mengambil hak saya sekarang"ucap Daniel yang masih menatap tajam ke arah gadis di bawah tubuh nya.
"saya menerima tuan, saya bersedia menikah dengan tuan saya mau"ucap Nadia cepat.
degggg....
Daniel iya yang mendengar hal tersebut terdiam menatap intens ke arah gadis yang ada di bawah tubuhnya.
"apa kau terpaksa menerima ini semua"ucap Daniel yang mendapat gelengan dari Nadia.
"saya tidak terpaksa tuan, hiks hiks, saya benar-benar menyukai dan mencintai tuan saya tadi ingin mengatakan maaf karena saya juga butuh persetujuan dari keluarga saya"ucap Nadia membuat Daniel menatap ke arah nya dengan pandangan yang sangat sulit di tebak antara kaget, senang dan sebagainya.
"kau menyukaiku "ucap Daniel, Nadia yang mendengar hal tersebut mengangguk kecil.
"sejak kapan"ucap Daniel bertanya.
"sejak tuan memperlakukan saya dengan baik dan saya merasa di hargai sebagai perempuan di saat itu saya sudah mulai suka dengan tuan"ucap Nadia membuat Daniel tersenyum.
"benar kah, jadi perasaan ku tidak bertepuk sebelah tangan"ucap Daniel yang mendapat anggukan dari Nadia.
Daniel yang melihat itu tak bisa untuk tidak tersenyum, Tampa pikir panjang iya pun langsung mengangkat tubuh Nadia ke atas tubuh kekar nya membuat Nadia memekik kecil.
"aaaaa, tuan"pekik Nadia di saat merasakan tubuh nya yang kini berada di atas tubuh Daniel yang memeluk pinggang nya.
"berhenti manggil saya tuan, mulai sekarang panggil saya mas karena saya calon suami mu"ucap Daniel membuat Nadia terdiam dengan wajah memerah melihat hal tersebut membuat Daniel Terkekeh gemes.
"salting ya sayang"goda Daniel membuat Nadia menenggelamkan wajahnya di dada Daniel.
melihat hal tersebut semakin membuat Daniel tertawa merasa senang dan lucu bersama an.
"tuan,--"
"sudah saya katakan panggil saya mas"tekan Daniel membuat Nadia tersenyum kiuk.
"m-mas"ucap Nadia gugup membuat Daniel tersenyum mendengar hal tersebut.
"Hem,, ada apa sayang"ucap Daniel membuat Nadia kembali malu.
"CK, imut banget sih calon istri gue"batin Daniel gemes.
"tentang keluarga ku mas"ucap Nadia kaku membuat Daniel tersenyum kecil.
"dua hari lagi kita akan ke sana apa kamu sudah siap"ucap Daniel membuat Nadia terdiam.
Daniel yang melihat hal tersebut memilih untuk diam karena iya tau Nadia perlu berfikir.
"aku akan siap selagi ada kamu mas, setidaknya aku merasa aman di dekat kamu"ucap Nadia membuat Daniel tersenyum menatap ke arah nya.
"sekarang tidur lah"ucap Daniel menarik kepala Nadia untuk bersandar pada dadanya.
Nadia iya tersentak kecil namun tetap menurut iya merebahkan kepalanya di dada kekar Daniel dengan kedua tangannya yang berada di bahu Daniel.
"lanjut besok, saya akan ajak kamu jalan-jalan sebelum ke Jerman sekarang tidur"ucap Daniel yang menepuk pelan pundak Nadia membuat Nadia memejamkan matanya.
"terimakasih mas"Guam Nadia masih dengan mata yang tertutup Daniel iya ya mendengar Guaman tersebut hanya tersenyum tipis sambil menepuk pundak gadis di atas tubuh nya tersebut.
"saya janji akan buat kamu bahagia dari pada ini, sampai-sampai kamu lupa apa yang namanya sakit sayang"batin Daniel sambil mengecup pelan kepala Nadia dan setelahnya iya juga memejamkan matanya untuk menyusul gadis kesayangan nya tersebut.