
saat ini Nadia dan Laras kini sedang berada di depan toko, hari sudah menunjukkan pukul 21:45 malam. di mana sudah waktunya jam pulang.
"nad, kamu mau gak bantu aku"ucap Laras membuat Nadia menatap ke arah nya.
"apa"ucap Nadia menatap ke arah Laras yang kini juga menatap ke arah nya.
"aku bakal pulang ke kos cepat soal nya mau ngambil laundry an"ucap Laras membuat Nadia mengangguk pelan.
"kak Laras, mau minta bantuan apa emang nya"ucap Nadia.
"belikan sate dong nad, heheh lagi kepengen nih"ucap Laras cengengesan membuat Nadia tertawa renyah.
"ya udah , kalo gitu aku pergi dulu ya Kaka tunggu aja di kos"ucap Nadia.
"ini uang nya beli nya dua ya buat kamu satu"ucap Laras.
"loh, aku gak perlu kak aku beli kan buat Kaka aja"ucap Nadia menolak.
"gak papa, ambil aja ini"ucap Laras membuat Nadia menghela nafas pelan namun mengangguk.
"kalo begitu aku pergi dulu ya kak"ucap Nadia yang di angguki oleh Laras.
di tempat lain, tepat nya di sebuah apartemen mewah sudah ada daniel dan Han yang kini berada di tempat ruang kerja.
Han menatap ke arah Daniel yang sedari tadi terus diam iya menatap tuan nya dengan alis terangkat karena penasaran.
"tuan"
"apa kau tak mengenali gadis tadi Han"Han terdiam di kala mendengar ucapan daniel.
"apa ada yang anda ketahui tuan"ucap Han yang masih belum paham.
"siapa nama keponakan Lukman"ucap daniel menatap ke arah Han yang kini terdiam.
"emm,, Nadia Vega darwanti kan tuan"ucap Han yang ingat tak ingat.
Daniel mengangguk pelan dan setelahnya nya iya menatap serius ke arah Han." apa kau tak mengenali wajah gadis yang bernama Nadia tadi"ucap Daniel membuat Han menatap ke arah nya dan tak lama membola ketika mengingat wajah tersebut.
"astaga tuan, apa dia keponakan tuan Lukman"ucap Han yang di angguki singkat oleh Daniel.
"jadi gimna tuan, apa kita beri tahu keberadaan nya terhadap tuan Lukman "ucap Han menatap ke arah daniel.
"kau sudah cari tau tentang biodata lengkap nya"ucap daniel membuat Han mengangguk.
"sudah tuan" ucap Han yang kini memberikan tablet ke arah daniel yang di terima laki-laki itu.
Daniel menatap semua biodata lengkap Nadia Vega darwanti keponakan dari Lukman teman bisnis nya, beberapa menit menatap biodata tersebut tak lama daniel tersenyum miring Han yang melihat itu di buat heran akan tingkah tuan nya itu.
"ada apa tuan"ucap Han penasaran.
"biar kan dia bebas, lagian hidup nya menderita di sana"ucap daniel yang tambah membuat Han bingung namun tetap mengangguk.
kita beralih ke tempat lain tepat nya di keberadaan Nadia saat ini, Nadia iya masih berjalan santai ke arah penjual kaki lima guna mencari penjual sate.
brukkkk..
"seshh"
"eh"
karena asik di jalanan Nadia sampai lupa akan keadaan sekitar iya di buat terkejut di kala tubuh nya menabrak seseorang membuat nya meringis kecil karena kejadian tersebut tubuh nya jadi ambruk di aspal dan membalak ketika mendengar suara laki-laki.
"nona anda tidak papa"ucap laki-laki itu Nadia yang mendengar nya langsung berdiri dan menunduk kecil.
"maaf kan saya tuan, karena tidak melihat jalan"ucap Nadia.
"nona ini bukan salah anda ini salah saya"ucap laki-laki tersebut.
"ah,, tidak tuan ini salah saya"ucap Nadia yang masih merasa jika ini semua karena nya.
"baik lah kalo begitu, tidak apa-apa nona"ucap laki-laki tersebut mengalah.
"kalo begitu saya pamit"ucap laki-laki itu yang di angguki pelan oleh Nadia.
laki-laki tersebut pun langsung berlalu pergi dari keberadaan Nadia menunju ke tempat mobil nya, begitu juga dengan Nadia yang kini kembali melangkah.
"kenapa Lex"ucap laki-laki lain ketika sempat melihat teman nya bertabrakan.
"tidak ada, ayok kembali kita harus cari orang buat tuan nya Han"ucap laki-laki tadi.
"emm,, Lex bukan kah perempuan itu pas untuk ciri-ciri yang di inginkan Han"ucap teman nya membuat laki-laki yang bernama Lex terdiam.
Alex yang mendengar apa kata bawahnya tersebut pun langsung terdiam dan menatap ke arah bawahan nya lalu berganti menatap ke arah perempuan tadi.
beberapa saat berfikir, Alex pun langsung menatap ke arah bawahan nya dengan anggukan kecil.
"culik di jalan sepi"ucap Alex yang di angguki semangat oleh bawahan Tersebut.
dan setelahnya mereka pun kembali melajukan mobilnya untuk berada di jalanan sepi.
Nadia saat ini iya sedang berada di jalanan untuk kembali ke arah kos nya, iya menatap jalanan yang saat ini sepi dengan sesekali menatap ke arah atas.
"udaranya sangat dingin"Guam Nadia sesekali menatap ke arah belakang.
"aku harus cepat kembali, sebelum kak Laras tidur"ucap nya yang kini terlihat berlari kecil.
pertepatan iya melewati lorong kecil Nadia di buat terkejut di saat merasakan ada seseorang yang membekap mulutnya.
"emmmmm, emmmmm"
iya berusaha memberontak dan tak lama kesadaran nya menghilang hanya kegelapan yang iya lihat terkahir kali.
"mobil"ucap laki-laki yang tak lain adalah Alex yg kini mengangkat tubuh gadis di gendongan nya dan meletakkan nya di jok belakang.
setelah nya, mobil tersebut pun langsung pergi dari sana dengan kecepatan tinggi karena mengingat jalanan yang sepi membuat mobil itu dengan mudah membawa korban.
"apa kali ini pilihan kita gak salah Lex"ucap bawahan Alex.
"pastikan penjagaan ketat, jangan ada yang menyentuh nya"ucap Alex yang di angguki oleh bawahan nya tersebut.
beberapa menit di perjalanan dan saat ini mobil yang di Kendari oleh Alex masuk ke dalam pangkaran rumah besar bertingkat 3.
Alex keluar membawa tubuh Nadia yang masih tertidur karena pengaruh obat bius iya mengendong tubuh gadis tersebut masuk ke dalam rumah.
semua orang yang melihat hal itu hanya bisa diam di saat melihat Alex sendiri yang mengangkat tubuh gadis itu otomatis gadis itu sangat istimewa.
"jaga dia, jangan ada yang menyentuh nya sedikit pun"ucap Alex ketika meletakkan tubuh Nadia di salah satu ruangan.
anak buah Alex yang melihat itu mengangguk dan setelahnya Alex pun pergi dari sana.
"tuan"langkah kaki Terhenti di kala mendengar suara anak buah yang memanggil nya.
"ada lima target kita letak kan di mana tuan"ucap anak buah tersebut.
"letak kan di penjara"ucap Alex yang langsung pergi anak buah Alex yang melihat itu hanya bis mengangguk.
_#skip.
"kak Lina" Lina tersentak di kala mendengar teriakkan Laras iya menoleh dan bingung ketika melihat raut wajah panik dari pegawai nya tersebut.
"ada apa Laras"tanya Lina ketika melihat Laras sudah berada di hadapannya.
"Nadia menghilang kak"ucap Laras membuat Lina terkejut.
"apa maksudnya Laras"ucap Lina tak paham menatap ke arah Laras meminta penjelasan.
"malam tadi di saat kami ingin pulang, aku menyuruh Nadia untuk membuat sate kak tapi Sampe tengah malam aku menunggu nya sama sekali tidak datang-datang bahkan aku menyusul nya namun kaya penjual sate gadis yang sama foto Nadia sudah pulang beberapa menit yang lalu"ucap Laras cepat membuat Lina tersentak.
"kak, aku takut Nadia di culik hiks hiks hiks "ucap Laras yang kini sudah terisak kecil Lina yang melihat itu langsung merogoh sakunya.
"kita tutup toko, ayok ke kantor polisi sekarang "ucap Lina yang kini berlari ke arah mobil nya yang di susul oleh Laras.
di tempat lain tepat nya di dalam sebuah lift terlihat Han merogoh saku nya ketika merasakan ada detaran ponsel.
iya menatap dan menyengit ketika melihat pesan masuk dari Lina iya menatap sekilas ke arah daniel yang saat ini fokus akan berkas-berkas di tangan nya.
Han menatap pesan yang di kirim kan oleh Lina dan tak lama membalak ketika selesai membaca isi chat tersebut.
"gawat tuan"ucap Han membuat Daniel menatap ke arah nya.
"ada apa Han"ucap daniel menatap wajah panik Han.
"nona Lina baru saja chat saya tuan, iya mengatakan jika iya akan ke kantor polisi"ucap Han membuat daniel mengangkat alis nya heran.
"terus, langsung ke inti aja han"ucap daniel.
"nona Nadia menghilang dari malam tadi tuan"ucap Han membuat daniel terkejut menatap ke arah nya.
"CK, kerah kan anak buah cari keberadaan gadis itu "ucap daniel cepat dan langsung keluar dari dalam lift Han yang melihat itu mengangguk cepat.
"kita akan kemana tuan, bukan kah bentar lagi kita akan ada meeting sama klien "ucap Han.
"tunda pertemuan, kita ke kantor polisi sekarang "ucap daniel yang langsung di angguki cepat oleh Han.
di posisi lain nya saat ini Nadia sudah terbangun dari tidur nya , terlihat jika gadis tersebut berusaha buat mengingat apa saja yang terjadi pada diri nya.
"kenapa aku ada di sini, dan di mana ini"Guam nya menatap ke arah sekeliling.
beberapa menit mengingat tak lama matanya membalak ketika mengingat apa yang telah terjadi padanya.
Tampa pikir panjang, Nadia pun berlari ke arah pintu namun Terhenti di kala melihat pintu di dalam ruangan tersebut terbuka.
"kau sudah bangun ternyata"Nadia terduduk di bawah lantai dengan pandangan tak percaya ketika matanya menatap ke arah sosok laki-laki yang malam tadi bertabrakan dengan nya.
"tu-tuan, kenapa anda ada di sini"ucap Nadia yang kini meringsut mundur.
"bukan kah, seharusnya saya yang mengatakan itu nona"ucap Alex yang kini tersenyum miring menatap ke arah Nadia yang terdiam.
Nadia iya yang mendengar nya terdiam kaku, menatap takut ke arah wajah Alex yang kini tersenyum ke arah nya.
"lebih baik anda nurut nona, sebelum saya melakukan hal yang tak baik terhadap anda"ucap Alex membuat Nadia terdiam sambil menelan ludah kasar.
Nadia membalak di saat menatap Alex yang kini berjalan ke arah nya dengan tubuh bergetar Nadia terus mundur guna menjauhi Alex.
"ja-jangan men-mendekat tu-tuan"gugup Nadia Alex yang mendengar itu hanya bisa tersenyum tipis.
"AAAAAAAA"
brukkkk..
"akhhhh," rintih Nadia di saat Alex menarik dan menghempaskan tubuhnya ke arah kasur.
"gadis pembawa uang seperti mu tidak seharusnya berada di lantai sayang."ucap Alex mengelus pelan wajah ketakutan Nadia.
"diam lah di sini, sampai tuan mu datang untuk menebus mu dan makan ini"ucap Alex memberikan bungkus an nasi kotak, Nadia yang melihat itu menatap takut ke arah Alex.
"ap-apa aku di jual"ucap Nadia pelan Alex yang mendengar itu menatap ke arah Nadia yang saat ini menatap ke arah nya dengan tubuh bergetar.
"Hem,, bersyukur lah karena ada laki-laki yang membeli mu dengan harga yang sangat mahal"ucap Alex membuat Nadia terkejut.
"ja-jangan Tian saya mohon, jangan jual saya hiks hiks hiks, saya mohon "mohon Nadia yang saat ini menatap penuh harap kepada Alex.
Alex yang melihat tatapan itu entah kenapa tiba-tiba merasa iba, iya mengalihkan wajahnya guna tak melihat wajah gadis tersebut.
"tenang lah, asal kau patuh maka hidup mu aman bersama laki-laki seperti dia!! ingat karena kau dah di beli oleh nya jangan pernah berpikiran akan kabur dari nya"ucap Alex yang kini melangkah pergi meninggalkan Nadia yang masih menangis sambil menggeleng.
"aku tidak mau, hiks hiks hiks, aku tidak mau di jual"Guam Nadia terus menggeleng.
Alex, keluar dari ruangan kamar Nadia iya menatap pintu tersebut dengan Helaan nafas pelan.
"kenapa gadis tersebut bisa membuat aku merasa iba seperti ini, sialan "Guam Alex yang kini langsung melangkah keluar.
"hubungi Han"ucap Alex ke arah bawahan nya yang kini mengangguk.