
tok. tok. tok.
Nadia menatap ke arah pintu di saat melihat ada yang mengetuk nya, alis nya terangkat ketika mendapati hal itu.
"apa bukan Kaka Alex yang datang"ucap nya yang kini berjalan ke arah kasur.
"masuk aja kak"ucap Nadia menatap ke arah pintu yang saat ini sudah terbuka dan menampilkan sosok laki-laki yang tak di kenalin nya.
"apa nona sudah siap"ucap laki-laki itu membuat Nadia terdiam.
"apa aku benar-benar sudah di beli"batin Nadia menatap sekilas ke arah laki-laki itu.
"s-sudah"ragu Nadia menatap ke arah laki-laki tersebut.
"mari nona, tuan menunggu anda"ucap laki-laki tersebut sambil melangkah keluar.
Nadia menghela nafas pelan dan mengangguk kecil sambil mengikuti langkah laki-laki tersebut sambil merunduk kan wajah nya dengan tangan yang saling bertautan.
"apa benar, orang yang akan membeli ku orang yang baik"Guam Nadia pelan.
semua orang yang berada di ruangan tengah kompak menoleh di saat merasakan ada yang mendekat termasuk daniel yang saat ini menatap intens ke arah gadis yang sudah terbalut dengan dress berwarna biru langit yang sangat pas dengan kulit nya yang putih memberi kesan cantik dan anggun.
"kesini lah"Nadia mendongak kecil menatap ke arah Alex yang menyuruh nya ke sana dan menatap wajah nya yang kini tersenyum ke arah nya.
Nadia berjalan pelan mendekat ke arah sofa tempat Alex berada dan duduk di samping laki-laki tersebut.
"kak"ucap Nadia pelan Alex yang mendengar itu hanya menatap nya dengan diam.
"maaf tidak bisa mempertahankan mu di sini selama nya, apa kau lupa perkejaan ku selama ini ilegal jika kau selalu ada di samping ku maka akan sangat bahaya"ucap Alex membuat Nadia terdiam.
"apa Kaka, tega menjual ku"ucap Nadia membuat Alex terdiam kaku.
Alex menatap ke arah keberadaan daniel dan Han yang kini juga menatap ke arah nya melihat hal itu Alex menghela nafas pelan sambil melirik ke arah Nadia yang saat ini masih menatap nya.
"maaf kan Kaka Nadia"ucap Alex membuat Nadia terdiam dengan kepala menunduk.
Alex yang melihat itu mengepalkan tangannya kuat iya mengelus pelan kepala Nadia.
"mereka orang yang baik, Kaka percaya kamu akan aman dengan mereka!! jika ada waktu Kaka akan menguji mu patuh lah sama ucapan mereka"ucap Alex pelan.
Nadia iya yang mendengar nya menatap ke arah kaki nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"apa buktinya jika mereka baik kak, aku hanya percaya sama Kaka yang tak pernah menyakiti ku "Guam Nadia lirih.
semua orang yang mendengar hal itu hanya bisa diam begitu juga dengan daniel dan Han yang memilih membiarkan mereka memberikan salam perpisahan.
"Kaka bukti nya"Nadia mendongak ketika mendengar ucapan Alex.
pertepatan dengan hal itu semua orang terkejut kecil begitu juga dengan Alex yang kini berusaha menahan air matanya di saat melihat wajah basah gadis di depan nya.
"apa maksud Kaka"ucap Nadia menatap ke arah Alex yang kini memalingkan wajahnya.
"bukan kah kamu tau, Kaka orang jahat"ucap Alex, Nadia yang mendengar nya menggeleng.
"berapa kali Nadia kata kan jika Kaka bukan orang jahat"ucap Nadia membuat Alex menggigit bibir bawahnya kuat.
"pe-pergi lah Nadia, kamu sudah di beli oleh mereka"ucap Alex yang kini membalikkan badannya membelakangi Nadia yang terdiam.
Nadia menggerakkan kepalanya dan menatap ke arah dua laki-laki di hadapannya dan matanya terhenti tepat di kala iya melihat wajah datar dan dingin daniel apa lagi melihat tatapan tajam nya membuat Nadia menunduk dengan tubuh mulai bergetar.
Han yang melihat itu menatap ke arah daniel dan tak lama menghela nafas pelan.
"anda tidak perlu takut nona tuan saya emang seperti ini"ucap Han menjelaskan Ketika melihat raut takut gadis tersebut.
Nadia iya yang mendengar hal itu hanya diam, tangan kiri nya berusaha menarik kecil baju kaos Alex yang kini masih membelakangi nya.
"bawa pergi lah dia, tapi aku mohon tolong jaga dia jangan sakiti dia jika kalian tidak menginginkan nya lagi aku minta kembalikan dia dengan sehat Tampa ada kerusakan sekalipun aku akan berusaha menebus nya pada saat itu"ucap Alex menatap ke arah daniel yang kini juga menatap ke arah nya.
semua orang yang ada di sana tertegun ketika mendengar ucapan sang ketua mereka tidak menyangka jika kehadiran Nadia sangat berdampak besar bagi ketua mereka.
Nadia menatap lirih ke arah Alex yang kini menatap serius ke arah sosok di depannya.
"apa Kaka tidak bisa menebus ku sekarang "ucap Nadia membuat Alex menatap ke arah nya.
"peraturan tetap lah peraturan Nadia, orang yang di beli tidak bisa di batalkan "ucap Alex membuat Nadia terdiam.
"aku ingin sama Kaka"ucap Nadia pelan Alex yang mendengar nya menghela nafas pelan sambil tersenyum kecil menatap ke arah gadis di depan nya.
"untuk sekarang tidak bisa karena itu tidak aman, jadi pergi lah"ucap Alex membuat Nadia terdiam sambil menghapus air mata nya kasar.
"i-iya"Guam nya sambil mengangguk kecil, melihat hal itu Alex hanya bisa memalingkan wajahnya dan menatap serius ke arah daniel.
"silahkan tuan"ucap Alex, daniel yang melihat itu langsung berdiri dan berjalan terlebih dahulu meninggalkan tempat tersebut.
Han yang melihat itu juga berdiri dan berjalan ke arah gadis di depan nya.
"mari nona"ucap Han.
Nadia yang mendengar hal itu menoleh ke arah Alex yang kini tersenyum tipis sambil mengangguk kecil.
"patuh lah"ucap Alex membuat Nadia mau tidak mau berdiri dan mengikuti langkah Han dengan sesekali menghapus air mata pelan.
_______
saat ini di dalam mobil hanya ada kesunyian yang terdengar hanya suara deru mesin mobil.
Nadia iya menatap ke arah luar jendela depan mata yang masih terlihat bengkak,iya akui walaupun tak lama bersama Alex iya bisa merasakan rasanya perhatian sosok Abang dan hal itu membuat nya sangat senang dan bahagia.
Han, iya terus mencuri pandang ke arah bangku belakang yang di mana sudah ada daniel dan Nadia yang duduk di sana.
Daniel iya sedari tadi hanya diam menatap ke rah laptop nya Tampa memperdulikan keberadaan gadis di sampingnya saat ini.
"tuan apa kita mau kemana, apartemen atau kantor"ucap Han menatap sekilas ke arah belakang.
Daniel yang mendengar hal itu menoleh ke arah Nadia yang kini masih menatap ke arah luar jendela.
"restoran"ucap daniel membuat Han mengangguk, Nadia sedari tadi hanya bisa diam Tampa bersuara bahkan sekedar menatap kedua laki-laki yang saat ini bersama nya pun tidak.
______
saat ini mobil yang di Kendari oleh Han berhenti di depan kafe Nadia menatap kafe tersebut dengan diam.
"nona mati turun"ucap Han membuat Nadia menatap ke arah nya.
"apa saya harus ikut turun juga tuan"ucap Nadia menatap ke arah Han yang kini mengangguk.
"apa anda tidak merasa lapar"ucap Han membuat Nadia terdiam.
"mari nona, tuan daniel sudah turun"ucap Han membuat Nadia menatap ke arah samping dan benar iya sama sekali tidak mendapati ada sosok nya tadi.
"baik lah"ucap Nadia pada akhirnya turun dan berjalan mengikuti langkah Han.
saat sampai di meja Nadia terlihat menatap ke sekitar yang sangat di penuhi akan pengunjung dan tatap nya teralihkan ke arah sosok perempuan yang kini berjalan ke arah mereka mereka.
"Selamat malam tuan dan nyonya, mau pesan apa"ucap sang perempuan yang terlihat adalah pegawai kafe tersebut.
"tuan anda ingin mesan apa"ucap Han menatap ke arah daniel yang kini menatap menu.
"nona anda pesan lah juga"ucap Han memberikan buku menu terhadap Nadia yang kini menatap satu-persatu deretan nama makanan di sana.
"mahal-mahal sekali makanan ini"batin Nadia ketika melihat harga yang tertera.
"nona anda ingin memesan apa"Nadia terjolak kaget ketika mendengar suara Han iya menatap ke arah Han yang kini menatap ke arah nya heran.
dan tak lama, pandangan nya beralih menatap ke arah daniel yang masih diam sedari tadi.
"nona" panggil Han lagi.
"ah, tuan apa boleh saya memesan ini"ucap Nadia menunjuk satu menu membuat Han menatap ke arah menu tersebut.
"apa anda hanya ingin memakan nasi Padang "ucap Han yang di angguki oleh Nadia.
"baik lah, Emba?? steak dua sama nasi Padang satu sate seporsi dan air minum nya jus jeruk nipis dua sama-- emm nona anda ingin minum apa"ucap Han menatap ke arah Nadia yang hanya bisa diam.
"eh,, emm sama kan aja tuan"ucap Nadia yang di angguki oleh Han.
"sama kan aja Emba"ucap Han menatap ke arah pegawai perempuan tersebut.
"baik lah, silahkan di tunggu tuan"ucap pegawai tersebut yang di angguki oleh Han.